cover
Contact Name
Lana Santika Nadia
Contact Email
thp@upy.ac.id
Phone
+6282349408605
Journal Mail Official
thp@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product
ISSN : -     EISSN : 3032064X     DOI : https://doi.org/10.31316/jitap.vi
Core Subject : Agriculture,
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product (JITAP) is publisehd by Department of Agricultural Product Technology (THP) of Universitas PGRI Yogyakarta. This journal aims to publish the result of research studies, scientific studies, or review in food science and technology that conducted by researchers, lecturers, practitioners in the field of food science and technology. This journal is published two times a years ini December and June , E-ISSN 3032-064X DOI https://doi.org/10.31316/jitap.vi
Articles 35 Documents
NILAI TOTAL PLATE COUNT (TPC) PADA MAKANAN JAJANAN KAKI LIMA DI SEKITAR UNIVERSITAS BINAWAN cusila, meiliana
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Volume 2, No. 2, Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i2.7068

Abstract

Jajanan kaki lima sering ditemukan di sekitar insititusi pendidikan termasuk di sekitar Universitas Binawan. Makanan jajanan kaki lima biasanya berjualan makanannya menggunakan gerobak atau etalase berjualan di atas trotoar hingga di pinggir jalan raya. Total Plate Count (TPC) adalah salah satu indikator cemaran pada makanan. Makanan jajanan kaki lima di sekitar insititusi pendidikan masih banyak yang melebihi nilai ambang batas nilai TPC. Sampel yang digunakan yaitu bakso, cilok, sempol, bakso goreng, dan siomay. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui nilai TPC pada makanan jajanan kaki lima di sekitar Universitas Binawan dengan menggunakan uji TPC SNI 2897:2008 dan BPOM no 13 tahun 2019. Nilai ambang batas maksimal yaitu 106 koloni/g untuk sampel bakso, cilok, dan sempol. Nilai ambang batas maksimal untuk bakso goreng dan siomay yaitu 105 koloni/g. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Pour Plate. Hasil yang didapat pada sampel bakso, cilok, sempol, bakso goreng dan siomay berturut-turut 2,9 x 105 koloni/g, 2,1 x 108 koloni/g, 2,7 x 105 koloni/g, 9,8 x 106 koloni/g, dan 6,7 x 104 koloni/g. Semua sampel makanan jajanan kaki lima di sekitar Universitas Binawan yaitu bakso goreng dan siomay melebihi nilai ambang batas nilai TPC dan untuk siomay, sempol, dan bakso di bawah nilai TPC yang telah ditetapkan oleh BPOM. Kata kunci : Jajanan kaki lima, Total Plate Count (TPC), dan Universitas Binawan
Pengaruh Substitusi Bonggol Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L.) Terhadap Karakteristik Organoleptik dan Analisis Kimia Abon Ikan Bandeng Puspita, Arwini; Hermanto; Rejeki, Sri; Elvira, Ilian
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Volume 2, No. 2, Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i2.7324

Abstract

Pemanfaatan bonggol pisang sebagai bahan substitusi dalam pembuatan abon ikan bandeng merupakan inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah limbah pertanian, mengurangi ketergantungan pada bahan baku ikan bandeng, dan menciptakan produk pangan alternatif yang bernutrisi tinggi serta ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh substitusi bonggol pisang kepok terhadap karakteristik organoleptik dan nilai gizi abon ikan bandeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu: B0 (ikan bandeng 100% : bonggol pisang 0%), B1 (ikan bandeng 80% : bonggol pisang 20%), B2 (ikan bandeng 70% : bonggol pisang 30%), B3 (ikan bandeng 60% : bonggol pisang 40%), dan B4 (ikan bandeng 50% : bonggol pisang 50%). Data di analisis menggunakan Analisis of varian (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penilaian organoleptik hedonik produk abon ikan bandeng yang disukai panelis terdapat pada perlakuan B2 (ikan bandeng 70% : bonggol pisang 30%) dengan nilai kesukaan warna 3,84 (suka), aroma 3,9 (suka), rasa 3,5 (suka), tekstur 3,5 (agak suka). Abon ikan ini mengandung kadar air sebesar 7,20%, kadar abu 4,21%, kadar protein 15,27%, kadar lemak 18,45% dan kadar karbohidrat 54,87%. kata kunci: abon; bonggol pisang; ikan bandeng  
Desain klasifikasi Cherri Kopi Menggunakan Metode k-Nearest Neighbor Anita, sri; Mahadany, Sunu Aditya; Army, Widya Lelisa
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Volume 2, No. 2, Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i2.7410

