cover
Contact Name
-
Contact Email
agrolandnasional@gmail.com
Phone
+6285341013266
Journal Mail Official
agrolandnasional@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.KM. 9, Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Core Subject : Agriculture,
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian (P-ISSN: 0854-641X ; E-ISSN: 2407-7607) is a scientific journal published by Tadulako University. This journal specializes in the study of agriculture. The managers invite scientists, scholars, professionals, and researchers in the disciplines of Agriculture to publish their research results after the selection of manuscripts, review of partners, and editing process. This journal is published is 3 times a year. Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian welcomes high-quality manuscripts resulted from a research project in the scope of agriculture related to aspects of Soil Science, Food Science, Agricultural Economics, Agronomy, Agricultural Diversification and Plant Protection. The manuscript must be original research, written in Bahasa (Indonesia), and not be simultaneously submitted to another journal or conference.
Articles 262 Documents
Implementasi Manajemen Pelatihan Guna Meningkatkan Kinerja Karyawan di Pt. Tunas Agro Persada, Demak Agus Subhan Prasetyo; Tri Puspita Ganes Agustina
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i3.998

Abstract

Salah satu cara meningkatkan kinerja karyawan dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan karyawan. Pelatihan yang dimaksud bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan karyawan agar mampu menyelesaikan tugas dengan baik. Tujuan penelitian ini mendiskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen pelatihan dalam meningkatkan kinerja karyawan di PT. Tunas Agro Persada, Demak. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja atau purposive. Responden pada penelitian ini yaitu karyawan PT. Tunas Agro Persada berjumlah 30. Penentuan responden menggunakan probabilty dengan teknik simple random sampling. Teknik analsis data dalam penelitian ini deskriptif kualitatif guna mendiskripsikan manajemen pelatihan karyawan yang diterapkan oleh PT. Tunas Agro Persada. Hasil yang diperoleh dari penelitian PT. Tunas Agro Persada dalam melaksanakan pelatihan karyawan dilakukan dengan manajemen fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating,Controlling). Planning yang meliputi penilaian kebutuhan, pengajuan usulan, penciptaan sasaran dan merancang pelatihan. Organizing berupa rapat bersama dan koordinasi pihak terkait. Actuating adalah pelaksanaan pelatihan. Controlling di dalamnya memuat evaluasi.
Pengaruh Intensifikasi Usahatani Terhadap Produksi Padi Sawah di Desa Tolai Barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong Moh. Fikri; Max Nur Alam; Lien Damayanti
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i3.999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensifikasi usahatani terhadap produksi usahatani padi sawah di Desa Tolai Barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Variabel yang terdapat dalam model Produksi usahatani padi sawah ialah luas lahan (X1), benih (X2), tenaga kerja (X3), pupuk urea (X4), dan pupuk NPK (X5).Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian iniialah analisis fungsi produksi Cobb Douglas guna mengetahui pengaruh Produksi usahatani padi sawah. Hasil Analisis fungsi produksi Cobb Douglas menujukkan bahwa variabel luas lahan (X1), benih (X2), tenaga kerja (X3), dan pupuk NPK (X5).secara simultan berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah.sedangkan, variabel pupuk urea (X4) tidak mempengaruhi Produksi usahatani padi sawah.Nilai R2 = 0.997, artinya Variabel yang ada dalam model mempengaruhi produksi sebesar 99,7% sedangkan,0.30% dipengaruhi faktor lain di luar model.
Peranan Manajemen Usaha Terhadap Peningkatan Pendapatan Usahatani Cengkeh di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Propinsi Sulawesi Tengah Nur Hikmah; Salawati Salawati
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i3.1000

