cover
Contact Name
Rigel Sampelolo
Contact Email
rigelsampelolo@gmail.com
Phone
+6281355901918
Journal Mail Official
rigelsampelolo@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja Kampus II UKI Toraja, Kakondongan Jln. Poros Sa’dan Tallunglipu, Toraja Utara Sulawesi Selatan- Indonesia
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AgroSainT: Jurnal Ilmiah
ISSN : 20862237     EISSN : 27154521     DOI : https://doi.org/10.47178/nkqt4j63
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan secara online melalui Online Journal System (OJS) pada tahun 2019. Untuk memuat artikel pada Jurnal AgroSainT, penulis dapat menyampaikan naskah artikel secara langsung maupun mengirimkan artikel secara daring kepada alamat dewan redaksi. Fokus dan Scope Jurnal ini adalah Pertanian, Ilmu Petanian, Agroteknologi
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2014)" : 10 Documents clear
Efektivitas Seleksi Generasi F2 Hasil Persilangan Padi Unggul Lokal Toraja dengan Padi Tipe Baru Impari 7 Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.713

Abstract

Seleksi akan memberikan respon yang optimal bila menggunakan kriteria seleksi yang tepat. Seleksi berdasarkan daya hasil biasanya kurang memberikan hasil optimal bila tidak didukung oleh kriteria seleksi lain berupa komponen pertumbuhan dan komponen hasil yang berkorelasi kuat dengan daya hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menduga efektifitas seleksi pada lokasi target berdasarkan daya hasil dan indeks terboboti. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan yang berada pada ketinggian tempat 750 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 hingga Februari 2013. Material genetik diperoleh dari persilangan antara 3 tetua lokal dan 1 padi unggul tipe baru yang dilakukan di Tikala pada bulan November 2011. Generasi F1 ditanam dan diseleksi sejak Januari 2012 hingga Agustus 2012. Sejumlah besar generasi F2 dan 3 genotipe tetua sebagai genotipe cek (Pare Bau’, Pare Lallodo, Pare Lea dan Inpari-7) ditanam dalam barisan yang diantarai oleh 4 barisan genotipe cek. Seleksi langsung dan seleksi tidak langsung berdasarkan hasil dan indeks seleksi tidak terboboti (UNWINDEX) dan indeks seleksi terboboti (WINDEX), di mana pembobot disesuaikan dengan nilai korelasi genotipik dan besarnya sumbangan pengaruh langsung dan tidak langsung tiap komponen terhadap hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galur F2 terpilih melalui seleksi tanpa pembobotan yaitu galur UKIT-C-01-01, UKIT-C-03-32, UKIT-C-03-39, UKIT-C-03-46, UKIT-C-03-38, UKIT-C-03-25, UKIT-C- 03-26, UKIT-C-03-30, UKIT-C-03-28, UKIT-C-03-24, UKIT-C-03-33, dan UKIT-C-03-42. Galur F2 terpilih melalui seleksi dengan pembobotan yaitu galur UKIT-C-01-01, UKIT-C-03-43, UKIT-C-03-24, UKIT-C-03-39, UKIT-C-03-26, UKIT-C-03-32, UKIT-C-03-28, UKIT-C-03-42, UKIT-C-01-06, UKIT-C- 03-47, UKIT-C-02-12, dan UKIT-C-03-25. Galur F2 terpilih melalui seleksi dengan karakter bobot gabah per malai yaitu galur UKIT-C-02-11, UKIT-C-03-39, UKIT-C-03-37, UKIT-C-03-43, UKIT-C-01-01, UKIT-C-01-06, UKIT-C-03-28, UKIT-C-03-42, UKIT-C-02-18, UKIT-C-02-20, UKIT-C-02-22, dan UKIT- C-03-24. Karakter ciri 16 (jumlah gabah per malai), ciri 18 (panjang malai), ciri 22 (ekor pada bulir), ciri 29 (waktu pemasakan gabah) dan ciri 38 (warna beras) memberikan sumbangan pengaruh yang signifikan terhadap hasil.
Produktivitas Tenaga Kerja pada Proyek Pembangunan di Kota Rantepao Parea Rangan
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.714

