cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020): June" : 7 Documents clear
Pembangkit Listrik Termoelektrik Terintegrasi Kompor Sekam Padi Yeni Rima Liana; Agus Agus Yulianto; Ian Ian Yulianti
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.24000

Abstract

Penggunaan bahan bakar menjadi kebutuhan sehari-hari rumah tangga terutama untuk memasak. Keterbatasan persediaan bahan bakar gas menyebabkan peralihan ke bahan bakar alternatif seperti penggunaan  kompor sekam padi. Ruang pembakaran dirancang untuk mencapai pembakaran sempurna dengan meningkatkan efisiensi dan mengurangi polusi udara dalam ruangan. Pengembangan tambahan yang diperkenalkan dalam penelitian ini, melibatkan penggunaan 6 modul generator termoelectric TEC1-12706 yang dirangkai secara seri untuk membangkitkan energi listrik untuk penerangan dan pengisian daya handphone. Uji eksperimental sederhana dilakukan dengan menvariasikan massa sekam padi 200 gram dan 500 gram. Hasil penelitian ini didapatkan tegangan output maksimum sebesar 6,21 volt dan arus yang masuk ke baterai sebesar 2,40 A yang dapat digunakan untuk penerangan dan pengisian daya handphone  sampai 70% dari daya awalnya yang dicapai untuk bahan bakar 500 gram sekam padi.   The use of fuel is a daily necessity for the household, especially for cooking. Limited supply of natural gas causes a shift to alternative fuels such as the use of rice husk stoves. The combustion chamber is designed to achieve complete combustion by increasing efficiency and reducing indoor air pollution. Additional development introduced in this study, involves the use of 6 TEC1-12706 thermoelectric generator modules arranged in series to generate electrical energy for lighting and charging mobile phones. A simple experimental test was carried out by varying the mass of rice husk 200 grams and 500 grams. The results of this study obtained a maximum output voltage of 6.21 volts and                a current entering the battery of 2.40 A which can be used for lighting and charging mobile phones up to 70% of the initial power achieved for 500 grams of rice husk fuel. Keywords: Thermoelectric Generator, rice husk stove, electric energy generator.
Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Magnetik CoZnFe2O4 dengan Metode Kopresipitasi Heri Kiswanto; Edi Suharyadi; Takeshi Kato; Satoshi Iwata
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.24084

Abstract

Nanopartikel CoZnFe2O4 telah berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi dan di-annealing pada suhu yang berbeda, yaitu 400ºC, 600ºC, 800ºC dan 1000ºC selama 2 jam. Ukuran kristalit diestimasi dengan formula Scherrer’s dan ditemukan meningkat dari 13,4 hingga 39,2 nm akibat pertumbuhan butir. Parameter kisi ditemukan meningkat dari 8,18 hingga 8,25 Å akibat subtitusi Zn akibat subtitusi Zn yang memiliki radius ionic lebih besar. Spektra FTIR mengkonfirmasi adanya vibrasi stretching pada bilangan gelombang sekitar 478 dan 586 cm-1 pada kisi tetrahedral dan kisi oktahedral. Baik koersivitas (Hc) maupun magnetisasi saturasi (Ms) meningkat dari 51-191 emu/g dan 150 – 250 Oe dengan meningkatnya suhu annealing karena adanya pertumbuhan butir serta perubahan mikrostruktur. Citra TEM menunjukan bahwa morfologi dan mikrostruktur berubah secara signifikan selama annealing. Pada suhu 1000ºC memberikan hasil optimum pada nilai Ms dan Hc sampel nanopartikel CoZnFe2O4.CoZnFe2O4 nanoparticles was successfully synthesized by the coprecipitation method and annealed at different temperatures, i.e.  400ºC, 600ºC, 800ºC and 1000ºC for two hours. The crystallites size was estimated by the Scherrer’s formula and found to increase from 13.4 to 39.2 nm due to grain growth. The lattice parameter was found to increase from 8.18 to 8.25 Å due to Zn substitution which has a larger ionic radius. The FTIR spectra confirm the existence of stretching vibrations in wave numbers around 478 and 586 cm-1 in the tetrahedral and octahedral lattice. Both coercivity (Hc) and saturation magnetization (Ms) increased from 51 - 191 emu / g and 150 - 250 Oe with increasing annealing temperature. This can be correlated with grain growth and microstructural changes. TEM images showed that morphology and microstructure significantly changed during annealing process. At the temperature of 1000 ºC gives optimum results for the Ms and Hc values of the CoZnFe2O4 nanoparticles.Keywords  :  CoZnFe2O4; Annealing temperature; Crystal Structure; Magnetic Properties. 
Penentuan Tingkat-Tingkat Energi Vibrasi Molekul Hidrogen Pada Keadaan Elektronik Dasar Menggunakan Potensial Morse Redi Kristian Pingak; Albert Zicko Johannes
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.18614

