cover
Contact Name
Jakson Sespa Toisuta
Contact Email
jakson.toisuta28@gmail.com
Phone
+6285103507153
Journal Mail Official
jakson.toisuta28@gmail.com
Editorial Address
Jl. G. Bambapuang I. No.26 C. Lariangbangi, Kec.Makassar, Kota Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 29629349     EISSN : 28298381     DOI : https://doi.org/10.62738/ej.v1i1
EULOGIA (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani) adalah merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2829-8381 (online), ISSN: 2962-9349 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar. dengan lingkup kajian penelitian adalah: Teologi Sistematika Teologi Biblikal Pelayanan Pastoral Konseling Gereja, Misi, dan Masyarakat Pendidikan Kristen Kepemimpinan Kristen Musik Gerejawi
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1: Mei 2021" : 5 Documents clear
Pentingnya Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Menghadapi Tantangan Di Era Revolusi Industri 4.0 Agus Prihanto; Kadek Eunike Dwi Nirmala Putri
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i1.5

Abstract

In the Industrial Revolution Era 4.0, developments and changes in technology occur rapidly. This change is especially marked by the existence of a cyber-physical. The Industrial Revolution Era 4.0 affects every aspect of life, including in the field of education. This causes teachers as educators to be required to improve their quality to keep pace with technological developments in the Industrial Revolution Era 4.0.This article uses descriptive qualitative research methods. The main discussion in this article is about how important is for a Christian Religious Education teacher to have competence in facing the challenges of the Industrial Revolution Era 4.0. This article is presented descriptively using data sources from journal articles, proceedings,books, and other secondary sources.Teacher competence becomes a reference in improving the quality of each teacher. Pedagogic competence, social competence, professional competence, personality competence, and spiritual competence are the standards for improving the quality of teachers, especially Christian Religious Education teachers. Each of these competencies must be continuously improved by every teacher to answer every challenge that exists in the Industrial Revolution 4.0 Era. Challenges in the Industrial Revolution Era 4.0 include accelerating developments in technology, moral degradation, shifting educational values, and affecting spiritual and moral life.   Abstrak Pada Era Revolusi Industri 4.0 perkembangan dan perubahan dalam bidang teknologi terjadi dengan sangat cepat. Perubahan ini khususnya ditandai dengan adanya sistem cyber physical. Era Revolusi Industri 4.0 ini mempengaruhi dalam setiap aspek bidang kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Hal ini menyebabkan guru sebagai pendidik dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas mereka agar dapat mengimbangi terjadinya perkembangan teknologi di Era Revolusi Inustri 4.0 ini.Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pokok pembahasan pada artikel ini tentang bagaimana pentingnya seorang guru Pendidikan Agama Kristen memiliki kompetensi dalam menghadapi tantangan Era Revolusi Industri 4.0. Artikel ini disajikan secara diskriptif dengan menggunakan sumber data dari artikel jurnal, prosiding, buku-buku dan sumber sekunder lainnya.Kompetensi guru menjadi acuan dalam peningkatan kualitas setiap guru. Kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi spritual menjadi standar dalam peningkatan kualitas guru, khususnya guru Pendidikan Agama Kristen. Setiap kompetensi ini harus terus ditingkatkan oleh setiap guru untuk menjawab setiap tantangan yang ada pada Era Revolusi Industri 4.0. Tantangan pada Era Revolusi Industri 4.0 antara lain percepatan perkembangan dalam teknologi, degradasi moral, pergeseran nilai-nilai pendidikan, mempengaruhi kehidupan spritual dan moral kehidupan.Kata Kunci : Kompetens, Revolusi Industri 4.0. 
Pentingnya Pemahaman Talenta dalam Menumbuhkan Minat Pelayanan Remaja Cicilia Cicilia
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i1.6