Abstract

Dalam dunia jasa konstruksi, produktivitas tenaga kerja adalah salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah proyek pembangunan. Dalam mengukur tingkat produktivitas tenaga kerja ada berbagai macam cara, misalnya dengan meneliti dengan metode SNI, yaitu meneliti durasi pekerjaan dan volume pekerjan dalam bekerja, dan dengan meneliti besarnya tingkat LUR (Labour Utilitation Rate) masing-masing pekerja, yaitu meneliti sampai seberapa tingkat efektivitas pekerja dalam bekerja. Besarnya tingkat produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor umur atau usia pekerja, kondisi lapangan dan sarana bantu, keahlian pekerja, pengalaman kerja, kesesuaian upah, kesehatan pekerja, keselamatan kerja, koordinasi dan perencanaan, pengawasan, manajerial atau manajemen lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini dilakukan di proyek pembangunan Ruang Kelas Baru SMK Kristen Harapan Rantepao, penelitian dilakukan dengan cara mengamati tingkat produktivitas 6 tenaga kerja dan disertai pengisian kuesioner. Pengamatan tingkat produktivitas (LUR) dilakukan selama 5 hari pada masing-masing pekerja. Dari hasil pengumpulan data, baik data produktivitas dan kuesioner dilakukan proses pengolahan data dengan bantuan komputer program SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 20. Dari analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat produktivitas tenaga kerja dengan metode/cara SNI total sebesar 0,125 m2/menit. Sedangkan tingkat produktivitas (LUR) pekerja rata-rata sebesar 72,25%, berarti cukup produktif karena lebih dari 50 %. Variabel yang telah ditentukan ternyata signifikasinya 0,075 > 0,05 (sig yang disyaratkan) maka secara simulatan tidak berpengaruh terhadap besarnya tingkat produktivitas. Secara parsial variabel yamg mempunyai pengaruh signifikan adalah pengalaman kerja dengan sig = 0,010 < 0,05 , kesehatan pekerja dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , keselamatan kerja dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , koordinasi dan perencanaan dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , pengawasan dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , dan manajerial dengan sig.t = 0,041 < 0,05. Pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang dominan dengan nilai beta 0,917.
Kajian Usaha Pembibitan Sapi Bali Diintegrasikan dengan Tanaman Padi Di Desa Amassangang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang Matheus Sariubang
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.715

Abstract

Pengembangan kawasan terpadu melalui integrasi ternak sapi dengan tanaman padi merupakan suatu langkah yang tepat dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Tujuan dari pengkajian untuk mengetahui analisis usaha pembibitan sapi bali diintegrasikan dengan tanaman padi di Desa Amassangang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Januari 2010 sampai dengan Februari tahun 2011. Adapun perlakuannya sebagai berikut : (P1) 10 ekor induk sapi bali dipelihara dalam kandang yang diberikan pakan limbah pertanian olahan (jerami padi, jerami jagung, tongkol jagung, dedak padi, keong mas, molases dan mineral mix/pikuten); (P2) 10 ekor induk sapi bali yang dipelihara secara tradisional/digembalakan pada siang hari, dikandangkan pada malam harinya. Kotoran sapi dan urin diolah menjadi bio gas dan pupuk organik (cair dan padat). Selanjutnya pupuk yang dihasilkan diaplikasikan pada lahan sawah. Perlakuan pupuk sebagai berikut : (P1) Pemupukan dengan 500 kg/ha kompos kotoran sapi, 100 kg/ha urea dan 5 liter/ha pupuk cair. ; (P2) Pemupukan sesuai rekomendasi 150 kg/ha urea dan 300 kg/ha NPK pelangi. Parameter yang diamati adalah pertambahan berat badan harian (PBBH), konsumsi pakan, service per conseption (S/C ratio), conseption rate (keberhasilan kebuntingan), konversi pakan, dosis pemupukan, jumlah anakan produktif, hasil gabah kering panen, dan analisis keuntungan. Analisis data menggunakan R/C ratio. Introduksi teknologi Pola Integrasi ternak dengan tanaman mampu meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp. 16.002.800,- lebih tinggi dibandingkan teknologi tradisional sebesar Rp. 3.949.200,- dan berdasarkan analisis R/C sebesar 2,61 lebih tinggi dibandingkan dengan pola tradisional sebesar 0,64 sehingga layak untuk diusahakan petani.
Analisis Kinerja Keuangan Bidang Return On Investment (ROI) pada PRIMAIR Koperasi Kepolisian R.I. Resort Tana Toraja Ruben S Kannapadang
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.716

