cover
Contact Name
Lana Santika Nadia
Contact Email
thp@upy.ac.id
Phone
+6282349408605
Journal Mail Official
thp@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product
ISSN : -     EISSN : 3032064X     DOI : https://doi.org/10.31316/jitap.vi
Core Subject : Agriculture,
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product (JITAP) is publisehd by Department of Agricultural Product Technology (THP) of Universitas PGRI Yogyakarta. This journal aims to publish the result of research studies, scientific studies, or review in food science and technology that conducted by researchers, lecturers, practitioners in the field of food science and technology. This journal is published two times a years ini December and June , E-ISSN 3032-064X DOI https://doi.org/10.31316/jitap.vi
Articles 41 Documents
Nilai Gizi MP-ASI “Jagung Bose Modifikasi” dan Asupan Gizi Balita Stunting Alinea Dwi Elisanti; Ardianto, Efri Tri
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 2 No 1 (2024) Juni: Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i1.6572

Abstract

Stunting merupakan keadaan dimana tinggi badan anak lebih pendek dibanding anak lain seusianya. Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang diperoleh oleh bayi atau janin selama masa 1000 hari pertama kehidupan. Efek stunting pada balita bisa menyebabkan terhambatnya perkembangan otak, pertumbuhan masa tubuh dan komposisi badan, gangguan metabolism, penurunan kemampuan kognitif, prestasi belajar, kekebalan tubuh, kapasitas kerja, dan terjadinya penyakit tidak menular. Prevalensi balita stunting di Desa Sukamakmur pada bulan Juli 2022 mencapai 37,5 %, sedangkan target RPJMN penurunan stunting tahun 2024 adalah 14%. Penanganan stunting saat ini diarahkan pada pendekatan intervensi gizi spesifik dan sensitive. Pencegahan stunting melalui intervensi gizi spesifik bisa dilakukan melalui pembuatan produk MP-ASI berbasis pangan lokal salah satunya menjadi Jagung Bose Modifikasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai gizi MP-ASI Jagung Bose Modifikasi sebagai intervensi gizi pada balita stunting dan mengidentifikasi asupan gizi balita stunting. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 2.555 kepala keluarga. Sedangkan sesuai kriteria inklusi diambil sampel sejumlah 20 ibu balita dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif univariate menggunakan aplikasi dietducate dan form recall. Hasil dan Kesimpulan bahwa 265 gram MP-ASI Jagung bose modifikasi memiliki kandungan nilai gizi energi: 154,9 kkal, protein: 8,9 gram, lemak: 5,7 gram, karbohidrat: 19 gram, sedangkan rata-rata asupan gizi pada 8 balita stunting dalam kategori defisit ringan pada energi, protein dan lemak, serta asupan kurang pada karbohidrat. Saran penambahan asupan karbohidrat pada balita stunting bisa dilakukan secara berkala untuk menunjang tumbuh kembang balita stunting diiringi dengan penambahan asupan makan yang mengandung energi, protein dan lemak.
Review: Teknik Penanganan dan Penyimpanan Biji Kakao Terhadap Kadar Air, Suhu, Kelembaban dan Cemaran Jamur Sa'diah, Iis
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 2 No 1 (2024) Juni: Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i1.6589

Abstract

Biji kakao termasuk salah satu komoditas pertanian yang banyak di ekspor di beberapa negara seperti Pantai Gading, Ghana, Indonesia dan Nigeria serta sering dikonsumsi dalam bentuk olahan makanan atau minuman seperti cokelat, permen, bubuk kakao, minuman cokelat dan biskuit. Produksi kakao dibeberapa negara secara signifikan terus meningkat. Poduksi yang melimpah harus diimbangi dengan pegendalian pasca panen yang baik untuk menjaga penurunan mutu dan mencegah terjadinya kontaminasi jamur pada biji kakao. Pengendalian yang perlu dilakukan untuk menekan kehilangan hasil, meningkatkan nilai tambah, memperpanjang umur simpan biji dan mempertahankan mutu biji dapat dilakukan melalui beberapa tahapan seperti sortasi, pemeraman, pemecahan buah, fermentasi, perendaman dan pencucian biji, pengeringan serta pengemasan dan penyimpanan yang baik. Biji kakao umumnya disimpan dalam wadah berupa karung goni, plastik, wadah hermetik dan kotak penyimpanan dalam ruang AC ataupun sirkulasi. Pada ulasan ini akan dibahas mengenai teknologi penanganan biji kakao setelah panen serta kondisi penyimpanan biji kakao terhadap perubahan kadar air, suhu, kelembaban dan keberadan jamur mikotoksigenik dari beberapa penelitian serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kata Kunci : Biji kakao; Cemaran Jamur; Kadar Air ; Kelembaban ; Suhu 
Kulit Ikan Tuna Yellowfin (Thunnus albacares) untuk Produksi Gelatin dengan Variasi Larutan NaOH dan Waktu Mafazah, Eli Mudrik
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 2 No 1 (2024) Juni: Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i1.6605

