cover
Contact Name
Muhamammad Ikhlash
Contact Email
midpublisher@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ikhlash@polibatam.ac.id
Editorial Address
Batam, Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Educational Studies and Research Journal
ISSN : -     EISSN : 30319013     DOI : -
Core Subject :
Educational Studies and Research Journal (ESRJ) is a reputable and scholarly peer-reviewed publication that aims to advance knowledge and understanding in the field of education. ESRJ provides a platform for researchers, educators, policymakers, and practitioners to disseminate their original research, theoretical insights, and innovative practices. The journal covers a wide range of topics within the field of education, including curriculum development, educational psychology, teacher education, educational technology, and inclusive education, among others. By fostering the exchange of diverse ideas and evidence-based research, ESRJ seeks to contribute to the improvement of educational practices and policies, ultimately enhancing the quality of education and fostering positive educational outcomes. With a commitment to academic excellence and ethical publishing standards, ESRJ follows a rigorous peer-review process to ensure the high quality and validity of the published articles. The journal embraces interdisciplinary perspectives and encourages the exploration of novel approaches to address the challenges and opportunities in the ever-evolving educational landscape. By promoting open access to its published content, ESRJ facilitates the global dissemination of knowledge, enabling researchers and educators worldwide to access and benefit from the latest advancements in the field of education. Through its dedication to scholarly inquiry and innovative ideas, the Educational Studies and Research Journal continues to be an influential resource for the advancement of educational research and practices, making a significant impact on the field and the broader educational community.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 74 Documents
Analisis yuridis perlindungan hukum bagi debitur wanprestasi dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia: Studi Putusan Pengadilan Negeri Serang Nomor 71/Pdt.G/2022/PN Srg Vedi Arzamansyah Riadi
Educational Studies and Research Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Educational Studies and Research Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/43fak926

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum bagi debitur yang melakukan wanprestasi dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor dengan jaminan fidusia, dengan fokus pada penerapan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Permasalahan yang dikaji adalah bentuk perlindungan dan prosedur hukum bagi debitur wanprestasi, serta akibat hukum penarikan kendaraan yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan pembiayaan melalui jasa debt collector. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus, perundang-undangan, dan konseptual, melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder serta analisis Putusan Pengadilan Negeri Serang Nomor 71/Pdt.G/2022/PN Srg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua undang-undang tersebut, diperkuat Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019, memberikan landasan yang kuat bagi perlindungan debitur, yakni melalui hak atas informasi, hak atas perlakuan yang adil, hak atas advokasi dan penyelesaian sengketa, kesempatan restrukturisasi kredit, serta keharusan eksekusi jaminan fidusia dilakukan melalui mekanisme pengadilan apabila tidak terdapat kesepakatan mengenai cidera janji dan penyerahan objek jaminan secara sukarela. Dalam perkara yang diteliti, kreditur telah memenangkan gugatan wanprestasi, namun tidak menempuh permohonan eksekusi ke Pengadilan Negeri dan justru mengambil paksa kendaraan. Tindakan demikian merupakan perbuatan melawan hukum sebagaimana Pasal 1365 KUHPerdata dan berpotensi menimbulkan tanggung jawab ganti rugi, sanksi administratif, bahkan pertanggungjawaban pidana.
Analisis banjir sistem drainase perkotaan di Kecamatan Poasia, Kota Kendari, menggunakan perangkat lunak PCSWMM Achmad Awal Notanda
Educational Studies and Research Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Educational Studies and Research Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/65arz219