Abstract

Analisis Return On Investment pada Koperasi Primkoppolres Tana Toraja, sebagai topik penulisan penelitian ini. Return On Investment (ROI) adalah merupakan sebuah teknik analisis yang bersifat menyeluruh karena analisis dilakukan dari dua sumber laporan keuangan yakni Neraca dan Perhitungan Selisih Hasil Usaha (SHU) pada periode yang sama. Methode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan mengumpulkan data historis berupa dokumen keuangan berupa laporan keuangan Neraca dan Perhitungan SHU tahun 2010, 2011 dan tahun 2012, serta informasi aktual lainnya yang dipandang mempunyai keterkaitan dengan penelitian ini. Data diolah dengan menggunakan peralatan rumus analisis Return On Investment (ROI). Populasi penelitian ini adalah Koperasi Primkoppolres Tana Toraja, yang berdomisili di Makale, Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan Koperasi Primkoppolres Tana Toraja dalam hal kemampuannya mengoperasikan seluruh assets yang dimilikinya untuk mendapatkan penghasilan dan keuntungan, serta untuk memperoleh gambaran yang jelas dan komprehensif tentang kekuatan seluruh aktiva Koperasi tersebut dioperasikan dalam aktivitas usaha. Fakta empiris yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: Profit Margin yang diperoleh pada tahun 2010 adalah sebesar 26,59%, 20,69% pada tahun 2011, dan 25,15% untuk tahun Tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk operasi atau investment turn over untuk tiga tahun berturut-turut (2010, 2011 dan 2012) adalah 0,48, 0,58 kali dan 0,50 Return On Investment (ROI) untuk tahun 2010, 2011 dan tahun 2012 masing-masing sebesar 12,76%, 12,00% dan 12,58%.
Pengujian Varietas Terhadap Produksi Dan Limbah Jagung Pada Tipe Iklim Non Zom Asriyanti Iiyas
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.717

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan dunia yang terpenting selain gandum dan padi. Pengembangan tanaman jagung di Sulawesi Selatan dilakukan pada lahan kering dan lahan sawah setelah padi. Varietas jagung mempengaruhi hasil biji dan limbah atau biomasa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2012 di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan (varietas) dan diulang 3 kali. Berdasarkan analisis hasil pengamatan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor varietas berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan panjang daun, dimana dari 10 varietas jagung yang diuji, terdapat 8 varietas jagung (RK 789, Bima Super, Lamuru, Anoman I, Sukmaraga, Srikandi Kuning, Gumarang, Arjuna) yang cukup adaptif pada tipe iklim Kabupaten Bantaeng, karena tidak terdapat perbedaan yang nyata pada parameter pengamatan di antara kedelapan varietas tersebut, dan berpotensi untuk dikembangkan secara luas di wilayah Kabupaten Bantaeng yang memiliki tipe iklim non zona musim (Non Zom).
Comparing Between Reading Aloud And Silent Reading In Comprehending A Text By The Eighth Year Students Of SMPN 2 Sesean Rachel Rachel
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.718

Abstract

The objective of the research is to find out the more effective between reading aloud and silent reading in comprehending a text by the eighth year students of SMPN 2 Sesean academic year 2012/2013. In order to achieve the objective of the study, the researcher designed a descriptive method. The population of this study was the second year students of junior high school of SMPN 2 Sesean. The sample of this research was class VIII I. It consists of 22 students. This research employed a cluster sampling method, the researcher took out all of the students in one class. Then, the researcher divided them into two groups. The first group answered the questions after reading aloud by the researcher while the second group answered the questions after silent reading by themselves. The result of this study revealed that silent reading scores were better than reading aloud scores. It could be seen by comparing their means. The mean of the silent reading scores was 62 while the mean of reading aloud scores was 43. The difference between the two means was 19. It means that silent reading is more effective than reading aloud in comprehending a text.In line with the result, the researcher concluded that silent reading is the effective way for students in comprehending a text.
Spillover Teknologi Berbasis Spektrum Diseminasi Multi Chanel (SDMC) (Studi Kasus : Proses Difusi Inovasi Teknologi pada Program m-P3MI di Kabupaten Pinrang, Propinsi Sulawesi Selatan) Repelita Kallo
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.719

