cover
Contact Name
Tyson Jeidi Jeri Supit
Contact Email
tysonsupit@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkardia@gmail.com
Editorial Address
8RPM+CPF, Kakaskasen, Tomohon Utara, Tomohon City, North Sulawesi
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29862019     DOI : https://doi.org/10.69932/kardia
Adapun yang menjadi Fokus dan Ruang Lingkup dalam Jurnal KARDIA adalah: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) 2. Teologi Historika 3. Teologi Sistematika 4. Teologi Sosial dan Publik 5. Teologi Digital dan Internet of Things 6. Teologi Kontekstual 7. Misiologi Biblikal & Praktikal 8. Etika Kristen 9. Pendidikan Kristiani dalam Gereja, Keluarga & Sekolah
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024" : 5 Documents clear
Eksplorasi Perumpamaan Dirham yang Hilang: Refleksi berdasarkan Lensa Pendidikan Agama Kristen Sarmauli, Sarmauli; Lana, Isa Andreyanku
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v2i1.17

Abstract

Abstract: This research is motivated by the author's curiosity to explore the contemporary meaning of the content of the parable of the prodigal son in Luke 15:8-10, which has become a topic of discussion in Christianity. This parable illustrates God's love for a lost soul and conveys moral and spiritual messages that are relevant in the context of modern Christian life. The purpose of this research is to explore the meaning of the parable of the lost dirham in the Gospel of Luke in the controversy or phenomenon of contemporary Christianity. The research method in this paper uses a qualitative approach through literature review to explore the moral and spiritual messages contained in this parable and its relevance in contemporary Christian religious education. The findings confirm that the parable emphasizes the infinite love of the Creator for each individual who feels "lost" in his or her journey. More than just a story, the parable reflects God's love and concern for the "lost" soul. Its moral and spiritual message is a strong foundation in modern Christian religious education, encouraging us to appreciate the uniqueness of each soul while spreading the message of love and hope to others. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan penulis untuk menggali makna terkini dalam muatan perumpamaan tentang 'Dirham yang Hilang' dalam kitab Lukas 15:8-10 menjadi pokok perbincangan dalam ajaran agama Kristen. Perumpamaan ini mengilustrasikan kasih Ilahi terhadap jiwa yang terhilang, serta menyampaikan pesan moral dan spiritual yang relevan dalam konteks kehidupan Kristen modern. Tujuan penelitian ini berupaya untuk menggali makna kembali pada perumpamaan dirham yang hilang dalam kitab Injil Lukas dalam kontestasi ataupun fenomena Kekrisnan saat ini. Metode penelitian dalam tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui telaah literatur untuk mengeksplorasi pesan moral dan rohani yang terkandung dalam perumpamaan ini dan relevansinya dalam pendidikan agama Kristen masa kini. Hasil temuan menegaskan bahwa perumpamaan ini menyoroti kasih yang tak terbatas dari Sang Pencipta terhadap setiap individu yang merasa 'terhilang' dalam perjalanannya. Lebih daripada sekadar kisah, perumpamaan ini menjadi cermin kasih dan perhatian Ilahi terhadap jiwa yang 'terhilang'. Pesan moral dan spiritualnya menjadi fondasi kuat dalam pendidikan agama Kristen modern, mendorong kita untuk menghargai keunikan setiap jiwa sambil menyebarkan pesan kasih dan harapan kepada sesama.
Aplikasi Konsep Manajemen Strategi dalam Menyelenggarakan Perguruan Tinggi Kristen yang Berkualitas Perangin Angin, Yakub Hendrawan; Yeniretnowati, Tri Astuti
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v2i1.18

