cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
Unsur-unsur budaya upacara adat Kawin Cai di kabupaten kuningan untuk bahan ajar membaca artikel budaya Sunda di SMA kelas XII Pitradi, Pitradi; Ropiah, Opah
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i1.72997

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) pelaksanaan upacara adat Kawin Cai di Kabupatén Kuningan; 2) unsur-unsur budaya upacara adat Kawin Cai di Kabupatén Kuningan, dan 3) desain bahan ajar artikel budaya upacara adat Kawin Cai di Kabupaten Kuningan untuk mata pelajaran Bahasa Sunda di SMA Kelas XII. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakannya yaitu pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tokoh budaya upacara adat Kawin Cai. Hasil penelitian ini adalah: 1) pelaksanaan upacara adat Kawin Cai terdiri dari 4 kegiatan yaitu menyembelih kambing, menjemput air, penyambutan utusan penjemput air, dan pelaksanaan Kawin Cai; 2) unsur-unsur budaya yang terdapat dalam upacara adat Kawin Cai terdiri dari : a) ada dua bahasa yang digunakan yaitu Sunda dan Indonesia; b) dalam sistem pengetahuan adanya ilmu hitungan palintangan; c) sistem organisasi sosial masyarakat terdiri dari 7 pemerintahan desa yaitu Babakanmulya, Jalaksana, Ciniru, Padamenak, Nanggerang, Sadamantra, dan Maniskidul; d) peralatan yang digunakan adalah keris, kendi, totolok, dan payung; e) mata pencaharian masarakatnya adalah petani dan pengrajin; f) sistem kepercayaannya adanya ajaran agama Islam, dan; g) kesenian yang digunakan adalah seni tari dan seni musik Sunda; dan 3) upacara adat Kawin Cai di Kabupaten Kuningan bisa dijadikan sebagai bahan ajar membaca artikel budaya pada mata pelajaran Bahasa Sunda kelas XII.Kata Kunci: Artikel Budaya, Bahan Ajar, Kawin Cai, Unsur Budaya, Upacara Adat AbstractThe purpose of this research is to describe: 1) the implementation of the Kawin Cai traditional ceremony in Kuningan Regency; 2) the cultural elements of the Kawin Cai traditional ceremony in Kuningan Regency, and 3) the design of teaching materials for cultural articles of the Kawin Cai traditional ceremony in Kuningan Regency for Sundanese language subjects in SMA Class XII. This is a qualitative descriptive research. Data collection techniques in this study used interviews, observation, and documentation techniques. The instruments used are interview guidelines, cameras, and stationery. The data sources used in this research are cultural figures of the Kawin Cai traditional ceremony. The results of this research are: 1) the implementation of the Kawin Cai traditional ceremony consists of 4 activities, namely slaughtering goats, fetching water, welcoming water fetching messengers, and carrying out Kawin Cai; 2) the cultural elements contained in the Kawin Cai traditional ceremony consist of: a) there are two languages used, namely Sundanese and Indonesian; b) in the knowledge system there is a science of counting palintangan; c) the community social organization system consists of 7 village governments namely Babakanmulya, Jalaksana, Ciniru, Padamenak, Nanggerang, Sadamantra, and Maniskidul; d) the tools used are krises, jugs, totolok, and umbrellas; e) the livelihoods of the community are farmers and craftsmen; f) the belief system is the teachings of Islam, and; g) the arts used are Sundanese dance and music; and 3) the Kawin Cai traditional ceremony in Kuningan Regency can be used as teaching material for reading cultural articles in class XII Sundanese language subjects.Keywords: Cultural Articles, Teaching Materials, Kawin Cai, Cultural Elements, Traditional Ceremony
Karakteristik wali Allah dalam serat Andhaning Gesang Prastya, Gagat Bangun; Ekowati, Venny Indria
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i1.71241

Abstract

Dalam perspektif Agama Islam manusia dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok. Salah satu aspek yang dapat dijadikan sebagai kategorisasi adalah aspek keimanan manusia terhadap Allah swt. Dalam naskah Jawa Serat Andhaning Gesang terdapat empat tingkatan manuia salah satunya adalah tingkatan kawas atau wali. Penelitian mengenai wali Allah ini dilakukan untuk mengetahui krakteristik wali Allah yang ada dalam naskah Jawa Serat Andhaning Gesang. Subjek utama yang digunakan dalam penelitian ini naskah Jawa Serat Andhaning Gesang. Selain itu juga digunakan sumber lain yang berwujud buku dan jurnal sebagai sumber tambahan. Penelitian ini berbasis studi kepustakaan serta dalam penjabarannya menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menjabarkan bahwa terdapat lima karakteristik wali Allah yang terdapat dalam naskah Jawa Serat Andhaning Gesang diantaranya adalah: 1) Wali memiliki keilmuan yang tinggi; 2) Wali memiliki kelebihan; 3) Wali memiliki hati yang bersih; 4) Wali menjadi panutan bagi masyarakat; dan 5) Wali senantiasa diberikan kemudahan dalam hidupnya.
Kajian sosial budaya moda transportasi tradisional sampan Leper Indragiri Hilir Afriadi, Deni; Jefrizal, Jefrizal; Idayanti, Iik
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i1.69297

