cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 117 Documents
Kajian filologi dan analisis ajaran moral terhadap diri sendiri dalam teks serat Ngesthi Darma Indriyanti, Desi; Mulyani, Hesti
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i2.72991

Abstract

Ada enam tujuan dalam penelitian ini. Enam tujuan tersebut ialah, (1) memaparkan deskripsi naskah Serat Ngesthi Darma, (2) membuat transkrpsi teks Serat Ngesthi Darma, (3) membuat transliterasi teks Serat Ngesthi Darma, (4) membuat suntingan teks Serat Ngesthi Darma, (5) membuat terjemahan teks Serat Ngesthi Darma, dan (6) memaparkan ajaran moral terhadap diri sendiri dalam teks Serat Ngesthi Darma. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif dan metode filologi modern. Validitas yang digunakan ialah validitas semantik. Reliabilitas yang digunakan ialah reliabilitas intrarater dan interrater. Hasil penelitian ini menjelaskan enam hal. Yang pertama, mengenai keadaan naskah Serat Ngesthi Darma koleksi Perpustakaan Dewantara Kirti Griya, dengan kode. BB.1.103 yang masih baik, teksnya terbaca, dan jumlah halamannya masih lengkap. Kedua, transkripsi teks Serat Ngesthi Darma yang dikerjakan dengan cara menulis ulang teks Serat Ngesthi Darma dengan aksara yang sama, yaitu Aksara Jawa, dengan tidak melakukan perubahan apapun pada teksnya. Ketiga, transliterasi teks Serat Ngesthi Darma yang dikerjakan dengan mengalih tuliskan teks dari aksara Jawa menjadi aksara Latin, disesuaikan dengan ejaaan yang disempurnakan. Keempat, suntingan teks dengan aparat kritik yang dikerjakan dengan membetulkan penulisan yang korup atau tidak sesuai dengan konteks. Terdapat tujuh pembetulan pada suntingan teks Serat Ngesthi Darma, yang dicatat pada aparat kritik. Kelima, terjemahan teks Serat Ngesthi Darma yang dikerjakan dengan empat cara, yaitu secara harafiah, lalu terjemahan dengan mencari padanan maknanya, secara bebas dengan mengutamakan masksud, dan terakhir secara komunikatif atau kontekstual. Terdapat 12 kata yang tercatat dalam catatan terjemahan karena sulit diterjemahkan dan menjaga keaslian makna. Keenam, teks Serat Ngesthi Darma memuat 13 ajaran moral terhadap diri sendiri.
ID pemeran utama dalam cerita bersambung kembang Alas Jati majalah Djaka Lodang Ripski, Ripskiaji; Widayat, Afendy
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i1.74659

Abstract

Manusia memiliki kecenderungan, dan manusia memiliki ciri yang mampu dilihat menggunakan mata, juga ada ciri manusia yang dapat dilihat dari perlilaku manusia itu sendiri. Perilaku manusia dapat mecerminkan siapa dirinya, dapat dilihat dengan aspek yang disebut dengan kejiwaan. Kejiwaan yang ada pada dalam diri seorang tokoh juga menarik untuk diteliti, penelitian mengenai kejiwaan tokoh dalam sebuah karya sastra disebuh dengan kajian psikologis sastra. Tujuan dari penelitian ini mengkaji mengenai id,yang ada dalam diri pemeran tokoh utama pada cerita bersambung Kembang Alas Jati dalam majalah Djaka Lodang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif untuk menelaah kajian pada teks, kemudian pada penelitian ini menggunakan penyampaian dengan mendeskriptifkan suatu temuan, sekaligus digunakan untuk menjelaskan suatu masalah. Konflik dalam diri pemeran utama menghasilkan id yang berupa respon secara spontan dalam menghadapi suatu masalah.  Penelitian id pemeran utama cerita bersambung Kembang Alas Jati majalah Djaka Lodang ini ditemukan beberapa hasil seperti takut, tidak perduli, bingung, bahagia, curiga, tabjuk, dan sendih.Kata Kunci: Cerita Bersambung, Kembang Alas Jati, Id, Psikologis sastra.
Tindak tutur ilokusi dalam novel Budak Teuneung karya Samsoedi (kajian pragmatik) Hidayat, Neng Tanti Septiani; Sudaryat, Yayat; Hernawan, Hernawan
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i2.76317

