cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
jurnaljophs@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Public Health Science (JoPHS)
ISSN : -     EISSN : 30473632     DOI : https://doi.org/10.59407/jophs.v1i1.596
Core Subject : Health,
Journal of Public Health Science (JoPHS) is a national journal for scientific research on public health practices, epidemiology, health promotion, health service effectiveness, disease prevention, and public health evaluation. nutrition, family health, infectious diseases, research health services, gerontology, child health, adolescent health, behavioral medicine, rural health, chronic disease, promotion Health evaluation and intervention, health policies and management of public health, health economics, occupational health and environmental health, environmental health, health and safety at work, health administration and policy, nutrition science, biostatistics, reproductive health, hospital management, and health information systems
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2025): September" : 13 Documents clear
DISTRIBUSI STATUS GIZI BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN USIA PADA POPULASI LANSIA DI RSI SITI RAHMAH Humaira, Zikra; Anggraini, Debie; Adelin, Prima
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.2873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi status gizi lansia berdasarkan jenis kelamin dan usia di RSI Siti Rahmah Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) menggunakan total sampling terhadap 38 pasien lansia yang memiliki data lengkap terkait usia, jenis kelamin, dan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki status gizi normal (55,3%), diikuti oleh obesitas (23,7%), gemuk (18,4%), dan kurus (2,6%). Obesitas lebih banyak ditemukan pada perempuan dan kelompok usia 60–69 tahun, sementara status gizi normal dominan pada lansia usia ≥70 tahun. Namun, uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan jenis kelamin (p = 0,690) maupun usia (p = 0,176). Simpulan penelitian ini adalah bahwa variasi status gizi lansia tidak dapat dijelaskan hanya berdasarkan jenis kelamin dan usia, sehingga diperlukan pendekatan komprehensif dalam intervensi gizi lansia. Kata Kunci: Lansia, Status Gizi, Jenis Kelamin, Usia, RSI Siti Rahmah
KARAKTERISTIK KARDIOMETABOLIK LANSIA DALAM SKRINING KOMUNITAS : PERAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP RISIKO DISLIPIDEMIA Anggraini, Debie; Adelin, Prima; Muhamad Ivan
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.2890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik kardiometabolik lansia dalam skrining komunitas dengan fokus pada peran Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap risiko dislipidemia. Metode penelitian yang digunakan adalah desain potong lintang (cross-sectional) dengan total sampling pada 40 lansia berusia ≥60 tahun yang mengikuti skrining kesehatan komunitas di Padang Panjang tahun 2024. Data yang dikumpulkan meliputi pengukuran antropometri, profil lipid, dan tekanan darah, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi dislipidemia sebesar 77,5% pada lansia, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok kelebihan berat badan (93,3%) dan obesitas (83,3%), meskipun perbedaan antar kategori IMT tidak signifikan secara statistik (p = 0,105). Nilai IMT berkorelasi positif signifikan dengan kadar trigliserida (r = 0,43; p = 0,005) dan LDL-C (r = 0,34; p = 0,034). Simpulan dari penelitian ini adalah kenaikan IMT berhubungan erat dengan peningkatan risiko dislipidemia, sehingga pengukuran IMT dapat digunakan sebagai alat skrining awal yang efektif untuk mengidentifikasi lansia berisiko tinggi dan memandu intervensi pencegahan sekunder di tingkat komunitas. Kata Kunci: Lansia, Indeks Massa Tubuh, Dislipidemia, Skrining Komunitas, Risiko Kardiometabolik
UNDERSTANDING ACUTE MALNUTRITION: A GLOBAL LITERATURE REVIEW ON RISK PROFILES IN UNDER-FIVE CHILDREN Lubis, Anwar
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.2891

