cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 117 Documents
Model Window Shopping dalam Pembelajaran Membaca Cerita Pendek (Studi Praeksperimen pada Kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 2 Majalengka Tahun Ajar 2023/2024) Nurhalizah, Atifah; Isnendes, Retty; Nugraha, Haris Santosa
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i2.76525

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman siswa terhadap bahasa sunda, kurangnya minat membaca siswa, kurangnya minat mempelajari bahasa sunda, banyak siswa yang belum mengetahui tentang karya sastra sunda khususnya cerpen, siswa merasa jenuh di dalam kelas, dan kurangnya kreativitas guru dalam menerapkan model pembelajaran. Dengan menerapkan model Window Shopping diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) kemampuan siswa dalam membaca cerpen sebelum menggunakan model pembelajaran Window Shopping, 2) kemampuan siswa dalam membaca cerpen setelah menggunakan model pembelajaran Window Shopping, 3) perbedaan kemampuan membaca carita pondok sebelum dan sesudah menggunakan model Window Shopping. Penelitian ini menggunakan metode kuasi praeksperimen dengan jenis pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain one group pre-test and post-test. Sumber datanya adalah kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 2 Majalengka Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumlah 36 siswa, 14 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan dengan menggunakan teknik tes. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) kemampuan membaca cerita pendek sebelum menggunakan Window Shopping, 2) kemampuan membaca cerita pendek siswa setelah menggunakan Window Shopping, 3) perbedaan kemampuan membaca cerita pendek siswa sebelum dan sesudah menggunakan Window Shopping. Penelitian ini diuji parametrik signifikansi sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu dapat dibuktikan terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca cerpen siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 2 Majalengka Tahun Pelajaran 2023/2024 sebelum dan sesudah menggunakan model Window Shopping. 
Medan Makna Leksikon 'Makan' dalam Bahasa Jawa di Yogyakarta Mauliza, Chusna Amanda; Winarti, Daru
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i2.78203

Abstract

Setiap leksem yang menggambarkan tindakan 'makan' dalam bahasa Jawa tidak hanya menggambarkan tindakan makan secara literal, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan variasi makna dan penggunaan leksikon 'makan' secara rinci, dengan menyoroti bagaimana leksem-leksem tersebut mencerminkan budaya masyarakat Yogyakarta. Data diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan narasumber berusia minimal 25 tahun, untuk mendapatkan wawasan langsung dari penutur asli. Melalui analisis komponensial, penelitian ini mengungkap kekayaan dan variasi leksikon 'makan' dalam bahasa Jawa di Yogyakarta, yang menjadi cerminan kuat dari struktur sosial dan tradisi budaya masyarakat Jawa. Leksikon makan dalam bahasa Jawa sangat kaya dan bervariasi, mencerminkan berbagai aspek hubungan sosial, tingkat formalitas, keakraban, dan nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa khususnya di Yogyakarta. Pemilihan kata yang tepat dalam konteks tertentu dapat membantu menjaga harmoni sosial, menunjukkan rasa hormat, serta memperkuat ikatan antara individu-individu yang terlibat dalam komunikasi.
On the Majalengka Sundanese: Lexical Variations and Morphology Purwitasari, Ana
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i2.77017

Abstract

Majalengka Sundanese has been heavily influenced by Indonesian and Javanese for having a Javanese enclave. On the contrary, Indonesian influences vocabulary spoken mainly in Majalengka, Sukahaji, Panyingkiran, Cigasong and Kadipaten sub-districts as those regions are located near from the city centre of Majalengka Regency. Majalengka Sundanese words got shaped by Javanese are natively uttered in the Javanese enclave, referring to Patuanan rural village in Leuwimunding sub-district. Those are also uttered in Jatitujuh rural village in Kertajati sub-district and Parapatan rural village in Sumberjaya sub-district for sharing border with Indramayu and Cirebon regencies as home of Javanese speakers. The data were gathered by interviewing natives. Those words altered by Javanese include (1) pertelon "˜T-intersection', (2) enok "˜child (to call a girl)', (3) sugih "˜wealthy' and (4) waras "˜get well'. Moreover, the Majalengka Sundanese words modified by Indonesian add up to 26 words. Compared to Standard Sundanese, Majalengka Sundanese has also distinct vocabulary characterized Majalengka people, amounting to 55 words. Morphologically, Majalengka Sundanese differs from Standard Sundanese for having these suffixes, e.g. (1) nga-, (2) nga-keun and (3) nga-an to replace suffixes m-, m-keun and m-an which are frequently found in Standard Sundanese to form particular words. Nevertheless, there are several exceptions found in the specific lexicons.
Falsafah Hidup Jawa dalam Lakon Banjaran Rahwana Sajian Ki Timbul Hadiprayitno Prastowo, Galang; Widayat, Afendy; Purwadi
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i1.86702

