cover
Contact Name
Nurhidayat
Contact Email
dayat@asy-syukriyyah.ac.id
Phone
+6283815508855
Journal Mail Official
jiqta@asy-syukriyyah.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Hasyim Ashari Km. 3, Poris Plawad Indah, Cipondoh, Tangerang, Provinsi Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 28287339     DOI : https://doi.org/10.36769/jiqta
Core Subject : Religion, Education,
JIQTA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir emphasizes specifications in the discourse of Alquran and Interpretation Studies. JIQTA invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related. That aims to encourage and promote the study of the Qur’an from a wide range of scholarly perspectives. The journal focuses on Al-Qur’an dan Interpretation studies. It covers the discuss various matters relate to the Qur’anic Studies, the Exegesis Studies, the Living Qur’an, The Quranic Hermeneutic, the Qur’an and Social Culture, The Qur’an and Science, thoughts of figures about the Qur’anic Studies, and the Exegesis Studies. This journal warmly welcomes to any contributions from scholars of the related disciplines. JIQTA, with registered number ISSN 2828-7339 (On line).
Articles 36 Documents
TINJAUAN KRITIS TERHADAP KONSEP AL-ASHIL DAN AL-DAKHIL Razi, Fahrur
JIQTA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/jiqta.v3i2.483

Abstract

This study reviews the concept of al-dakhil wa al-ashil in Qur'anic interpretation, focusing on Shia infiltration. The literature study method is used to explore the concept. The results show that the concept of al-dakhil is an effort to deal with unauthorized interpretation of the Qur'an, especially regarding the influence of external sources. However, the concept is also prone to ideological claims and repetition without innovation. Some passages are even considered as repetition of previous studies without new ideas. Critics of the concept highlight its inability to accommodate diversity. Nonetheless, the concept is important in understanding the history and challenges in Qur'anic interpretation. Further studies are needed to comprehensively understand this concept.
TARJAMAH AL-QUR’AN; HUKUM DAN PENDAPAT ULAMA TENTANG TARJAMAH AL-QUR’AN Husna, Sabila
JIQTA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 1 (2025):  Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/jiqta.v4i1.499

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Tarjamah Al-Qur’an dan hukum menerjemahkan Al-Qur’an. Al-Qur’an sebagai asas dari agama islam yang menjadi sumber hukum dan ilmu pengetahuan bagi seluruh umat islam. Akan tetapi tidak semua umat islam dapat memahami Al-Qur’an secara langsung, karena tidak semua umat islam memahami bahasa Al-Qur’an yaitu bahasa Arab. Maka sebagian dari umat islam membutuhkan perantara dalam memahami Al-Qur’an. Salah satu perantara untuk memahami Al-Qur’an yaitu terjemahan Al-Qur’an, namun banyak terjadi kontroversi dalam hukum menerjemahkan Al-Qur’an, karena ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa menerjemahkan Al-Qur’an dapat merusak keaslian dari Al-Qur’an. Sedangkan terjemah Al-Qur’an sangat dibutuhkan bagi kalangan awam dan mereka yang tidak mempunyai pemahaman kuat untuk mengetahui makna-makna yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Maka dalam penelitian ini akan membahas tentang hukum menerjemahkan Al-Qur’an dengan tujuan mengetahui hukum yang sebenarnya, dan mengetahui alasan dari tidak diperbolehkannya menerjemahkan Al-Qur’an menurut beberapa ulama.
TAFSIR MAUDHU’I Q.S. AL-ISRA’ AYAT 26–27: SOLUSI QUR’ANI FENOMENA FOMO DAN GAYA HIDUP KONSUMTIF GEN-Z Hamzah Muchtar, Evan
JIQTA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 1 (2025):  Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/jiqta.v4i1.937

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) telah menjadi bagian dari pola konsumsi Gen-Z di era digital, ditandai dengan perilaku konsumtif terhadap barang bermerek, gadget mahal, dan pengalaman gaya hidup populer seperti nongkrong di coffee shop atau menghadiri konser berbiaya tinggi. Artikel ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara FOMO dan perilaku konsumtif melalui pendekatan tafsir maudhu’i terhadap QS. Al-Isra’ ayat 26–27 yang menegaskan larangan israf dan pemborosan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan sumber dari kitab tafsir klasik dan modern, serta data empiris dari fenomena sosial mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa FOMO merupakan bentuk israf kontemporer yang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga melemahkan spiritualitas dan daya pikir kritis. Dengan demikian, solusi Al-Qur’an melalui pemahaman ayat dan pendidikan konsumsi Islami menjadi penting dalam membentuk generasi yang sadar nilai dan bijak dalam menggunakan sumber daya.
PENGELOLAAN BENDUNGAN SINDANGHEULA DALAM PERSEFEKTIF TAFSIR ILMI: INTEGRASI NILAI-NILAI AL-QUR’AN DENGAN KONSEP KEBERLANJUTAN SUMBER DAYA AIR Yusroh, Yusroh; Rohmah, Siti; Hasbullah, M. Farrij; Abdurrahman, Haris; Fattah, M. Yusuf; Rosa, Andi
JIQTA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 1 (2025):  Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/jiqta.v4i1.1045