Abstract

Abstract: The aim of this research is to show the effectiveness and importance of the application of strategic management concepts in the process of administering educational institutions, in order to answer the problems that exist and are experienced in Christian Religious Higher Education organizations in particular, where data and facts show that there are still many Private and Religious Higher Education Institutions Christians in Indonesia are not yet of the quality that higher education institutions should be. The method in this research uses a literature study approach that reveals data and facts and analyzes problems and the role of strategic management concepts as solutions. The results and conclusions are that the application of the concept of strategic management in the management of Christian Religious Higher Education is a very important strategic decision taken by the management of the governing foundation and the leaders and management who organize the Christian Religious Higher Education organization in order to be able to organize the organization well, with quality and even professionalism so that can not only survive but also continue to grow until it reaches sustainability. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menunjukkan sangat efektif dan pentingnya aplikasi dari konsep manajemen strategi dalam proses penyelenggaraan institusi pendidikan, guna menjawab persoalan yang ada dan dialami pada organisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen khususnya, di mana data dan fakta menunjukkan masih banyak Perguruan Tinggi Swasta dan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia yang belum berkualitas sebagai mana seharusnya institusi pendidikan tinggi. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka yang mengungkap data dan fakta serta menganalisis persoalan dan peranan konsep manajemen strategi sebagai solusinya. Hasil dan kesimpulannya bahwa Aplikasi konsep manajemen strategi dalam pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen adalah merupakan sebuah keputusan stratejik yang sangat penting diambil oleh pengurus yayasan yang manaungi dan pemimpin serta manajemen yang menyelenggarakan organisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen guna dapat menyelenggarakan organisasinya dengan baik, berkualitas bahkan professional sehingga bukan saja dapat bertahan tetapi juga terus bertumbuh sampai mencapai keberlanjutan (sustainable).
Lima Pilar Kelompok Sel Alkitabiah menurut Kisah Para Rasul 2:42 Purwonugroho, Daniel Pesah
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v2i1.19

Abstract

Abstract:  Cell groups designed in the church have a clear purpose which is to shape the life of the congregation. Cell groups need to imitate what the early church did as recorded in Acts 2:42 and make it a pillar in forming a cell group. Acts 2:42 tells the story of how the life of the early church was formed. The habits of the early church led to spiritual growth. Without basing the cell group on a biblical foundation, the cell group will not have a significant impact on the growth of the church. There are five things that can be observed from the habits of the early church in Acts 2:42. These five things can then be applied in the cell group pattern to bring the congregation to experience significant spiritual growth. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that the five pillars of biblical cell groups according to Acts 2:42 need to be applied to improve the spiritual life of the congregation. This is because Acts 2:42 is the right foundation for building cell groups in a local church today. Acts 2:42 tells about the habits of the early church in the days of the apostles where the early church persevered in teaching, fellowship, breaking bread and praying. The early church did these things and the early church experienced significant growth in both quality and quantity. Abstrak: Kelompok sel yang di desain di dalam gereja memiliki tujuan yang jelas yaitu untuk membentuk kehidupan jemaat. Kelompok sel perlu meniru apa yang jemaat mula-mula lakukan yang tercatat dalam Kisah Para Rasul 2:42 dan menjadikannya pilar pilar dalam membentuk sebuah kelompok sel. Kisah Para Rasul 2:42 menceritakan tentang bagaimana kehidupan jemaat mula-mula terbentuk. Kebiasaan jemaat mula-mula membawa kepada sebuah pertumbuhan rohani. Tanpa mendasari kelompok sel dengan dasar Alkitabiah, maka kelompok sel yang dibangun tidak akan membawa dampak yang signifikan bagi pertumbuhan jemaat. Ada lima hal yang dapat diteliti dari kebiasaan jemaat mula-mula di dalam Kisah Para Rasul 2:42. Lima hal tersebut kemudian dapat diterapkan di dalam pola kelompok sel untuk membawa jemaat mengalami pertumbuhan rohani yang signifikan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dapat disimpulkan bahwa lima pilar kelompok sel Alkitabiah menurut Kisah Para Rasul 2:42 perlu diterapkan demi meningkatkan kehidupan rohani jemaat. Sebab dalam Kisah Para Rasul 2:42 adalah fondasi yang tepat untuk membangun kelompok sel dalam sebuah gereja lokal masa kini. Kisah Para Rasul 2:42 menceritakan tentang kebiasaan jemaat mula-mula di zaman para rasul yang mana jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran, bersekutu, memecahkan roti dan berdoa. Hal tersebut jemaat mula-mula lakukan dan jemaat mula-mula mengalami pertumbuhan signifikan dalam kualitas maupun kuantitas.
Implementasi Kuasa Kasih Kristus berdasarkan Roma 8:35-39 bagi Orang Percaya Masa Kini Setiawan, Iwan; Samuel; Hutabarat, Ruth Fulcher; Bitriyani, Novillia Dian; Agustiani, Ni Made Tirza
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v2i1.20

