cover
Contact Name
Lana Santika Nadia
Contact Email
thp@upy.ac.id
Phone
+6282349408605
Journal Mail Official
thp@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product
ISSN : -     EISSN : 3032064X     DOI : https://doi.org/10.31316/jitap.vi
Core Subject : Agriculture,
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product (JITAP) is publisehd by Department of Agricultural Product Technology (THP) of Universitas PGRI Yogyakarta. This journal aims to publish the result of research studies, scientific studies, or review in food science and technology that conducted by researchers, lecturers, practitioners in the field of food science and technology. This journal is published two times a years ini December and June , E-ISSN 3032-064X DOI https://doi.org/10.31316/jitap.vi
Articles 47 Documents
Pemanfaatan Berbagai Jenis Buah dalam Pembuatan Permen Jeli terhadap Rendemen, Umur Simpan, dan Mutu Organoleptik Nayla Rahmiyya Rizalianti
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 3 No 2 (2025) Desember: Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v3i2.9092

Abstract

Permen jelly merupakan produk pangan semi basah yang digemari masyarakat dan berpotensi dikembangkan melalui penambahan bahan alami berupa buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis buah terhadap rendemen, stabilitas mutu selama penyimpanan, dan karakteristik organoleptik permen jelly pada suhu ruang dan suhu dingin. Bahan baku yang digunakan meliputi jeruk sunkist, mangga, nanas, dan buah naga dengan penambahan gula, gelatin, karagenan, dan asam sitrat. Uji organoleptik dilakukan menggunakan metode hedonik terhadap 15 panelis semi terlatih dengan parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa. Pengamatan stabilitas mutu dilakukan selama 7 hari berdasarkan perubahan warna, aroma, tekstur, dan kerusakan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis buah berpengaruh terhadap rendemen dan karakteristik organoleptik permen jelly. Rendemen tertinggi diperoleh dari mangga (97,04%) dan terendah dari buah naga (54,76%). Pada uji hedonik hari ke-0, permen jelly buah naga memperoleh skor warna tertinggi, sedangkan permen jelly nanas menunjukkan skor tekstur terendah. Penyimpanan pada suhu dingin mampu mempertahankan mutu warna dan tekstur serta menekan kerusakan hingga hari ke-7 dibandingkan suhu ruang. Secara keseluruhan, jenis buah dan suhu penyimpanan berperan penting dalam menentukan stabilitas mutu dan daya terima permen jelly. kata kunci: Buah naga; permen jelly; mangga; jeruk (Sunkist); nanas; umur simpan
Alternatif Penambahan Tepung Cascara Pada Snack Bar Sebagai Cemilan Diet Kuswati Kuswati; Iffah Muflihati; Fafa Nurdyansyah; Rizky Ujianti
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 4 No 1 (2026) Juni : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v4i1.9260