Abstract

Acute malnutrition in children under five remains a complex and multidimensional global public health issue. This study aims to identify and analyze the key risk factors of acute malnutrition based on a review of 10 primary research articles from various developing countries published between 2016 and 2024. A narrative literature review method was used, guided by the UNICEF conceptual framework that categorizes the causes of malnutrition into immediate, underlying, and basic levels. The findings reveal that inadequate feeding practices, recurrent infectious diseases, low maternal education, household poverty, food insecurity, and poor sanitation are the most consistently associated factors with wasting and SAM. Thematic analysis also highlights the interplay between socioeconomic status and poor caregiving as major determinants. The study concludes that nutrition interventions must be integrated with maternal education, improved sanitation, and household economic empowerment. These findings have important implications for evidence-based policy formulation at national and international levels.
KARAKTERISTIK PARAMETER FUNGSI GINJAL PADA PESERTA MEDICAL CHECK-UP HAJI DI RSU AISYIYAH PADANG Roza Linda, Melia; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.2987

Abstract

Latar Belakang: Ibadah haji melibatkan aktivitas fisik tinggi dan paparan panas yang berpotensi memperburuk fungsi ginjal, khususnya pada jamaah berusia lanjut. Data lokal mengenai profil parameter fungsi ginjal pada peserta medical check-up (MCU) haji masih terbatas. Tujuan: Mendeskripsikan karakteristik ureum, kreatinin, dan laju filtrasi glomerulus terseragam (eGFR) padacalon jamaah haji (CJH) di RSU Aisyiyah Padang. Metode: Studi deskriptif potong lintang menggunakan data MCU CJH periode Januari–Maret 2025. Variabel yang dikaji meliputi umur, jenis kelamin, ureum, kreatinin, dan eGFR. Hasil: Tercatat 34 peserta; usia rata-rata 58,0±12,9 tahun; perempuan 73,5%. Rerata ureum 22,3±8,0 mg/dL, kreatinin 0,8±0,3 mg/dL, dan eGFR 93,1±22,0 mL/menit/1,73 m². Distribusi stadium eGFR: G1 70,6%, G2 20,6%, G3a 5,9%, G3b 0%, G4 2,9%, G5 0%; secara keseluruhan 8,8% memiliki eGFR <60 mL/menit/1,73 m² (G3–G5). Kesimpulan: Mayoritas CJH menunjukkan fungsi ginjal yang terpelihara (G1–G2), namun terdapat subkelompok kecil (≈9%) dengan penurunan fungsi ginjal yang memerlukan konseling hidrasi, peninjauan obat, dan rencana pemantauan pra-keberangkatan. Implementasi eGFR CKD-EPI 2021 bermanfaat untuk stratifikasi risiko pada program pembinaan haji.
PROFIL KADAR SERUM TNF-Α PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU TERKONFIRMASI XPERT MTB/RIF Anggraini, Debie; Ekawati, Yessi
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.2988

Abstract

Latar belakang: TNF-α berperan sentral dalam patogenesis tuberkulosis (TB) paru, namun data deskriptif lokal mengenai kadar serum pada pasien terkonfirmasi molekular masih terbatas. Tujuan: Mendeskripsikan profil kadar serum TNF-α pada pasien TB paru terkonfirmasi Xpert MTB/RIF di RS Paru Sumatera Barat. Metode: Studi potong lintang deskriptif pada pasien poliklinik. Darah vena diproses menjadi serum dan kadar TNF-α diukur dengan ELISA sesuai protokol pabrikan. Analisis terbatas pada statistik deskriptif—rerata±SD. Hasil: Sebanyak 40 pasien dianalisis; usia 45,5 ± 15,7 tahun (rentang 18–75). Kadar serum TNF-α 150,84 ± 96,61 pg/mL, median 121,72 pg/mL, rentang 79,63–517,36 pg/mL; sebaran cenderung menceng ke kanan dengan heterogenitas antarindividu yang nyata. Kesimpulan: Pada pasien TB paru terkonfirmasi Xpert, kadar serum TNF-α menunjukkan nilai rerata yang tinggi dengan variasi luas, mencerminkan heterogenitas respons inflamasi sistemik. Temuan ini menyediakan data dasar bagi populasi setempat dan dapat menjadi acuan untuk studi longitudinal dan panel biomarker multimarker ke depan.
PROFIL GLIKEMIK CALON JEMAAH HAJI 2025 DI RSU AISYIYAH PADANG Roza Linda, Melia; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.2989

