cover
Contact Name
Muhammad Asmar
Contact Email
sendamas@uai.ac.id
Phone
+6285210479291
Journal Mail Official
sendamas@uai.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Al Azhar Indonesia, Lt. 2. Ruang 207 Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 Telp : 021 727 92753, 724 4456 ext 2012 Fax : 021 7244767 email : lp2m@uai.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)
ISSN : -     EISSN : 29858747     DOI : http://dx.doi.org/10.36722/psn.v3i1.2391
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Sendamas) mempublikasikan naskah artikel yang bertemakan*, namun tidak terbatas pada:* 1. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan 2. Layanan Msyarakat, orang - orang, ketahanan pangan lokal 3. Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna 4. Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial 5. Layanan Komunitas Mahasiswa 6. Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2025): InPress" : 37 Documents clear
Di Balik Metafora Lavender Marriage: Penyamaran Identitas dan Luka Tersembunyi Pasangan Heteroseksual Olivia Sabrina Azlan; Labitta Chaya Hanifa; Dhuha Hadiyansyah
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4895

Abstract

- Fenomena lavender marriage muncul sebagai respons terhadap tekanan sosial yang menuntut konformitas terhadap norma heteronormatif di masyarakat modern. Dalam budaya yang menstigma identitas queer, pernikahan semu antara individu queer dan pasangan heteroseksual digunakan sebagai strategi sosial untuk mempertahankan citra diri yang dianggap dapat diterima oleh lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana metafora lavender marriage merepresentasikan praktik penyamaran identitas queer serta dampaknya terhadap pasangan heteroseksual yang terlibat di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggali makna, pengalaman, dan interpretasi yang berkaitan dengan fenomena sosial tersebut. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis konten kanal YouTube Jessica Kellgren-Fozard dan Spacey Aces yang membahas sejarah serta simbolisme warna lavender dalam komunitas queer, dan wawancara mendalam dengan fasilitator di Sekolah Rekonsiliasi Pernikahan. Analisis dilakukan menggunakan teori metafora konseptual Lakoff dan Johnson dengan mengidentifikasi hubungan antara ranah sumber dan ranah sasaran dalam istilah lavender marriage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora ini memetakan citra lavender yang lembut dan samar dengan konsep orientasi seksual tersembunyi, namun juga menyingkap realitas getir berupa tekanan emosional, kehilangan keintiman, dan stigma sosial yang mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lavender marriage merupakan strategi penyamaran queer yang dilegitimasi sosial, namun menyisakan luka batin mendalam bagi pasangan yang terlibat.Kata Kunci - Heteroseksual, Lavender Marriage, Metafora Konseptual, Pernikahan Berduri, Queer
Virtual Public Sphere Sebagai Strategi Brand Engagement: Quantitative Content Analysis #kahfeveryday di Platform TikTok Yogi Friando; Hanna Aditya Pradini; Irwa Rochimah
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4898

Abstract

Platform media sosial TikTok telah menciptakan pergeseran fundamental dalam komunikasi yang menempatkan TikTok sebagai arena publik virtual yang mendorong interaksi dua arah antara brand dan audiens. Fenomena kampanye #kahfeveryday menjadi menarik karena menunjukkan kemampuan brand lokal Kahf dalam memanfaatkan ruang digital untuk membangun keterlibatan yang partisipatif dan emosional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana hashtag #kahfeveryday beroperasi sebagai ruang publik virtual dan strateginya dalam membangun brand engagement, serta menelaah dinamika interaksi audiens. Metode penelitian yang digunakan adalah Quantitative Content Analysis (QCA) deskriptif kuantitatif, dengan mengumpulkan data digital menggunakan teknik social media monitoring perangkat Brand24 selama periode 27 Juli hingga 9 Agustus 2025. Hasil penelitian selaras dengan dimensi virtual public sphere Habermas yang membuktikan bahwa #kahfeveryday berhasil mengaktifkan ruang diskursif yang inklusif melalui tingginya partisipasi publik yang menunjukkan keterbukaan akses (openness) dan keberhasilan rasionalitas komunikasi (communicative rationality) yang dibuktikan oleh dominasi sentimen positif. Kendati demikian, kesetaraan deliberatif (deliberative equality) belum terwujud secara penuh karena pengaruh wacana masih dikuasai oleh aktor influencer. Kesimpulannya, strategi ini sukses mengintegrasikan tiga dimensi Customer Brand Engagement (cognitive processing, affection, dan activation) yang mengukuhkan peran TikTok sebagai arena brand engagement yang partisipatif.Kata Kunci - Brand Engagement, Kahf, Quantitative Content Analysis, Ruang Publik Virtual, TikTok
Analisis Framing Media terhadap Isu Relokasi Pedagang Blok M Dwi Aryo Penangsang; Nanang Haroni
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4962

