cover
Contact Name
Jakson Sespa Toisuta
Contact Email
jakson.toisuta28@gmail.com
Phone
+6285103507153
Journal Mail Official
jakson.toisuta28@gmail.com
Editorial Address
Jl. G. Bambapuang I. No.26 C. Lariangbangi, Kec.Makassar, Kota Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 29629349     EISSN : 28298381     DOI : https://doi.org/10.62738/ej.v1i1
EULOGIA (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani) adalah merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2829-8381 (online), ISSN: 2962-9349 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar. dengan lingkup kajian penelitian adalah: Teologi Sistematika Teologi Biblikal Pelayanan Pastoral Konseling Gereja, Misi, dan Masyarakat Pendidikan Kristen Kepemimpinan Kristen Musik Gerejawi
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2025): November 2025 (On Progres...)" : 4 Documents clear
Kasih Karunia Dan Hukum Taurat Berdasarkan Titus 2:11-12 Bagi Transformasi Kerohanian Jemaat Kontemporer Wennar, Wennar; Kusnadi, Hendric
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2025): November 2025 (On Progres...)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v5i2.116

Abstract

This study analyzes the concept of grace in Titus 2:11–12 by comparing it with the role of the Torah in shaping the spiritual life of contemporary congregations. Using a historical-grammatical exegetical approach and theological literature review, the research explores the meaning of grace within the Cretan cultural context and how it can be actualized in today's church communities. The findings reveal that grace in Christ not only offers forgiveness of sins but also acts as a transformative power that shapes Christ-like character and fosters a holy life. Grace transcends the limitations of the Torah, which merely exposes sin without empowering obedience. This study highlights how grace contributes to forming an inclusive, dynamic, and spiritually growth-oriented church community. As a new contribution, this research expands the understanding of grace beyond the individual level to include its collective role in shaping church communities. Practical implications include developing grace-based ministry programs, enhancing teaching effectiveness, and empowering believers to serve as an active response to God's love.
Studi Eksegesis atas Filipi 4 : 6-7 dalam Konteks Anxiety Disorder Zaman Modern Talu, Siselia Jacobina; Tewu, Peggy S
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2025): November 2025 (On Progres...)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v5i2.158

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan mental yang paling umum dialami manusia di era modern, ditandai oleh ketidakpastian hidup, tekanan sosial, serta tantangan eksistensial yang kompleks. Studi ini bertujuan untuk menelaah pengharapan Kristen dalam menghadapi kecemasan melalui pendekatan eksegesis terhadap Filipi 4:6–7, sebuah teks yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi yang tengah mengalami tekanan dan kekhawatiran. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis eksegetikal terhadap teks Alkitab, dikaitkan dengan pemahaman gangguan kecemasan dari perspektif psikologi modern. Hasil studi menunjukkan bahwa Paulus tidak hanya menawarkan larangan untuk tidak khawatir, tetapi memberikan solusi spiritual yang konkret melalui praktik doa, permohonan, dan ucapan syukur. Janji akan damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal menjadi inti dari pengharapan Kristen yang tetap relevan untuk menjawab kebutuhan spiritual manusia modern. Temuan ini menyiratkan bahwa iman Kristen dapat menjadi sumber kekuatan dan ketenangan dalam menghadapi kecemasan, serta memberikan kontribusi terhadap pendekatan holistik dalam penanganan gangguan kecemasan yang melibatkan dimensi spiritual.
Peluang Dan Tantangan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Menghadapi Era Digitalisasi Dan Kecerdasan Buatan Toisuta, Jakson Sespa; Pheanto, Yuli; Paruba, Natalia Saul
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2025): November 2025 (On Progres...)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v5i2.162

Abstract

Era digital dan kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Guru PAK dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi tanpa kehilangan fungsi utama sebagai pembimbing iman dan pembentuk karakter Kristiani. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peluang serta tantangan yang dihadapi oleh guru PAK dalam konteks digitalisasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research), yang menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti artikel jurnal, buku referensi, dan publikasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa era digital membuka peluang besar bagi guru PAK, seperti akses terhadap sumber ajar digital, media pembelajaran interaktif, serta penggunaan AI dalam penguatan proses belajar. Namun demikian, guru PAK juga menghadapi tantangan serius, seperti keterbatasan literasi digital, tantangan pedagogis, hingga risiko degradasi relasi spiritual. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptasi yang mencakup peningkatan kompetensi digital, penguatan spiritualitas, pengembangan kurikulum kontekstual, dan pembangunan komunitas profesional guru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru secara holistik agar Pendidikan Agama Kristen tetap relevan dan transformatif di tengah arus digitalisasi.Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen, Guru PAK, Era Digital, Kecerdasan Buatan, Literasi Digital, Strategi Adaptasi
Membangun Jembatan Antar Generasi: Strategi Gereja Merangkul Milenial dan Generasi Z Ibrahim, Ibrahim
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2025): November 2025 (On Progres...)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v5i2.161

Abstract

Abstract: This article discusses the church's theological and pastoral strategies in responding to the generational gap between seniors and Millennials and Generation Z in the digital age. This study uses a reflective qualitative approach with a contextual theological framework through a literature study of contemporary theological and social literature. The results of the study show that the crisis in the involvement of the younger generation is not only due to technological changes, but also the incompatibility of the church's spiritual paradigm with the faith needs of the digital generation. Millennials and Gen Z want a community that is authentic, open, and relevant to the realities of life. Therefore, the church needs to reinterpret its calling incarnation, presenting God's love in digital culture and cross-generational relationships. The proposed strategies include the formation of communities as safe spaces, collaborative leadership, and digital-based faith building. Thus, the multigenerational church becomes a form of trinitarian ecclesiology that integrates differences as the richness of God's love for the modern world.  Keywords: Church; Millennials; Generation Z; Contextual Theology; Digital; Multigenerational. Abstrak: Artikel ini membahas strategi teologis dan pastoral gereja dalam merespons kesenjangan generasi antara kaum senior dengan generasi Milenial dan Generasi Z di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif reflektif dengan kerangka teologi kontekstual melalui studi pustaka terhadap literatur teologi dan sosial kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa krisis keterlibatan generasi muda bukan sekadar akibat perubahan teknologi, tetapi juga ketidaksesuaian paradigma spiritual gereja dengan kebutuhan iman generasi digital. Milenial dan Gen Z menghendaki komunitas yang otentik, terbuka, dan relevan dengan realitas hidup. Karena itu, gereja perlu menafsir ulang panggilannya secara inkarnasional, menghadirkan kasih Allah dalam budaya digital dan relasi lintas generasi. Strategi yang diusulkan mencakup pembentukan komunitas sebagai ruang aman, kepemimpinan kolaboratif, dan pembinaan iman berbasis digital. Dengan demikian, gereja multigenerasi menjadi wujud eklesiologi trinitaris yang mengintegrasikan perbedaan sebagai kekayaan kasih Allah bagi dunia modern. Kata kunci: Gereja; Milenial; Generasi Z; Teologi Kontekstual; Digital; Multigenerasi

Page 1 of 1 | Total Record : 4