cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 142 Documents
Perbedaan Menamai Aksara Bali (Letter Naming Fluency) Siswa Kelas III pada Awal dan Tengah Semester Putu Ristia Oktaviyanti; I Ketut Paramarta; I Wayan Gede Wisnu
Jurnal IKADBUDI Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v15i2.97906

Abstract

Kemampuan Letter Naming Fluency (LNF) menjadi salah satu indicator penting dalam perkembangan literasi awal siswa karena berkaitan dengan kemampuan mengenali symbol tulisan secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan LNF aksara Bali siswa kelas III dari awal menuju tengah semester. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 21 siswa kelas III. Pengumpulan data dilakukan melalui tes lisan menggunakan 24 aksara Bali yang terdiri atas 18 aksara wreastra dan 6 pengangge suara. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, dan deskripsi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan LNF siswa mengalami perkembangan dari awal menuju tengah semester. Pada awal semester diperoleh skor tertinggi sebesar 22, skor terendah sebesar 13, dan rata-rata sebesar 17,62, sedangkan pada tengah semester skor tertinggi tetap sebesar 22, skor terendah meningkat menjadi 15, dan rata-rata meningkat menjadi 18,71. Peningkatan tersebut menujukkan bahwa proses pembelajaran membantu siswa meningkatkan kemampuan mengenali dan menamai aksara Bali secara lebih baik. Kemampuan LNF dapat digunakan sebagai indikator perkembangan literasi awal dalam pembelajaran siswa.
Tauhid Sebagai Landasan Keadilan Gender dalam Tradisi Golok-golok Mentok di Kabupaten Kudus Nujumun Niswah
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i3.100843

Abstract

Tauhid tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga memiliki akibat terhadap hubungan antarmanusia, termasuk hubungan antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan nilai tauhid dalam simbol dan pelaksanaan tradisi Golok-golok Mentok, bentuk keadilan gender yang terwujud, dan keterbatasan yang masih terdapat dalam tradisi tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan dipilih berdasarkan pengetahuan dan keterlibatannya dalam pelaksanaan tradisi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tauhid dalam Golok-golok Mentok tampak melalui penghormatan terhadap anak perempuan, keterlibatan mereka dalam kegiatan di ruang publik, kebersamaan masyarakat, dan pembagian makanan. Frasa bancakane bocah wedok menempatkan anak perempuan sebagai pusat perayaan dan menandai berakhirnya perlakuan buruk terhadap mereka. Namun, penghormatan tersebut masih lebih kuat pada tingkat simbol. Perempuan telah terlibat dalam persiapan, kepanitiaan, dan pelaksanaan kegiatan, tetapi peran memimpin doa masih diberikan kepada laki-laki. Penelitian ini menunjukkan bahwa tauhid dapat digunakan untuk mempertahankan unsur tradisi yang menghormati perempuan sekaligus menilai pembagian peran yang belum sepenuhnya adil. Kata Kunci: tauhid; keadilan gender; Golok-golok Mentok; tradisi lokal; Kudus