cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.anafora@uniku.ac.id
Editorial Address
RT. 027 RW. 007 Desa Cengal Kecamatan Japara
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 28073991     DOI : https://doi.org/10.25134/ajpm
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) Kesastraan Indonesia (teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranasi, sosiologi sastra); (3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran). Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2021)" : 5 Documents clear
Homonimi Bahasa Daerah MOI Papua Barat Kajian Semantik adi iwan
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i2.2

Abstract

ABSTRAK:Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna homonim bahasa daerah moi sorong papua barat. Manfaat dari penelitian ini untuk melestarikan bahasa daerah moi yang terancam punah dan sebagai bahan informasi masyarakat khususnya penduduk sorong papua barat. Metode penelitian ini menggunakan metode diskriptif metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan suatu permasalah atau fenomena tertentu. Sumber data penelitian ini berasal dari wawancara dengan penutur asli yang berasal dari suku moi serta arsip – arsip kumpulan bahasa moi. Teknik pengumpulan menggunakan teknik simak dan catat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori relasi makna  pada kajian semantik. Hasil penelitian ini ditemukan sekitar 22 kata homonim yang terdiri dari 1).Homonim yang bermakna kata kerja. 2). homonim yang bermakna kata benda dan kata kerja. 3). Homonim yang bermakna kata sifat dan kata benda. 4). Homonim kata sifat dan kata kerja. 5). Homonim dengan makna kata ganti dan kata benda. 6. Homonim yang bermakna kata sifat dan adverbia. Kata kunci : homonim, moi , semantik Regional Language Homonimy MOI West Papua Semantic Studies Abstract: The purpose of this study was to describe the meaning of the homonym for the local language of Moi Sorong West Papua. The benefit of this research is to preserve the language of the Moi area which is endangered and as information for the community, especially the residents of West Papua. This research method uses descriptive method. This method aims to describe a particular problem or phenomenon. The data sources of this research come from interviews with native speakers who come from the Moi tribe and archives of the moi language collection. The collection technique uses the observation and note technique. The theory used in this research is the theory of meaning relations in semantic studies. The results of this study found about 25 homonym words consisting of 1) Homonym which means verb. 2). homonym which means noun and verb. 3). Homonyms which mean adjectives and nouns. 4). Adjective and verb homonyms. 5). Homonyms with the meaning of pronouns and nouns. 6. Homonyms which mean adjectives and adverbs. Keywords : homonym, moi, semantics
Simbol Mitologis Dilihat Dari Representasi Sistem Religi Masyarakat Jawa Dalam Novel "Bilangan Fu" Karya Ayu Utami (Kajian Antropologi Sastra) Saepudin Muhamad; Sun Suntini; Arip Hidayat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i2.16

