cover
Contact Name
LAILATUL RIF'AH
Contact Email
rifah.lala12@gmail.com
Phone
+6282234437947
Journal Mail Official
ahmad.zaenuri@unkafa.ac.id
Editorial Address
Jl KH Syafii no 07 desa Suci Kec Manyar Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JADID
ISSN : 28287797     EISSN : 2828917X     DOI : https://doi.org/10.33754/jadid.v4i01
This Journal specializes in studying the theories and practices of quranic and islmic communication is intended to express original researches and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics Tafsir Quran Pemikiran Islam dalam Quran Hemeneutik Komunikasi Islam Broadcasting Strategi Dakwah Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 02 (2024): September" : 7 Documents clear
Peran Konten Dakwah Podcast Login (Habib Ja'far dan Onadio Leonardo) dalam Channel Youtube Deddy Corbuzier dan Efektifitas sebagai Media Dakwah Akram, Syahrul
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1269

Abstract

Media Sosial menjadi tren di semua kalangan generasi milenial. Dakwah harus memanfaatkan sebaik mungkin. Jika tidak, arus dalam menyampaikan risalah agama kian melambat dan tertinggal. Artikel ini mendiskusikan peran media sosial (Facebook, Instagram, twitter, dan yotube) dalam menyiarkan konten-konten dakwah di zaman new media. Isi konten dakwah menjadi faktor utama dalam mempengaruhi masyarakat agar mudah di pahami, melalui studi literatur komunikasi dan pengemasan konten yang menarik dengan memanfaatkan media sosial yang sifat edukasi dan menghibur.
Analisis Pendekatan Interpretasi Syahrur terhadap Ayat Jihad dan Qital: Tawaran Pengembangan Metodologi Tafsir Muhsin, Ahmad Anas
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1276

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan metode pembacaan yang digunakan oleh Syahrur dalam menafsirkan ayat jihad dan qital, yang selanjutnya akan menjadi sebuah tawaran pengembangan metodologi tafsir. Syahrur memiliki pendekatan, metode dan teori interpretasi yang berbeda dengan kebanyakan ulama lain, khususnya dalam menafsirkan ayat qit?l. Ia berusaha medekonstruksi metodologi lama yang telah mapan dan kemudian merekonstruksinya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif diskriptif Dimana peneliti akan memotret dan menganalisis kritis pendekatan interpretasi Syahrur di dalam bukunya “tajf?f man?bi’ al- irhab” dengan membenturkannya dengan teori dan metode tafsir mu’tabarah yang telah mapan. Penelitian ini menemukan bahwa syahur dalam menafsirkan ayat qit?l menggunakan metode tafsir qur’an bil quran dengan menjadikan al-Qur’an sebagai objek interpretasi tunggal dan independent. Kemudian ia menggunalan pendekatan linguistik yang dikembangkan oleh Abu Ali al-Farisi, Ibnu Jinni, dan Abdul Qadir al-Jurjani. Berdasarkan bahwa al-Qur’an adalah objek interpretasi tunggal dan independent, kontekstualisasi terhadap segala konteks terletak pada teks al-Qur’an itu sendiri, sehingga konsep sinonimitas, nash mansukh harus ditiadakan karena semua itu dapat mencegah keluesan dan kefleksibelan teks al-Qur’an dalam proses kontekstulisasi menjawab tantangan zaman. Selain itu Syahr?r membedakan antara ayat qisas qurani yang tidak menghasilkan hukum dan ahkam risalah yang menghasilkan hukum. Kata Kunci: Syahrur, Jihad , Qital, Pengembangan, Metode Tafsir.
Strategi Komunikasi Dakwah melalui Public Speaking KH. Abdul Ghofur Lamongan Jawa Timur Rofiq, Mohammad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1286

