cover
Contact Name
Dian Soekmawaty Riezqy Ariendha
Contact Email
edosth@gmail.com
Phone
+6285299364747
Journal Mail Official
edosth@gmail.com
Editorial Address
JL.TGH Muh Rais Lingkar Selatan Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Fundus
ISSN : 28081080     EISSN : 28081080     DOI : 10.57267/fundus.v1i1.126
Jourmal of Fundus merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil penelitian masyarakat di bidang Kebidanan dengan ISSN 2808-1080, diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIKES Yarsi Mataram secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun yaitu Maret dan September.
Articles 51 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK BIDAN PENOLONG PERSALINAN TENTANG RESPECTFUL MATERNITY CARE (RMC) DI PUSKESMAS PONED KOTA SEMARANG Diella Januar Safitri; Surani, Endang
Journal of Fundus Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v5i2.532

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Salah satu strategi untuk menurunkannya adalah melalui penerapan Respectful Maternity Care (RMC). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan praktik bidan penolong persalinan tentang RMC di Puskesmas PONED Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 33 bidan di Puskesmas Bangetayu dan Halmahera. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 30–40 tahun (48,5%), pendidikan S1 (40%), serta pengalaman kerja >5 tahun (81,8%). Tingkat pengetahuan bidan tentang RMC baik (84,8%), sedangkan praktik RMC baik sebesar 48,5%. Hasil uji statistik terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan praktik RMC (p = 0,004). Kesimpulan penelitian ini yaitu semakin baik pengetahuan bidan maka semakin baik praktik RMC yang dilakukan. Diperlukan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat penerapan RMC.
HUBUNGAN PENERIMAAN RESPECTFUL MATERNITY CARE (RMC) DENGAN KEPUASAN IBU BERSALIN DI PUSKESMAS BANGETAYU KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Sherly Icha Puspita; Surani, Endang
Journal of Fundus Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v5i2.533

Abstract

Background: Respectful Maternity Care (RMC) is a maternal health care approach that emphasizes the respect for women's human rights, including the right to dignified treatment, privacy, and freedom from violence and discrimination during childbirth. A lack of respectful care during labor can negatively impact maternal satisfaction and reduce the likelihood of returning to health facilities for future deliveries. Objective: This study aims to determine the relationship between the acceptance of Respectful Maternity Care (RMC) and maternal satisfaction among postpartum women at Bangetayu Public Health Center, Genuk Subdistrict, Semarang City. Methods: This was a quantitative study using a cross-sectional approach. The sampling technique applied was total sampling, with 45 postpartum mothers as respondents. The instruments used were the QRMCQI questionnaire to measure RMC acceptance and the BSS-R to assess maternal satisfaction. Data were analyzed using the Spearman Rank test. Results: The majority of respondents were within the ideal reproductive age (20–35 years), had a secondary or higher education level, were housewives, and were multiparous. A total of 77.8% of mothers had a high level of RMC acceptance, and 62.2% reported good satisfaction with delivery services. Statistical analysis revealed a significant relationship between RMC acceptance and maternal satisfaction, with a p-value of 0.004 (p < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between the acceptance of Respectful Maternity Care and maternal satisfaction at Bangetayu Public Health Center. Enhancing the implementation of RMC principles can contribute to improving patient satisfaction with maternity services.
Studi Deskriptif Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Manajemen Kesehatan Menstruasi rosyananda, liza
Journal of Fundus Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v5i2.536