Abstract

Program Model Pengembangan Pertanian Perdesaan melalui Inovasi (m-P3MI) dirancang untuk menjadi wadah yang mampu mensinergikan antar komponen-komponen dalam satu sistem diseminasi sehingga percepatan adopsi teknologi mulai dari lembaga pemasok, lembaga penyampai sampai ke pengguna dapat berjalan baik. Salah satu model hasil rancangan Badan Litbang pertanian yang mampu menjangkau pemangku kepentingan yang luas dengan memanfaatkan berbagai media dan saluran komunikasi dikenal dengan nama Spectrum Diseminasi Multi Channel (SDMC). SDMC merupakan suatu terobosan untuk mempercepat dan memperluas jangkauan diseminasi secara optimal melalui berbagai media secara simultan dan terkoordinasi. Model ini mengedepankan engineering approach dan mengkombinasikan scientific approach and creativity approach yang bersifat dinamis terhadap dinamika perkembangan kebijakan inovasi, mampu mengakomodasi peluang penggunaan input serta proses yang berpengaruh terhadap output. Wujud model yang dikembangkan pada pelaksanaan program m-P3MI di Kabupaten Pinrang berupa unit percontohan berskala pengembangan usaha berwawasan agribisnis, bersifat holistik dan komprehensif yang didalamnya meliputi beberapa aspek antara lain : (1) aspek produksi; (2) aspek pasca panen; 3) aspek pemberdayaan petani; dan 4) aspek penguatan kelembagaan.
Studi Tentang Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Oleh Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Toraja Srivan Palelleng
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.720

Abstract

Peningkatan mutu pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan pengajar/dosen dalam mendidik mahasiswa dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai ditunjang media pembelajaran yang memadai. UKI Toraja sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan tinggi berusaha memperbaiki proses pembelajaran dengan memanfaatkan internet sebagai salah satu media pembelajaran bagi mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik untuk meneliti bagaiman pemanfaatan internet sebagai sumber belajar di UKI Toraja? Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dimana peneliti ingin memberikan gambaran informasi secara jelas tentang pemanfaatan internet untuk mendukung proses pembelajaran. Berdasarkan ruang lingkupnya, penelitian ini termasuk dalam penelitian studi kasus dimana hasil penelitian ini nantinya tidak dapat digeneralisasikan ke tempat lain, sebab hasil penelitian ini hanya berlaku pada situasi dan kondisi yang ada pada saat itu. Jadi bila ada penelitian yang sama maka harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang baru. Berdasarkan analisis data hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa UKI Toraja telah memanfaatkan internet sebagai sumber belajar. Pemanfaatan tersebut meliputi pemanfaatan sebagai sumber informasi, berita, materi pembelajaran dan komunikasi oleh dosen dan pegawai. Bagi mahasiswa internet sudah dimanfaatkan sebagai rujukan referensi dalam penyelesaian tugas. Meskipun demikian, masih terdapat kendala-kendala yang harus diatasi agar pemanfaatan internet dapat lebih maksimal dilakukan. Diantaranya adalah kurangnya kemampuan mahasiswa untuk mengakses internet, keterbatasan jumlah komputer dan masih kurangnya jumlah bandwidth yang disediakan dikampus.
PERUBAHAN FUNGSI KAWASAN HUTAN BERBASIS HASIL RESKORING DI KABUPATEN TORAJA UTARA Daud Malamassam
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.721