Abstract

Latar Belakang: Ibadah haji menuntut aktivitas fisik tinggi, paparan panas, dan perubahan pola makan/obat yang dapat memicu disglikemia. Pemetaan profil glikemik pra-keberangkatan diperlukan untuk perencanaan pembinaan klinis calon jemaah haji (CJH). Tujuan : Menilai profil glikemik CJH 2025 di RSU Aisyiyah Padang menggunakan glukosa puasa (FPG), glukosa 2 jam post-prandial (2JPP), dan HbA1c; serta menggambarkan karakteristik dasar dan keterkaitan antarmarker. Metode : Studi potong lintang pada CJH yang menjalani pemeriksaan rutin tahun 2025. Dikumpulkan data demografi, FPG, 2JPP, dan HbA1c. dievaluasi dengan Spearman.Hasil: Sebanyak 30 peserta (usia rata-rata 57,9±13,6 tahun; perempuan 70%). Rerata (±SD) FPG 102,9±34,2 mg/dL; 2JPP 142,3±50,7 mg/dL; HbA1c 6,1±1,4%. Kategori FPG: normal 56,7%, prediabetes 23,3%, diabetes 20,0%. Kategori 2JPP: normal 63,3%, prediabetes 30,0%, diabetes 6,7%. Kategori HbA1c: normal 43,3%, prediabetes 36,7%, diabetes 20,0%; HbA1c ≥7% pada 13,3%. Kesimpulan: Beban gangguan glikemik pra-keberangkatan pada CJH cukup bermakna, dengan proporsi prediabetes tinggi dan sepertiga respon “diabetes” menurut sebagian marker. Penilaian kesiapan medis sebaiknya mengintegrasikan multi-parameter (FPG, 2JPP/OGTT, HbA1c), disertai edukasi dan optimasi terapi. Ketidaksesuaian antarmarker perlu konfirmasi diagnostik, khususnya karena 2JPP klinik tidak ekuivalen dengan OGTT terstandar.
GAMBARAN EKSPRESI HUMAN EPIDERMAL RECEPTOR 2 (HER-2) PADA PASIEN KANKER PAYUDARA STADIUM LANJUT (Ⅲ DAN Ⅳ) DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS ANDALAS OKTOBER 2023 – OKTOBER 2024 Zulyati Oktora, Meta; Khomeini, Khomeini; Vivekananda, Shahrazad; Ivan, Muhamad; Aliefia, Desi
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.2990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ekspresi HER-2 pada pasien kanker payudara stadium lanjut di Rumah Sakit Universitas Andalas selama periode Oktober 2023 hingga Oktober 2024. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan total 73 pasien yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi, pengukuran dilakukan hanya sekali pada setiap variabel dan sekaligus dalam waktu yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia terbanyak adalah 45–54 tahun (41,1%), dengan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (98,6%). Jenis histopatologi terbanyak adalah Invasive Ductal Carcinoma – No Special Type (IDC-NST) sebesar 71,2%, dan grading histopatologi terbanyak adalah grade 2 (61,6%). Sebagian besar pasien berada pada stadium III (71,2%), dan ekspresi HER-2 negatif ditemukan pada 56,2% pasien. Ekspresi HER-2 ditemukan pada hampir setengah pasien kanker payudara stadium lanjut, menunjukkan bahwa subtipe HER-2 masih menjadi entitas klinis yang signifikan dengan potensi respons terhadap terapi target seperti trastuzumab. Namun, tingginya proporsi pasien dengan ekspresi HER-2 negatif mengindikasikan perlunya eksplorasi strategi pengobatan yang lebih luas dan personal.
RESILIENSI PADA IBU DENGAN ANAK KEBUTUHAN KHUSUS TUNA GRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA B.C. PUTERA BAHAGIA KLATEN Ali Suryani, Nadya; Prasetya, Yudha Tri
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.3096