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah mempengaruhi disemua sektor industri, salah satu adalah pertanian. Dalam penelitian ini akan disajikan rujukan desain dalam melakukan penyortiran cherri kopi menggunakan metode artificial intelegence (AI) yaitu metode k-Nearest Neighbor. Hasil percobaan menunjukan tingkat keberhasilan dengan hasil yang cukup memuaskan yaitu 71.12%. Penghematan waktu yang dapat terukur. kata kunci: Klasifikasi cherri kopi, AI teknologi pangan, K-nearest Neighbor
Analisis Nilai Gizi Mie Tepung Mocav dengan Penambahan Eksrak Rumput Laut ndilai, falan; Sufiana
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Volume 2, No. 2, Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i2.7506

Abstract

Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) adalah produk tepung dari ubi diperoses menggunakan prinsip memodifikasi sel ubi kayu dengan cara fermentasi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh penambahan rumput laut dan CMC terhadap penilaian organoleptik mie Mocaf. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yang merupakan kombinasi proporsi antara tepung Mocaf, rumput laut dan CMC (tepung Mocaf : terigu : rumput laut : CMC ) M1= 50% : 47% : 2% : 1%, M2= 50% : 45% : 4% : 1%, M3= 50% : 43% : 6% : 1%, M4= 50% : 41% : 8% : 1% , M5= 60% : 29% : 10% : 1%, M6= 98% : 2%. Hasil penilaian nilai gizi dengan perlakuan terbaik yaitu M4  kadar air 20,9%, kadar abu 3,32%, Kadar Protein 6,82%, kadar lemak 0,68%, serat kasar 2,43 % dan Karbohidrat 68 %. Kata Kunci : Mocaf, rumput laut,CMC, mie basah.  
Review: Diversifikasi Kombucha Sebagai Minuman Fungsional Suharman; Harmini, Sri; Amalina, Afnita Nur
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Volume 2, No. 2, Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i2.7507

Abstract

Kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter SCOBY (Acetobacter Xylinum dan beberapa jenis khamir) dan di fermentasi selama 8-12 hari. Kombucha memiliki berbagai jenis komponen seperti asam organik, vitamin, enzim, dan polifenol. Komposisi kombucha tersebut tergantung dari beberapa faktor seperti bahan baku yang digunakan dan sumber karbon, konsentrasi, komposisi mikroba, waktu, suhu fermentasi, dan pH proses Kombucha juga telah dikembangkan dengan menggunakan beberapa jenis bahan baku atau substrat selain daun teh. Kombucha merupakan suatu minuman yang dikenal sebagai minuman fungsional. Pangan fungsional dapat diartikan sebagai pangan yang memiliki efek yang menguntungkan pada suatu organisme. Pangan fungsional merupakan pangan atau komposisi dari makanan yang memberikan tambahan nilai fisiologis di luar nutrisi dasar pangan tersebut. Manfaat dari minuman Kombucha diantaranya yaitu dapat digunakan untuk melancarkan pencernaan, dapat mencegah infeksi yang ditimbulkan mikroba, dapat menurunkan kolesterol, dapat melawan sel kanker, dan dapat digunakan untuk mengeluarkan racun. Kombucha diketahui memiliki potensi antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan teh biasa yang tidak difermentasi. Jumlah total polifenol, total flavonoid, dan asam fenolik pada teh kombucha lebih tinggi dibandingkan teh hitam tanpa fermentasi. Kata kunci: kombucha, minuman, fungsinonal, fermentasi
Review: Senyawa Fitokimia Daun Kunyit Harmini, Sri; Wibisana, Dharend Lingga
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 1 No 1 (2023) Desember : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.vi.5744