Abstract

Falsafah hidup Jawa dalam lakon Banjaran Rahwana, merupakan butir-butir nilai yang harus digali diekplorasi untuk menemukan nilai-nilai budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan falsafah hidup Jawa dalam Lakon Banjaran Rahwana, yaitu pandangan hidup Jawa dalam hubungan manusia dengan diri sendiri, manusia dengan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya, serta hubungan manusia dengan Tuhannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, karena data yang diolah merupakan data kualitatif yang berbentuk kata-kata dalam cerita yang ada pada wayang kulit lakon Banjaran Rahwana sajian Ki Timbul Hadiprayitno. Data penelitian ini berupa berbagai deskripsi yang menyangkut perbuatan yang dilakukan tokoh dalam lakon yang bersangkutan, pesan yang ditemukan, khususnya yang menyangkut falsafah hidup Jawa. Penelitian ini menggunakan human instrument sebagai instrument, terutama dalam menafsirkan data. Validitas semantic digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur tingkat sensitivitas makna simbolik dalam hubungannya dengan konteks secara keseluruhan. Cara analisis data dilakukan dengan analisis data deskriptif menggunakan pendekatan hermeneutic Gadamer yang menekankan penafsiran dengan meleburkan cakrawala masa silam dan masa kini. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat beberapa falsafah hidup Jawa yang ada dalam cerita yaitu 1) anak polah bapa kepradah, 2) ina diwasa ngangsa-ngangsa, 3) ngundhuh wohing pakarti, 4) mikul dhuwur mendhem jero, 5) sapa salah seleh, dan 6) siji pati, loro jodho, telu wahyu, papat kodrad. Analisis menunjukkan bagaimana nilai-nilai falsafah budaya dan tradisi Jawa diintegrasikan dalam narasi lakon, mencerminkan pandangan dunia dan etika masyarakat Jawa. Melalui karakter dan konflik dalam cerita, dalang mengeksplorasi pelajaran hidup yang dapat diambil dari penggambaran tersebut, serta relevansinya dalam konteks sosial dan budaya kontemporer.
Makna Ritual Kalang Obong dalam Masyarakat Kalang di Kendal Dengan Kajian Semiotika Pierce Indriarto, Feri; yuli, Yuli Kurniati Werdiningsih; Sunarya, Sunarya
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i1.89318

Abstract

Tradisi Kalang Obong merupakan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Kalang untuk memperingati sependhak atau seribu hari wafatnya seseorang, dengan prosesi Obong simbolik sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna ritual Kalang Obong dan menganalisisnya menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, yang mencakup ikon, indeks, dan simbol dalam proses ritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Kalang Obong memiliki struktur berlapis yang terdiri dari tahapan andheg, rapalan, aweh pangan, nyangoni, dan Obong. Analisis semiotik mengungkap bahwa ikon dalam ritual ini mencerminkan simbolisasi spiritual, indeks menunjukkan keterkaitan langsung dengan makna transisi arwah, dan simbol merepresentasikan warisan budaya serta amanat leluhur. Ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga menjadi sarana menjaga keseimbangan antara dunia fisik dan spiritual dalam komunitas Kalang.
Aren (Arenga Pinnata) Sebagai Unsur Pembentuk Budaya, Sejarah, Toponimi, dan Religi-Mitologi di Jawa Firmansyah, Devan; Susanti, Nur Elifianita
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i1.84596

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinnata) memiliki peran multidimensional dalam kehidupan masyarakat Jawa, tidak hanya sebagai sumber pangan dan bahan baku industri rakyat, tetapi juga sebagai unsur penting dalam sejarah, budaya, religi-mitologi, dan toponimi. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri eksistensi dan peran tanaman aren dalam empat ranah tersebut di wilayah Jawa, khususnya Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis dan semiotik, melalui telaah pustaka terhadap prasasti, naskah kuno, data toponimi, serta tradisi lisan dan budaya material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman aren telah dikenal sejak abad ke-7 M dan digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti bahan minuman tradisional (lÄ•gíªn, tuak), motif batik (kawung), serta simbol religius dalam ritus Kapitayan dan Buddha Tantrayāna. Secara mitologis, aren dianggap sebagai penjelmaan Dewi Umā dan Dewi Tikanawati. Selain itu, ditemukan sedikitnya 79 toponimi di Pulau Jawa yang mengandung unsur nama aren atau variannya. Temuan ini menegaskan pentingnya tanaman aren tidak hanya dari sisi ekologis dan ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Penelitian ini merekomendasikan pelestarian tanaman aren dan penguatan edukasi berbasis etnobotani sebagai strategi pelestarian warisan budaya Jawa. Kata Kunci: aren; kawung; tuak; lÄ•gíªn
Sound Horeg sebagai Representasi Identitas Sosial: Studi Fenomenologis Remaja di Kabupaten Lumajang Auliana, Risma; Sudrajat, Arief; Inayah, Nuraini
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena sound horeg yang merupakan modifikasi sistem audio kendaraan yang dapat menghasilkan suara yang keras ini telah menjadi bagian dari budaya popular remaja yang terdapat di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami terkait dengan bagaimana sound horeg direpresentasikan sebagai suatu ekspresi identitas sosial remaja melalui pendekatan fenomenologis. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap remaja sebagai pelaku sound horeg dan observasi partisipatif terhadap kegiatan komunitas setempat. Teori yang digunakan yaitu teori interaksionisme simbolik yang membahas mengenai symbol yang digunakan dalam interaksi sehingga dapat membentuk realitas sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Sound horeg ini bukan sekedar bentuk modifikasi kendaraan saja, melainkan sebagai sarana secara simbolik untuk dapat mengekspresikan diri 2) Komunitas sound horeg memainkan peran yang penting dalam membentuk identitas kolektif remaja melalui nilai solidaritas, symbol budaya, dan batas sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa sound horeg merupakan manifestasi dari dinamika sosial dan kultural yang tidak hanya dipahami saja sebagai gangguan, melainkan sebagai praktik budaya. Kata Kunci : Identitas Sosial, Budaya Populer, Sound Horeg

Page 12 of 12 | Total Record : 117