Abstract

Pendekatan Born-Oppenheimer diterapkan untuk menghitung tingkat energi vibrasi keadaan dasar molekul hidrogen. Persamaan Schrodinger untuk inti atom diselesaikan dengan menggunakan metode semi-klasik, di mana inti atom diasumsikan bergerak secara klasik dalam sumur potensial dan energi vibrasi ditentukan dengan menerapkan aturan kuantisasi kuantum. Potensial yang digunakan pada penelitian adalah potensial Morse. Dalam penelitian ini, tingkat energi vibrasi dihitung dengan metode numerik, yaitu metode integrasi Simpson dan metode regula falsi. 15 Tingkat energi vibrasi dari molekul H2 diperoleh dan dibandingkan dengan data hasil eksperimen. Perbandingan ini mengindikasikan pendekatan yang digunakan pada penelitian ini memberikan hasil yang sangat akurat pada tingkat energi vibrasi yang relatif rendah (0≤n≤4), dengan kesalahan kurang dari 0,7%, dan untuk 5≤n≤8 dengan kesalahan maksimum 7,3%. Keakuratan menurun ketika tingkat energi vibrasi meningkat. Secara khusus, untuk n = 13 dan n = 14, kesalahan meningkat secara signifikan, menunjukkan gagalnya pendekatan ini untuk tingkat energi vibrasi yang relatif tinggi, khususnya untuk dua tingkat energi ini. Born-Oppenheimer approximation was applied to calculate vibrational energy levels of ground state of Hydrogen molecule. The Schrodinger equation for the nuclei was solved using a semi-classical method, in which the nuclei are assumed to move classically in a potential well and the vibrational energies are determined by applying the quantum mechanical quantization rules. Potential used in this research was the Morse potential. Here, vibrational energy levels of the molecule were calculated using numerical methods, i.e. Simpson integration method and false position method. 15 Vibrational energy levels of the H2 molecule were obtained and compared to the corresponding results from experiments. The comparison indicated that the approximation used in this research yielded very accurate results for relatively low vibrational levels (0≤n≤4), with errors being less than 0.7% and for 5≤n≤8 with maximum of 7.3% errors. The accuracy decreased as the vibrational levels increased, as expected. In particular, for n=13 and n=14, errors significantly increased, indicating the breakdown of the approximation for relatively high vibrational levels, in particular for these two energy levels.           Keywords: Hydrogen Molecule; Morse Potential; Born-Oppenheimer Approximation; Simpson Method; False Position Method
Arah Penyebaran Stress Coulomb pada Batuan akibat Gempabumi Kairatu 26 September 2019 Harti Umbu Mala; Juliany N. Mohamad
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.24500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arah penyebaran stress batuan yang diakibatkan oleh gempabumi Kairatu dan diduga memiliki keterkaitan dengan kejadian gempabumi yang terjadi setelahnya. Penelitin ini menggunakan data kejadian gempabumi yang diperoleh dari katalog United State Geological Survey (USGS) dan Badan Meteorologi, Klimantologi, dan Geofisika (BMKG) pada tanggal 26 September 2019 dan setelahnya. Adapun metode yang digunakan adalah metode perubahan Coulomb stress menggunakan software Coulomb 3.3. Hasil analisis, menunjukkan bahwa gempabumi Kairatu memiliki mekanisme sumber yakni sesar geser sedikit oblige ke arah barat laut, mengalami peningkatan perubahan stress batuan positif yang dominan ke empat arah yakni utara, timur, selatan dan barat dengan kisaran harga 0,4 – 1,0 bar. Kondisi dengan nilai perubahan stress yang tinggi ini, sangat berpotensi membangkitkan gempabumi susulan dengan kedalaman hiposenter berkisar ≤ 70 km. This research aims to study the direction of the coulomb stress change caused by the Kairatu earthquake and its influence with earthquake events that occur afterwards. This research uses earthquake event data obtained from the catalog of the United State Geological Survey (USGS) and Badan Meteorologi, Klimantologi dan Geofisika (BMKG) on September 26, 2019. The method used is the Stress Coulomb Change using Coulomb 3.3 software.The results of the analysis, showed that the Kairatu earthquake had a sourceof focal mechanism is shear fault oblige to northwestward. It has increasing positive stress changes that dominant to the north, east, south and west directions with the range 0.4 - 1.0 bar. This conditions that have high stress changes are very make possible to triggering earthquake after the main earthquake occurred with the hypocenter ≤ 70 km. Kata kunci: Earthquake; Coulomb Stress Change; Kairatu.
Study of Surface Tension Properties looked on Contact Angle Value on 100% Nylon Textile Fabric Using Corona Discharge Plasma Technology Valentinus Galih Vidia Putra; Juliany Ningsih Mohamad; Yusril Yusuf
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.22382

