cover
Contact Name
Hamzah
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6282142428742
Journal Mail Official
hamza@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30327407     DOI : -
Core Subject : Health,
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologis; Pendidikan Kedokteran; Keperawatan; dan Kesehatan Masyarakat. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal akses terbuka, diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi).
Articles 275 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP HARGA DIRI PENAMPILAN FISIK PADA REMAJA : TINJAUAN SISTEMATIK Belung, Yulinda Khairunnisa; Iswinarti, Iswinarti
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan sosial media dengan mengunggah foto-foto yang menampilkan penampilan diri yang diidealkan banyak dilakukan oleh pengguna media sosial saat ini. Hal ini dapat membahayakan kepercayaan diri remaja dalam penampilan mereka, tetapi dampak negatifnya bervariasi tergantung pada jenis keterlibatan media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review. Dari 265 jurnal, tersisa 8 jurnal terpilih yang sesuai dengan judul dan subjek dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rendahnya self-esteem penampilan fisik pada remaja diakibatkan oleh penggunaan media social karena mengunjungi/melakukan stalking orang lain (keluarga, teman, atau selebriti yang Nampak ideal) dan membandingakn dirinya dengan mereka.
PENERAPAN SENAM KEGEL TERHADAP PENGURANGAN RASA NYERI LUKA PERINEUM IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS MAOS CILACAP Rahmawati, Rahmawati; Imanah , Norif Didik Nur; Aksar , Septi Tri; Sukmawati, Ellyzabeth
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postpartum mothers with perineal wounds will feel pain and discomfort when doing activities or sitting. Kegel exercises can increase circulation in the perineum, thereby reducing pain and speeding up the healing process and reducing swelling, during vaginal delivery. This study aims to determine the application of Kegel exercises to reduce pain in perineal wounds in post-partum mothers using qualitative research with case studies and data sources and types of data using interviews and observations. The implementation technique was carried out on Mrs. M with a companion and instructions, namely doing movements such as holding in urination, holding the contraction for 6 seconds, releasing, this movement is done by lying on your back, repeating the movement several times for 20 minutes. The results of doing Kegel exercises for 20 minutes, Mrs. M felt a change in the pain in her perineal wound, indicating that the mother felt more relaxed. The conclusion based on the results of data analysis is that applying Kegel exercises can help reduce perineal wound pain in post-partum mothers. It is hoped that midwives at community health centers or health services will apply and provide complementary therapy to post-partum mothers to reduce pain due to perineal lacerations and to increase post-partum mothers' knowledge about Kegel exercises.
SCID (Severe Combine Imunofeficiency): Tinjauan Literatur Suherman, Juwita Ninda; Farizi, Taufiq Al
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i3.2261

Abstract

Severe Combined Immunodeficiency (SCID) is a group of rare genetic disorders that affect the development and function of the immune system. This literature review aims to summarize the current understanding of SCID, including pathophysiology, clinical manifestations, diagnostic approaches, and therapeutic strategies. A PubMed database search was performed using the search terms “Severe Combined Immunodeficiency” and “SCID”. Relevant articles, including original research, case reports, and reviews, were selected for inclusion. SCID is characterized by severe deficiencies in the number and function of T cells, B cells, and sometimes Natural Killer (NK) cells. This disorder is caused by mutations in one or more genes involved in the maturation of immune cells, which are inherited in an autosomal recessive or X-linked pattern. As a result, affected infants are highly susceptible to life-threatening opportunistic infections. Clinical symptoms of SCID usually appear within the first few months of life, with recurrent infections as the main manifestation. Diagnostic approaches include newborn screening, complete blood count, measurement of immunoglobulin levels, and T cell function tests. Hematopoietic stem cell transplantation (HSCT) remains the therapy of choice, with gene therapy a promising approach. Although SCID treatment has made significant progress, challenges remain in terms of early diagnosis, availability of suitable donors, and post-transplant complications. Further research is needed to optimize therapeutic strategies and improve long-term outcomes for SCID patients.
PENGARUH ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) DAN HEALTHSCAPE PADA KEPUASAN DAN LOYALITAS PASIEN : (STUDI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK PRATAMA POLKES 05.09.28) Z, Thomy Al Jabbari; Efrata , Tommy C
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku yang dikenal sebagai “Organizational Citizenship Behavior” (OCB) ditandai dengan mengambil inisiatif sendiri dan memberikan kontribusi positif terhadap tempat kerja dan organisasi. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak OCB dan Healthscape terhadap pemenuhan pemahaman dan kesetiaan di Fasilitas Pratama Polkes 05.09.28 Bangkalan. Partisipan penelitian ini adalah pasien rawat jalan Klinik Pratama Polkes 05.09.28 Bangkalan. Untuk keperluan analisis kuantitatif dan statistik, metode pengumpulan data menggunakan metode survei populasi. Pengujian faktual setiap dugaan hubungan menggunakan PLS dilakukan dengan menggunakan teknik bootstrapping pada contoh. Dampak OCB terhadap kepuasan pasien. Dilihat dari tabel uji t, pengaruh variabel OCB terhadap pemenuhan persisten sebesar 0,000 – 0,050, sedangkan t harga yang ditentukan sebesar t tabel sebesar 4,907, artinya spekulasi diakui dan artinya OCB berpengaruh terhadap pemenuhan pembeli. Hasilnya, temuan ini meningkatkan kepuasan dan retensi pelanggan klinik.
IDENTIFIKASI POLIMORFISME G-1293C GEN CYP2E1 PADA PENDERITA KARSINOMA NASOFARING DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Ardiansyah, Rahman; Saleh , Mgs. Irsan; Maritska , Ziske
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i3.2301