Abstract

Tanaman kunyit merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan karena memiliki efek yang baik bagi kesehatan manusia. Pemanfaatan kunyi terbatas pada rimpang kunyit. Bagian lain dari tanaman kunyit, antara lain adalah daun, belum banyak dimanfaatkan. Keberadaan daun kunyit sebagai limbah, dapat memberikan dampak yang kurang baik terhadap lingkungan. Jumlahnya yang cukup melimpah, dapat dimanfaatkan sebagai sumber senyawa fitokimia dan diaplikasikan pada industri makanan dan obat-obatan. Jurnal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap manfaat daun kunyit ditinjau dari kandungan senyawanya, aktivitas antimikrobianya, minyak esensial yang dihasilkan dan pengaruh efek perlakuan terhadap kandungan senyawa fitokimianya. Hasilnya menunjukan bahwa daun kunyit memiliki aktivitas antimikrobia yang baik dengan adanya senyawa flavonoid dan tanin.
Analisis Cemaran Mikroba dalam Produk Minuman Sari Kedelai dengan Metode Total Plate Count (TPC) Suharman, Suharman; Izzati, Nuril Khoirunisa; Himelda, Tia Aulia Nashawa
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 1 No 1 (2023) Desember : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.vi.5748

Abstract

Sari kedelai merupakan produk minuman berbahan baku kedelai yang tinggi kandungan protein. Sari kedelai mempunyai sifat perishable atau mudah rusak sehingga menyebabkan penurunan kualitas mutu karena cemaran mikroba. Faktor yang mempengaruhi cemaran mikroba pada sari kedelai yaitu pengetahuan sanitasi dan higiene yang rendah oleh pedagang serta pengolahan masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi terjadi kontaminasi mikroba patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran mikroba dalam produk minuman sari kedelai yg di jual di Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2023 di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian, Universitas PGRI Yogyakarta. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling, pengujian total mikroba menggunakan metode Total Plate Count. Hasil penelitian menunjukan sampel SKD memiliki nilai TPC 2,7 × 105 CFU/ml; sampel SKK nilai TPC 4,1 × 104 CFU/ml; sampel SKN nilai TPC 4,7 × 104 CFU/ml; sampel SKS nilai TPC 3,46 × 104 CFU/ml; sampel SKV nilai TPC sebanyak 9,3 × 104 CFU/ml; sampel SKP nilai TPC 1,5 × 104 CFU/ml; sampel SKB nilai TPC 2,23 × 105 CFU/ml dan sampel SKU nilai TPC 1,78 × 105 CFU/ml. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat 3 merek dagang minuman sari kedelai yang memenuhi syarat SNI dan 5 merek dagang lainnya tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh (SNI) No.06.8-7388-2009 yaitu 5×104 koloni/ml. kata kunci: Cemaran Mikroba; Sari Kedelai; Total Plate Count (TPC)
Pengaruh Lama Waktu Penggilingan Beras dan Jenis Ayakan terhadap Nilai Rendemen Tepung Beras Amalina, Afnita Nur; Lejap, Theodorus Yoseph Tatabuang; Luthfiah, Ummi
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 1 No 1 (2023) Desember : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.vi.5767

