cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022)" : 17 Documents clear
Analisis Neraca Beras di Kota Banjarbaru Tahun 2015-2019 Eka Husna Aulia; Nina Budiwati; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5995

Abstract

Beras mempunyai peranan yang sangat penting dalam pemantapan ketahanan pangan. Pertumbuhan penduduk berbanding lurus dengan besarnya konsumsi, artinya semakin meningkat jumlah penduduk maka jumlah konsumsi beras akan semakin meningkat sehingga ketersediaan beras harus tercukupi. Keseimbangan antara ketersediaan dan konsumsi beras sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Oleh karena itu, pembahasan tentang neraca ketersediaan dan konsumsi beras perlu untuk dianalisa lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan beras, jumlah konsumsi beras serta neraca ketersediaan dan konsumsi beras di Kota Banjarbaru pada tahun 2015-2019. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis dekskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Dengan menggunakan data time series dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yakni mulai tahun 2015 hingga tahun 2019, diperoleh hasil penelitian rata-rata ketersediaan beras sebesar 3.429 ton yang cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya. Jumlah konsumsi beras rata-rata yang diperoleh sebesar 21.687 ton dengan persentase peningkatan sebesar 4,4% per tahun. Dilihat dari rata-rata jumlah ketersediaan beras dengan rata-rata konsumsi beras penduduk, maka Kota Banjarbaru belum mampu memenuhi kebutuhan berasnya sendiri. Untuk itu, ketersediaan beras di Banjarbaru dipenuhi melalui kabupaten yang memiliki wilayah sentra produksi beras seperti dari Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Kabupaten Barito Kuala dan dari pulau Jawa sehingga daerah yang produksinya rendah mendapat pasokan beras dari daerah atau kabupaten lain yang menjadi daerah surplus beras. Dengan ini diharapkan hasil panen dapat terserap oleh seluruh masyarakat dan kebutuhan beras masyarakat dapat terpenuhi.
Analisis Usaha Pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis” (Studi Kasus pada Usaha Kue Rangai Bapak Muhammad Darwis Nur) Inna Sisbi Laillasa; Umi Salawati; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5986

Abstract

Salah satu UKM Binaan Dinas Koperasi UMKM di Kecamatan Liang Anggang yaitu usaha Kue Tradisional atau Kue Rangai “Mahabbah Salwis”. Penelitian ini dilaksanakan pada usaha pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis”, dimulai dari bulan Januari sampai Maret 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan usaha, besar biaya, penerimaan dan keuntungan dari usaha pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis” serta menganalisa kelayakan usaha pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis”. Mahabbah Salwis adalah industri makanan kue kering (Kue Rangai) khas Kalimantan Selatan. Bahan baku yang digunakan kelapa dan tepung beras (beras menir). Kue rangai banyak dijumpai di sejumlah toko atau pusat oleh-oleh khas Kalimantan Selatan di seputaran Banjarmasin Banjarbaru-Martapura. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total selama 8 minggu pada usaha Kue Rangai “Mahabbah Salwis” sebesar Rp 15.938.321. Penerimaan yang diperoleh selama 8 minggu sebesar Rp 28.140.000. Hal ini menunjukkan usaha Kue Rangai “Mahabbah Salwis” mengalami keuntungan sebesar Rp 12.201.679 selama 8 minggu. Dengan kelayakan secara finansial diperoleh nilai RCR (Revenue Cost Ratio) sebesar 1,76 yang menunjukkan usaha Kue Rangai “Mahabbah Salwis” layak diusahakan.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Marhamah Marhamah; Nina Budiwati; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani padi sawah, faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan dan permasalahan yang dihadapi rumah tangga petani padi sawah pasca banjir 2021 di Kecamatan Sungai Tabuk. Metode penarikan contoh yang digunakan proportional random sampling dengan jumlah 50 sampel dari 4 Desa terpilih. Bahan dikumpulkan melalui wawancara dengan bantuan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, biaya keseluruhan usahatani padi sawah periode tanam Rp10.473.057/usahatani/tahun 2020 atau rata – rata sebesar Rp13.780.338/ha/tahun, penerimaan usahatani padi sawah rata – rata Rp11.700.111,11/usahatani/tahun dan pendapatan usahatani padi sawah rata – rata Rp7.175.691,59/usahatani/tahun. Faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani padi sawah adalah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga dan pendidikan ibu rumah tangga. Sementara itu, permasalahan yang dihadapi petani periode pasca banjir 2021 diantaranya adalah gabah kering panen terendam dan tanaman selain padi ikut mati.
Analisis Pemasaran Susu Bubuk Kambing Etawa pada Kelompok Tani Lebah Madu Merk Marasuka di Desa Sungai Bokor Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar Borneo Ayu Apriyani; Rifiana Rifiana; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5991

