cover
Contact Name
-
Contact Email
agrolandnasional@gmail.com
Phone
+6285341013266
Journal Mail Official
agrolandnasional@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.KM. 9, Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Core Subject : Agriculture,
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian (P-ISSN: 0854-641X ; E-ISSN: 2407-7607) is a scientific journal published by Tadulako University. This journal specializes in the study of agriculture. The managers invite scientists, scholars, professionals, and researchers in the disciplines of Agriculture to publish their research results after the selection of manuscripts, review of partners, and editing process. This journal is published is 3 times a year. Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian welcomes high-quality manuscripts resulted from a research project in the scope of agriculture related to aspects of Soil Science, Food Science, Agricultural Economics, Agronomy, Agricultural Diversification and Plant Protection. The manuscript must be original research, written in Bahasa (Indonesia), and not be simultaneously submitted to another journal or conference.
Articles 262 Documents
Deskripsi Dampak Gempa Bumi dan Likuifaksi Terhadap Petani di Desa Jono Oge Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah Karlina Muhsin Tondi
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i2.987

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak gempa bumi dan likuifaksi terhadap petani di Desa Jono Oge Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan instrumen angket dan wawancara. Informasi juga diperoleh melalui studi dokumen dan observasi lapangan. Subjek penelitian ini adalah petani di Desa Jono Oge Kabupaten Sigi. Teknik pemilihan responden dilakukan dengan pertimbangan tertentu (purposive sampling). Angket yang berisi sepuluh pertanyaan dan telah divalidasi oleh ahli diberikan kepada sepuluh orang petani. Selain itu, wawancara dilakukan pada empat orang petani di desa tersebut. Studi dokumen dilakukan dengan menelusuri informasi pada Kantor BPS Kabupaten Sigi, Kantor Desa Jono Oge dan sejumlah media online yang memberitakan gempa bumi dan likuifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah pada tanggal 28 September 2018. Observasi dilakukan pada lahan yang terdampak gempa bumi dan likuifaksi. Observasi ini juga dilakukan pada saluran irigasi yang rusak serta lahan yang diolah oleh petani saat ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa luas lahan pertanian yang hilang sekitar 250 Ha dan saluran irigasi yang digunakan oleh petani selama ini mengalami kerusakan. Untuk tetap dapat melakukan profesi sebagai petani, mereka menyewa lahan pertanian yang ada di desa terdekat seperti Desa Lolu, Sidera dan Pombewe. Sumber air berupa air tanah digunakan dan irigasinya dibantu dengan peralatan Alcon yang disumbangkan oleh beberapa organisasi. Pendapatan petani juga mengalami penurunan hingga hampir 50%. Dengan demikian disimpulkan bahwa adanya bencana gempa bumi dan likuifaksi sangat berdampak terhadap kehidupan petani di Desa Jono Oge Kabupaten Sigi.
Mutu Kacang Tanah Rendah Lemak yang Diberi Berbagai Variasi Perlakuan Pupuk Kandang dan Mulsa Chitra Anggriani Salingkat; Amalia Noviyanty
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i2.988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai variasi perlakuan mulsa dan pupuk kandang terhadap mutu kacang tanah rendah lemak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yang terdiri 16 perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah dosis mulsa yaitu 1) tanpa mulsa, 2) mulsa 2,5 ton/ha, 3) mulsa 5 ton/ha dan 4) mulsa 7,5 ton/ha. Sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk kandang yaitu 1) tanpa pupuk kandang, 2) pupuk kandang 5 ton/ha, 3) pupuk kandang 10 ton/ha dan 4) pupuk kandang 15 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan pemberian mulsa dan pupuk kandang dengan dosis berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap mutu rasa, aroma, warna dan kesukaan. Reduksi minyak 93,42 %, kadar air 4,56 %, persentase kulit kacang 23,89% dan persentase biji 76,10 % memberikan hasil terbaik pada perlakuan penggunaan mulsa 7,5 ton/ha dan pupuk kandang 15 ton/ha.
Integrasi Pasar Biji Kakao di Tingkat Petani Kabupaten Parigi Moutong dan Eksportir di Kota Palu Ihdiani Abubakar
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i2.990