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas lebih dalam mengenai tindak tutur ilokusi, fungsi tindak tutur ilokusi, serta sipat dan wujud ucapan yang ada dalam novel Budak Teuneung karya Samsoedi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara deskriptif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik kajian pustaka yang diolah dengan teknik analisis unsur langsung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kartu data. Hasil dalam penelitian ini terdapat 91 data yang termasuk ke dalam tindak tutur ilokusi, yang seterusnya dibagi-bagi lagi berdasarkan fungsi, sipat dan wujud ucapan. Ada lima fungsi tindak tutur ilokusi yaitu asertif, direktif, ekspresif, komisif dan deklaratif. Berdasarkan sipatnya, tindak tutur ilokusi terbagi jadi dua yaitu omongan langsung dan omongan tidak langsung. Sedangkan berdasarkan wujudnya, tindak tutur ilokusi terbagi menjadi dua yaitu literal dan tan-literal.AbstractThe aim of this research is to discuss more deeply about illocutionary speech acts, the function of illocutionary speech acts, as well as the nature and from of speech in the novel "Budak Teuneung" by Samsoedi. This research uses descriptive qualitative. The data collected used literature review techniques which were processed using direct elemental analysis techniques. The instrument used in this research is a data card. The results of this research contained 91 data which were included in illocutionary speech acts, which were further divided based on function, nature and form of speech. There are five functions of illocutionary speech acts, namely assertive, directive, expressive, commisive and declarative. Based on their their nature, illocutionary speech acts are divided into two, namely direct speech and indirect speech. Meanwhile, based on their from, illocutionary speech acts are divided into two, namely literal and tan-literal.
Transformasi tanah perdikan sebagai basis pengembangan budaya Islam Jawa (analisa pada tanah perdikan Majan Tulungagung) Awalin, Fatkur Rohman Nur
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i1.71274

Abstract

Tanah perdikan sebagai tanah bebas pejak merupakan anugrah dari raja kepada rakyatnya. Pamor tanah perdikan saat ini meredup karena sudah dihapuskan melebur ke NKRI. Namun pada sisi lainnya kearifan-kearifan dalam tanah perdikan masih bisa diidentifikasi sampai saat ini. Sampelnya adalah tanah perdikan Majan Tulungagung Jawa Timur. Secara legal formal tanah perdikan Majan di berikan kepada KHR. Khasan Mimbar oleh Raja Mataram Islam Pakubuwana II tahun 1727 M. Pemberian tanah perdikan merupakan hak penuh KHR. Khasan Mimbar dalam mengelolanya untuk  mendakwahkan Islam di kabupaten Ngrowo sekarang bertransformasi menjadi kabupaten Tulungagung. Dalam pengelolaanya KHR. Khasan Mimbar mendirikan Masjdi Al-Mimbar dan Pondok Pesantren Nggrenjol. Berdasarkan analisanya ditemukan kearifan-kearifan seperti jamasan pusaka kyai golok, nikah Majan dan grebeg Maulud. Kesimpulannya berdasarkan kasu tanah perdikan Majan merupakan kuasa Kyai dalam hal ini dikembangkan untuk mendakwahkan agama Islam yang rahmatan lil alamin. Indikatornya adalah tidak bertentangan budaya setempat dimana Islam itu tumbuh. Sehingga wajah Islam penuh dengan kedamaian yang mampu mengadvokasi budaya masyarakat setempat.
Ekokritik alam dan manusia dalam antologi geguritan lingkungan air Arum, Ayuninda Sekar; Endraswara, Suwardi
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i2.72138

Abstract

Ekokritik merupakan suatu kritikan yang diutarakan mengenai lingkungan alam sekitar. Dalam penyampaian ekokritik, dapat disampaikan melalui sebuah karya sastra. Geguritan merupakan salah satu karya sastra yang berbentuk puisi Jawa yang sering digunakan untuk penyampaian ekokritik, seperti pada geguritan yang bertemakan lingkungan air yang meliputi geguritan Banjir oleh MS Diharjo, Kali Cilik Ngarep Omahku oleh Eko Nuryono, Kalibeningku oleh Asti Pradnya Ratri, dan Elegi Bengawan Sore oleh Sumono Sandy Asmoro. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana ekokritik yang ada pada antologi geguritan bertemakan lingkungan air yang dicurahkan oleh pengarangnya. Dalam penelitian ini, pengarang menggunakan perspektif ekokritik sastra dalam mengkaji data-data dari antologi geguritan lingkungan air. Selanjutnya data-data yang telah dianalisis dijelaskan secara deskriptif dan diambil kesimpulan. Hasil dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa: 1) terdapat ekokritik pencemaran air sungai pada geguritan Kali Cilik Ngarep Omahku oleh Eko Nuryono dan Kalibeningku oleh Asti Pradnya Ratri yang disebabkan oleh ulah manusia. 2) ekokritik bencana alam banjir pada geguritan Banjir oleh MS Diharjo yang disebabkan oleh sifat manusia yang serakah, gegabah, dan tidak bisa merefleksi diri. 3) ekokritik binatang dalam geguritan Elegi Bengawan Sore oleh Sumono Sandy Asmoro yang juga mengkritik keserakahan manusia yang menyebabkan tidak seimbangnya ekosistem alam.
Optimalisasi pendidikan informal sebagai alternatif pemertahanan bahasa Jawa Alfiah, Alfiah
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i1.76048