Abstract

Susu bubuk merupakan susu yang diolah menjadi susu kering yang padat. Susu bubuk dapat tahan lama sehingga tidak perlu disimpan di lemari es sebab memiliki kandungan uap air sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran susu bubuk kambing, mengetahui anggaran pemasaran, margin, keuntungan dan share, serta mengetahui efisiensi pemasaran di Desa Sungai Bokor Kecamatan Mataraman. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Lebah Madu Merk Marasuka, dari bulan Oktober sampai Juli 2021. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat dua saluran pemasaran yaitu Saluran I (produsen- konsumen) dan Saluran II (produsen-pedagang pengecer-konsumen). Pada Saluran 1 atau rata-rata biaya pemasaran produsen terhadap konsumen sebesar Rp 2.317, margin Rp 10.000, keuntungan Rp 7.683 share 100. Pada Saluran II (produsen-pedagang pengecer-konsumen) rata-rata biaya Rp 378.18/pcs, margin Rp 12.000, dan keuntungan Rp 11.633.
Analisis Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Kue Bawang di Desa Pasayangan Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Muhammad Ersal; Hairi Firmansyah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar biaya, penerimaan, keuntungan, tingkat kelayakan usaha, titik impas, dan mendeskripsikan permasalahan-permasalahan dalam usaha pengolahan kue bawang “Sari Bawang” Bapak Fakih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga bulan Agustus 2021 di industri usaha pengolahan kue bawang “Sari Bawang” yang berlokasi di Desa Pasayangan, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik studi kasus terpusat, wawancara, dan studi pustaka. Data diolah secara tabulasi yakni terdiri dari perhitungan Total Cost, nilai penyusutan barang modal tetap, Total Revenue, dan keuntungan usaha. Untuk menganalisis titik impas, digunakan analisa Break Even Point (BEP) dan untuk menghitungkan tingkat kelayakan usaha digunakan analisis RCR (Revenue Cost Ratio). Hasil menunjukkan bahwa: (1)Total Cost usaha pengolahan kue bawang “Sari Bawang” selama bulan Juli hingga Agustus 2021 adalah sebesar Rp 12.093.476,00; (2) Total penerimaan usaha adalah Rp 15.340.000,00 dengan keuntungan sebesar Rp 3.246.524,00; (3) Tingkat kelayakan usaha pengolahan kue bawang “Sari Bawang” ini sebesar 1,27 sehingga usaha ini tergolong layak untuk diteruskan dan dikembangkan; (4) Titik impas untuk berat 1 kg adalah pada saat penjualan sebanyak 84,49 kg denganjumlah penjualan sebesar Rp 5.280.625,00 dan saat produksi ke-14; (5) permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan modal dan tidak adanya mitra yang dapat membantu dalam permodalan usaha.
Analisis Usahatani Bunga Melati dan Usaha Merangkai Bunga Melati Adat Banjar di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Muhammad Anas Ariffullah; Muhammad Husaini; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5982

Abstract

Usahatani bunga melati dan usaha rangkaian bunga melati adat Banjar merupakan usaha sampingan yang mampu menambah penghasilan masyarakat. Tujuan penelitian menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani bunga melati dan merangkai bunga melati serta nilai tambah yang diperoleh dari usaha merangkai bunga melati adat Banjar di Kecamatan Martapura. Populasi dalam penelitian ini adalah petani bunga melati sekaligus pengrajin perangkai bunga melati yang ada di Kecamatan Martapura yang berjumlah 89 orang, dari jumlah tersebut diambil sebanyak 30 orang dengan teknik acak sederhana. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut digunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan nilai tambah. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total usahatani bunga melati dan rangkaian bunga melati Rp 4.177.248/bulan dengan penerimaan total Rp 5.548.733/bulan, maka pendapatan diperoleh Rp 3.363.897/bulan dan keuntungan Rp 1.361.487/bulan. Nilai tambah usaha pengolahan bunga melati menjadi rangkaian bunga melati adat Banjar sebesar Rp 38.444,44/set dengan rasio 34,19 persen/set.
Persepsi Petani terhadap Usahatani Cabai Hiyung di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Alifah Nor’ain; Mariani Mariani; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5997

Abstract

Cabai hiyung merupakan cabai rawit lokal yang mempunyai agroekosistem rawa lebak. Pada tahun 2020 produksi cabai hiyung mengalami penurunan produksi hanya memproduksi 1210 ton. Hal ini disebabkan, kebanyakan lahan petani terserang antraks dan musim hujan ekstrem yang merendam lahan petani. Sedangkan luas areal tanam mengalami perluasan menjadi 184 ha. Keinginan petani untuk terus menanam ataupun berhenti menanam cabai hiyung dipengaruhi oleh persepsi petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat persepsi petani cabai hiyung di Desa Hiyung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hiyung yang merupakan daerah asal mula cabai hiyung pertama kali dikembangkan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode sempel random sampling sehingga didapatkan sempel sebanyak 29 orang petani yang di ambil dari 289 petani cabai hiyung. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis indeks dan teknik skoring dengan skala 1-5. Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani terhadap usahatani cabai hiyung pada aspek ekonomi, sosial, teknis dan kebijakan masuk ke dalam kategori baik, sedangan fisik wilayah dalam kategori netral. Pada aspek ekonomi memperoleh skor 3,59. Aspek sosial memperoleh skor 3,78. Aspek teknis memperoleh skor 3,65. Aspek fisik wilayah memperoleh skor 3,38 dan aspek kebijakan memperoleh skor 3,48. Sehingga secara keseluruhan persepsi petani masuk ke dalam kategori baik (3,57).

Page 2 of 2 | Total Record : 17