Abstract

Transformasi kawasan Blok M sebagai bagian dari pembangunan kota Jakarta memunculkan dinamika sosial ekonomi yang kompleks. Kenaikan harga sewa dan relokasi pedagang dari Blok M Plaza 2 ke Blok M Hub menimbulkan perdebatan antara modernisasi kota dan keberlanjutan usaha kecil. Dalam konteks tersebut, media memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap arah pembangunan dan nasib pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media daring Kompas.com dan Liputan6.com membingkai isu tersebut melalui pendekatan framing Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis framing terhadap dua berita digital yang diterbitkan pada September 2025. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, pembacaan mendalam teks berita, pengkodean berdasarkan empat elemen framing Entman (define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan suggest remedies), serta interpretasi hasil secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com menyoroti isu Blok M sebagai ketimpangan kebijakan publik, sementara Liputan6.com lebih menonjolkan narasi kemanusiaan dan harapan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa media berperan strategis dalam membentuk pemahaman publik mengenai pembangunan kota kreatif dan keberlanjutan sosial.Kata kunci - Blok M, framing, Kompas, Liputan 6, UMKM
Analisis Kampanye Creator Contribution Pandawara Group untuk Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) di Instagram Alifia Zahira Shofa Setyawan
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4875

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan sebuah program global yang dirancang untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artikel ini membahas mengenai SDGs yang ke-11, yaitu Kota dan Pemukiman yang Inklusif, Aman, Tahan Lama, dan Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities). Upaya yang digunakan untuk mencapai tujuan ke-11 itu salah satunya adalah pengelolaan sampah. Objek penulisan ini adalah konten kampanye Creator Contribution yang dilakukan oleh Pandawara Group pada Instagram @pandawaragroup dalam unggahan tujuh unggahan antara bulan Februari sampai Maret 2024. Analisis dilakukan menggunakan metode analisis framing, dengan model Gamson dan Modigliani yang fokus pada ‘paket interpretif’. Kampanye Creator Contribution bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pandawara Group berhasil membingkai pesan kampanyenya menggunakan empat elemen utama framing Gamson dan Modigliani, yaitu definisi masalah, penyebab, solusi, dan konsekuensi. Framing yang dibangun melalui visual, narasi, dan caption efektif dalam menumbuhkan kesadaran publik serta mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.Kata Kunci – Creator Contribution; Kampanye; Pandawara Group; Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Schema Activation in Literary Interpretation: A Study on the Words of Wisdom in Tuesdays with Morrie Ditha Prameswari; Dhuha Hadiyansyah
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4890

Abstract

Literary works often convey moral lessons that invite readers to reflect on life experiences. However, few studies have examined how readers interpret such messages through a psycholinguistic lens.This research explores how students interpret Morrie Schwartz’s words in Mitch Albom’s Tuesdays with Morrie through the framework of Schema Theory. Using a qualitative approach, data were collected from semi-structured interviews with 16 students of the English Language and Culture Department at University of Al-Azhar Indonesia. Informants were presented with 20 selected quotes and asked to choose those most meaningful to them, explain their feelings, and reflect on the relevance to their lives. The findings reveal that the most memorable quotes were “Learn to forgive yourself and to forgive others,” “Love wins. Love always wins,” and “Life is a series of pulls back and forth. …”. These quotes activated language schema (simplicity and clarity of expression), content schema (personal experiences and values), and formal schema (use of repetition, parallelism, or paradox). By contrast, less chosen quotes, such as those on aging, were not relatable to the students’ current experiences. The study highlights the significance of Schema Theory in psycholinguistic analysis of literature, showing how readers connect language, structure, and personal knowledge to create meaning.Keywords – Psycholinguistics, Schema Theory, Tuesdays With Morrie 
Komodifikasi Feminisme dalam Brand Activism ASICS #MoveHerMind: Analisis Wacana Kritis dalam Perspektif Ekonomi Politik Komunikasi Hanna Aditya Pradini; Yogi Friando; Des Hanafi
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4973

Abstract

Meningkatnya kampanye digital bertema pemberdayaan perempuan di media sosial menunjukkan pergeseran makna feminisme dari gerakan sosial menuju strategi komunikasi merek. Kampanye #MoveHerMind pada akun Instagram @asicsid menjadi fokus penelitian ini karena menampilkan bagaimana identitas perempuan, kedekatan emosional, dan wacana kesetaraan gender dikonstruksi sebagai nilai simbolik yang memiliki fungsi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan makna feminisme melalui proses representasi, komodifikasi, dan integrasi ideologis dengan menggunakan perspektif Commodity Feminism dan Ekonomi Politik Komunikasi. Metode yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis untuk membaca hubungan antara elemen visual, narasi dalam caption, serta penanda ideologi dalam unggahan kampanye. Temuan penelitian menunjukkan bahwa feminisme direpresentasikan sebagai identitas gaya hidup yang aspiratif, bukan sebagai gerakan kritis untuk perubahan struktural. Pada tahap komodifikasi, nilai pemberdayaan perempuan direduksi menjadi narasi emosional yang mendorong keterikatan dengan merek. Pada tahap integrasi ideologi, feminisme dinaturalisasi sebagai nilai moral yang mendukung citra positif perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kampanye #MoveHerMind memanfaatkan feminisme sebagai kapital simbolik untuk memperkuat posisi merek dan membangun kedekatan konsumen berbasis afeksi.Kata kunci: Analisis Wacana Kritis, Brand Activism, Commodity Feminism, Eekonomi Politik Komunikasi, Feminisme Digital.
Tindak Tutur Ujaran Kebencian di Twitter (X) Lusi Lian Piantari; Era Bawarti
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4989