Abstract

ABSTRAK Kulit ikan tuna Yellowfin (Thunnus albacares) mengandung kolagen dimana sering dimanfaatkan untuk membuat gelatin halal dari produk samping industri filet ikan. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mengidentifikasi rendemen, kekuatan gel,  viskositas, berat molekul gelatin kulit ikan tuna Yellowfin. Telah dilakukan dengan cara perendaman kulit ikan tuna Yellowfin larutan NaOH 0,01; 0,03; 0,05 M dimana formulasi kulit ikan : larutan NaOH 1:6 (b/v) pada suhu ruang durasi 12; 18; dan 24 jam. Hasil ekstraksi paling bagus diperoleh pada konsentrasi larutan NaOH 0,01 M dan waktu perendaman 12 jam yang mempunyai rendemen 12,49 %db; kekuatan gel 291,73 g Bloom; viskositas 8,6 cPs dan titik leleh 35 °C. Kisaran berat molekul adalah 100 kDa untuk rantai α. Kekuatan gel dan titik leleh gelatin bovine yaitu 309,7401 g Bloom dan 36,33 °C, sedangkan viskositas gelatin bovine 5,6 cPs. Pola SDS-PAGE dari gelatin kulit ikan tuna Yellowfin sesuai dengan gelatin bovine yang menghasilkan dua pita pada daerah berat molekul 100 kDa.   kata kunci : ekstraksi, gelatin, NaOH, yellowfin
Pengembangan Bioplastik Hidrofobik Berbasis Nanoselulosa Kulit Biji Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Metode Coating Risqan, Aditya
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 2 No 1 (2024) Juni: Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i1.6612

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya limbah kulit biji kakao yang belum dimanfaatkan secara maksimal Kulit biji kakao memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan suatu alternatif untuk membuat produk baru turunan selulosa yaitu nanoselulosa. Nanoselulosa merupakan polimer selulosa yang berukuran nano. Nanoselulosa dapat dimanfaatkan dalam pengembangan bioplastik ramah lingkungan. Bioplastik kulit biji kakao masih memiliki kelemahan yaitu mudah menyerap air dari lingkungannya. Metodecoating dengan menggunakan Fluoro Octhyltriethoxyl Silane (FOS) dan lilin lebah diharapkan dapat menahan uap air dari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik selulosa, bleached selulosa dan nanoselulosa kulit biji kakao, serta mengetahui pengaruh konsentrasi pelapisan menggunakan FOS dan  menggunakan lilin lebah terhadap karakteristik morfologi dan nilai sudut kontak dari bioplastik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor tanpa interaksi. Faktor pertama mencangkup perbedaan jenis bahan, terdiri atas dua taraf yaitu menggunakan FOS (F) dan lilin lebah (L). Faktor kedua merupakan jumlah pencelupan (P) terdiri atas tiga taraf yaitu 1 kali, 2 kali, dan 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif.  Hasil analisis menunjukkan terjadi perbedaan karakteristik selulosa, bleached selulosa dan nanoselulosa kulit biji kakao. Analisis morfologi menunjukkan permukaan bioplastik yang lebih halus dengan perlakuan pelapisan dibandingkan tanpa perlakuan pelapisan. Analisis sudut kontak menunjukkan nilai sudut kontak yang lebih besar pada permukaan bioplastik dengan perlakuan pelapisan. kata kunci: bioplastik, hidrofobik, FOS, kulit biji kakao, lilin lebah
Analisis Proksimat dan Kualitas Fisik Mie Wikau Maombo dengan Penambahan Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) Maslin, Shintya; suharman
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 2 No 1 (2024) Juni: Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i1.6635