Abstract

Adolescents are young people who have strength, potential, capacity, and high ideals, if managed properly will produce people who can make big breakthroughs in the future. However, in living their youth, many factors can interfere with and damage the development of adolescents so that the potential they should be able to use to achieve their dreams and future does not develop or even becomes in vain. The flow of globalization and the development of information technology often has a negative impact so that there is a shift in values on the development and growth of adolescent mindsets and encourages an increase in juvenile delinquency, moral decline, and a decrease in both quality and quantity of youth quality, especially when teenagers are outside the supervision of parents. Youth should receive support and encouragement to realize their calling and utilize and develop the talents they have in various areas of ministry in the church from an early age to be able to fulfill the parable of the Lord Jesus according to Matthew 25:14-30. AbstrakRemaja adalah generasi muda yang memiliki kekuatan, potensi, kapasitas dan idealisme yang tinggi, apabila dikelola dengan baik akan menghasilkan orang-orang yang dapat melakukan terobosan-terobosan besar di masa yang akan datang. Namun dalam menjalani masa muda mereka, banyak faktor yang dapat mengganggu serta merusak perkembangan remaja sehingga potensi yang seharusnya dapat mereka manfaatkan untuk meraih impian dan masa depan justru tidak berkembang atau bahkan menjadi sia-sia. Arus globalisasi dan perkembangan  teknologi informasi  seringnya memberikan dampak negatif sehingga terjadi  pergeseran nilai-nilai terhadap perkembangan serta pertumbuhan pola pikir remaja serta mendorong peningkatan kenakalan remaja, kemerosotan moral dan penurunan baik secara kualitas maupun kuantitas mutu remaja terutama ketika para remaja berada diluar pengawasan orang tua. Para remaja hendaknya mendapat dukungan dan dorongan untuk menyadari panggilan serta memanfaatkan dan mengembangkan talenta yang mereka miliki dalam berbagai bidang pelayanan dalam gereja sejak dini untuk dapat menggenapi perumpamaan Tuhan Yesus pada Matius 25:14-30.
Implementasi Pendidikan Agama Kristen Berbasis Formasi Rohani bagi Generasi Z Masa Kini Fify Joseph
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i1.7

Abstract

The existence of the Implementation of Spiritual Formation-Based Christian Religious Education in every realm of education, makes a person's spirituality move forward and continue to grow and level up. This means that Christian education that takes place is not merely knowledge but there is active action instead to become doers of God’s Words.A spiritual formation that is applied in the life of a believer will help him or her to sharpen his/her spirituality and strength of faith so that he/she is able to overcome the desires in the flesh that are contrary to the will of the Father. Of course, this is not just a response, but spiritual practices instead that are continuously practiced in daily life. If not, it will experience spiritual stagnation or dryness and even spiritual death.This study uses a qualitative research method with a literature study, where the author will elaborate on the characteristics of Generation Z through various supporting literature, and propose the application of Spiritual Formation-Based Christian Religious Education for Generation Z in preparing them to face the challenges of today's faith, so that conclusions can be drawn on the Implementation of Religious Education. Spiritual Formation-Based Christianity is a teaching or learning process that focuses on the continuous application of spiritual discipline through mentoring and discipleship, with the aim of having a character and personality similar to Jesus Christ in his daily life.  AbstrakAdanya Implementasi Pendidikan Agama Kristen Berbasis Formasi Rohani pada setiap ranah pendidikan, menjadikan spirtualitas seseorang bergerak maju dan terus bertumbuh serta naik level. Artinya pendidikan yang berlangsung bukan hanya pengetahuan semata melainkan terdapat tindakan aktif untuk menjadi pelaku-pelaku Firman.Suatu formasi rohani yang diterapkan dalam kehidupan orang percaya, akan membantunya untuk  mempertajam kerohanian serta kekuatan iman, sehingga mampu mengalahkan keinginan daging yang bertentangan dengan kehendak Bapa. Hal ini tentu bukan hanya sekadar respon melainkan praktik-praktik rohani yang terus dilatih dan dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak, maka akan mengalami stagnasi atau kekeringan rohani bahkan sampai kematian rohani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi pustaka, di mana penulis akan mengelaborasi karak-teristik generasi Z melalui beragam pustaka yang mendukung, serta mengusulkan penerapan Pendidikan Agama Kristen Berbasis Formasi Rohani  bagi generasi Z dalam mempersiapkannya menghadapi tantangan iman masa kini, sehingga diperoleh kesimpulan Implementasi Pendidikan Agama Kristen Berbasis Formasi Rohani adalah proses pengajaran atau pembelajaran yang berfokus pada penerapan disiplin rohani secara terus-menerus melalui pembimbingan dan pemu-ridan, dengan tujuan untuk memiliki karakter dan pribadi serupa dengan Yesus Kristus dalam kehidupannya sehari-hari.
Mengaplikasikan Model Pengajaran Kristus dalam Kompetensi Pedagogik Guru untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Yuli Pheanto
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i1.8