Abstract

Interactions on social media are currently intensified, often leading to conflict. These conflicts often arise because interaction patterns on social media differ from typical spoken and written interactions. This study examines how language users express hate speech on social media, particularly Twitter (X). This phenomenon is known as hate speech. This study aims to describe the types of speech acts that appear in hate speech on Twitter (X). The research method used is a qualitative descriptive method with a pragmatic approach. Data were analyzed using speech acts and hate speech theory. Data were taken from tweets responding to three provincial accounts in Indonesia regarding the performance of regional heads between June and October 2022. The results showed that the types of speech acts encountered were expressive (blaming and asking) and directive (demanding and ordering). Meanwhile, the forms of hate speech found were provocation and insults. The results of the data analysis indicate a relationship between the type and function of speech acts and the form of hate speech.Keyword: directive speech acts, expressive speech acts, hate speech, Twitter (X)
Kepemimpinan Komunikatif GKR Hemas di DPD RI: Mendorong Representasi Gender dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rianaris Marlasbasa Napitupulu; Resman Muharul Tambunan
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4976

Abstract

Partisipasi politik perempuan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) penting untuk kesetaraan gender dan tata kelola yang baik. Tantangannya adalah beralih dari sekadar memenuhi kuota ke kemampuan mempengaruhi kebijakan yang inklusif. Dalam konteks ini, kepemimpinan komunikatif yang dijalankan oleh figur GKR Hemas di DPD RI menjadi relevan untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kepemimpinan komunikatif GKR Hemas di DPD RI dalam memperjuangkan representasi gender yang substansial dan mendukung Tujuan SDGs, khususnya pada tujuan kesetaraan gender dan penguatan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan varian studi etnografi komunikasi yang berfokus secara khusus pada kepemimpinan dan gaya komunikasi GKR Hemas. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi langsung. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Pertama, kapabilitas kepemimpinan komunikatif yang strategis dari GKR Hemas berhasil membangun ketahanan politik dengan mengonversi modal kultural menjadi relasi sosial berkelanjutan. Hal ini menunjukkan keberhasilan komunikasinya dalam membangun legitimasi melalui komitmen nyata pada pemberdayaan kelompok rentan, yang selaras dengan semangat no one left behind dalam SDGs. Kedua, kepemimpinannya mentransendensi representasi gender dari formalitas kuota 30% menjadi dampak substantif. Inisiatif strategis seperti Kaukus Perempuan Parlemen dan penganggaran responsif gender menciptakan kerangka kelembagaan bagi partisipasi politik perempuan, sekaligus merealisasikan prinsip SDGs poin 5 dan 16.Kata kunci: Etnografi Komunikasi, GKR Hemas, Kepemimpinan Komunikatif, Representasi Gender
Kesantunan Berbahasa dan Identitas dalam Media Sosial Lusi Lian Piantari; Sherien Sabbah
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4991

Abstract

Online interaction has now become an inevitability. The rapid development of information technology has affected almost every aspect of life, including human interaction. Social media has become one of the most intensive venues for interaction. This research is based on the increasing intensity of conversations on social media, which has blurred the boundaries of politeness. Therefore, it is interesting to observe how participants strive to maintain this politeness. This study focuses on how linguistic politeness emerges on social media, specifically Twitter. One characteristic of social media conversations is the unlimited number of participants, as well as the diversity of their backgrounds. This often gives rise to conflict, especially when controversial topics are discussed. The research method employed is discourse analysis within a pragmatic approach to examine the politeness strategies used, particularly when conveying disagreement or dissatisfaction. This study describes the patterns of politeness strategies on Twitter and the identities performed by participants in interaction. The positive and negative politeness strategies are applied in social media interaction.Keywords: Identity, Politeness Strategies, Social Media, Twitter (X)
Conceptualizing Motherhood Through Metaphors of Grief and Hope Azra Latifah Setiady; Sarah Fadilah; Bilbina Azzahara Usman; Dhuha Hadiyansyah
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4980

Abstract

Language is not only a tool for communication, but also a cognitive device  that enables individuals to understand and interpret their life experiences. By addressing the issue of how language reflects emotional experiences related to loss and recovery within parenting communities, showing how metaphorical expressions reflect Western perceptions of motherhood and emotional resilience. This research aims to explore how conceptual metaphors, namely baby blues, sunshine baby, rainbow baby, angel baby, golden baby, and sunrise baby reflect emotional experiences, coping mechanisms, and meaning-making processes among parents who have experienced childbirth or infant loss. The study involved qualitative descriptive analysis with purposive sampling of online narratives shared by parents, following stages of data collection, metaphor identification, and conceptual mapping The results reveal that light, color, and nature metaphors are dominant, showing how linguistic expressions transform grief into shared narratives of hope and healing, in accordance with the study’s objective to explore language as a cognitive and emotional tool.Keywords – Baby, Experience, Metaphore, Motherhood, Parenting

Page 1 of 4 | Total Record : 37