Abstract

Personal hygiene menstruasi adalah upaya menjaga kebersihan diri pada saat menstruasi atau selama menstruasi untuk mencegah penyakit serta meningkatkan perasaan sejahtera. Pengetahuan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi sikap seseorang terhadap suatu kondisi, termasuk dalam hal manajemen kesehatan menstruasi. Pengetahuan yang baik memungkinkan seseorang dapat menerapkan perilaku sehat selama menstruasi. Sikap dari manajemen kesehatan menstruasi adalah respons dari perilaku seseorang terhadap cara menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan selama masa menstruasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap Manajemen Kesehatan Menstruasi Di MTs Nurul Huda Raji Demak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Yang telah mendapatkan ijin dari komisi etik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung, penalitian dilakukan di MTs Nurul Huda Raji Demak, dengan populasi 50 responden dengan teknik total sampling. Instrument berupa kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan uji realibilitas. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 38 (76.0%) Sikap responden yang positif sebanyak 48 (96.0%). Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MTs Nurul Huda Raji Demak dapat disimpulkan bahwa mayoritas remaja putri memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik mengenai manajemen kesehatan menstruasi. Pengetahuan yang baik sangat berperan dalam membentuk sikap positif dan perilaku yang sehat dalam menjaga kebersihan saat menstruasi, sehingga dapat mencegah berbagai gangguan kesehatan reproduksi seperti infeksi saluran kemih dan keputihan.
Studi Deskriptif Pengetahuan Dan Sikap RemajaTentang Pernikahan Dini Di SMK Cut Nya Dien Semarang Travenia, Aisyah; Sutrisminah, Emi; Jannah, Muliatul
Journal of Fundus Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v5i2.537

Abstract

Pernikahan dini, yaitu pernikahan yang terjadi di bawah usia I9 tahun, masih menjadi persoaIan serius di lndonesia, termasuk di Kota Semarang. Praktik ini tidak hanya berdampak pada kesehatan reproduksi dan psikologis remaja, tetapi juga membatasi perkembangan sosial, pendidikan, dan ekonomi mereka. Meskipun data nasional menunjukkan penurunan angka pernikahan dini dalam beberapa tahun terakhir, angka kasus di Jawa Tengah dan Kota Semarang tetap tinggi. Kurangnya pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi, dampak pernikahan dini, serta minimnya edukasi hukum menjadi faktor utama penyebab tingginya kasus tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap pernikahan dini di SMK Cut Nya Dien Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yang dilaukan di SMK Cut Nya Dien Semarang, jumlah sampel 60 remaja kelas 11 menggunakan teknik proporsional random sampling dengan instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap, analisa menggunakan analisis univariat menggunakan SPSS dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan 61,7% remaja memiliki pengetahuan baik dan sikap positif 81,7% terhadap pencegahan pernikahan dini. Rekomendasi: Bagi remaja diharapkan dapat meningkatkan pemahaman informasi tentang pernikahan dini, bagi SMK diharapkan dapat bekerjasama dengan puskesmas setempat untuk menyelenggarakan program kesehatan reproduksi remaja dan bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian dengan variabel dan metode yang berbeda.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Kader Kesehatan tentang Integrasi Layanan Primer (ILP) dian pertiwi, yudhisti; Sutrisminah, Emi
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.607

Abstract

Latar Belakang: Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan Indonesia yang menekankan pelayanan berbasis siklus hidup dan pemberdayaan masyarakat. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam implementasi ILP di tingkat desa. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap kader kesehatan tentang ILP di Desa Gondang Kabupaten Kendal. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 33 kader menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner valid dan reliabel, dianalisis dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil: 45,5% kader memiliki pengetahuan baik, 30,3% sedang, dan 24,2% kurang. Sikap negatif ditemukan pada 54,5% responden. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap (p=0,705). Kesimpulan: Pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan sikap kader. Diperlukan penguatan motivasi dan dukungan sistem.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEGANG, KOTA LUBUKLINGGAU Mariance Sari, Sherli; Mustika Handayani, Ayu; Sari, Novia; Qoiriyah, Siti; Mustikasari Kurnia, Rini
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.621