Abstract

Kabupaten Toraja Utara merupakan kabupaten baru, hasil pemekaran Kabupaten Tana Toraja, pada tahun 2008. Sebagai kabupaten yang baru, pemerintah dan masyarakat di wilayah ini dituntut untuk dapat meningkatkan intensitas, kuantitas dan kualitas layanan bagi warganya, melalui optimalisasi pendayagunaan semua sumberdaya yang dimilikinya. Kabupaten ini perlu memacu pembangunan berbagai fasilitas sosial dan peningkatan aksessibilitas semua bagian wilayah, untuk mengejar ketertinggalannya dari kabupaten lain. Salah satu langkah awal yang perlu dilakukan untuk itu adalah identifikasi dan inventarisasi secara akurat potensi sumberdaya alam yang dimiliki. Kabupaten ini tercatat memiliki sumberdaya hutan, yang keseluruhannya merupakan hutan lindung, sehingga tidak dapat diharapkan untuk menghasilkan kayu yang merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat, khususnya untuk kepentingan pembangunan TONGKONAN (rumah adat). Bertolak dari kondisi di atas maka dinilai perlu untuk meneliti kemungkinan mengubah fungsi sebagian dari kawasan hutan lindung yang ada di wilayah ini menjadi hutan produksi, melalui rescoring faktor-faktor yang menjadi dasar dalam penentuan peruntukan / fungsi kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat seluas 6.251 ha kawasan hutan lindung yang dapat mengalami perubahan fungsi. Selain itu terdapat pula seluas 2.134 ha yang memiliki potensi khusus (kandungan mineral). Sebagian dari bagian kawasan yang termaksud terakhir ini berpenutupan semak belukar, sehingga dapat dipertimbangakan untuk terlebih dahulu diolah dan dimanfaatkan bahan mineralnya sebelum melakukan kegiatan pembangunan kembali hutan yang bersangkutan.
Prediksi Tingkat Erosi pada Beberapa Unit Lahan di Sub DAS Jenetalinggoa, Hulu DAS Tallo Miranda M Malamassam
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.722

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Sub DAS Jenetalinggoa, hulu DAS Tallo, Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa dari bulan Mei hingga Juli 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk unit lahan yang ada di Sub DAS Jenetalinggoa dan menaksir besarnya erosi yang terjadi pada beberapa unit lahan dalam wilayah Sub DAS yang bersangkutan. Penaksiran erosi dilakukan dengan metode USLE. Hasil dari penelitian diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan dan atau pengamanan wilayah sub DAS, dalam rangka pelestarian dan optimalisasi pemanfaatan lahan dalam wilayah sub DAS yang bersangkutan. Bentuk unit lahan diperoleh melalui overlay peta penggunaan lahan, peta kemiringan lereng, dan peta jenis tanah, kemudian dilanjutkan dengan observasi langsung di lapangan terhadap beberapa unit lahan untuk pengambilan data yang akan digunakan untuk menaksir besarnya erosi yang terjadi pada lokasi penelitian. Melalui overlay peta diketahi bahwa terdapat 25 bentuk unit lahan yang ada di wilayah penelitian. Penaksiran besarnya erosi dihitung pada 5 unit lahan. Besarnya erosi yang terjadi pada unit lahan adalah sebagai berikut : erosi pada unit lahan berupa kebun campuran seluas 24 ha dengan kelas lereng 8-15% adalah sebesar 11 ton/ha/thn, erosi pada unit lahan berupa hutan sekunder seluas 525 ha dengan kelas lereng 15-25% adalah sebesar 1,5 ton/ha/thn, erosi pada unit lahan berupa hutan tanaman seluas 54 ha dengan kelas lereng 15-25% adalah sebesar 3,4 ton/ha/thn, erosi pada unit lahan 4 berupa semak belukar seluas 50 ha dengan kelas lereng 15-25% adalah sebesar 12,02 ton/ha/thn, dan erosi pada unit lahan berupa sawah seluas 62 ha dengan kelas lereng 15-25% adalah sebesar 0,3 ton/ha/thn. Rata-rata nilai erosi pada lokasi penelitian adalah sebesar 2,6 ton/ha/thn atau setara dengan ketebalan 0,39 mm/thn.

Page 1 of 1 | Total Record : 10