cover
Contact Name
lara indah yandri
Contact Email
laraindahyandri@gmail.com
Phone
+6285365659878
Journal Mail Official
jurnalsuarapolitik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasir Kandang No. 4, Padang, Provinsi Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Suara Politik
ISSN : -     EISSN : 30248566     DOI : https://doi.org/10.31869/jsp.v2i2.4921
Core Subject : Social,
Jurnal Suara Politik (JSP), merupakan media komunikasi dan informasi bagi pengembangan ilmu politik, baik politik lokal, nasional maupun internasional, khususnya mencakup berbagai tema seperti demokratisasi, pemilihan umum, kebijakan, konflik, otonomi daerah, pertahanan dan keamanan, politik luar negeri dan diplomasi, dunia Islam serta isu-isu lain yang memiliki arti strategis bagi bangsa dan negara Indonesia. JSP diterbitkan untuk menjadi wahana pendorong perkembangan ilmu politik melalui dokumentasi hasil hasil penelitian serta kajian kritis terhadap berbagai konsep baru, fenomena, dan peristiwa dalam kehidupan politik. JSP secara berkala terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember
Articles 52 Documents
ALGORITMA MEDIA SOSIAL DAN POLARISASI POLITIK DALAM DEMOKRASI DIGITAL DI INDONESIA Amri, Yassirli; Indah Yandri, Lara
Jurnal Suara Politik Vol 4, No 2 (2025): Vol. 4 No. 2 Desember 2025
Publisher : FISIPOL UM Sumbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsp.v4i2.7608

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah lanskap komunikasi politik di Indonesia, terutama melalui penggunaan algoritma yang mengatur distribusi informasi kepada pengguna. Algoritma media sosial dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna, namun dalam praktiknya justru berpotensi memperkuat polarisasi politik melalui mekanisme filter bubble dan echo chamber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran algoritma media sosial dalam membentuk polarisasi politik serta dampaknya terhadap kualitas demokrasi digital di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis melalui studi literatur dan analisis kebijakan. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, laporan lembaga, serta regulasi terkait teknologi informasi dan demokrasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial berkontribusi signifikan dalam memperkuat segmentasi politik masyarakat, mempersempit ruang dialog publik, serta meningkatkan penyebaran disinformasi politik. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas deliberasi publik dan mengancam prinsip demokrasi inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tantangan demokrasi digital di Indonesia tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga politis dan regulatif. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan publik yang adaptif, transparansi algoritma, serta peningkatan literasi digital masyarakat untuk menjaga kualitas demokrasi di era digital.Kata Kunci: demokrasi digital, polarisasi politik, algoritma informasi, kebijakan teknologi, literasi digital
DINAMIKA REKAPITULASI SUARA PEMILU DPRD JAWA TIMUR 2024 DI KECAMATAN CANDI DAN PORONG Tjahjana, Maharani Citra
Jurnal Suara Politik Vol 4, No 2 (2025): Vol. 4 No. 2 Desember 2025
Publisher : FISIPOL UM Sumbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsp.v4i2.7082

Abstract

Pemilu DPRD Jawa Timur 2024 diwarnai oleh sejumlah permasalahan, salah satunya pada tahap rekapitulasi suara di tingkat Kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika rekapitulasi suara di Kecamatan Candi dan Porong, dengan fokus pada proses terjadinya perubahan data, implikasi terhadap hasil pemilu, serta langkah-langkah penyelesaiannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berlandaskan pada teori electoral integrity oleh Pippa Norris sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan data rekapitulasi suara oleh oknum PPK Candi dan Porong. Perubahan dilakukan dengan cara mengakses aplikasi Sirekap di luar jadwal resmi untuk merubah perolehan suara Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat di seluruh TPS/Desa. Akibatnya, PAN kehilangan satu kursi legislatif, sementara Partai Demokrat mendapatkan satu kursi. Peristiwa ini mencoreng kredibilitas dan integritas PPK di mata publik, terutama PAN. Tindak lanjut dari Bawaslu menghasilkan sanksi etik terhadap enam anggota PPK yang terbukti melanggar. Sebagai bentuk penyelesaian, KPU memulihkan sebagian suara yang dirubah dan melarang para pelaku untuk kembali menjadi penyelenggara pemilu/pilkada di masa mendatang.