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan kasus keganasan terbanyak di bidang THT dan termasuk dalam lima besar tumor ganas dengan frekuensi tertinggi di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah polimorfisme gen yang menyandi enzim CYP2E1. Mutasi pada gen ini menyebabkan kemampuan memetabolisme nitrosamin menurun sehingga nitrosamin yang karsinogenik tidak mampu diubah menjadi produk nontoksik. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan DNA yang berasosiasi dengan timbulnya kanker khususnya KNF. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimorfisme promoter (G-1293C) gen CYP2E1 pada penderita karsinoma nasofaring di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Identifikasi polimorfisme G-1293C dilakukan dengan teknik polymerase chain reaction dilanjutkan dengan restriction fragment length polymorphism (PCR-RFLP) menggunakan enzim restriksi PstI. Mayoritas partisipan memiliki genotip wild type GG (75%), sedangkan sisanya memiliki genotip heterozigot G/C (25%), dan tidak ada yang memiliki genotip mutant C/C. Frekuensi alotip wild type G dan alotip polimorfik C masing-masing ditemukan sebanyak 87,5% dan 12,5%. Distribusi penderita KNF terbanyak pada kelompok usia ≥40 tahun (75%) dengan jenis kelamin laki-laki (66,67%) pada etnis Melayu (87,5%) dengan kategori sering dalam mengonsumsi makanan karsinogenik (66,67%) dan tidak ada riwayat KNF pada keluarga (75%). Selain itu, dari hasil pemeriksaan patologi anatomi ditemukan paling banyak tipe WHO III/ Undifferentiated carcinoma (95,83%).
LITERATURE REVIEW: ASSOCIATION BETWEEN BULLOUS PEMPHIGOID AND IMMUNIZATION IN INFANTS Majidah, Eninta Karyana
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Bullous pemphigoid (BP), is the most common autoimmune bullous disease and mostly affects the elderly, but is rare in the pediatric population. The etiology is still unknown. In particular, maternal antibodies and foreign antigens such as drugs, infections, and vaccines are thought to trigger BP in childhood. Purpose: To review the literature bullous pemphigoid and immunization in infants. Review: Approximately 110 reports of BP in childhood, including 21 reports occurred after childhood vaccination. In each case, a short latency period was described from vaccination to clinical manifestation with most cases occurring within a week (range: 5 hours – 4 weeks). This supports the existence of a relationship between vaccination and clinical symptoms of BP, recurrence of BP symptoms along with exposure to vaccination, as well as the high incidence of vaccine-related BP in infants. This is supported by the temporal relationship between vaccination and the onset of lesions as well as the observation of recurrence after administration of a new dose. However, on the other hand, the low incidence of infantile BP in widely vaccinated populations suggests that the association may be only incidental. Conclusion: Vaccination clearly has a relationship with the occurrence of bullous pemphigoid in infants. Vaccination may activate the immune system, but the pathogenesis of how vaccines trigger BP is still unknown.
GAMBARAN BIAS KOGNITIF PADA ADOLESCENCE YANG MELAKUKAN SELF DIAGNOSE TERHADAP PENYAKIT MENTAL Pratiwi, Briliani Putri Pijar
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bias kognitif pada remaja yang melakukan self-diagnosis terhadap gangguan mental dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengaruh media sosial dan internet. Jenis-jenis bias kognitif yang mempengaruhi keputusan mereka antara lain bias konfirmasi, heuristik ketersediaan, dan bias negatif. Dampak dari bias ini mencakup peningkatan kecemasan, penurunan harga diri, dan gangguan dalam hubungan sosial. Solusi yang direkomendasikan meliputi edukasi literasi kesehatan mental, peningkatan dukungan sosial, serta perbaikan layanan kesehatan mental yang ramah bagi remaja.
DILATED CARDIOMYOPATHY DENGAN INTRAKARDIAK TROMBUS BERKOMPLIKASI PADA STROKE NON HEMORAGIK: CASE REPORT Pande, Ni Nyoman Utami Wijayaswari; Gunawijaya, Eka; Yantie, Ni Putu Veny Kartika; Dewangga, Made Satria Yudha
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i3.2390

