cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.anafora@uniku.ac.id
Editorial Address
RT. 027 RW. 007 Desa Cengal Kecamatan Japara
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 28073991     DOI : https://doi.org/10.25134/ajpm
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) Kesastraan Indonesia (teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranasi, sosiologi sastra); (3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran). Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2022)" : 5 Documents clear
A Analisis Kesalahan Morfologi Pada Karangan Eksposisi Siswa Kelas X DI SMAN 1 Ciawigebang Nadia Rahmatunnisa; Ifah Hanifah; Ida Hamidah
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i1.21

Abstract

ABSTRAK : Permasalahan dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan bahasa pada anak yang masih berusia 2-3 tahun; kajian fonologi. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang menghasilkan data deskriptif. Data penelitian ini berupa kata-kata yang diucapkan oleh anak usia 2-3 tahun dalam berkomunikasi. Data diperoleh melalui wawancara, simak, rekam, dan catat. Analisis dilakukan selama pengumpulan data dan sesudah data terkumpul, menggunakan analisis deskriptif. Peneliti mengkaji hasil rekaman dengan seksama dengan langkah memutar hasil rekaman secara berulang-ulang sebelum menentukan bunyi apa saja yang dihasilkan oleh anak. Biasanya setelah anak usia 2-3 tahun, umumnya anak sudah menguasai semua jenis fonem vokal. Kaidah urutan pemerolehan bunyi bahasa pada anak yaitu dari bunyi yang mudah ke bunyi yang sukar. Sedangkan pada fonem konsonan terjadi kesulitan dalam melafalkannya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa fonem konsonan yang masih sulit diucapkan oleh anak-anak yakni belum mampu mengucapkan fonem apikoalveolar (r). Dalam penelitian ini ditemukan adanya penggantian bunyi, penambahan bunyi, dan penghilangan bunyi. Penguasaan bahasa tidak hanya terikat pada kemampuan mengucapkan atau melafalkan suatu kata akan tetapi kemampuan mengucapkan atau melafalkan suatu kata akan tetapi kemampuan anak untuk mengaitkan jenis dan makna kata tersebut. Kriteria yang dipertimbangkan adalah anak telah dapat memproduksi bentuk yang dekat bunyinya dengan bentuk orang dewasa dan dapat mengaitkan bentuk dengan makna secara konsisten. KATA KUNCI : Kemampuan Pelafalan Konsonan, Fonologi. Analysis Of Consonant Pronunciation Ability in Children Ages 2-3 Years in Bandorasa Wetan Village Cilimus District Kunningan ABSTRACT : The problem in this study aims to describe the mastery of language in children aged 2-3 yers; phonological studies. This research is a case study research that produces descriptive data. The data of this research is in the from of words spoken by children aged 2-3 years in communicating. Data were obtained througt interviews, listening, recording, and taking notes. The analysis was carried out during data collection and after the data was collected, using descriptive analysis. Researchers examined the recordings carefully by playing the recordings repeatedly before determining what sounds were produced by the child. Usually after children aged 2-3 years, generally children have mastered all types of vowel phonemes. The rules four acquiring language sound in children are from easy sounds to difficult sounds. Meanwhile, consonant phonemes have difficulty in pronouncing them. Based on the results of the study, it was found that some consonant                        phonemes are still difficult to pronounce by children, namely they have not been able to pronounce apicoalveolar (r) phonemes. Language mastery is not only tied to the ability to pronounce or recite a word but the child’s ability to relate the type and meaning of the word. The criteria considered are that the chiold has been able to produce a from that is close in sound to the form of an adult and can associate form with meaning consistently. KEYWORD : Consonant, Pronunciation, Phonology.
DIKSI DAN GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN PANGGILAN RASUL KARYA HAMSAD RANGKUTI (KAJIAN STILISTIKA) Annisa Maspufatul Umah; Arip Hidayat; Aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i1.22