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini membahas tentang bentuk representasi sistem religi serta simbol mitologis yang dilihat dari sistem religi masyarakat Jawa dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan representasi sistem religi masyarakat Jawa dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami; 2) Untuk mendeskripsikan simbol mitologis dilihat dari representasi sistem religi masyarakat Jawa melalui metode semiotika Roland Barthes dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan dokumentasi. Pendekatan penelitian yang digunakan dengan antropologi sastra dan semiotika Roland Barthes. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini ialah dengan cara membaca dan menandai setiap dialog atau peristiwa yang mengandung representasi sistem religi dan simbol-simbol mitologisnya. Analisis data menghasilkan penelitian bahwa dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami terdapat tiga aspek representasi sistem religi di antaranya, sistem religi animisme Kejawen, sinkretisme Islam Kejawen, dan monoteisme Islam. Dalam sistem religi animisme Kejawen terdapat sembilan data, sinkretisme Islam Kejawen terdapat tiga data, dan monoteisme Islam terdapat tujuh data. Sementara dari ketiga sistem religi tersebut, dalam animisme terdapat tiga simbol mitologis. Namun dari sinkretisme Islam Kejawen dan monoteisme Islam tidak memuat simbol mitologis secara khusus, melainkan sekadar pandangan terhadap kepercayaan simbol mitologis tersebut. Di samping itu, problem dari representasi ketiga sistem religi mengarah pada satu titik permasalahan, yaitu pluralitas dalam keagamaan. Sedangkan, simbol mitologis mengarah pada kontrol sosial dalam kebudayaan terkait dengan kepentingan secara tradisional dan modern KATA KUNCI: Antropologi sastra, Bilangan Fu, , simbol mitologis, sistem religi.. >    ABSTRACT: This study discuses the from representation religious system as well mythological symbol which is seen from religious system Javanese society in the novel Bilangan Fu by Ayu Utami. Formulation of the problem in the research is: 1) How is the religious system Javanese society in the novel Bilangan Fu By Ayu Utami?; 2) How is the mytological symbol which is seen from religious system Javanese society in the novel Bilangan Fu by Ayu Utami?. The purpose of this research is: 1) To describe the religious system Javanese society in the novel Bilangan Fu By Ayu Utami; 2) To describe the mytological symbol which is seen from religious system Javanese society in the novel Bilangan Fu by Ayu Utami. This research uses qualitative descriptive method with the data collection technique in the form of library research and documentation. The research approach used with literary anthropological studies and semiotics Roland Barthes. The steps taken in this research is which reading, and mark every dialogue or event that contains representations of the religious system and its mytological symbols. Data analysis resulted in research that in the novel Bilangan Fu by Ayu Utami there are three aspects in the representation of the religious system in between, Kejawen animist, Kejawen Islamic syncretism, and the Islamic monotheism. In the Kejawen animist there are nine data, Kejawen Islamic syncretism there are three data, and Islamic monotheism there are seven data. While form of the three religious system, in animism there are three mythological symbols. However, Kejawen Islamic syncretism and Islamic monotheism nothing spesific mythological symbol. In addition, the problem of the representation of the three religious system leads to one problem, namely plurality in religion. Meanwhile, mythological symbol lead to social control in culture related to traditional and modern interest. KEYWORDS: literary anthropological studies, Bilangan Fu, mythological symbol, religious system.
Ekranisasi Novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq menjadi Film Milea: Suara dari Dilan karya Fajar Bustomi dan Pidi Baiq Mahmud Yunus; Arip Hidayat; Aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i2.17

Abstract

ABSTRAK: Pengertian ekranisasi memberi batasan bahwa pengubahan dari novel ke bentuk film selalu disertai dengan proses perubahan, yakni penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Oleh karena itu, dalam proses ekranisasi, tentu tidak lepas dari kegiatan apresiasi sastra. Lebih dari itu, kehadiran ekranisasi dalam dunia sastra, perfilman, dan budaya-media merupakan lahan kajian yang penting untuk dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ekranisasi pada alur, tokoh dan penokohan, serta latar dalam novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq dan film Milea: Suara dari Dilan karya Fajar Bustomi dan Pidi Baiq. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa proses ekranisasi pada alur, tokoh dan penokohan, serta latar dalam novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq dan film Milea: Suara dari Dilan karya Fajar Bustomi dan Pidi Baiq mencakup penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Proses ekranisasi pada alur berpengaruh terhadap unsur cerita yang lain, terutama pada tokoh dan penokohan, serta latar. Sebagai proses kreatif, penafsiran penulis skenario dan sutradara mengenai pemilihan peristiwa penting dan menandai dalam novel, kemudian perbedaan media, pertimbangan unsur naratif dan unsur sinematografi (filmis) di dalam film, bahkan pertimbangan aspek komersial, pun turut memengaruhi proses ekranisasi novel menjadi film. KATA KUNCI: Ekranisasi; Novel Menjadi Film; Alih Wahana; Kesastraan >  EKRANISASI MILEA: SUARA DARI DILAN NOVEL BY PIDI BAIQ INTO MILEA: SUARA DARI DILAN  FILM BY FAJAR BUSTOMI AND PIDI BAIQ   ABSTRACT: The definition of Ekranisasi limits that conversion from novel to film is always accompanied by a process of change, that is shrinking, adding, and varying changes. Because of this, in the process of Ekranisasi, certainly through with literary appreciation activities. More than that, the presence of Ekranisasi in the world of literature, film, and media-culture is an important field of study to be studied comprehensively. This research aims to describe the process of Ekranisasi in the plot, characters and characterizations, and setting in the novel entitled Milea: Suara dari Dilan by Pidi Baiq and Milea: Suara dari Dilan movie directed by Fajar Bustomi and Pidi Baiq. The results of this study, shows that the process of Ekranisasi in the plot, characters and characterizations, and setting in the novel entitled Milea: Suara dari Dilan by Pidi Baiq and Milea: Suara dari Dilan movie directed by Fajar Bustomi and Pidi Baiq includes shrinking, adding, and varying changes. The Ekranisasi process in the plot affects other elements of the story, especially the characters and characterizations, and setting. As a creative process, the interpretation of the screenwriter and director regarding the selection of important events and markings in the novel, then the differences in media, consideration of narrative and cinematographic elements in the film, to the consideration of commercial aspects, also influenced the process of Ekranisasi of the novel into a film. KEYWORDS: Ekranisasi; Novel Into Film; Alih Wahana; Literature
Relasi Judul dan Teras Berita di Laman Detikcom Dini Mardianah; Asep Jejen Jaelani; Aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i2.20