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi dakwah melalui public speaking yang diterapkan oleh KH. Abdul Ghofur, seorang kiai terkemuka dari Lamongan, Jawa Timur. KH. Abdul Ghofur dikenal karena gaya ceramahnya yang humoris, lugas, dan menyentuh hati, yang mampu menarik perhatian berbagai kalangan. Strategi komunikasi yang digunakannya mencakup pendekatan personal dan dialogis, penggunaan bahasa sederhana, teknik storytelling, humor, penguasaan materi dan retorika yang kuat, serta adaptasi terhadap kondisi sosial dan budaya audiens. Pendekatan komunikasi personal dan dialogis menciptakan suasana yang interaktif dan akrab, sedangkan penggunaan bahasa yang sederhana memudahkan pemahaman pesan oleh jamaah. Teknik storytelling dan humor membuat dakwah menjadi lebih menarik dan mudah diingat, sekaligus mencairkan suasana dan menjaga perhatian audiens. Penguasaan materi dan retorika yang kuat memungkinkan beliau menyampaikan pesan agama dengan cara yang relevan dan persuasif. Selain itu, adaptasi terhadap kondisi sosial dan budaya audiens memastikan bahwa pesan dakwah sesuai dengan kebutuhan dan latar belakang jamaah. Keseluruhan strategi ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang inklusif, adaptif, dan komunikatif dalam meningkatkan efektivitas dakwah di era modern. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi para pendakwah dalam mengembangkan metode komunikasi dakwah yang efektif dan kontekstual. Keyword: Public Speaking, Strategi Komunikasi Dakwah, dan Kh. Abdul Ghofur.
Polemik Nasikh Mansukh dalam QS. al-Nahl: 101: Relevansi dan Kontekstualisasinya Khotami, Ahmad Izzuddin; Masruhan
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.903

Abstract

Nasikh mansukh merupakan konsep yang menimbulkan polemik dalam studi Al-Qur’an. Khususnya, QS. al-Nahl: 101 yang sering dikutip sebagai contoh naskh. Tulisan ini membahas berbagai penafsiran, relevansi, dan kontekstualisasi ayat tersebut. Penafsiran tradisional menegaskan bahwa naskh terjadi ketika ayat-ayat Allah menggantikan yang lainnya, namun pandangan ini dipertanyakan oleh beberapa sarjana modern. Mereka mengklaim bahwa konsep ini menunjukkan evolusi hukum Allah yang terbuka terhadap perubahan konteks sosial. Kontekstualisasi naskh dalam konteks kontemporer juga diperdebatkan. Beberapa ulama menegaskan bahwa prinsip naskh relevan dalam hukum Islam modern, sementara yang lain menolaknya karena pengaruh sosial dan kontekstualisasi. Oleh karena itu, polemik mengenai nasikh Mansukh mencerminkan kompleksitas dalam memahami Al-Qur'an dan kontekstualisasinya dalam konteks zaman. Kesimpulannya, pemahaman terhadap QS. al-Nahl: 101 memerlukan penelitian mendalam yang memperhatikan konteks historis dan interpretasi kontemporer.
Ru'yatullah dalam Al Qur'an: Studi Teologis Tafsir Al-Mizan fi Tafsiril Qur’an Zakiyah, Fatimah; Bakti Gama, Cipta
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1271