Abstract

Indonesia adalah negara agraris, negara yang wilayahnya memiliki potensi besar pada sektor pertanian. Akan tetapi tidak dipungkiri bahwa sektor pertanian dengan potensi yang sangat besar seringkali termarjinalkan dan dipandang “sebelah mata”. Memahami dengan kondisi tersebut, maka yang dapat dilakukan adalah dengan pengelolaan usahatani yang baik menggunakan prinsip-prinsip manajemen usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah Manajemen Usaha yang terdiri dari 5 fungsi yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan dan Evaluasi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan Usahatani Cengkeh dan apakah analisis Manajemen Usaha secara simultan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan Usahatani Cengkeh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Manajemen Usaha (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan dan Evaluasi) terhadap Peningkatan Pendapatan (Adjusted R Square) sebesar 39,5% dan sisanya sebesar 60,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Untuk pengujian secara simultan variabel Manajemen Usaha (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan dan Evaluasi) berpengaruh secara signifikan terhadap Peningkatan Pendapatan Usahatani Cengkeh di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000>0,05.Untuk pengujian regresi berganda secara parsial masing-masing variabel independen yaitu variabel Perencanaan dengan nilai sig. sebesar 0,002<0,05 berpengaruh signifikan,variabel Pengorganisasian dengan nilai sig. sebesar 0,143>0,05 tidak berpengaruh signifikan, variabel Pelaksanaan dengan nilai sig. sebesar 0,171>0,05 tidak berpengaruh signifikan, variabel Pengawasan dengan nilai sig. sebesar 0,012<0,05 berpengaruh signifikan dan variabel Evaluasi dengan nilai sig. sebesar 0,007<0,05 berpengaruh signifikan.
Analisis Komparasi Pendapatan dan Risiko Pendapatan Petani Baby Buncis (Phaseolus vulgaris L) pada Petani Mitra dan Non Mitra di Kabupaten Semarang D.A. Puspitaningrum; T. Ekowati; W. Roessali
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i3.1001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kinerja usahatani, menganalisis perbedaan biaya produksi, jumlah produksi, penerimaan, dan pendapatan serta menganalisis risiko pendapatan usaha tani baby buncis petani mitra dan non mitra di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan pada Februari 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Metode penentuan jumlah responden pada petani mitra yaitu metode sensus dan metode penentuan jumlah responden petani non mitra yaitu kuota dengan jumlah masing-masing 35 petani. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan pencatatan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif, uji beda Independent Sample t-Test, dan koefisien variasi. Hasil penelitian ini adalah adanya perbedaan secara nyata pada produksi dan pendapatan di petani mitra dan non mitra, serta tidak adanya berbedaan secara nyata pada penerimaan dan biaya usahatani di petani mitra dan non mitra. Koefisien variasi produksi dan pendapatan lebih besar di petani mitra daripada di petani non mitra. Koefisien variasi harga kecil di petani mitra daripada di non mitra.
Pengaruh Pemberian Pasta Kayu Manis-Madu Terhadap Pembentukan Akar pada Cangkok Kalamansi (Citrus microcarpa) Fiktor Imanuel Boleu; Radios Simanjuntak; Andronitus Keno; Maichel Brian Beslar; Vanhalen Djole; July Randales Manik
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i3.1002

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pasta kayu manis-madu terhadap pembentukan akar pada cangkok kalamansi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Dari masing-masing ulangan dipilih 4 pohon sebagaitanaman induk. Perlakuan konsentrasi ZPT yang digunakan yaitu kontrol (tanpa ZPT), Rootone F (P1) sebanyak 146,67 g Rootone F per 100 ml air dan pasta kayu manis-madu (P2) dengan komposisi 36,67 g bubuk kayu manis per 100 ml madu. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pasta kayu manis-madu memiliki pengaruh yang sama efektifnya dengan ZPT sintetis Rootone F dan keduanya memberikan hasil yang lebih baik dari kontrol terkait variabel jumlah dan panjang akar pada cangkok kalamansi. Pasta kayu manis-madu berperan sebagai fitohormon alternatif karena mengandung enzim dan senyawa monosakarida (glukosa dan fruktosa) yang dapat menstimulasi perakaran pada cangkok kalamansi. Selain itu, kandungan antibakteri dan antijamur pada pasta kayu manis-madu dapat mendukung kondisi perakaran cangkok yang lebih baik.
Analisis Persepsi Stakeholder Distribusi Sarana Produksi Pertanian (Saprotan) Pupuk di Kabupaten Pamekasan Campina Illa Prihantini; Lutfiyanto Lutfiyanto
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i3.1003