Abstract

Banjir merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di Kota Kendari, khususnya di Kecamatan Poasia. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, keterbatasan kapasitas sistem drainase, limpasan permukaan, serta pengaruh muka air laut pada daerah hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi banjir pada sistem drainase eksisting di Kecamatan Poasia, Kota Kendari berdasarkan kejadian hujan historis menggunakan perangkat lunak Personal Computer Storm Water Management Model (PCSWMM). Data curah hujan yang digunakan merupakan kejadian hujan pada 15 Juli 2013 dengan total curah hujan sebesar 205,0 mm selama 18 jam. Pemodelan dilakukan dengan mengintegrasikan data spasial, hidrologi, dan hidraulika untuk mensimulasikan limpasan permukaan dan aliran pada jaringan drainase. Kondisi batas hilir dalam pemodelan juga mempertimbangkan muka air laut sebesar 1,93 m. Hasil simulasi menunjukkan bahwa terdapat beberapa junction yang mengalami luapan, yaitu J4, J6, J8, J10, J12, J13, J27, J35, J42, dan J43. Debit banjir terbesar terjadi pada J10 sebesar 0,500 m³/s, sedangkan debit banjir terkecil terjadi pada J6 sebesar 0,002 m³/s. Luapan juga terjadi pada kawasan Jalan Bunggasi, Jalan Belimbing, saluran pengalihan, dan daerah hilir. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kapasitas sistem drainase eksisting belum mampu menampung limpasan yang dihasilkan oleh kejadian hujan ekstrem. Selain curah hujan, kondisi muka air laut di daerah hilir sebesar 1,93 m turut memperburuk kondisi luapan dan memengaruhi kemampuan sistem drainase dalam mengalirkan air. Hasil simulasi PCSWMM menunjukkan bahwa model mampu menggambarkan lokasi dan karakteristik luapan yang terjadi pada sistem drainase di lokasi studi, sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi eksisting sistem drainase di Kecamatan Poasia, Kota Kendari.
Pandeglang Regency Government's Strategy in Overcoming Poverty Rates: Towards Collaborative Governance Said Ariyan; Leni Indrawati; Epi Hasan Rifai; Siti Nurbani; Ombi Romlis
Educational Studies and Research Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Educational Studies and Research Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/gst5rv87

Abstract

Poverty alleviation is a central issue in the sustainable development agenda, especially in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Pandeglang Regency, as one of the areas with the highest extreme poverty rate in Banten Province, faces structural challenges in reducing the number of poor people. This study aims to analyze the strategy of the Pandeglang Regency Government in overcoming extreme poverty through a collaborative governance approach. The method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, which examines secondary data from various policy documents, research results, and institutional reports. The results of the study show that despite the decrease in extreme poverty from 2023 to 2024, policy implementation is still sectoral and less integrated. The main challenges faced include low data accuracy, limited human resources, suboptimal TKPK institutions, and program fragmentation between OPDs. The strategies implemented include reducing the burden of expenditure, increasing the income of the poor, empowering micro and small businesses, and integrating cross-sectoral programs. However, without inter-institutional synergy, multi-stakeholder involvement, and strengthening of accountable evaluation mechanisms, the effectiveness of the program is still limited. This study recommends the need to strengthen cross-sector coordination and the implementation of inclusive collaborative governance to accelerate the sustainable reduction of poverty rates in Pandeglang Regency.
Otsus Papua kontemporer dalam gagasan satu kesatuan Mohammad Musa'ad; Untung Muhdiarta; Muliadi Anangkota
Educational Studies and Research Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Educational Studies and Research Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/h115ym75

Abstract

Artikel ini merumuskan kerangka konseptual “enam kesatuan”—kesatuan kultur, ekosistem, ekonomi, politik-pemerintahan, otonomi khusus, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia—sebagai lensa analisis pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua pascapemekaran menjadi enam provinsi. Kajian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan analisis kebijakan. Data sekunder dihimpun dari peraturan perundang-undangan, dokumen resmi pemerintah, statistik BPS dan Kementerian Keuangan, serta literatur akademik, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi kualitatif. Pelaksanaan Otsus Jilid I (2002–2021) menyalurkan Dana Otsus dan Dana Tambahan Infrastruktur sebesar Rp138,65 triliun untuk Papua dan Papua Barat, namun capaian pembangunan manusia masih tertinggal: pada 2024 Papua Pegunungan mencatat Indeks Pembangunan Manusia terendah nasional sebesar 54,43. Kesenjangan antara besaran fiskal dan hasil pembangunan mengindikasikan bahwa persoalan utama Otsus terletak pada tata kelola dan koherensi kebijakan, bukan pada ketersediaan dana. Kajian bersifat konseptual berbasis data sekunder, belum diuji melalui penelitian lapangan maupun pengukuran empiris atas keenam dimensi kesatuan. Kerangka enam kesatuan dapat digunakan sebagai instrumen koordinasi lintas provinsi dalam perencanaan pembangunan, pengelolaan ekosistem, dan penyaluran dana Otsus berbasis kinerja. Artikel ini menawarkan kerangka integratif yang menghubungkan desentralisasi asimetris dengan dimensi kultural dan ekologis Papua, yang belum banyak dijumpai dalam literatur Otsus pascapemekaran.