Abstract

ABSTRAK: Penggunaan diksi dan gaya bahasa merupakan salah satu cara pengarang mengekspresikan suatu karya sastra. Stilistika ini cabang ilmu yang mempelajari suatu gaya bahasa, pemilihan kata, dan penggunaan bahasa dalam karya sastra. Diksi dan gaya bahasa dapat mempengaruhui pembaca sehingga menjadikan suatu ketertarikan terhadap apa yang disampaikan oleh pengarang dalam kumpulan cerpen. Cerpen merupakan salah satu bentuk cerita singkat dan padat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi atau pilihan kata dan gaya bahasa dalam kumpulan cerpen Panggilan Rasul karya Hamsad Rangkuti. Penelitian ini berbentuk deskritif kualitatif dengan teknik pemerolehan data berupa studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu jenis diksi antara lain kata konotatif, khusus, sapaan, serapan, dan vulgar. Adapun jenis gaya bahasa pada penelitian ini gaya bahasa simile, personitifikasi, aliterasi, hiperbola, dan paradoks. Hasil temuan dari peneltian ini didominasi oleh jenis pilihan kata sapaan dan kata serapan; dan jenis gaya bahasa simile dan personitifikasi. Kumpulan cerpen Panggilan Rasul sesuai dengan tema yang diangkat tentang kehidupan dengan nuansa sosial budaya.   KATA KUNCI: Cerpen;Diksi;Gaya bahasa;Stilistika   DISCTION AND LANGUAGE STYLE IN THE COLLECTION OF SHORT PANGGILAN RASUL BY HAMSAD RANGKUTI (STILISTIC STUDY)   ABSTRACT: The use of diction and language style is one way the author expresses a literary work. Stylistics is a branch of science that studies a style of language, word choice, and the use of language in literary works. Diction and style of language can influence the reader so that it makes an interest in what is conveyed by the author in a collection of short stories. Short story is a form of short and dense story. This study aims to describe the diction or choice of words and language style in the collection of short short stories Call of the Apostles by Hamsad Rangkuti. This research is in the form of a qualitative descriptive with data collection techniques in the form of library research and documentation. The results of this study are the types of diction including connotative, special, greeting, absorption, and vulgar words. The types of language styles in this study are simile, personitification, alliteration, hyperbole, and paradox. The findings of this research are dominated by the type of choice of greeting words and loan words; and types of similes and personifications. A collection of short stories called the Apostles' Call according to the theme raised about life with socio-cultural nuances. KEYWORDS: Short story; Diction; Language style; Stylistic
ANALISIS MAKNA KIAS DALAM LIRIK LAGU IWAN FALS Riki Indra; Ifah Hanifah; IDA HAMIDAH
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i1.26

Abstract

ABSTRAK: emantik dipakai sebagai istilah yang digunakan untuk bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang di tandainya. Dengan kata lain, bidang studi dalam linguistik yang mempelajari makna atau arti dalam bahasa. Makna kias tidak menggunakan bahasa pada umumnya atau merupakan cara lain untuk mengatakan suatu yang lain dari cara yang biasanya atau dalam hal ini bahasa yang digunakan. Dengan kata lain, bahasa kiasan merupakan bahasa yang mengekspresi sebuah makna secara tidak langsung. Lirik lagu Iwan Fals sebagai objek penelitian, dengan tujuan untuk mendeskripsikan makna kias alegori, metafora, perbandingan dan personifikasi yang terkandung dalam lirik lagu Iwan Fals tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pemerolehan data berupa dokumentasi, yaitu lirik lagu Iwan Fals. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu membaca lirik lagu dengan teliti, menandai dan mencatat kata yang mengandung makna kias, kemudian menyimpulkan hasil analisis tersebut. Analisis yang dilakukan, dapat dipahami simpulan bahwa makna kias dalam lirik lagu Iwan Fals, dapat diketahui bahwa terdapat makna kias alegori atau majas yang menyatakan dengan ungkapan kiasan atau penggambaran, makna perbandingan atau majas yang membandingkan atau menyandingkan antara satu objek dengan objek lainnya, makna metafora atau majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda,dan makna personifikasi atau majas yang membandingkan antara manusia dengan benda mati seolah-olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia. KATA KUNCI: semantik, makna kias, sastra, lirik lagu Iwan Fals   FIGURATIVE MEANING ANALYSIS IN THE LYRICK AGAIN IWAN FALS   ABSTRACT: Semantics is used as a term used for the field of linguistics which studies the relationship between linguistic signs and the things they signify. In other words, the field of study in linguistics that studies meaning or meaning in language. The figurative meaning does not use language in general or is another way of saying something different from the usual way or in this case the language used. In other words, figurative language is a language that expresses a meaning indirectly. Iwan Fals song lyrics as the object of research, with the aim of describing the figurative meaning of allegory, metaphor, comparison and personification contained in the lyrics of the Iwan Fals song. The method used in this research is descriptive qualitative, with data acquisition techniques in the form of documentation, namely the lyrics of the song Iwan Fals. The steps taken in this study, namely reading the lyrics carefully, and noting words that contain meaning, then conclude the results of the analysis. The analysis carried out, it can be found that the figurative meaning in the lyrics of Iwan Fals' song, it can be seen that there is a figurative meaning of allegory or figure of speech which states a figurative expression or figure of speech, the meaning of comparison or figure of speech that compares or juxtaposes one object with another object, the meaning of metaphor or figure of speech. which uses an analogy or parable of two different things, and the meaning of personification or figure of speech that compares humans with inanimate objects as if these objects have human-like characteristics. KEYWORDS: semantics, figurative meaning, literature, Iwan Fals song lyrics
ANALISIS KEMAMPUAN PELAFALAN KONSONAN PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DESA BANDORASA WETAN KECAMATAN CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN Cindy Fitriantini; Sun Suntini; Ifah Hanifah
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i1.31