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat. Insiden PTM pada wanita hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk demografis, gaya hidup, dan kondisi kesehatan sebelumnya. Tujuan: Mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian PTM pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Megang tahun 2025. Metode: Menggunakan desain observasional analitik yang melibatkan 40 ibu hamil. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan penelusuran rekam medis. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat dengan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 30,0% ibu hamil mengalami PTM. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian PTM meliputi usia ≥35 tahun (OR=4,20), IMT sebelum hamil ≥25 kg/m² (OR=3,89), riwayat keluarga (OR=3,60), aktivitas fisik kurang (OR=3,18),konsumsi buah dan sayur kurang (O =4,50), paparan asap rokok pasif (OR=3,33), tingkat stres tinggi (OR=4,00), serta kunjungan ANC yang kurang (<4 kali) (OR=5,83) Sementara itu, paritas dan tingkat pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Kejadian PTM pada ibu hamil dipengaruhi oleh faktor biologis, perilaku, psikososial, dan pemanfaatan layanan kesehatan, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif melalui optimalisasi pelayanan ANC, gaya hidup sehat dan pengelolaan stress.
Gambaran Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Kota Bengkulu Rifni, Revalina; Himalaya, Dara; Mustikasari Kurnia Pratama, Rini; Yusanti, Linda; Dewiani, Kurnia
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.625

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Ibu bekerja menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi pemberian ASI eksklusif, seperti faktor usia, tingkat pendidikan, paritas, kebijakan cuti yang belum mendukung secara maksimal, kurangnya dukungan fasilitas di tempat kerja, serta keterbatasan waktu karena beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, subjek penelitian ini adalah ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan. Sampel terdiri dari 65 ibu bekerja yang memiliki bayi usia 6-24 bulan dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif berada pada kelompok usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 31 responden (81,6%). Mayoritas responden yang berhasil menyusui secara eksklusif memiliki pendidikan tinggi yakni sebesar 29 responden (76,3%), dan sebagian besar ibu multipara memberikan ASI eksklusif dengan persentase mencapai 22 responden (57,9%). Ibu dengan cuti melahirkan ≥3 bulan lebih banyak berhasil memberikan ASI eksklusif yang mencapai 25 responden (65,8%). Hampir semua responden yang mendapatkan dukungan fasilitas tempat kerja berhasil menyusui eksklusif dengan persentase 33 responden (86,8%). Responden dengan durasi kerja <8 jam per hari juga menunjukkan angka keberhasilan lebih tinggi sebanyak 27 responden (71,1%). Kesimpulan Lebih dari setengah ibu bekerja di Kota Bengkulu berhasil memberikan ASI eksklusif, yaitu sebesar 38 responden (58,5%).
HUBUNGAN EFIKASI DIRI IBU MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA BENGKULU Mulya, Romayana; Mustikasari Kurnia Pratama , Rini; Dewiani, Kurnia; Yusanti, Linda; Tiara Ardhiani , Innas
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.626

Abstract

Abstract Exclusive breastfeeding is defined as providing only breast milk to infants from birth until six months of age without any additional food or drink except medicines, vitamins, and minerals based on medical indications. Exclusive breastfeeding provides many benefits for both mothers and infants; however, its coverage has not yet reached the national target. One of the factors influencing the success of exclusive breastfeeding is maternal breastfeeding self-efficacy, which refers to a mother’s confidence in her ability to breastfeed her baby. This study aimed to determine the relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding in Bengkulu City. This study used a quantitative method with a retrospective approach. The sample consisted of 88 breastfeeding mothers with infants aged 6–12 months selected using proportional sampling technique. Data were collected using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF) questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Fisher-Freeman-Halton Exact Test. The results showed that 71 respondents (80.7%) successfully provided exclusive breastfeeding. The level of maternal breastfeeding self-efficacy was mostly in the moderate category with 52 respondents (59.1%). The bivariate analysis showed a significant relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding with a p-value of 0.001. There is a significant relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding. Higher maternal breastfeeding self-efficacy increases the likelihood of successful exclusive breastfeeding. Abstrak ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain kecuali obat, vitamin, dan mineral sesuai indikasi medis. Pemberian ASI eksklusif memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi, namun cakupannya masih belum mencapai target nasional. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah efikasi diri ibu menyusui, yaitu keyakinan ibu terhadap kemampuannya dalam memberikan ASI kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 88 ibu menyusui dengan bayi usia 6-12 bulan yang dipilih menggunakan teknik proportioal sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Breastfeeding Self Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berhasil memberikan ASI eksklusif yaitu 71 responden (80,7%). Tingkat efikasi diri ibu menyusui sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 52 responden (59,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p-value 0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Semakin tinggi efikasi diri ibu menyusui maka semakin besar peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI MINYAK TELON DALAM MENGURANGI KELUHAN KEMBUNG ANAK USIA DINI DI DESA DAJAN PEKEN TABANAN Widiantari, Kadek; Rismayani Gampur, Imelda
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.628