Abstract

This paper provides an explanation of the application of corona discharge plasma in textile field specially for modification  of surface properties and wet ability of nylon 100% fabric. In this research, we have found that the properties of  wet ability of nylon 100% fabric with 70 / inch of weft density and 60/inch of warp density  is influenced by  corona discharged plasma analyzed by the contact angle of the fabric on capillarity phenomena under same test time for contact angle test.       Artikel ini menjabarkan  pemanfaatan aplikasi teknologi plasma pijar korona pada bidang tekstil dalam modifikasi sifat pembasahan pada permukaan kain nilon 100% ditinjau dari sifat fenomena kapilaritas. Hasil riset memperlihatkan bahwa dengan perlakuan plasma pada kain nilon 100% dengan tetal pakan dan lusi masing-masing 70 helai/inci dan 60 helai/inci didapatkan  bahwa terdapat perubahan sifat hidrofilik (dapat lebih mudah menyerap) kain melalui perubahan sudut kontak pada fenomena kapilaritas untuk waktu uji sudut kontak yang sama.
Jarak Minimum Orbit dan Tumbukan Populasi Asteroid dekat-Bumi dengan Planet Bumi Annisa Nur'imani Fauziah; Judhistira Aria Utama; Ferry Mukharradi Simatupang
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.23562