Abstract

Patients with DCMP have been reported to have abnormalities in platelet function and reduced LVEF that contribute to hypercoagulability and stasis conditions that have been described as predisposing to intracardiac thrombus formation. Cases have been described of patients with DCMP who had an initial clinical presentation of thrombus at the LV apex and with thromboembolic events. The patient was treated in the pediatric intensive care unit with anticoagulant therapy and heart failure.
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN VIDEO BALUT BIDAI TERHADAP EFIKASI DIRI MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Fauzi, Ach Khoiri Andriyan; Purnamasari, Vita
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi memiliki tanggung jawab untuk menangani situasi kegawatdaruratan yang bisa terjadi di berbagai tempat dan waktu, seperti memberikan pertolongan pertama pada pasien yang mengalami fraktur dengan menggunakan balut bidai. Namun, di lapangan sering kali mereka kurang yakin dengan kemampuan mereka sendiri. Oleh karena itu, pentingnya pendidikan kesehatan menggunakan video penggunaan balut bidai untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam memberikan pertolongan pertama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi video balut bidai terhadap efikasi diri Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi  Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode Penelitian: Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Desain penelitian Pre-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling berjumlah 60 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Metode pengumpulan data menggunakan modifikasi kuesioner GSE dan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji wilcoxon signed test. Hasil: Hasil uji wilcoxon signed test p value < α (0,05) sehingga H0 ditolak H1 diterima. Berdasarkan hasil pre-test mahasiswa yang memiliki tingkat efikasi rendah sekali 13 orang (21,7%), efikasi tinggi 44 orang (73,3%), efikasi sangat tinggi 3 orang (5,0%), Berdasarkan hasil post-test mahasiswa yang memiliki tingkat efikasi rendah 0 orang (0,0%), efikasi tinggi 19 orang (31,7%), efikasi sangat tinggi  41 orang (68,3%). Simpulan: Terdapat pengaruh edukasi video balut bidai terhadap efikasi diri Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi  Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan mengunakan kelompok kontrol agar penelitian menjadi lebih akurat dan valid karena memungkinkan untuk meminimalkan pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diinginkan, sehingga hasilnya lebih dapat diandalkan dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
EFEKTIVITAS CONSTRAINT INDUCED MOVEMENT THERAPY (CIMT) TERHADAP PENINGKATAN MOTOR SKILL EKSTREMITAS ATAS PADA CEREBRAL PALSY SPASTIC HEMIPLEGIA Noviana, Mita; Oktavia, Vani
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i3.2410

Abstract

Semakin berkembangnya ilmu dan teknologi di bidang kegawatdaruratan neonatologi menjadikan bayi prematur selamat dari kondisi kritis. Meskipun pada akhirnya mengalami masalah pada perkembangan saraf dan gangguan neurologi. Salah satunya yaitu cerebral palsy. Cerebral palsy (CP) yaitu sekumpulan gangguan neurologis akibat lesi pada sistem saraf pusat yang sedang berkembang selama periode prenatal, natal, maupun postnatal. CP umumnya menunjukkan karakteristik berupa gangguan pada tonus otot maupun kemampuan motorik. Gangguan tersebut dapat digolongkan berdasarkan anggota tubuh yang terkena yaitu diplegia, hemiplegia, dan quadriplegia. Jenis CP yang sering ditemui adalah CP spastik hemiplegia. Anak CP dengan hemiplegia memiliki gangguan kontrol gerakan sendi dan perencanaan motorik yang buruk sehingga ekstremitas atas pada anak dengan CP hemiplegia mengalami kemunduran Dari hasil pencarian melalui berbagai database, ditemukan 26 artikel yang kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi sehingga didapatkan 13 artikel. 13 artikel tanpa duplikasi kemudian dilakukan Critical Appraisal dan hasil akhir setelah seleksi adalah 5 artikel. Tujuan. Mengetahui efektivitas Constraint Induced Movement Therapy terhadap peningkatan motor skill ekstremitas atas pada kasus cerebral palsy spastic hemiplegia. Hasil. Terdapat peningkatan motor skill ekstremitas atas pada anak CP dengan pemberian dosis latihan yang harus disesuaikan dengan usia dan tingkat keparahan motorik partisipan Simpulan. CIMT dapat menjadi intervensi yang efektif untuk meningkatkan motor skill ekstremitas atas pada anak dengan CP hemiplegia jika memperhatikan beberapa hal.

Page 6 of 28 | Total Record : 275