cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 167 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026)" : 167 Documents clear
Observasi dan Pemetaan Kondisi Higiene Industri pada Area PLTU Kabupaten Barru Dirman sudarman Sudarman; Sitti Aminah; Dewi Srinita Abbas; Diva Aprilia; Nuralfirah Nuralfirah; Rafika Sari; Ernawati Ernawati
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qzbys966

Abstract

Penerapan hygiene industri memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan keselamatan kerja, khususnya di lingkungan berisiko tinggi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).  Tujuan untuk mengidentifikasi faktor bahaya lingkungan kerja, mendeskripsikan strategi antisipasi, serta menganalisis efektivitas dan pengendalian hygiene industri di PLTU Dusun Bawasalo, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru. Kegiatan ini menggunakan pendekatan mix method dengan desain observasional, menggabungkan data kualitatif dari wawancara mendalam dengan informan kunci dan data kuantitatif dari penyebaran kuesioner kepada pekerja. Hasil menunjukkan bahwa bahaya dominan di lingkungan kerja meliputi kebisingan, suhu ekstrem, dan debu batubara. Strategi pengendalian dilakukan melalui penggunaan alat pelindung diri, rekayasa teknis, pelatihan rutin, serta evaluasi kesehatan berkala. Penerapan prinsip hygiene industri di PLTU Barru telah dilaksanakan secara menyeluruh dan melibatkan seluruh komponen kerja. Kesimpulannya, sistem hygiene industri di PLTU Barru telah efektif dalam meminimalkan risiko kesehatan dan keselamatan kerja, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek edukasi dan kedisiplinan pekerja.
Penyuluhan Sanitasi dan Hygiene pada Balita di Posyandu Tunas Harapan Kelurahan Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai Tahun 2025 Sri Wardani; Jihan Natassa
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hrap6533

Abstract

Sanitasi dan higiene pada bayi dan balita merupakan aspek yang sangat penting untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan mereka secara optimal. Sanitasi mencakup upaya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memastikan air bersih untuk konsumsi, menjaga fasilitas pembuangan limbah yang aman, dan menciptakan lingkungan rumah yang bebas dari potensi sumber penyakit, seperti nyamuk dan kuman. Perilaku higienis dipengaruhi oleh kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, seperti sebelum makan, sebelum memasak, setelah menyentuh hewan, dan setelah buang air besar. Tempat buang air besar yang sesuai adalah toilet, serta kebiasaan merebus air sebelum dikonsumsi. Rumah tangga perlu menerapkan praktik kebersihan yang baik. Klasifikasi perilaku kebersihan dapat ditentukan menggunakan interval kelas untuk menilai rumah tangga dengan praktik kebersihan yang baik. Aspek kebersihan pribadi (personal hygiene) dan sanitasi lingkungan memiliki peran penting dalam masalah kekurangan gizi, termasuk stunting. Misalnya, seringnya anak mengalami penyakit infeksi seperti diare dan ISPA, serta rendahnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun secara benar, dapat meningkatkan risiko diare. Kebiasaan yang tampak sederhana, seperti buang air besar sembarangan, dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan, status gizi, dan ekonomi suatu bangsa.
Skrining Hipertensi dan Edukasi Perilaku Cerdik di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera, Martapura Noor Ahda Fadillah; Dian Rosadi; Misna Tazkiah; Rudi Fakhriadi; Indra Haryanto Ali; Musafaah Musafaah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8pjvyc28

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi tinggi pada lanjut usia (lansia), terutama karena perubahan fisiologis akibat proses penuaan. Lanjut usia (lansia) yang tinggal di Panti Werdha memiliki potensi lebih besar mengalami hipertensi karena keterbatasan aktivitas fisik dan dukungan sosial. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyuluhan edukasi perilaku CERDIK dan skrining hipertensi dalam meningkatkan pengetahuan serta mendeteksi dini hipertensi pada lansia. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi dan skrining PTM terhadap 50 lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera, Martapura, Kalimantan Selatan. Edukasi dilakukan dengan pendekatan interaktif, sedangkan skrining menggunakan pengukuran tekanan darah. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan adalah rata-rata nilai pre-test adalah 70, meningkat menjadi 90 pada post-test. Skrining menunjukkan bahwa 66% peserta mengalami hipertensi yang sebagian besarnya tergolong hipertensi stage 2 (67%). Edukasi CERDIK terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran lansia dalam pencegahan PTM. Kesimpulannya adalah intervensi edukasi dan skrining hipertensi dapat meningkatkan kesadaran dan deteksi dini hipertensi pada lansia. Program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di lembaga serupa.
Edukasi Kesehatan Gigi dan Pemilihan Gigi Tiruan Lepasan pada Lansia di Posyandu Pojok Desy Primalia Rizkiani
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nynvdv62