Abstract

Resiliensi merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh individu dalam mengatasi stres, tekanan, kecemasan, dan depresi. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat resiliensi ibu yang memiliki anak kebutuhan khusus tuna grahita di Sekolah Luar Biasa B.C. Putera Bahagia Klaten. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2025. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner Connor-Davidson Resilience Scale 25 CD-RISK 25 versi bahasa Indonesia yang telah diadaptasi. Berdasarkan hasil pengukuran kuesioner CD-RISC 25 tingkat resiliensi pada ibu dengan anak kebutuhan khusus tunagrahita di SLB B.C. putera bahagia klaten menunjukkan bahwa sebanyak 50 ibu yang memiliki anak kebutuhan khusus tuna grahita dengan presentase 92,5% memiliki resiliensi yang sedang dan sebanyak 4 ibu yang memiliki anak kebutuhan khusus tuna grahita dengan presentase 7,5% memiliki resiliensi yang tinggi. Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber data dan acuan untuk mengembangkan program atau intervensi yang lebih efektif oleh tenaga kesehatan dan psikolog dalam menangani permasalahan kesehatan mental pada ibu dengan anak berkebutuhan khusus anak dengan tunagrahita.
DESAIN OBAT MODERN : INOVASI DAN ARAH BARU DALAM KIMIA MEDISINAL Saeful Amin; Boogie, Ridho
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.3133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pendekatan dan inovasi terkini dalam desain obat berbasis kimia medisinal, dengan menitikberatkan pada peran metode komputasi serta eksplorasi senyawa alami dalam pengembangan kandidat obat baru. Melalui kajian literatur, penelitian ini mengintegrasikan temuan-temuan terbaru mengenai teknik in silico seperti molecular docking, Quantitative Structure–Activity Relationship (QSAR), dan prediksi Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion, and Toxicity (ADMET). Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi komputasi secara signifikan mempercepat proses penemuan obat sekaligus menurunkan biaya penelitian pada tahap awal pengembangan. Senyawa bioaktif yang berasal dari tanaman lokal seperti Averrhoa bilimbi (belimbing wuluh) dan Ageratum conyzoides (babandotan) memperlihatkan aktivitas biologis yang kuat dan berpotensi sebagai agen antikanker. Integrasi antara kimia medisinal dengan bioinformatika dan farmakogenomik memungkinkan desain obat yang lebih rasional, efisien, serta spesifik terhadap target biologis. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara inovasi komputasional dan pemanfaatan sumber daya alam memberikan arah baru bagi pengembangan terapi modern yang berbasis bukti ilmiah dan bersifat personalisasi. Namun demikian, kajian ini masih terbatas pada analisis data sekunder dan belum disertai validasi eksperimental melalui uji in vitro maupun in vivo.
PENDEKATAN IN SILICO MELALUI QSAR DAN MOLECULAR DYNAMICS: TINJAUAN SISTEMATIS KANDIDAT OBAT ANTIBAKTERI RESISTEN Salsa Zahra Afiatun Nisa; Saeful Amin
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.3134

Abstract

Resistensi antibakteri merupakan ancaman serius bagi kesehatan global yang menuntut penemuan kandidat obat baru melalui pendekatan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis penerapan metode komputasi Quantitative Structure–Activity Relationship (QSAR) dan Molecular Dynamics (MD) dalam pengembangan obat antibakteri terhadap bakteri resisten. Kajian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA dengan menelusuri publikasi ilmiah periode 2015–2025 yang relevan. Proses seleksi dan analisis literatur dilakukan untuk mengidentifikasi peran QSAR dan MD dalam prediksi, validasi, serta optimasi senyawa antibakteri potensial. Hasil kajian menunjukkan bahwa QSAR mampu memprediksi potensi aktivitas antibakteri berdasarkan hubungan kuantitatif antara struktur kimia dan aktivitas biologis, sedangkan MD berperan dalam mengevaluasi kestabilan kompleks ligan–protein serta mekanisme interaksi molekuler pada kondisi biologis simulatif. Target protein yang sering dikaji meliputi InhA, DNA gyrase, topoisomerase IV, IKK-β, sigmacidins, dan penicillin-binding protein (PBP), dengan fokus pada patogen prioritas seperti Staphylococcus aureus (MRSA), Pseudomonas aeruginosa, dan Streptococcus spp. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi QSAR dan MD menghasilkan pendekatan komplementer yang efektif dalam mengidentifikasi serta memvalidasi kandidat molekul dengan aktivitas antibakteri tinggi, sehingga pendekatan in silico berbasis QSAR dan MD berpotensi menjadi strategi penting dalam percepatan penemuan obat untuk menghadapi krisis resistensi antibiotik di masa mendatang.

Page 1 of 2 | Total Record : 13