Abstract

One of the determinants of the success of students in the learning process is largely determined by the quality or competence of the teaching teacher. As Christian teachers, we must follow the teaching model taught by the Great Teacher, namely the Lord Jesus Christ, who applies teacher competencies so that teachers can improve the quality of education in schools where teachers teach. A Christian teacher must be able to imitate Jesus's teaching model, which applies teaching competencies, including pedagogic competence which is the ability of a teacher to manage students, where will be able to improve the quality of education in the school where the teacher teaches. The method used is a qualitative method through a phenomenological strategy. From the results of the study, it was concluded that a teacher must be able to apply pedagogic competence in his duties as a teacher, as possessed by Christ so that he can carry out his duties properly and can also improve the quality of education in the school where he teaches. The model of Christ's teaching that must be applied is the application of Christian values, planting and developing the values of Christ's character to students, which is based on the Bible.  AbstrakSalah satu faktor penentu keberhasilan peserta didik dalam proses belajar, sangat ditentukan oleh kualitas atau kompetensi yang dimiliki oleh guru yang mengajar. Sebagai seorang guru Kristen, harus mengikuti model pengajaran yang diajarkan oleh Sang Guru Agung yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang menerapkan kompetensi-kompetensi guru agar guru dapat mening-katkan mutu pendidikan di sekolah tempat guru mengajar.  Seorang guru Kristen harus dapat meneladani model pengajaran Yesus, yang menerapkan kompetensi-kompetensi mengajar, diantaranya kompetensi pedagogik yang merupakan  kemampuan seorang guru dalam pengelo-laan peserta didik, di mana hal ini akan dapat meningkatkan mutu pendidikan dari sekolah tempat guru mengajar.  Metode yang digunakan adalah metode kualitatif melalui strategi fenomenologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menghasilkan gambaran dan memahami secara mendalam tentang penerapan model pengajaran Kristus dalam kompetensi pedagogik guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Dari hasil penelitian, diperoleh kesim-pulan yaitu seorang guru harus mampu menerapkan kompetensi pedagogik dalam tugas tanggung jawabnya sebagai guru, seperti yang dimiliki oleh Kristus agar ia dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan dapat pula meningkatkan pula mutu pendidikan di sekolah tempat ia mengajar. Model pengajaran Kristus yang harus diterapkan adalah penerapan nilai-nilai Kekristenan, penanaman dan pengembangan nilai karakter Kristus kepada peserta didik, yang didasari dengan Firman Tuhan/Alkitab..  
Efektivitas Pelayanan Konseling Kristen terhadap Keharmonisan Keluarga di Gereja Bethel Indonesia “Filadelfia” Makassar Ibrahim Ibrahim
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i1.9

Abstract

One of the problems faced by Christian families is the failure to resolve problems in the family, especially in marriage so that the family becomes disharmonious and leads to a divorce. The purpose of this study was to determine the influence of counseling on family harmony in the Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar. The research methodology used in this study uses quantitative methods with a questionnaire approach and literature study. After conducting research, it was found that there was a significant influence between Christian counseling services on family harmony at the Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar. The results showed that the higher the understanding of Christian Counseling Services at the Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar, the greater the family harmony, and vice versa. The results of the analysis also obtained the ryx2 value (coefficient of determination) of 0.255 or 25.5%, meaning that the contribution of the Christian Counseling Service variable in forming the Family Harmony variable at the Indonesian Bethel Church Filadelfia Makassar is 25.5%, while the remaining 74.5% is explained by other factors that have not been studied in this study.  AbstrakSalah satu yang dihadapi oleh keluarga Kristen adalah kegagalan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dalam keluarga khususnya pernikahan, sehingga keluarga menjadi tidak harmonis serta berujung pada sebuah perceraian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeta-hui seberapa besar pengaruh pelayanan konseling terhadap keharmonisan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan studi pustaka dan kuisioner. Setelah melakukan penelitian ditemukan bahwa  ada pengaruh yang sinifikan antara pelayanan konseling Kristen terhadap keharmonisan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi Pemahaman Pelayanan Konseling Kristen  di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar, akan mengakibatkan Keharmonisan Keluarga meningkat, demikian pula sebaliknya. Berdasarkan hasil analisis juga diperoleh nilai ryx2 (koefisien determinasi) sebesar 0,255 atau 25,5%,   ini berarti sumbangan variabel Pelayanan Konseling Kristen dalam membentuk variabel Keharmonian Keluarga di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar adalah  25,5%,  sedangkan sisanya yang  sebesar 74,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang belum dikaji dalam penelitian ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5