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor utama dalam masyarakat perdesaan.Terlebih di Indonesia, mata pencaharian sebagai petani adalah mata pencaharian utama bagi negara agraris. Kegiatan produksi pertanian tentu sangat membutuhkan ketersediaan sarana dan prasarana produksi. Ketersediaan ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang dalam keberlanjutan kegiatan pertanian di Indonesia. Tak pelak, banyak sekali kegiatan impor komuditas pertanian dari negaranegara agraris, termasuk Indonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah masalah ketersediaan sarana dan prasarana produksi pertanian. Tanaman pangan dan holtikultura merupakan salah satu komuditas pertanian yang amat penting dan diyakini akan terus tumbuh dan berkembang di masa mendatang. Salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah dengan menjaga ketersediaan sarana produksi pertanian, seperti bibit dan benih, bahan-bahan pestisida, dan pupuk. Melakukan kegiatan pencacahan kios merupakan salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan sarana roduksi pertanian. Sehingga stakeholder pengambil kebijakan dapat menentukan langkah strategis apa yang dapat diambil dalam menjaga ketersediaan saprotan. Penelitian ini menggunakan purposive dan snowballing sampling method yang mana terdapat sekitar 100 kios penjual, pengecer yang diwawancarai. Pemilihan kios sebagai responden didasarkan pada ada tidaknya kegiatan atau transaksi aktif dalam satu tahun terakhir. Kios yang dipilih adalah kios penjual atau pengecer baik resmi atau tidak resmi yang menjual atau mengecer sarana produksi pertanian, seperti bibit dan benih, pestisida dan obat-obatan hama, serta pupuk baik bersubsidi maupun tidak bersubsidi..
Analisis Keputusan Pembelian Konsumen Terhadap Produk Selada pada Supermarket Gelael di Semarang Aulia Desrian; Kustopo Budiraharjo; Suryani Nurfadilah
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 29 No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v29i1.1019

Abstract

Pandemi covid-19 menyebabkan perubahan sikap konsumen dalam melakukan kegiatan berbelanja, konsumen cenderung memilih untuk berbelanja di tempat yang higienis dan bersih serta produk yang dibeli kualitas dan kehigienisannya terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan pembelian dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk selada di Gelael Supermarket Semarang. Penelitian ini dilaksanakan di Gelael Supermarket Kota Semarang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden didominasi oleh konsumen perempuan, memiliki latar belakang pendidikan Strata 1, meliki pendapatan Rp 3.000.000-Rp 5.000.000 dan didominasi oleh ibu rumah tangga. Responden membeli produk selada untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan responden merasa mudah untuk mencari informasi mengenai produk selada yang dijual di Gelael Supermarket. Pertimbangan responden dalam memilih produk selada yang dijual di Gelael Supermarket karena selada yang dijual segar dan higienis dibandikan membeli di pasar tradisonal. Responden biasanya membeli produk selada merek HAB dan responden merasa puas terhadap produk yang sudah dibeli di Gelael Supermarket. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian yaitu produk, harga, lokasi dan kualitas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel produk, harga dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan sedangkan variabel lokasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian selada di Gelael Supermarket Semarang. Secara serentak variabel produk, harga, lokasi dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian selada di Gelael Supermarket Semarang.
Ketahanan Pangan di Kabupaten Simalungun: Pendekatan Rasio Ketersediaan Beras Jef Rudiantho Saragih; Ratna Sahara; Ummu Harmain
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i3.1027

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan paling utama bagi setiap manusia untuk dikonsumsi setiap harinya untuk aktif dan produktif secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh luas areal panen padi, jumlah penduduk, dan ketersediaan beras tahun sebelumnya terhadap ketahanan pangan. Ukuran ketahanan pangan dalam penelitian ini menggunakan rasio ketersediaan beras, yaitu Rasio Konsumsi Normatif per kapita terhadap Ketersediaan Beras. Penelitian dilakukan di Kabupaten Simalungun pada bulan Pebruari sampai bulan April tahun 2020. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Simalungun dan Provinsi Sumatera Utara; Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun dalam periode tahun 1988-2018. Data dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda. Rasio ketersediaan beras rata-rata di Kabupaten Simalungun pada tahun1988-2018 adalah 0,41. Dengan surplus rata-rata 225.856 ton per tahun, ketahanan pangan (beras) Kabupaten Simalungun berada pada status surplus tinggi. Luas areal panen padi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan; yang berarti bahwa penambahan luas lahan areal panen padi akan menurunkan rasio ketersediaan beras. Penurunan rasio ketersediaan beras berarti meningkatkan ketahanan pangan. Jumlah penduduk berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan; dimana pertambahan penduduk akan menaikkan rasio ketersediaan beras. Meningkatnya rasio ketersediaan beras berarti menurunkan ketahanan pangan. Ketersediaan beras tahun sebelumnya berpengaruh negatif dan sangat signifikan terhadap ketahanan pangan; dimana peningkatan jumlah ketersediaan beras tahun sebelumnya akan menurunkan nilai rasio ketersediaan beras. Dengan kata lain, ketersediaan beras tahun sebelumnya berperan positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi sekaligus rekomendasi bahwa diperlukan pengendalian laju alihfungsi lahan sawah, peningkatan produktivitas padi sawah dan padi ladang; pengendalian jumlah penduduk, diversifikasi pangan pokok; yang pada gilirannya akan meningkatkan ketersediaan beras tahun sebelumnya dan meningkatkan rasio ketersediaan beras dan meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Simalungun.
Studi Karakteristik Flakes Tepung Pisang Kepok (Musa paradisiaca var. Formatipyca) Dengan Subtitusi Tepung Sagu Adminarwati Hulu; Yoga Aji Handoko
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 29 No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v29i1.1035