Abstract

Abstract: God's love is the highest and most noble than anything else. God's love for sinners is expressed through His Son who became the savior to die for sins as an intermediary for sinners to God. There are many people who do not realize how great the power of God's love is in their lives because of the various things they have experienced, so they live in fear, doubt, and disbelief due to the suffering they have experienced. The research method used is descriptive, namely a method used in researching the status of human groups, objects, research conditions, systems of thought or a class of events in the present which aims to create good and systematic, factual descriptions, images or paintings. The hermeneutic method means expressing, translating, interpreting. The hermeneutic source material is Romans 8: 35-39 with the aim of achieving an understanding of the meaning. The research results obtained are that nothing can separate from the power of Christ's love, the power of Christ's love makes believers more than winners, the power of Christ's love is above all. So that the implementation of the power of Christ's love is based on the belief that nothing will separate believers from the Love of God that is in Christ Jesus, this makes believers selfless, generous and kind, because Christ's love is so great that they have confidence. to be able to share it with others. Abstrak: Kasih Allah yang paling tinggi dan paling mulia dibanding apapun. Kasih Allah kepada orang-orang berdosa dinyatakan melalui AnakNya yang menjadi juruselamat untuk mati menebus dosa menjadi perantara orang berdosa kepada Allah. Ada banyak orang yang tidak menyadari betapa besar kuasa kasih Allah dalam hidupnya karena berbagai hal yang dialaminya sehingga mereka hidup dalam ketakutan, keraguan, ketidakpercayaan akibat penderitaan yang dialami. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu suatu metode yang digunakan dalam meneliti status kelompok manusia, objek, riset kondisi, sistem pemikiran atau suatu kelas peristiwa pada masa sekarang yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara baik dan sistematis, factual. Metode hermeneutika berarti mengekspresikan, menerjemahkan, menafsirkan. Bahan sumber hermeneutikanya adalah Roma 8: 35-39 dengan tujuan untuk mencapai pemahaman makna. Hasil penelitian yang diperoleh adalah tidak ada yang dapat memisahkan dari kuasa kasih Kristus, kuasa kasih kristus menjadikan orang percaya lebih dari pemenang, kuasa kasih kristus di atas segalanya. Sehingga implementasinya kuasa kasih Kristus didasari oleh keyakinan bahwa tidak akan ada yang memisahkan orang percaya dari Kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, hal itu membuat orang percaya tidak mementingkan diri sendiri, menjadi murah hati dan baik hati, karena begitu besarnya kasih Kristus sehingga memiliki keyakinan untuk dapat membagikannya kepada orang lain.
Diskursus Diskursus Janda Manado: Antara Sosio-Teologis dan Ekofeminisme Stevanus, Alexander
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v2i1.21

Abstract

Abstract: The status of widow is always associated with a negative stigma, especially for young widows or flower widows. Widow status is a status obtained due to divorce due to death (divorce) and divorce due to family problems or conflicts. Widow status carries a burden both emotionally and socially, especially for widows in the Manado context who experience social status discrimination. Janda Manado was formed due to the local popular cultural context of Manado and the influence of foreign cultural fashion. Manado widows are no longer seen as women in social status, but as social bodies that are seen only as sexual bodies. The aim of this research is to provide a critical analysis of socio-theological and ecofeminism. The research method used is research with a qualitative approach. The results of this research found that the Bible provides a clear theological basis for the socio-theological and ecofeminist analysis of the Manado widow context. In the text Exodus 22: 22 it is stated: "you shall not oppress a widow or an orphan" which means that Hebrew law also has rules that protect orphans and even widows. Abstrak: Status janda selalu terbangun dengan stigma yang negatif, terutama untuk janda muda atau janda kembang. Status janda adalah status yang diperoleh karena diceraikan karena kematian (cerai mati) dan cerai hidup karena persoalan atau konflik keluarga. Status janda membawa beban baik secara emosional maupun sosial terutama untuk janda dalam konteks Manado yang mengalami diskriminasi status sosial. Janda Manado yang terbentuk karena konteks budaya lokal popular Manado dan pengaruh mode budaya asing. Janda Manado tidak lagi dipandang sebagai perempuan dalam status sosial, tetapi tubuh sosial yang dipandang hanya sebagai tubuh seksual. Tujuan penelitian ini untuk memberikan analisis kritis sosio-teologis dan ekofeminisme. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa Alkitab memberikan dasar teologis yang jelas mengenai analisis sosio-teologis dan ekofeminis konteks janda Manado. Dalam teks Keluaran 22: 22 dinyatakan: “seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas” yang artinya hukum Ibrani juga memiliki aturan yang melindungi anak yatim dan bahkan janda.

Page 1 of 1 | Total Record : 5