Abstract

      Tepung wikau maombo berasal dari ubi kayu yang dimodifikasi dengan pengolahan fermentasi, aktivitas enzim dari kapang menghasilkan rasa manis dan ciri khas pada produk wikau maombo. Wikau maombo dapat dikonsumsi sebagai pengganti beras. Makanan khas ini berasal dari daerah Buton Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan bubur rumput laut dan xanthan gum terhadap nilai gizi dan karakteristik mie. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan yang merupakan kombinasi proporsi antara tepung wikau maombo, rumput laut dan xanthan gum (tepung wikau maombo : terigu : rumput laut : xanthan gum )W1= 60% : 37% : 2% : 1%, W2= 60% : 35% : 4% : 1%, W3= 60% : 33% : 6% : 1%, W4= 60% : 31% : 8% : 1% , W5= 60% : 29% : 10% : 1%, W6= 98% : 2%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penambahan bubur rumput laut dan xanthan gum berpengaruh terhadap Kandungan proksimat yang diperoleh dari komposisi terbaik pada perlakuan W1 = (60 g wikau maombo, 37 g terigu , 2 g rumput laut dan 1 g xhantan gum) dengan nilai kadar air yang lebih tinggi dari SNI yaitu 46,86 (%bb), kadar abu lebih rendah dari SNI yaitu 0,61 (%), kadar glukosa sebesar 2,68 (%), kadar protein sebesar 13,31 (%), kadar lemak sebesar 1,92 (%) dan kadar serat sebesar 3,22 (%). Kualitas fisik mie wikau maombo yang menunjukkan daya putus mie sebesar 30 %, daya serap terhadap air sebesar 79,46 % dan daya kembang sebesar 66,67 %.   kata kunci : Wikau Maombo, Mie, Rumput laut , Xanthan gum  
NILAI TOTAL PLATE COUNT (TPC) PADA MAKANAN JAJANAN KAKI LIMA DI SEKITAR UNIVERSITAS BINAWAN cusila, meiliana
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 2 No 2 (2024) Desember : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i2.7068

Abstract

Jajanan kaki lima sering ditemukan di sekitar insititusi pendidikan termasuk di sekitar Universitas Binawan. Makanan jajanan kaki lima biasanya berjualan makanannya menggunakan gerobak atau etalase berjualan di atas trotoar hingga di pinggir jalan raya. Total Plate Count (TPC) adalah salah satu indikator cemaran pada makanan. Makanan jajanan kaki lima di sekitar insititusi pendidikan masih banyak yang melebihi nilai ambang batas nilai TPC. Sampel yang digunakan yaitu bakso, cilok, sempol, bakso goreng, dan siomay. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui nilai TPC pada makanan jajanan kaki lima di sekitar Universitas Binawan dengan menggunakan uji TPC SNI 2897:2008 dan BPOM no 13 tahun 2019. Nilai ambang batas maksimal yaitu 106 koloni/g untuk sampel bakso, cilok, dan sempol. Nilai ambang batas maksimal untuk bakso goreng dan siomay yaitu 105 koloni/g. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Pour Plate. Hasil yang didapat pada sampel bakso, cilok, sempol, bakso goreng dan siomay berturut-turut 2,9 x 105 koloni/g, 2,1 x 108 koloni/g, 2,7 x 105 koloni/g, 9,8 x 106 koloni/g, dan 6,7 x 104 koloni/g. Semua sampel makanan jajanan kaki lima di sekitar Universitas Binawan yaitu bakso goreng dan siomay melebihi nilai ambang batas nilai TPC dan untuk siomay, sempol, dan bakso di bawah nilai TPC yang telah ditetapkan oleh BPOM. Kata kunci : Jajanan kaki lima, Total Plate Count (TPC), dan Universitas Binawan
Pengaruh Substitusi Bonggol Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L.) Terhadap Karakteristik Organoleptik dan Analisis Kimia Abon Ikan Bandeng Puspita, Arwini; Hermanto; Rejeki, Sri; Elvira, Ilian
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 2 No 2 (2024) Desember : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i2.7324