Abstract

Saat ini hasil olahan pangan di Indonesia berkembang cukup pesat seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi. Banyak inovasi olahan pangan yang digemari berbagai kalangan seperti aneka kue basah, produk roti, mie, dan biskuit. Banyak alternatif penggunaan bahan baku selain terigu yang dapat dimanfaatkan yaitu dengan menggunakan bahan lokal seperti beras, umbi-umbian, jagung, dan lainnya. Penepungan bahan baku tersebut menjadi penting dilakukan untuk mempermudah mendapatkan bahan baku aneka jenis tepung sehingga dapat dikembangkan menjadi aneka jenis inovasi olahan pangan. Pada penelitian ini dilakukan penepungan beras putih dengan tiga jenis variasi waktu penggilingan yaitu 2 menit, 4 menit, dan 6 menit. Selain itu dilakukan perbandingan dengan menggunakan jenis ayakan 40 mesh dan 100 mesh. Parameter yang diamati yaitu nilai rendemen atau jumlah persen bahan yang lolos ayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen pada waktu penggilingan 2 menit berbeda nyata dengan waktu penggilingan 6 menit. Semakin lama waktu penggilingan maka nilai rendemen akan semakin besar. Kata kunci: Penggilingan, Pengayakan, tepung, rendemen
Pengaruh Pengolahan Pangan terhadap Kadar air Bahan Pangan Nadia, Lana Santika; Lejap, Theodorus Yoseph Tatabuang; Rahmanto, Ludi
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 1 No 1 (2023) Desember : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.vi.5780

Abstract

Kandungan air pada bahan pangan berhubungan dengan kualitas bahan pangan dan dapat digunakan sebagai skrining awal pengukuran kualitas produk pangan. Proses pengolahan yang digunakan untuk menurunkan kadar air adalah proses penggorengan dan pengansinan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengarus proses pengolahan terhadap kadar air bahan pangan. Metode analisa kadar air yang digunakan pada penelitian ini adalah metode thermogravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air kacang tanah goreng (1,70% ) dan kacang bawang goreng (2,41%) lebih rendahl dari kacang tanah mentah (6,95%) dan kacang bawang mentah (5,74%). Kadar air pada teri nasi asin (51,82%) dan putih telur bebek asin (81,32%) lebih rendah dari teri nasi segar (82,72%) dan putih telur bebek rebus (84,45%). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa proses pengolahan penggorengan kacang tanah dan kacang bawang dapat menurunkan kadar air, begitu pula proses pengasinan telur bebek dan teri nasi dapat menurunkan kadar air. kata kunci: kadar air, pengolahan pangan, penggorengan, pengasinan
Pengaruh Pemanasan Terhadap Perubahan Warna Pada Pangan Amrih, Dewi; Syarifah, Atika Nur; Marlinda, Gusta; Budiarti, Puspita; Safitri, Ainun; Nugraha, Ihsan Satya Adi; Izzati, Nuril Khoirunisa; Lejap, Theodorus Yoseph Tatabuang; Maulana, Iqbal; Rahmanto, Ludi
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 1 No 1 (2023) Desember : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.vi.5781

Abstract

Warna pada makanan dapat disebabkan oleh warna alami baik dari tumbuhan maupun hewan, ataupun warna yang ditambahakan selama proses pengolahan pangan. Selama proses pengolahan pangan, makanan juga dapat terbentuk warna ataupun terjadi perubahan warna. Salah satu pigmen warna alami yang berasal dari tumbuhan adalah antosianin, klorofil dan karotenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan, baik terbuka maupun tertutup terhadap perubahan warna yang terjadi pada antosianin, klorofil dan karotenoid. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah ubi ungu (mengandung pigmen antosianin), kacang panjang (mengandung pigmen klorofil), dan wortel (mengandung pigmen karotenoid). Dari hasil pengamatan diperoleh hasil bahwa antosianin dan klorofil memiki sifat peka terhadap panas sehingga mengalami proses degradasi warna pada ubi ungu dan kacang panjang dan juga terlihat warna air rebusan menjadi lebih keruh. Karotenoid memiliki sifat tahan panas sehingga degradasi warna yang terjadi pada sampel wortel hanya sedikit.

Page 2 of 4 | Total Record : 35