Abstract

Kakao merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Parigi Moutong. Sebagian besar usahatani adalah perkebunan rakyat. Hasil panen biji kakao di Kabupaten Parigi Moutong dipasarkan langsung ke eksportir yang ada di Kota Palu melalui pedagang di tingkat kecamatan maupun pedagang provinsi, selanjutnya eksportir yang menjual ke negara tujuan. Harga biji kakao yang tinggi di tingkat pedagang dan eksportir belum dirasakan oleh petani kakao di Kabupaten Parigi Moutong. Masalah mendasar yang dihadapi petani biji kakao di Kabupaten Parigi Moutong adalah posisi tawar petani lemah dalam penentuan harga.Kondisi pasar yang tidak bersaing mempengaruhi perilaku lembaga pemasaran berupa mekanisme penentuan harga. Respon dan seberapa cepat perubahan harga tersebut dirasakan pada setiap lembaga pemasaran akan diketahui melalui analisis kinerja pasar. Hasil analisis integrasi pasar antara petani kakao di Kabupaten Parigi Moutong dengan eksportir di Kota Palu dalam jangka pendek tidak terintegrasi artinya perubahan harga kakao di tingkat eksportir tidak mempengaruhi harga kakao di tingkat petani. Namun, dalam jangka panjang terintegrasi artinya perubahan harga kakao di tingkat eksportir diikuti mempengaruhi harga di tingkat petani. Tidak terintegrasinya harga di tingkat eksportir terhadap harga di tingkat petani di Kabupaten Parigi Moutong sebenarnya dapat ditelusuri melalui saluran pemasaran.Bila petani dapat menjual ke eksportir dengan harga di tingkat eksportir maka margin tataniaga dapat ditekan. Tetapi, tidak ada petani yang menjual langsung ke eksportir, karena eksportir berada di Kota Palu, sehingga petani harus meluangkan waktu, dan mengeluarkan biaya transportasi dan konsumsi diperjalanan.
Strategi Pengembangan Agribisnis Kakao di Sulawesi Tengah Siti Yuliaty Chansa Arfah
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i2.991

Abstract

Selama sepuluh tahun terakhir, kinerja agribisnis kakao Indonesia menurun. Hal ini ditunjukkan oleh penurunan luas areal perkebunan kakao, diikuti oleh penurunan produksi dan volume ekspor. Strategi pengembangan agribisnis kakao yang dihasilkan melalui Analisis SWOT dan Arsitektur Strategi lebih diarahkan kepada peningkatan kinerja petani kecil pada perkebunan rakyat dengan cara memperkuat kelompok tani dan mengoptimalkan peran asosiasi-asosiasi. Sementara, bagi perkebunan negara dan swasta lebih mengarah kepada peningkatan volume produksi dan diversifikasi produk kakao dengan orientasi pasar ekspor. Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah peningkatan aktivitas promosi dan penyebaran informasi tentang kakao dan manfaatnya untuk meningkatkan konsumsi kakao domestik.
Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Petani Cengkeh di Kabupaten Toli-Toli Hardiyanti Sultan
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i2.992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan terhadap konsumsi petani cengkeh di Kabupaten Toli-Toli. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Sebelum menganalisis pengaruh pendapatan terhadap konsumsi, pertama-tama dianalisis pola konsumsi yang dilakukan oleh petani cengkeh dan dijelaskan secara deskriptif kemudian dilakukan analisis regresi sederhana menggunakan alat pengolah data SPSS 22 untuk menentukan pengaruh pendapatan terhadap konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi pangan lebih besar daripada pola konsumsi non pangan. Pengeluaran untuk konsumsi pangansebesar 65,74% dari total pengeluaran untuk konsumsi keseluruhan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh positif terhadap konsumsi. Semakin meningkat pendapatan petani, konsumsi petani juga meningkat. Koefisien regresi untuk konsumsi sama dengan 0,935 yang berarti bahwa setiap penambahan satu unit pendapatan akan dikeluarkan pada 0,935 untuk konsumsi sehingga petani cengkeh hanya dapat menghemat sebesar 0,07.
Respon Perbungaan Tanaman Globba leucantha var. bicolor Holttum Dengan Pemberian Berbagai Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh dan Media Tanam Dihan Warseto; Nurcahyo Widyodaru Saputro
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i3.993