Abstract

Snack bar merupakan produk yang berbentuk bar dan sebagai makanan sampingan yang dapat dikonsumsi di sela-sela waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung cascara dengan variasi jenis pengeringan terhadap sifat fisik, kimia dan tingkat kesukaan snack bar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama merupakan variasi penambahan tepung cascara yang divariasi model pengeringannya dalam pembuatan snack bar. Tepung cascara yang ditambahkan divariasi dengan 2 model pengeringan yaitu sinar matahari dan pengeringan dengan oven. Snack bar yang dihasilkan dianalisis sifat fisik, kimia dan serta tingkat kesukaan (uji hedonik). Uji hedonik dilakukan adalah uji ANOVA (Analysis of Variance) dan Apabila data berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung cascara dengan model pengeringan berbeda mempengaruhi sifat fisik, kimia, dan tingkat kesukaan snack bar. Snack bar terpilih yaitu tepung cascara 1/1 dibanding tepung mocaf yang ditambahkan serta pengeringannya menggunakan oven. Produk ini menghasilkan snack bar dengan kadar air 10.15%, kadar serat 4.06%, protein 6.68% dan lemak 26.00%, serta menghasilkan karbohidrat 55,42% dan kalori 482,40 kkcal. Kata kunci: cascara, pengeringan, snack bar
Pengaruh Variasi Filler Terhadap Karakteristik Organoleptik Nugget Ayam: The Effect of Filler Variation on the Organoleptic Characteristics of Chicken Nuggets Rohmah Fitri Utami; Nisrina Akhrim Maswah; Hikmah Muji Rahayu
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 4 No 1 (2026) Juni : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v4i1.10009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengisi (filler) dan penambahan Carboxymethyl Cellulose (CMC) terhadap karakteristik organoleptik nugget ayam. Nugget ayam dibuat menggunakan beberapa formulasi filler, yaitu tepung terigu, tepung tapioka, tepung maizena, serta kombinasi ketiganya dengan penambahan CMC pada konsentrasi berbeda. Produk yang dihasilkan diuji secara organoleptik meliputi parameter warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan (overall). Data hasil uji organoleptik dianalisis menggunakan SPSS pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi filler dan penambahan CMC umumnya tidak memberikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap parameter aroma, rasa, tekstur, dan overall, sedangkan pada beberapa formulasi memberikan perbedaan nyata terhadap warna. Formulasi tepung terigu + 1,5% CMC dan kombinasi tepung terigu + tepung tapioka + 1,5% CMC menunjukkan tingkat penerimaan panelis yang lebih tinggi dibandingkan formulasi lainnya. Penambahan CMC berperan dalam meningkatkan viskositas adonan, memperbaiki stabilitas emulsi, serta menghasilkan tekstur yang lebih kenyal. Jenis filler juga memengaruhi karakteristik tekstur nugget melalui perbedaan kandungan amilosa dan amilopektin yang memengaruhi proses gelatinisasi. Dengan demikian, kombinasi tepung terigu dan tepung tapioka dengan penambahan 1,5% CMC direkomendasikan sebagai formulasi terbaik untuk menghasilkan nugget ayam dengan karakteristik organoleptik yang lebih disukai konsumen. kata kunci: nugget, CMC, filler, organoleptik
Analisis Profil Tekstur Sensoris Menggunakan Panelis Semi-Terlatih dan Uji Hedonik terhadap Tiga Merek Wafer Komersial pada Konsumen Generasi Z Andreas Wahyu Nugroho
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 4 No 1 (2026) Juni : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v4i1.10014

Abstract

Tekstur merupakan atribut sensoris penting yang memengaruhi tingkat penerimaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan profil tekstur sensoris tiga merek wafer cokelat komersial populer di Indonesia menggunakan panelis semi-terlatih dari segmen Generasi Z, sekaligus mempelajari hubungan profil tekstur dengan tingkat kesukaan konsumen. Seleksi panelis dilakukan dengan metode rentang menggunakan variasi konsentrasi larutan sukrosa. Panelis yang lolos seleksi dilakukan uji threshold dengan larutan sukrosa. Diperoleh 10 panelis yang peka pada rentang konsentrasi sukrosa 0,1% hingga 0,4%. Setelah panelis melalui fase orientasi penyelarasan atribut tekstur dengan pengujian terbuka, diperoleh atribut dominan pada wafer yaitu kekerasan, kegetasan, kekeringan, dan kelengketan. Kemudian, dilakukan pengujian tertutup pada atribut terpilih menggunakan skala garis, lalu dipetakan ke diagram spider web. Uji kesukaan/hedonik dengan metode skoring (skor 1: sangat suka hingga skor 7: sangat tidak suka). Hasil analisis ANOVA pada α = 95% dan uji lanjut LSD menunjukkan perbedaan kesukaan yang signifikan antarmerek. Wafer merek Nabati mendominasi intensitas tekstur tertinggi di semua atribut dan mendapatkan kesukaan tertinggi dengan skor 2,33±0,93 (suka), berbeda nyata terhadap merek Tango dengan skor 3,89±1,21 (netral) yang memiliki intensitas terendah pada semua atribut. Temuan ini menunjukkan bahwa intensitas kekerasan, kegetasan, dan kekeringan tinggi yang berpadu seimbang dengan kelengketan krim cokelat wafer merupakan salah satu faktor yang menentukan kesukaan konsumen Gen Z.
Pengaruh Suhu Pemanggangan dan Substitusi Tepung Kacang Hijau Terhadap Karakteristik Fisikokimia Rice Crackers Zahwa Mailul A'roof; Mayla Dewinta Putri Harjono; Septa Yufi Kurniawan; Esa Alisianti Al Rachman; Erlina Dwi Novianti; Arief Rakhman Affandi
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 4 No 1 (2026) Juni : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v4i1.10019