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah mendeskripsikan bentuk pengoptimalan upaya pendidikan informal sebagai upaya pemertahanan bahasa Jawa. Penulisan artikel ini dikembangkan dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan merujuk pada beberapa hasil penelitian yang menggambarkan berbagai fenomena bahasa Jawa di tengah masyarakat Jawa di era kini  sebagai sumber datanya. Data dalam penelitain ini adalah berbagai bentuk-bentuk perubahan yang terjadi di tengah masyarakat Jawa era kini tentang eksistensi bahasa Jawa. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan baca. Berdasarkan data yang terhimpun, dianalisis secara kritis berdasarkan fenomena atau peristiwa tertentu yang muncul terkait perkembangan bahasa Jawa dan menggunakan peneliti sebagai instumen utama. Hasil penelitian adalah keluarga merupakan lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama anak dalam hal memperoleh pendidikan dapat tumbuh dan berkembang dengan pemantauan dan pengawasan orang tua dan anggota keluarga lainnya yang hidup satu rumah dengannya. Pola asuh orang tua menentukan bagaimana perkembangan nilai karakter anak. Ibu sebagai salah satu orang yang dinilai paling dekat dengan anak memegang peran yang lebih dominan berperan sebagai pendidik dalam lembaga pendidikan informal. Anak memperoleh bahasa pertama dari bahasa yang digunakan di lingkungannya, terutama ibunya karena orang terdekat bagi anak. Ibu memainkan peran formatif dalam pemerolehan bahasa pertama pada anaknya
Integrasi bahasa melalui podcast content kreator di Youtube Julianti, Delia; Ratnawati, Ratnawati; Wahyudin, Hilda Aulia; Rozak, Sayyid Abdul
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i2.61610

Abstract

This research aims to: (1) describe the form of language integration of content creators on YouTube; And (2) describe the factors that cause language integration. The method used in This research is qualitative with data collection techniques in the form of involvement-free viewing techniques proficient and note-taking technique. Data analysis is done by classifying the data obtained from some content on YouTube. The factors that influence integration are: Characteristic conditions of language systems/rules; The more similar one to another, the better faster integration; The urgency of absorption of language elements. The more important the element of language in the use of the recipient's language, the more often it is used, the faster it will be integrate; Language attitude of speakers of the receiving language. Where there is loyalty, pride, and awareness of language norms, if this language attitude decreases, it will increase
Analisis kelayakan buku bahasa Jawa Sayaga Basa Jawa kelas XI SMA/MA berdasarkan BSNP Ahin, Ranitvanheni Nur; Suwarna, Suwarna
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i1.71272

Abstract

Buku teks merupakan buku penunjang pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjabarkan kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan buku Sayaga Basa Jawa kelas XI SMA/MA yang berdasarkan indikator kelayakan buku dari Badan Standar Nasional Pendidikan atau BSNP. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa buku Sayaga Basa Jawa kelas XI SMA/MA terbitan Erlangga. Analisis data penelitian ini menggunakan metode dari Miles, Huberman, dan Saldana yakni berupa data collection, kondensasi data, display data, saha verifikasi. Dengan menggunakan keajegan, ketelitian, dan ketekunan pengamatan sebaga cara validasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Sayaga Basa Jawa kelas XI SMA/MA memiliki aspek kelayakan isi sebesar 84% yang dikelompokkan dalam kategori layak, aspek kelayakan penyajian sebesar 85% yang dikelompokkan dalam kategori layak, aspek kelayakan bahasa sebesar 88% yang dikelompokkan dalam kategori layak, dan aspek kelayakan kegrafikan sebesar 96% yang dikelompokkan dalam kategori layak sangat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, buku Sayaga Basa Jawa kelas XI SMA/MA termasuk dalam kategori layak untuk sumber pembelajaran.
Analisis Semiotika Roland Barthes Gerongan dalam Cakepan Gerongan Ladrang Raja Manggala Laras Pelog Pathet Nem Suryobintoro, Suryobintoro
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i2.77357