Abstract

Flakes merupakan produk makanan kering, berkadar air rendah, berbentuk lembaran tipis yang banyak disukai oleh masyarakat karena waktu yang singkat serta cepat dalam penyajiannya. Pada umumya, tepung jagung, tepung beras, serta tepung gandum merupakan bahan dasar dalam pembuatan flakes. Penggunaan jenis tepung lain juga telah banyak digunakan dalam pengolahan flakes salah satunya tepung pisang kepok, namun penggunaan tepung pisang kepok memiliki kelemahan terkait tingkat kerenyahan rendah. Tingkat kerenyahan pada produk dipengaruhi oleh kandungan amilosa bahan. Substitusi tepung sagu yang memiliki kadar amilosa relatif tinggi diharapkan dapat memperbaiki tekstur dan karakteristik produk flakes berbasis tepung pisang kepok. Melalui permasalahan ini, maka diperlukan substitusi bahan tepung sagu untuk memperbaiki karakteristik flakes. Tujuan penilitian menganalisis pengaruh perbandingan yang tepat tepung pisang kepok dengan tepung sagu dan menentukan perbandingan yang terbaik terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik flakes. Pelaksanaan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 1 faktor yaitu subtitusi tepung sagu terhadap tepung pisang kepok (100%), (60%:40%), (70%:30%) dan (80%:20%). Data dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) serta uji lanjut menggunakan DMRT selang kepercayaan 5%. Berdasarkan hasil analisis sifat fisikokimia perlakuan 60% tepung pisang: 40% tepung sagu menunjukkan hasil yang terbaik, dengan kadar air (1,461%), kadar abu (3,8400), kadar lemak (0,151667), kadar protein (1,20000), kadar karbohidrat (78,798), daya serap (92,023), dan serat kasar (3,9000). Pengujian organoleptik juga menunjukan bahwa perlakuan 60% tepung pisang : 40% tepung sagu merupakan perlakuan terbaik, dengan indeks penilaian yang optimal antara lain aroma (70% suka), warna (64% suka), rasa (67,33% suka), dan tekstur (80,67% sangat suka), sedangkan untuk perlakuan lainnya penilaian panelis terhadap produk rata-rata pada kategori “suka”.
Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Anggota Kelompok Tani Agrowisata Gemahripah, Kabupaten Semarang Tirta Miranda Tumenggung Mayang; Wulan Sumekar; Kadhung Prayoga
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 29 No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v29i1.1037

Abstract

Pandemi dan masalah internal telah menyebabkan Agrowisata Gemahripah di Desa Duren menjadi sepi pengunjung. Terjadinya masalah internal disebabkan akibat kurangnya modal dan rendahya sumberdaya manusia, terutama tenaga yang terampil dan profesional dalam hal manajerial di bidang agrowisata. Masalah lain yang timbul adalah petani krisan mulai banyak yang pesimis akibat pandemi covid-19. Kondisi ini menyebabkan kepuasan kerja yang terganggu. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melihat pengaruh lingkungan kerja fisik dan non-fisik terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Krisan Agrowisata Gemahripah, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Metode penentuan sampel menggunakan metode sample jenuh (sensus) dengan total sampel sebanyak 32 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota kelompok tani terhadap lingkungan kerja fisik termasuk kategori kurang baik dan terhadap lingkungan kerja non fisik termasuk kategori baik. Tingkat kepuasan petani sebagai anggota kelompok tani Gemahripah termasuk kategori tinggi. Lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik bepengaruh signifikan terhadap terhadap kepuasan kerja petani anggota kelompok tani Gemahripah. Diharapkan para anggota Kelompok Tani Krisan Agrowisata Gemahripah mendapatkan bantuan modal dan bantuan pelatihan dari pemerintah sehingga masalah kurangnya modal dan rendahnya sumberdaya manusia dapat ditangani dengan baik.