Abstract

Globba leucantha merupakan salah satu jenis tanaman yang menarik perhatian para peneliti, tanaman ini belum dikenal secara luas sehingga masyarakat sering menyebutnya sebagai tanaman liar. Tanaman ini memiliki bunga yang cukup unik yaitu menyerupai ratu angsa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan respon perbungaan tanaman Globba leucantha var. bicolor Holttum dengan pemberian berbagai konsentrasi ZPT dan media tanam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal yang terdiri dari kombinasi Zat Pengatur Tumbuh dan Media tanam dengan sembilan perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan kemudian dianalisis menggunakan uji DMRT taraf 5%. Parameter yang dianalisis diantaranya adalah fenologi bunga, waktu muncul bunga, dan jumlah bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi zat pengatur tumbuh dan media tanam memberikan pengaruh nyata terhadap waktu muncul bunga dan jumlah bunga. Hasil rata-rata waktu muncul bunga terbaik pada perlakuan (0,50 cc/liter + 35% tanah + 10% pasir + 55% bokashi) yakni pada 33,33 hari setelah tanam, jumlah bunga terbaik pada perlakuan (0,50 cc/liter + 35% tanah + 10% pasir + 55% bokashi) yakni sebanyak 16,66 malai bunga.
Analisis Peranan Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan pada Perekonomian Kabupaten Deli Serdang Francisca Wenny Astriani Widya Sari; Rita Herawaty Br Bangun
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i3.994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi setiap subsector pertanian, kehutanan, dan perikanan dan menganalisis pergeseran pertumbuhan sektor pertanian, serta menganalisis subsektor yang menjadi unggulan dalams ektorpertanian, kehutanan dan perikanan, pada struktur perekonomian di Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) analisis yaitu: typology klassen (TK), loqation question (LQ) dan shift share (SS). Analisis TK menunjukkan bahwa kabupaten Deli Serdang termasuk daerah yang mempunyai potensi untuk berkembang dan tumbuh secara ekonomi dalam sector pertanian di Sumatera Utara. Analisis LQ menunjukkan bahwa pada subsector tanaman pangan, perkebunan semusim, tanaman hortikultura tahunan dan lainnya, peternakan, jasa pertanian dan perburuan, serta perikanan merupakan subsector unggulan di Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan analisis SS menunjukkan bahwa pada subsector tanaman hortikultura semusim dan subsector kehutanan dan penebangan kayu mempunyai daya saing yang tinggi dan berpotensi untuk maju dan tumbuh yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Deli Serdang.
Strategi Pengembangan Usahatani Nilam di Kecamatan Batudaka Kabupaten Tojo Una-Una Habibi Habibi; Saiful Darman; Lien Damayanti
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i3.995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan usahatani nilam di Kecamatan Batudaka. Tempat penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Batudaka merupakan salah satu kecamatan di kepulauan yang mengembangkan nilam di Kabupaten Tojo Una-una. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (simple randon sampling methode) masing-masing 15% dari populasi petani nilam di tiga desa. Jumlah sampel sebanyak 28 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil Analisis SWOT menunjukkan bahwa usahatani nilam berada pada posisi kuadran I (mendukung strategi Agresif) dengan strategi SO (Strenghts-Opportunities). Program atau aktivitas yang diusulkan untuk dilaksanakan, meliputi: (1). Mengoptimalkan sumber daya lahan dalam upaya peningkatan produksi, (2). Memanfaatkan peran Kelompok Tani dalam upaya pengembangan strategi pemasaran, (3). Menggerakkan petani untuk berfikir dan bertindak dalam melaksanakan sesuatu yang lebih baik dan menguntungkan dalam upaya peningkatan produktifitas Usahatani Nilam dalam menjamin kontinuitas produksi, (4). Mengembangkan bibit Lokal yang unggul Melalui dukungan Pemerintah
Analisis Penerimaan Konsumen Moringa Biscuit (Biskuit Kelor) Diperkaya Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Yuanita Indriasari; Fitriani Basrin; Miming Berlian Hi. B. Salam
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i3.996