Abstract

Penelitian ini fokus pada kajian sosial budaya tentang keberadaan Sampan Leper di Desa Pekan Arba Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Moda transportasi tradisional ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan masih menjadi moda transportasi di tengah perkembangan dan banyaknya pilihan moda transportasi modern. Kajian ini menelaah  keberadaan, peran serta fungsi Sampan Leper di tengah masyarakat Indragiri Hilir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data analisis, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini menjabarkan tentang kondisi Sampan Leper, karakteristik masyarakat pengguna, fungsi sosial budaya, peran pelaku dan instansi terkait, pewarisan dan nilai sosial budaya. Sampan leper telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan ini, terutama sebelum adanya pembangunan jembatan yang menghubungkan berbagai kampung. Pembangunan infrastruktur memang memberikan banyak manfaat, namun ada kekhawatiran bahwa tradisi dan kearifan lokal, seperti penggunaan sampan leper, dapat terancam punah jika tidak ada upaya yang dilakukan untuk melestarikannya.
Tradisi Tedhak Siten sebagai kearifan lokal budaya Jawa dalam perspektif masyarakat desa Dondong Yuniati, Kurnia Maudina; Andriyani, Atikah; Wijayanti, Kenfitria Diah
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i1.58900

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan prosesi, wujud uba rampe, dan makna filosofis tradisi Tedhak Siten dalam perspektif masyarakat Desa Dondong. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dondong. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan, tempat, peristiwa, dan dokumen. Data dalam penelitian ini berupa data primer yaitu rekaman tradisi, rekaman wawancara, dan catatan lapangan. Data sekunder berupa dokumen yang mendukung dan berkaitan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Keabsahan data diuji dengan cara triangulasi dan review informan. Analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi. Hasil yang di dapatkan dalam penelitian ini adalah prosesi tradisi Tedhak Siten dalam perspektif masyarakat Desa Dondong dan pelestarian yang didapat dilaksanakan melalui pendidikan.Kata kunci: tradisi Tedhak Siten; kearifan lokal; desa Dondong; pelestarian budaya AbstractThis study aims to describe prosession, philosophical meaning, and equipment of Tedhak Siten tradition in perspective Dondong Village. This study do with ethnographic qualitative study was applied. The data source in this study was informants , place, event, and documents. The primary data in this study were documentation of the, oral data and notes from interviews. Secondary data in this study are there documents related. The sample was selected using the purposive and snowball sampling techniques. The data were collected through interviews, natural observation, and document analysis. The data were validated using method and data source triangulation and informants' review. The obtained data were analyzed using the taxonomy analysis technique. The study finding is described the procession or Tedhak Siten in perspektif Dondong Village and preservation with study class.Keywords: Tedhak Siten tradition; local wisdom; Dondong Village; culture preservation
Transformasi tanah perdikan sebagai basis pengembangan budaya Islam Jawa (analisa pada tanah perdikan Majan Tulungagung) Awalin, Fatkur Rohman Nur
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i1.71274

Abstract

Tanah perdikan sebagai tanah bebas pejak merupakan anugrah dari raja kepada rakyatnya. Pamor tanah perdikan saat ini meredup karena sudah dihapuskan melebur ke NKRI. Namun pada sisi lainnya kearifan-kearifan dalam tanah perdikan masih bisa diidentifikasi sampai saat ini. Sampelnya adalah tanah perdikan Majan Tulungagung Jawa Timur. Secara legal formal tanah perdikan Majan di berikan kepada KHR. Khasan Mimbar oleh Raja Mataram Islam Pakubuwana II tahun 1727 M. Pemberian tanah perdikan merupakan hak penuh KHR. Khasan Mimbar dalam mengelolanya untuk  mendakwahkan Islam di kabupaten Ngrowo sekarang bertransformasi menjadi kabupaten Tulungagung. Dalam pengelolaanya KHR. Khasan Mimbar mendirikan Masjdi Al-Mimbar dan Pondok Pesantren Nggrenjol. Berdasarkan analisanya ditemukan kearifan-kearifan seperti jamasan pusaka kyai golok, nikah Majan dan grebeg Maulud. Kesimpulannya berdasarkan kasu tanah perdikan Majan merupakan kuasa Kyai dalam hal ini dikembangkan untuk mendakwahkan agama Islam yang rahmatan lil alamin. Indikatornya adalah tidak bertentangan budaya setempat dimana Islam itu tumbuh. Sehingga wajah Islam penuh dengan kedamaian yang mampu mengadvokasi budaya masyarakat setempat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5