Abstract

ABSTRAK : Permasalahan dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan bahasa pada anak yang masih berusia 2-3 tahun; kajian fonologi. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang menghasilkan data deskriptif. Data penelitian ini berupa kata-kata yang diucapkan oleh anak usia 2-3 tahun dalam berkomunikasi. Data diperoleh melalui wawancara, simak, rekam, dan catat. Analisis dilakukan selama pengumpulan data dan sesudah data terkumpul, menggunakan analisis deskriptif. Peneliti mengkaji hasil rekaman dengan seksama dengan langkah memutar hasil rekaman secara berulang-ulang sebelum menentukan bunyi apa saja yang dihasilkan oleh anak. Biasanya setelah anak usia 2-3 tahun, umumnya anak sudah menguasai semua jenis fonem vokal. Kaidah urutan pemerolehan bunyi bahasa pada anak yaitu dari bunyi yang mudah ke bunyi yang sukar. Sedangkan pada fonem konsonan terjadi kesulitan dalam melafalkannya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa fonem konsonan yang masih sulit diucapkan oleh anak-anak yakni belum mampu mengucapkan fonem apikoalveolar (r). Dalam penelitian ini ditemukan adanya penggantian bunyi, penambahan bunyi, dan penghilangan bunyi. Penguasaan bahasa tidak hanya terikat pada kemampuan mengucapkan atau melafalkan suatu kata akan tetapi kemampuan mengucapkan atau melafalkan suatu kata akan tetapi kemampuan anak untuk mengaitkan jenis dan makna kata tersebut. Kriteria yang dipertimbangkan adalah anak telah dapat memproduksi bentuk yang dekat bunyinya dengan bentuk orang dewasa dan dapat mengaitkan bentuk dengan makna secara konsisten. KATA KUNCI : Kemampuan Pelafalan Konsonan, Fonologi. Analysis Of Consonant Pronunciation Ability in Children Ages 2-3 Years in Bandorasa Wetan Village Cilimus District Kunningan ABSTRACT : The problem in this study aims to describe the mastery of language in children aged 2-3 yers; phonological studies. This research is a case study research that produces descriptive data. The data of this research is in the from of words spoken by children aged 2-3 years in communicating. Data were obtained througt interviews, listening, recording, and taking notes. The analysis was carried out during data collection and after the data was collected, using descriptive analysis. Researchers examined the recordings carefully by playing the recordings repeatedly before determining what sounds were produced by the child. Usually after children aged 2-3 years, generally children have mastered all types of vowel phonemes. The rules four acquiring language sound in children are from easy sounds to difficult sounds. Meanwhile, consonant phonemes have difficulty in pronouncing them. Based on the results of the study, it was found that some consonant                        phonemes are still difficult to pronounce by children, namely they have not been able to pronounce apicoalveolar (r) phonemes. Language mastery is not only tied to the ability to pronounce or recite a word but the child’s ability to relate the type and meaning of the word. The criteria considered are that the chiold has been able to produce a from that is close in sound to the form of an adult and can associate form with meaning consistently. KEYWORD : Consonant, Pronunciation, Phonology.
PERBEDAAN KESANTUNAN BERBAHASA SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI KELAS VIII SMP ISLAM TERPADU (IT) CIHIRUP TAHUN AJARAN 2020/2021 CEP ANDRY PRATAMA; IDA HAMIDAH; Aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i1.33