Abstract

Abstrak - Banyak media massa yang dituntut dalam memberikan informasi seputar beritanya melalui media sosial, baik itu Facebook, Twitter bahkan ada pula yang khusus membuat platform media mereka sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan relasi judul dan teras berita di laman detik.com. Dengan menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif, dengan teknik pemerolehan data berupa dokumentasi, yaitu berita politik pada pemberitaan kasus korupsi bantuan sosial Covid-19 edisi Maret 2021di laman Detik.com. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa relasi judul dengan teras berita di laman detik.com adalah gaya penulisan judul berita fungsional, representatif dan spesifik berrelasi dengan gaya penulisan teras berita yang korelatif. Hal ini dikarenakan fungsi dan tujuan dari gaya penulisan tersebut memiliki kesamaan, yaitu berita yang disampaikan tidak menyimpang, langsung pada pokok permasalahan berita. Kata Kunci: judul berita, teras berita, detik.com, relasi, gaya penulisan. Abstract - Many mass media are required to provide information about their news through social media, be it Facebook, Twitter, and some even specifically create their own media platforms. This research was conducted to describe the relationship between headlines and news headlines on the detik.com page. By using a qualitative description research method, with data collection techniques in the form of documentation, namely political news on the March 2021 edition of the Covid-19 social assistance corruption case on the Detik.com page. The results obtained in this study indicate that the relationship between headlines and news headlines on the detik.com page is a functional, representative and specific style of writing news headlines related to a correlative news story writing style. This is because the function and purpose of these writing styles have in common, namely the news conveyed does not deviate, directly on the subject matter of the news. Keywords: headline, lead, relations, writing style, detik.com.
Tokoh dan Citra Perempuan Dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan Sonia Apriani; Sun Suntini; Arip Hidayat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i2.24

Abstract

Abstrak tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan karakter tokoh dan citra perempuan yang terdapat dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan. Data dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa teks novel yang memuat karakter tokoh utama wanita dan citra perempuan dalam Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua cara yakni teknik baca dan teknik catat. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan kritik sastra feminis. Hasil penelitian dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan yaitu karkterisasi menggunakan metode langsung (telling) dan kedua, metode tidak langsung (showing); citra perempuan dikaji melalui citra diri dan citra sosial perempuan. Karakteristik tokoh utama wanita yang diantaranya Dewi ayu, Alamanda, Adinda, Maya Dewi, dan Si cantik, memiliki karakter yang saling bertentangan apabila di kaji melalui metode langsung (telling) dan metode tidak langsung (showing). Dapat disimpulkan hasil penelitian, citra perempuan yang mereka dapat baik secara citra diri dan citra sosial mereka dipandang sebagai perempuan cantik dan buruk rupa serta merupakan pelacur dan anak pelacur yang paling disegani di kota Halunda saat itu. Kata Kunci: Novel, Karakterisasi, Citra Perempuan, Feminis WOMEN'S FIGURE AND IMAGE IN THE BEAUTIFUL NOVEL EKA KURNIAWAN'S WOUND IS (REVIEW OF FEMINISM LITERATURE CRITICISM) Abstract The purpose of this study is to describe the characters and images of women in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The method used in this study is a qualitative descriptive method. This type of research is classified as library research. The data in this study is written data in the form of a novel text that contains the character of the main female character and the image of a woman in Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The data collection used in this study was carried out in two ways, namely reading and note-taking techniques. The data of this study were analyzed using feminist literary criticism. The results of the research in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan are characterization using the direct method (telling) and second, the indirect method (showing); the image of women is studied through the self-image and social image of women. The characteristics of the main female characters, including Dewi Ayu, Alamanda, Adinda, Maya Dewi, and Si Cantik, have conflicting characters when examined through the direct method (telling) and the indirect method (showing). It can be concluded from the results of the research, the image of women they got both in terms of self-image and social image was seen as beautiful and ugly women and were the most respected prostitutes and prostitutes in the city of Halunda at that time. Keyword: Novel, Characterization, Female Image, Feminist

Page 1 of 1 | Total Record : 5