Abstract

Ru’yatulla>h telah melahirkan beragam penafsiran ada yang mengatakan bahwa kelak Allah bisa dilihat pun sebaliknya. Penafsiran tersebut biasanya menginterpretasikan keilmuan dari mufasir, dalam hal konsep ini cenderung menginterpretasikan paham ideologi dari muafasir. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penafsiran tokoh yang mewakili shiah dan bagaimana corak teologi dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut dari aspek subjektivitas dan objektivitasnya. Dengan jenis penelitian deskriptif analisis. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa penafsiran T}ab?t}ab?'? menekankan bahwa konsep Ru'yatulla>h (melihat Allah) harus dipahami sebagai pengalaman spiritual, bukan penglihatan fisik. Berdasarkan penafsiran terhadap QS. Al-Qiyamah [75]: 22-23, QS. Al-A'raf [7]: 143, dan QS. Al-An’am [6]: 103, T}ab?t}ab?'? menjelaskan bahwa Allah melampaui batasan fisik dan tidak bisa dilihat dengan mata, melainkan hanya dapat dikenal melalui pengetahuan batin yang mendalam. Ia secara tegas menolak penafsiran antropomorfis dan menegaskan pentingnya makrifatulla>h atau pengetahuan spiritual dalam mengenal Allah. Pendekatan T}ab?t}ab?'? ini mencerminkan sintesis antara prinsip teologi Shiah dan pemahaman filosofis, serta menggarisbawahi transendensi dan tauhid dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Meskipun penafsiran T}aba>t}aba>’i> sangat dipengaruhi oleh ideologinya terdapat sisi objektivitas dalam pendekatannya. Ia menggunakan metodologi yang konsisten, menerapkan prinsip filosofis dan teologis yang mendalam, merujuk pada sumber-sumber tradisional, dan menolak penafsiran yang tidak konsisten dengan prinsip tauhid. Kata Kunci: Ru’yatulla>h, Corak teologi, Tafsir Al-Mi>za>n Fi> Tafsiril Qur’a>n
The Transformation of Qur'an Interpretation and The Dynamics of Text Authority in Indonesia: A Critical Analysis Zulliandi, Yuviandze Bafri
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1285

Abstract

Studi tafsir Al-Quran di Indonesia telah mengalami transformasi yang signifikan, yang mencerminkan interaksi dinamis antara otoritas tekstual dan konteks sosial-budaya. Transformasi tafsir di Indonesia bukan sekadar pengejaran ilmiah, tetapi juga refleksi dari lanskap sosial-politik dan budaya yang lebih luas yang membentuk penafsiran teks suci. Transformasi ini terbukti dalam berbagai pendekatan tafsir, mulai dari metode tradisional hingga analisis kontekstual modern, yang mengungkap kerangka epistemologis yang mendasarinya dan sikap ideologis para penafsir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis kritis untuk mengeksplorasi evolusi otoritas interpretatif dan pergeseran strategi hermeneutika dalam konteks Indonesia. Studi ini menyimpulkan bahwa dinamika otoritas tekstual Al-Quran di Indonesia merupakan hasil interaksi yang kompleks antara tradisi, inovasi, dan kekuatan sosial-politik.
Konstruksi Pemikiran Abu Ishaq Al-Syatibi: Kajian Metodologi Studi Islam Zainuddin, Ahmad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1306

Abstract

Abstrak: Studi Islam merupakan kajian keislaman dengan objek materi ajaran-ajaran agama dan fenomena keberagamaan masyarakat. Teori dan metode yang digunakan pun bersumber dari berbagai disiplin ilmu, baik doktrinal-normatif maupun yang bersifat historis-empiris. Dua pendekatan itu telah banyak dilakukan oleh tokoh pemikir muslim dunia dengan berbagai disiplin ilmunya, sehingga kajian studi Islam juga dapat dilakukan melalui studi pemikiran para tokoh dalam perspektif metodologis. Salah satu pemikir muslim yang memiliki sumbangsih besar dalam diskursus hukum Islam adalah Abu Ishaq Al-Syatibi. Paper ini merupakan hasil penelitan kualitatif dengan metode literatur review atas berbagai artikel hasil penelitian dan pemikiran yang sudah ada tentang Abu Ishaq Al-Syatibi. Tulisan ini difokuskan pada tela’ah biografi, karya-karyanya dan metode-metode yang digunakan dalam kajianya sebagai bagian kontruksi berfikirnya. Al-Syatibi juga melahirkan banyak karya dari disiplin ilmu bahasa dan ushul fiqh. Al-Syatibi juga ulama yang mampu mengkonseptualisasikan maqasid syari’ah secara baik dan luas yang menggunakan metode hermenutik, istiqra’ ma’naqi dan maslahah mursalah. Dari pemikiranya inilah, kemudian konsep maqasid berkembang luas dan diaplikasikan dalam banyak kehidupan modern umat islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 7