Abstract

ABSTRAKAsteroid dekat-Bumi diketahui memiliki orbit yang kaotik akibat seringnya terjadi papasan dekat dengan planet-planet terestrial. Orbit yang kaotik dapat membuat populasi objek ini berakhir sebagai penumbuk matahari maupun planet-planet. Dalam penelitian ini digunakan 3372 sampel asteroid dekat-Bumi nyata dengan orbit yang dikenal baik (U=0). Evolusi orbit sampel dilakukan dengan memanfaatkan paket integrator Swift_RMVS4 menggunakan model Tata Surya yang terdiri atas Matahari dan kedelapan planet termasuk Bulan sebagai objek terpisah. Propagasi orbit di bawah pengaruh gravitasi dilakukan hingga kurun 2 ´ 106  tahun ke depan dengan langkah waktu komputasi 10-3 tahun (~9 jam). Hingga akhir komputasi diperoleh fluks masuk sampel populasi asteroid dekat-Bumi yang berakhir di zona pembuangan (menumbuk Matahari, terlempar keluar Tata Surya, dan menumbuk planet-planet) adalah sebesar 14 ± 2 asteroid per juta tahun untuk H18 (bersesuaian dengan diameter asteroid 0,67 km – 1,5 km). Berdasarkan informasi jarak minimum orbit (Minimum Orbit Intersection Distance – MOID) seluruh sampel dengan planet Bumi dengan perhitungan berdasarkan geometri, diperoleh nilai kebolehjadian tumbukan intrinsik (Pi) sebesar 1,099 ´ 10-15 per km2 per tahun per objek yang bersesuaian dengan kejadian satu tumbukan dengan planet Bumi setiap 10 juta tahun. Frekuensi tumbukan yang diperoleh ini lebih singkat daripada yang disimpulkan dari penelitian terdahulu. Penggunaan sampel yang lebih banyak dan dengan kualitas orbit yang lebih baik diduga kuat menjadi faktor penyebab perbedaan. Near-Earth Asteroids had been known for their chaotic orbits due to frequent close-encounter with Terrestrial planets. These chaotic orbits responsible to their final fate as planets impactor. Within this work, sample of as many as 3,372 real Near-Earth Asteroids with high quaity orbit (U=0) have been used. The Swift_RMVS4 integrator package accomodating the Solar System model consists of all planets and treated the Moon as a separated object was employed. Asteroids’ orbit computation was run for 2 ´ 106 years forward with 10-3years (~9 hours) timestep and only gravitational force was considered. By the end of computation we found the entrance flux from near-Earth region into sinks (collide the Sun or planets and ejected from the Solar System) as many as 14 ± 2 asteroids per million years for H18 (asteroid’s diameter 0.67 km – 1,5 km). Based on computed asteroid’s minimum orbit distance (Minimum Orbit Intersection Distance – MOID), the intrinsic collision probability (Pi) is 1.099 ´ 10-15 per km2 per year per asteroid which correspond to one impact on Earth every 107 years. This value is lower than previously predicted by other researchers. The use of larger sample with high quality orbits within our work are suspected as the causative difference.    Keywords : Near-Earth Asteroids; Fractional Decay Rate; Collision Rate; MOID.
Rancang Bangun Alat Praktikum Viskometer Berbasis Arduino Infianto Boimau; Ruth N. K. Mellu; Mesakh R. Manuain
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.23903

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun viskometer sebagai alat praktikum fisika untuk menentukan koefisien viskositas zat cair. Prinsip kerja viskometer menggunakan metode bola jatuh bebas berdasarkan konsep hukum Stokes. Rancang bangun viskometer meliputi beberapa tahap yaitu perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, perancangan sistem mekanik, dan pengujian kinerja viskometer. Perancangan perangkat keras terdiri dari sensor inframerah, tombol push button, arduino, LCD, dan catu daya. Perancangan perangkat lunak menggunakan pemrograman bahasa C# berbantuan compiler IDE arduino. Perancangan mekanik terdiri dari penyangga, induksi magnet, katrol, tabung kaca, tali, dan beban. Sedangkan pengujian kinerja viskometer dilakukan dengan mengukur koefisien viskositas gliserin dan oli. Hasil pengujian menunjukkan viskometer yang telah dikembangkan mampu mengukur koefisien viskositas gliserin sebesar 1,07 Pa.s dengan kesalahan relatif sebesar 11,57% dan koefisien viskositas oli mesin sebesar 1,57 Pa.s dengan kesalahan relatif sebesar 1,14%. A design of arduino-based viscometer as physics practicum tool has been conducted to determine coefficient of viscosity of liquid materials. The operational principle of viscometer used free falling ball based on Stokes concept. The construction covered some phases, such as designing hardware, designed software, designing the mechanic system, and testing viscometer’s performance. Hardware construction covered infrared sensor, push button, arduino, LCD, and power supply. Software construction covered language programing C# assisted with arduino IDE compiler. Mechanic construction covered refutation, magnetic induction, pulley, glass tube, rope, and load. Meanwhile, performance testing of viscometer was done through measuring viscosity coefficient of glycerin and oil. The result showed that the developed viscometer was able to measure the viscosity of glycerin that reached  in which its relative error was  and the oil viscosity coefficient reached  in which its relative error was .           Keywords:  practicum tool, viscometer, arduino, viscosity

Page 1 of 1 | Total Record : 7