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini merupakan sebuah analisis perbedaan maksim kesantunan berbahasa pada siswa laki-laki dan perempuan di kelas VIII SMP IT Cihirup Tahun Ajaran 2020/2021. Rumusan Masalah pada penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah kesantunan berbahasa siswa laki-laki di kelas VIII SMP IT Cihirup? 2) Bagaimanakah kesantunan berbahasa siswa perempuan di kelas VIII SMPT IT Cihirup? 3) Bagaimanakah perbedaan kesantunan berbahasa siswa laki-laki dan perempuan di kelas VIII SMP IT Cihirup? Tujuan penelitian ini adalah memaparkan kesantunan berbahasa siswa laki-laki dan perempuan kemudian membandingkan kesantunan berbahasa yang digunakan oleh siswa kelas VIII ketika berdiskusi di dalam kelas. Teori yang digunakan tentang maksim kesantunan ini diambil berdasarkan teori maksim kesantunan dari Geoffrey Leech yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif adapun metode deskiptif kualitatif ini dilakukan dengan cara menghasilkan data deskriptif melalui kata-kata lisan maupun tulisan dengan tahapan pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data yang dapat dilakukan secara bersamaan mengenai keadaan suatu objek. Dari hasil penelitian berupa analisis dapat peneliti simpulkan, bahwa maksim kesantunan berbahasa yang digunakan oleh siswa laki-laki di kelas VIII SMP IT Cihirup yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, dan maksim kesepakatan. Dan maksim yang jarang digunakan yaitu maksim pujian, maksim kerendahan hati, dan maksim kesimpatian. Sedangkan maksim yang digunakan oleh siswa perempuan di kelas VIII SMP IT Cihirup yakni maksim kedermawanan, maksim kebijaksanaan, maksim kesepakatan, maksim pujian, dan maksim kesimpatian. Dan maksim yang jarang digunakan yaitu maksim keredahan hati. Maka dari hasil data penelitian tersebut siswa perempuanlah yang lebih banyak menggunakan kesantunan berbahasa dibandingkan dengan siswa laki-laki ketika pembelajaran diskusi di dalam kelas. KATA KUNCI: Kesantunan berbahasa;Maksim kebijaksanaan;Maksim kedermawanan;maksim pujian;Maksim kerendahan hati;Maksim kesepakatan;Maksim Kesimpatian >  DIFFERENCES IN LANGUAGE POLITENESS OF MALE AND FEMALE STUDENTS IN CLASS VIII SMP IT CIHIRUP FOR THE 2020/2021 ACADEMIC YEAR   ABSTRACT: This study is an analysis of the differences in language politeness maxims for male and female students in class VIII SMP IT Cihirup for the 2020/2021 Academic Year. The formulation of the problem in this study is 1) How is the language politeness of male students in class VIII of SMP IT Cihirup? 2) How is the language politeness of female students in class VIII SMPT IT Cihirup? 3) What are the differences in language politeness of male and female students in class VIII SMP IT Cihirup? The purpose of this study is to describe the language politeness of male and female students and then compare the language politeness used by class VIII students when discussing in class. The theory used about the maxim of politeness is based on the theory of the maxim of politeness from Geoffrey Leech, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise, the maxim of humility, the maxim of agreement, and the maxim of sympathy. This study uses a qualitative descriptive analysis method while this qualitative descriptive method is carried out by producing descriptive data through spoken and written words with the stages of data collection, data processing, and data analysis that can be carried out simultaneously regarding the state of an object. From the results of the research in the form of analysis, the researcher can conclude that the maxims of politeness in language used by male students in class VIII SMP IT Cihirup are the maxim of wisdom, the maxim of generosity, and the maxim of agreement. And the maxims that are rarely used are the maxim of praise, the maxim of humility, and the maxim of sympathy. Meanwhile, the maxims used by female students in class VIII of SMP IT Cihirup are the maxim of generosity, maxim of wisdom, maxim of agreement, maxim of praise, and maxim of sympathy. And the maxim that is rarely used is the maxim of humility. So from theof resultsthe research data, it is female students who use language politeness more than male students when learning discussions in class.   KEYWORDS: Politeness maxim of wisdom;Maxim of generosity;Maxim of praise;Maxim of humility;Maxim of agreement;Maxim of sympathy

Page 1 of 1 | Total Record : 5