Abstract

Oral health in the elderly significantly impacts their overall quality of life. One of the primary issues faced by the elderly is tooth loss, which affects chewing function and aesthetics. This study aimed to improve elderly knowledge on dental health and denture selection through a community service program at Posyandu Pojok. The community service program was conducted with 40 elderly participants at Posyandu Pojok. The approach included interactive lectures, discussions, demonstrations of denture installation, and free dental checkups for participants. This activity involved healthcare professionals, Posyandu cadres, students, and faculty members from the Faculty of Dentistry, Universitas Kadiri. The results showed a significant increase in participants' knowledge regarding denture care and the importance of maintaining oral hygiene. The free dental checkups also provided direct benefits by offering insights into participants' oral health conditions. This program positively contributed to enhancing the quality of life of the elderly with a better understanding of denture care. The study concludes that dental health education and denture care are crucial for improving the quality of life in the elderly.
Metode Edukasi Kolaboratif Psikososial, Karakter, dan Kespro dalam Upaya Meningkatkan Perlindungan Siswa dari Kekerasan Seksual Berbasis Digital: Program Pengabdian kepada Masyarakat OD Sariningsih; Seriwati Ginting; Magyolin Carolina T
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nc9dyc31

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa manfaat edukatif bagi anak, namun di sisi lain meningkatkan risiko kekerasan seksual berbasis digital seperti grooming online, sextortion, dan paparan konten pornografi. Minimnya literasi digital dan pendidikan kesehatan reproduksi dalam keluarga serta sekolah menjadikan anak kelompok yang rentan terhadap eksploitasi daring. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMA BPPK Kota Bandung pada November 2025 sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual berbasis digital melalui pendekatan holistik dan kolaboratif yang melibatkan keluarga dan sekolah. Metode PKM meliputi edukasi orang tua melalui seminar dan diskusi kelompok terarah tentang literasi digital dan pendampingan psikososial, pelaksanaan kelas anak “Tubuhku Berharga” berbasis cerita dan permainan untuk mengenali batas tubuh dan sentuhan aman, serta pendampingan psikososial ringan bagi keluarga. Peserta kegiatan terdiri atas 12 orang tua dan 43 anak kelas 1–3. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua terkait risiko kekerasan seksual daring dan strategi pencegahan, peningkatan pemahaman anak mengenai tubuh dan keberanian untuk berkata “tidak”, serta penguatan komunikasi empatik dalam keluarga. Selain itu, sekolah mulai menunjukkan inisiatif awal dalam memperkuat kebijakan perlindungan anak. Hasil PKM ini menegaskan pentingnya model edukasi kolaboratif yang berkelanjutan sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual berbasis digital pada anak
Edukasi Kesehatan Dampak Blue Light Terhadap Kesehatan Mata Siswa Man Kota Cimahi Istianah Istianah; Muhammad Deri Ramadhan; Dena Khaerunnissa Azzis; Siti Mauludi Pitri; Siti Sepa Julianti; Dina Tazkia Patimah; Fauzan Nurhidayat; Irwan Juliheryana; Nabila Septiani Putri; Nazwa Kamila Hasan; Siti Nurfauziah; Sri Winangsih
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/tdgx5z75

Abstract

Miopia merupakan salah satu kelainan penglihatan yang paling banyak dialami oleh remajadan dipengaruhi oleh tingginya paparan blue light dari penggunaan gadget yang semakin meningkat. Kondisi ini dapat menurunkan ketajaman penglihatan sehingga berdampak pada proses belajar dan kualitas hidup siswa/i. Berdasarkan hasil survei awal, siswa/I MAN Kota Cimahi menunjukan kebutuhan penigkatan pemahaman terkait risiko dan pencegahan miopia. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang “Miopia Pada Remaja: Mencegah Dan Mengelola Rabun Jauh”. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, quiz, dan pembagian leaflet. Materi mencakup pengertian miopia, faktor risiko, dampak paparan blue light, tanda dan gejala, komplikasi, serta strategi pencegahan. Hasil kegiatan menunjukan meningkatnya antusiasme dan pemahaman peserta, yang ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi serta kemampuan menjawab pertanyan dengan benar pada sesi evaluasi. Kegiatan ini penting dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif dalam meminimalkan progresivitas miopia serta mendorong kebiasaan penggunaan gadget yang sehat pada remaja
Peran Edukasi dalam Kepatuhan Penggunaan APD Penjamah Makanan Dapur dan Kantin RS Hanifah Nurajizah; Wulandari Wulandari; Tika Noor Prastia; Fathimah Azzahra Muhammad; Aulia Aulia
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/x7w9ab80