Abstract

Daun kelor banyak dimanfaatkan menjadi pengkaya nutrisi pada berbagai produk pangan, akan tetapi penggunaannya masih belum optimal karena rasa pahit dan aroma langu daun kelor. Hal ini disebabkan tingginya kadar saponin pada daun kelor. Untuk itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan menurunkan kadar saponin sehingga diperoleh tepung daun kelor dengan kadar saponin sebesar 0,79%; protein 28,705%; vitamin C 90,77 mg/100 g dan vitamin A 3590 μg/100 g. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruhnya pada produk pangan maka tepung daun kelor hasil penelitian ini (sampel T1W1P1) difortifikasi ke produk biskuit untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap tepung ini. Analisis daya terima produk biskuit ini dilakukan dengan cara 3 metode yaitu metode uji tingkat kepentingan konsumen terhadap atribut (uji nilai importance to customer ), metode uji pembedaan (triangle test) untuk seleksi panelis dan uji deskriptif (uji scoring) untuk pengujian pengaruh penambahan tepung ekstrak daun kelor terhadap organoleptik biskuit. Penilaian dilakukan terhadap empat parameter yaitu warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel biskuit BK5 (tepung terigu 95%, tepung daun kelor 5%) dengan nilai masing-masing atribut yaitu Rasa = 4,20 (enak), warna = 3,84 (sesuai kontrol), aroma = 3,84 (tidak langu) dan tekstur = 4,16 (renyah). Hal ini berarti kadar saponin pada tepung daun kelor yang dapat diterima panelis sebesar 3,95 gr.
Strategi Pengembangan Usahatani Kopi di Desa Tombiano Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una Una Ambar Subekti; Rustam Abd. Rauf; Lien Damayanti
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26 No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v26i3.997

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan), faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan mengetahui formulasi strategi dalam pengembangan usahatani kopi. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) menggunakan metode slovin dengan jumlah sampel 28 orang. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif dan formulasi strategi dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian dari data analisis Internal Strategic Faktor Analysis Summary (IFAS) faktor kekuatan (strengths) mempunyai nilai sebesar 2,08 dan kelemahan (weaknesses) mempunyai nilai sebesar 1,24. Nilai ini dapat diartikan bahwa usaha pengembangan usahatani kopi di lokasi penelitian memiliki kekuatan yang lebih besar, yaitu sekitar 62,73% dibandingkan dengan kelemahannya sebesar 37,27%. Sedangkan berdasarkan hasil analisis Eksternal Strategic Faktor Analysis Summary (EFAS), bahwa faktor peluang (opportunities) mempunyai nilai sebesar 1,63 dan ancaman (threats) mempunyai nilai sebesar 0,88. Nilai ini dapat diartikan bahwa peluang yang dimiliki masih lebih besar dibandingkan dengan ancaman yang ada, yaitu 64,81% peluang dibandingkan dengan 35,19% ancaman. Sehingga formulasi strategi inti (Core Strategy) yang dijadikan strategi pengembangan usahatani kopi yang terdiri dari 3 program yaitu : Mengoptimalkan lahan usahatani melalui bibit berkualitas untuk mengimbangi permintaan kopi yang tinggi; Penyediaan suplai produksi kopi mengembangkan sumberdaya lokal, yang dilakukan melalui pengembangan lahan usaha tani akibat tingginya harga kopi; Meningkatkan produksi kopi melalui perkembangan teknologi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.