Abstract

Background: Flatulence in early childhood is one of the mild digestive disorders that often causes discomfort, fussiness, sleep disturbances, and decreased appetite in children. One of the non-pharmacological therapies commonly used by the community to overcome these complaints is telon oil aromatherapy. Objective :This study aimed to determine the effectiveness of telon oil aromatherapy in reducing flatulence complaints among early childhood children in Dajan Peken Village, Tabanan. Latar Belakang : Keluhan kembung pada anak usia dini merupakan salah satu gangguan pencernaan ringan yang sering menyebabkan rasa tidak nyaman, rewel, gangguan tidur, dan penurunan nafsu makan pada anak. Salah satu terapi nonfarmakologis yang sering digunakan masyarakat untuk mengatasi keluhan tersebut adalah aromaterapi minyak telon. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aromaterapi minyak telon dalam mengurangi keluhan kembung pada anak usia dini di Desa Dajan Peken Tabanan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di Desa Dajan Peken, Kabupaten Tabanan dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keluhan kembung pada anak usia dini dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan aromaterapi minyak telon sebagian besar responden mengalami keluhan kembung kategori sedang sebanyak 18 responden (60,0%), sedangkan setelah diberikan intervensi sebagian besar responden mengalami keluhan kembung kategori ringan sebanyak 21 responden (70,0%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat efektivitas aromaterapi minyak telon dalam mengurangi keluhan kembung pada anak usia dini. Simpulan : Aromaterapi minyak telon dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang aman, mudah diperoleh, dan praktis digunakan untuk membantu meningkatkan kenyamanan anak saat mengalami keluhan kembung. Methods :This study used a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The study was conducted in Dajan Peken Village, Tabanan Regency with a total sample of 30 respondents selected using purposive sampling technique. Data were collected using an observation sheet of flatulence complaints in early childhood children and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The results showed that before the administration of telon oil aromatherapy, most respondents experienced moderate flatulence complaints as many as 18 respondents (60.0%), while after the intervention most respondents experienced mild flatulence complaints as many as 21 respondents (70.0%). Statistical test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating that telon oil aromatherapy was effective in reducing flatulence complaints in early childhood children. Conclusion :Telon oil aromatherapy can be used as an alternative non-pharmacological therapy that is safe, easy to obtain, and practical to improve children’s comfort during flatulence complaints.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) HAMIL DI PUSKESMAS SENGKOL hardaniyati, hardaniyati; Soekmawaty Riezqy Ariendha, Dian; Setyawati , Irni
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.629

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kasus Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil memiliki konsekuensi serius, baik bagi ibu maupun bayi. Resiko yang dialami ibu hamil dengan KEK antara lain: partus lama, perdarahan pasca persalinan dan bahkan kematian ibu akibat penurunan kekuatan otot yang membantu proses persalinan. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya KEK pada ibu hamil antara lain: keadaan sosial ekonomi, pendidikan, jarak kelahiran yang terlalu dekat, paritas, usia yang terlalu muda atau masih remaja pada saat hamil pertama dan pekerjaan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk analisis faktor yang berhubungan dengan dengan kejadian kekurangan energi kronik (kek) hamil di puskesmas sengkol. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectionaI, sampeI berjumlah 107 yang terdiri ibu hamil trimester I, II,dan III dipiIih menggunakan teknik simple random Sampling. Instrumen peneIitian berupa data kohort, dan rekam medis,dan anaIisis data univariat dan bivariat diIakukan dengan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar ibu hamil di wilayah kerja dari 107 responden terdapat 41 ibu hamil mengalami KEK dan 66 ibu hamil tidak mengalami KEK. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa usia ibu nilai p-value = 0,016, paritas nilai p-value = 0,356. Kesimpulan: Terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil, namun pada variabel paritas tidak terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sengkol.