Abstract

Water resource management in Indonesia has tended to be dominated by technocratic and sectoral approaches, without adequate integration with religious values that can contribute to ecological awareness. On the other hand, the approach of scientific interpretation in the Islamic tradition holds many rich and relevant sustainability principles. However, these principles have not been systematically utilized in environmental management policies, especially related to strategic infrastructure such as the Sindangheula Dam. This study aims to bridge the gap between epistemic and praxis in water resource management with the formulation of an integrative framework that links the values of the Qur'an through scientific interpretation and the concept of sustainability. Using a qualitative-contextual approach and thematic analysis methods to Qur'anic verses related to water, this study found that principles such as monotheism, trust, balance (al-mīzān), justice ('adl), and prohibition of waste (isrāf) have direct relevance to fair, participatory, and sustainable water governance practices. As a case study, the Sindangheula Dam is used to demonstrate the potential application of Qur'anic values in socio-technical and public policy contexts. The results of this study conclude that the interpretation of science is not only a hermeneutic approach, but also an axiological paradigm that can strengthen natural resource policies based on spiritual values and ecological sustainability. These findings open up opportunities to develop integrative studies between Islamic sciences, environmental science, and public policy in the context of sustainability.
PERAN PENTING ILMU BAYAN DALAM MEMAHAMI KEINDAHAN AL-QUR’AN: ANALISIS MAJAZ DALAM QS. AR-RAHMAN Naja, Sun Dina Sabila; Nuruddien, Muhammad
JIQTA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 1 (2025):  Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/jiqta.v4i1.1078

Abstract

Untuk memahami keindahan Al-Qur’an dibutuhkan suatu alat bantu, salah satunya adalah ilmu bayan. Yakni ilmu yang mempelajari penyampaian satu makna kata dengan berbagai macam cara. Kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai macam-macam majaz yang terdapat dalam Surat Ar-Rahman dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan berbasis pada studi kepustakaan. Tujuan penggunaan majaz ialah memberikan kesan yang mendalam, serta memberi kemudahan pemahaman terhadap makna tersirat dalam Al-Qur’an. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis ayat per-ayat dalam Surat Ar-Rahman dari segi lafadz dan maknanya, kemudian mengelompokkannya ke dalam ayat yang mengandung majaz dan tidak. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa secara garis besar terdapat tiga macam majaz yang terkandung dalam Surat Ar-Rahman, yakni majaz ‘aqli, majaz mursal, serta majaz isti’arah. Dengan adanya penelitian mengenai macam-macam majaz yang ada dalam Surat Ar-Rahman, diharapkan memberikan manfaat berupa pendalaman pemahaman makna yang terkandung dalam ayat-ayat ini, bagi pembaca pada umumnya dan bagi peneliti pada khususnya.
SELF-HARM DALAM QS. AZ-ZUMAR AYAT 53: PENDEKATAN TAFSIR MAQASHIDI Mukhtaruddin, Ali Mukmin; Ramadhani, Selsa; Mukmin, Ali; Agustari, Verry; Saputra, Aidil
JIQTA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 1 (2025):  Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/jiqta.v4i1.1102

Abstract

Self-harm is a self-harming behavior that is done as a way to relieve emotional distress, although it is not suicidal. It often results from a variety of factors, including an unsupportive social environment and mental health disorders. Thus, this research is important as a form of education and early prevention so that no one commits similar acts. This research aims to examine solutions to self-harm based on the maqasidiy tafsir approach, focusing on QS. Az-Zumar verse 53 which emphasizes Allah's compassion and forgiveness. The research method used is qualitative based on literature study, with data analysis that includes thematic interpretation and maqasidiy interpretation. The results show that humans are not allowed to do self-harm but in reality many do it for self-peace. In addition, this study confirms that Islamic teachings provide a comprehensive solution to the phenomenon of self-harm, by opening the door to spiritual rehabilitation and building hope for individuals experiencing mental health distress.

Page 4 of 4 | Total Record : 36