Abstract

Pemanfaatan bonggol pisang sebagai bahan substitusi dalam pembuatan abon ikan bandeng merupakan inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah limbah pertanian, mengurangi ketergantungan pada bahan baku ikan bandeng, dan menciptakan produk pangan alternatif yang bernutrisi tinggi serta ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh substitusi bonggol pisang kepok terhadap karakteristik organoleptik dan nilai gizi abon ikan bandeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu: B0 (ikan bandeng 100% : bonggol pisang 0%), B1 (ikan bandeng 80% : bonggol pisang 20%), B2 (ikan bandeng 70% : bonggol pisang 30%), B3 (ikan bandeng 60% : bonggol pisang 40%), dan B4 (ikan bandeng 50% : bonggol pisang 50%). Data di analisis menggunakan Analisis of varian (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penilaian organoleptik hedonik produk abon ikan bandeng yang disukai panelis terdapat pada perlakuan B2 (ikan bandeng 70% : bonggol pisang 30%) dengan nilai kesukaan warna 3,84 (suka), aroma 3,9 (suka), rasa 3,5 (suka), tekstur 3,5 (agak suka). Abon ikan ini mengandung kadar air sebesar 7,20%, kadar abu 4,21%, kadar protein 15,27%, kadar lemak 18,45% dan kadar karbohidrat 54,87%. kata kunci: abon; bonggol pisang; ikan bandeng  
Desain klasifikasi Cherri Kopi Menggunakan Metode k-Nearest Neighbor Anita, sri; Mahadany, Sunu Aditya; Army, Widya Lelisa
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 2 No 2 (2024) Desember : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i2.7410

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah mempengaruhi disemua sektor industri, salah satu adalah pertanian. Dalam penelitian ini akan disajikan rujukan desain dalam melakukan penyortiran cherri kopi menggunakan metode artificial intelegence (AI) yaitu metode k-Nearest Neighbor. Hasil percobaan menunjukan tingkat keberhasilan dengan hasil yang cukup memuaskan yaitu 71.12%. Penghematan waktu yang dapat terukur. kata kunci: Klasifikasi cherri kopi, AI teknologi pangan, K-nearest Neighbor
Analisis Nilai Gizi Mie Tepung Mocav dengan Penambahan Eksrak Rumput Laut ndilai, falan; Sufiana
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 2 No 2 (2024) Desember : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i2.7506

Abstract

Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) adalah produk tepung dari ubi diperoses menggunakan prinsip memodifikasi sel ubi kayu dengan cara fermentasi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh penambahan rumput laut dan CMC terhadap penilaian organoleptik mie Mocaf. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yang merupakan kombinasi proporsi antara tepung Mocaf, rumput laut dan CMC (tepung Mocaf : terigu : rumput laut : CMC ) M1= 50% : 47% : 2% : 1%, M2= 50% : 45% : 4% : 1%, M3= 50% : 43% : 6% : 1%, M4= 50% : 41% : 8% : 1% , M5= 60% : 29% : 10% : 1%, M6= 98% : 2%. Hasil penilaian nilai gizi dengan perlakuan terbaik yaitu M4  kadar air 20,9%, kadar abu 3,32%, Kadar Protein 6,82%, kadar lemak 0,68%, serat kasar 2,43 % dan Karbohidrat 68 %. Kata Kunci : Mocaf, rumput laut,CMC, mie basah.  
Review: Diversifikasi Kombucha Sebagai Minuman Fungsional Suharman; Harmini, Sri; Amalina, Afnita Nur
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 2 No 2 (2024) Desember : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i2.7507

Abstract

Kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter SCOBY (Acetobacter Xylinum dan beberapa jenis khamir) dan di fermentasi selama 8-12 hari. Kombucha memiliki berbagai jenis komponen seperti asam organik, vitamin, enzim, dan polifenol. Komposisi kombucha tersebut tergantung dari beberapa faktor seperti bahan baku yang digunakan dan sumber karbon, konsentrasi, komposisi mikroba, waktu, suhu fermentasi, dan pH proses Kombucha juga telah dikembangkan dengan menggunakan beberapa jenis bahan baku atau substrat selain daun teh. Kombucha merupakan suatu minuman yang dikenal sebagai minuman fungsional. Pangan fungsional dapat diartikan sebagai pangan yang memiliki efek yang menguntungkan pada suatu organisme. Pangan fungsional merupakan pangan atau komposisi dari makanan yang memberikan tambahan nilai fisiologis di luar nutrisi dasar pangan tersebut. Manfaat dari minuman Kombucha diantaranya yaitu dapat digunakan untuk melancarkan pencernaan, dapat mencegah infeksi yang ditimbulkan mikroba, dapat menurunkan kolesterol, dapat melawan sel kanker, dan dapat digunakan untuk mengeluarkan racun. Kombucha diketahui memiliki potensi antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan teh biasa yang tidak difermentasi. Jumlah total polifenol, total flavonoid, dan asam fenolik pada teh kombucha lebih tinggi dibandingkan teh hitam tanpa fermentasi. Kata kunci: kombucha, minuman, fungsinonal, fermentasi