Abstract

Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dengan jarak antar baris 1 spasi; ditulis dalam satu paragraf tidak lebih dari 250 kata yang memuat secara singkat dan dan jelas mengenai latar belakang, tujuan, ruang lingkup penelitian, metode yang digunakan, ringkasan hasil penelitian dan kesimpulan.
Nipa Fruit Flour (Nypa fruticans) Potential as a Prebiotic on Lactobacillus plantarum sp Ahmad Mustangin
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 4 No 1 (2026) Juni : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v4i1.10098

Abstract

Nipa plants (Nypa fruticans (Thunb.) Wurmb) are found in West Kalimantan and have not been utilized optimally. Nipa fruit flour contains high carbohydrates, it could be potential as a prebiotic source. This research aims to determine the proximate characteristics and prebiotic activity of nipa flour in Lactic Acid Bacteria in vitro. Prebiotic activity of nipa fruit flour was determined by calculating changes in probiotic cell biomass growth after being incubated for 24 dan 48 hours in 2% nipa fruit flour or 2% glucose then compared with changes in enteric cell biomass growth. The bacteria used are Lactobacillus plantarum, Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum as probiotics and Escherichia coli as enteric. The results showed that nipa fruit flour has a moisture content of 10.51%, ash of 1.70% , fat of 1.39%, protein of 1.64%, crude fiber of 38.90%, carbohydrate of 45.86%, yield of 55.41% and tan color of flour. Prebiotic activity of nipa fruit flour showed positive activity to L. plantarum 2.274 after 24 hours and 0.365 after 48 hours incubation and negative prebiotic activity to L. acidophilus (-0.158) after 48 hours incubation and B. longum (-0.532) after 24 hours incubation. The conclusion of the research is that nipa fruit flour has the potential as a prebiotic source with probiotics Lactobacillus plantarum. keywords: flour, nipa fruit, prebiotic activity
Pengaruh Konsentrasi Pektin yang Diekstrak dari Limbah Kulit Pisang Merah (Musa acuminata ‘Red Dacca’) terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Selai Jagung Manis: Effect of Pectin Concentration Extracted from Red Banana Peel Waste (Musa acuminata ‘Red Dacca’) on the Physicochemical and Organoleptic Characteristics of Sweet Corn Jam Ilian Elvira
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 4 No 1 (2026) Juni : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v4i1.10111

Abstract

Sweet corn is a food commodity with great potential to be developed into various processed products, one of which is jam. Pectin plays an important role as a gelling agent that influences the texture and characteristics of jam. Red banana peel is a food waste material that has the potential to be utilized as a natural source of pectin. This study aimed to determine the effect of pectin addition from red banana peel waste on the quality of sweet corn jam and to determine the best physicochemical characteristics based on organoleptic evaluation. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with five pectin concentration treatments, namely P1 (0%), P2 (0.5%), P3 (1%), P4 (1.5%), and P5 (2%), with three replications. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 95% confidence level. The results showed that pectin addition had a significant effect on the aroma, texture, taste, spreadability, and viscosity of sweet corn jam, but had no significant effect on color. The selected treatment based on panelist acceptance was the addition of 1.5% pectin, which produced jam with a moisture content of 27.7%, total soluble solids of 66.9%, glucose content of 12.55%, and crude fiber content of 6.48%.