Abstract

 AbstrakKesenian karawitan adalah salah satu cabang seni yang mediumnya menggunakan suara baik suara0manusia (vokal) maupun suara gamelan yang berlaras slendro dan pelog. Cakepan pada gerongan pada umumnya menggunakan sekar macapat atau sekar lain, yang penyajianya menyesuaikan gending yang disajikan. Bahasa Jawa yang dimanfaatkan untuk ekspresi seni dalam pedalangan adalah adanya pemakaian potensi bunyi atau persajakan (purwakanthi), afiksasi dan penggunaan kata-kata arkhais, gaya bahasa, serta kekhasan struktur sintaksis. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan semiotik Roland Barthes. Semiotika adalah metode pemaknaan terhadap objek linguistik, teks, non teks yang berkaitan dengan tanda. Gendhing kurmat dalem adalah gendhing khusus yang disajikan pada saat Ngarsa dalem miyos atau hadir. Dalam cakepan gerongan atau syair tersebut pada intinya adalah memuji Sultan dan mengharapkan sultan selalu diberi Kesehatan dan keselamatan, serta memimpin rakyat Yogyakarta dengan sebaik-baiknya. Kata kunci: Gerongan, Raja Manggala, Semiotika, Roland Barthes  AbstractKarawitan is a branch of musical art whose medium uses both sound and voice humans (vocals) and the sound of a harmonized. Cakepan or sentence generally use macapat or another tembang, whose presentation adjusts the music presented. The Javanese language that is used for artistic expression in puppetry is the use of sound or rhyme potential (purwakanthi), affixation and use of archaic words, language style, as well as the peculiarities of syntactic structure. This qualitative research uses the ethnographic method with the semiotic approach of Roland Barthes. Semiotics is a method of interpreting linguistic objects, texts, non-texts related to signs.The honor of the house is a special gendhing that is served at the timeBefore the house was born or present. Inclose up roar or the poem basically is praising the Sultan and hoping that the sultan will always be given health and safety, and lead the people of Yogyakarta as well as possible. Keywords: Gerongan, Raja Manggala, Semiotic, Roland Barthes
Metafora Konseptual Pertanian Padi di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah Hariyanto, Prima; Winarti, Daru
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i2.78104

Abstract

Dalam berkomunikasi, penutur memiliki pilihan untuk menyampaikan maksudnya secara harfiah atau secara metaforis. Masyarakat Jawa melihat, menghayati, dan memahami padi sebagai bagian integral dari kebudayaan mereka. Artikel ini membahas metafora konseptual dalam bidang pertanian padi pada masyarakat Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah studi semantik, khususnya teori metafora konseptual. Data diambil melalui observasi, pengumpulan data, dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan sebanyak 14 metafora konseptual dalam bidang pertanian padi. Ranah sumber yang paling banyak adalah manusia, yakni sebanyak 12 metafora dengan perincian 9 ranah sumber manusia tanpa melihat jenis kelamin dan 3 ranah sumber manusia dengan jenis kelamin perempuan. Konsep dalam ranah sumber manusia digunakan untuk menggambarkan konsep ranah target berupa padi, tanaman padi, air, rumput, dan pembajakan sawah. Metafora konseptual tersebut terbagi lagi menjadi dua, yakni metafora ontologis dan metafora struktural. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan sebanyak 12 metafora ontologis dan 2 metafora struktural. Metafora ontologis menjadikan entitas non-human memiliki kualitas, sifat, atau perilaku seperti human atau manusia. Metafora struktural melihat konsep yang abstrak (dalam ranah target) menjadi terstruktur dalam konsep yang lebih konkret (sebagaimana ranah sumber). Konsep dalam ranah sumber manusia digunakan untuk menggambarkan konsep ranah target berupa padi, tanaman padi, air, rumput, dan pembajakan sawah. Kearifan lokal yang tecermin dalam metafora konseptual tersebut yaitu siklus hidup manusia, kerendahhatian, kebijaksanaan (keseimbangan ekosistem dan sumber daya serta pengelolaan irigasi), gotong royong, teknologi pertanian lokal, kesederhanaan, dan keberlanjutan kehidupan.

Page 11 of 12 | Total Record : 117