Abstract

The use of Personal Protective Equipment (PPE) by food handlers is essential to prevent cross-contamination and ensure occupational safety in hospital food service settings. This study aimed to determine the effect of an educational program on improving knowledge and compliance with PPE use among food handlers in the Nutrition Unit Kitchen and Canteen of RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. The methods included direct observation, interviews, and educational activities delivered through counseling sessions, posters, and demonstrations of proper PPE use. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments, followed by a 14-day monitoring period to observe behavioral changes. The results showed that knowledge scores in the Nutrition Unit Kitchen increased from 95.63% to 100% after the intervention, whereas the average score in the Canteen slightly decreased from 84.37% to 79.16%. PPE compliance after the education and monitoring reached 85%, with the highest improvements observed in the use of hair covers and aprons. Factors influencing compliance included PPE comfort, work habits, high ambient temperatures, and the level of supervision. Overall, the educational program proved effective in improving PPE-related practices and should be implemented regularly to support food safety within the hospital environment.
Pendidikan Kesehatan Combustio Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja di SMK PU Negeri Bandung Muhammad Deri Ramadhan; Tentry Fuji Purwanti; Tsulits Alaziza Adiguna Fikhra; Elisa Sophia Nur Rohmani; Indri Setiawati; Linda Mayliana; Bella Noviyanti Ruhiyat; Elvira Malia Chandra; Wulandina Wulandina; Mega Nazwah Fadila; Vindi Intan Nurani; Arjun Hibbanuloh
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7my57306

Abstract

Combustio atau luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang terjadi akibat paparan langsung terhadap sumber panas seperti api, cairan atau lemak panas, uap panas, radiasi, listrik atau bahan kimia. Di indonesia sendiri angka kejadian luka bakar tergolong tinggi, dimana lebih dari 250 jiwa per tahun meninggal akibat luka bakar. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penanganan luka bakar melalui pendidikan kesehatan di SMK Pekerjaan Umum Negeri Bandung dengan melibatkan 29 siswa/i. Metode yang diterapkan bersifat edukatif, meliputi pre-test, pemaparan materi menggunakan media PowerPoint dan leaflet, diskusi interaktif, serta post-test sebagai evaluasi. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan signifikan, di mana pada pre-test (41,4% baik, 48,3% cukup, 10,3% kurang) menjadi (96,6% baik). Hal ini membuktikan efektivitas metode edukatif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang luka bakar dan penanganan awalnya. Pengabdian ini menegaskan pentingnya eduksi kesehatan di sekolah sebagai upaya preventif dan promotif, sehingga siswa dapat mencegah risiko serta menangani luka bakar secara tepat, berkontribusi pada keselamatan masyarakat.   
Bijak Hadapi Efek Samping Sebagai Inovasi Edukasi Reproduktif WUS di Posyandu Delima Lelly Ervianti; Gunarmi Gunarmi; Indah Purnamasari
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/deaz6j50

Abstract

Kontrasepsi suntik merupakan metode KB yang paling banyak digunakan oleh Wanita Usia Subur (WUS), namun efek samping hormonal seperti perubahan siklus menstruasi, peningkatan berat badan, dan perubahan mood sering menimbulkan kekhawatiran sehingga beberapa akseptor menghentikan penggunaan tanpa konsultasi tenaga kesehatan. Minimnya informasi terstruktur di Posyandu Delima Sari menjadi latar belakang perlunya edukasi berbasis bukti untuk meningkatkan pemahaman dan mencegah miskonsepsi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan WUS mengenai efek samping KB suntik melalui penyuluhan dan distribusi buku saku. Metode dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, pembagian buku saku “Buku Saku KB Suntik: Bijak Hadapi Efek Samping”, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 14 November 2025 dan diikuti oleh 33 WUS. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 11,03 menjadi 13,33, serta meningkatnya kategori pengetahuan “baik” dari 51,5% menjadi 78,8%. Diskusi interaktif juga berhasil meluruskan sejumlah miskonsepsi yang umum ditemui terkait perubahan haid dan efek hormonal. Buku saku terbukti membantu mempertahankan pemahaman peserta setelah kegiatan. Secara keseluruhan, edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, memperkuat sikap positif terhadap penggunaan KB suntik, serta mendukung keberlanjutan program KB di komunitas. 
Model Klinik Mini Edukasi Obat Dan Perawatan Mandiri untuk Lansia di Puskesmas Walenrang Barat Kabupaten Luwu: Kolaborasi Inovatif Nakes Amos Lellu; Delta Delta; Tonsisius Jehaman
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/b922nm38

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berkontribusi terhadap meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif, penggunaan obat jangka panjang, serta risiko ketidakpatuhan terapi dan penurunan kemampuan perawatan mandiri. Kondisi serupa ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, dengan jumlah lansia sebanyak 706 orang dan kecenderungan menurunnya kemampuan lansia dalam mengelola penggunaan obat dan menjaga kesehatan secara mandiri. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai penggunaan obat yang benar serta keterampilan perawatan mandiri melalui penerapan Model Klinik Mini Edukasi Obat dan Perawatan Mandiri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan interprofesional yang meliputi sosialisasi program, pelatihan tenaga kesehatan dan kader, pengembangan media edukasi berupa modul cetak dan video, pembentukan Klinik Mini Edukasi Lansia, pelaksanaan edukasi kelompok dan individu, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan tenaga kesehatan puskesmas, kader posyandu lansia, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia tentang penggunaan obat sebesar 38%, peningkatan kemampuan perawatan mandiri di rumah, serta meningkatnya partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu rutin. Program ini disarankan untuk diintegrasikan ke dalam layanan rutin puskesmas dan direplikasi di wilayah lain sebagai inovasi pelayanan promotif dan preventif bagi lansia.

Page 7 of 17 | Total Record : 167