cover
Contact Name
Rezky Yunita
Contact Email
rezky.yunita@bmkg.go.id
Phone
+6282125693687
Journal Mail Official
jurnal.mg@gmail.com
Editorial Address
Jl. Angkasa 1 No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Meteorologi dan Geofisika
ISSN : 14113082     EISSN : 25275372     DOI : https://doi.org/10.31172/jmg
Core Subject : Science,
Jurnal Meteorologi dan Geofisika (JMG) is a scientific research journal published by the Research and Development Center of the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) as a means to publish research and development achievements in Meteorology, Climatology, Air Quality and Geophysics.
Articles 174 Documents
PENGARUH SIKLON TROPIS CEMPAKA TERHADAP CURAH HUJAN HARIAN DI WILAYAH JAWA DAN MADURA Muhammad Najib Habibie; Sri Noviati; Hastuadi Harsa
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v19i1.542

Abstract

Siklon tropis memiliki pengaruh yang sangat luas terhadap beragam parameter meteorologi. Analisis terhadap kejadian siklon tropis dapat dilakukan pada berbagai macam parameter dengan berbagai teknik yang berbeda. Pada penelitian ini dibahas mengenai identifikasi pola data curah hujan di Jawa dan Madura bertepatan dengan terjadinya siklon tropis Cempaka pada akhir bulan November 2017 di perairan selatan Jawa. Analisis data dilakukan menggunakan Self Organizing Map (SOM) dan Hierarchical Clustering. Hasil yang diperoleh menunjukkan terdapat 4 kelompok pola curah hujan dominan berkaitan dengan siklon tropis Cempaka. Analisis temporal dan spasial terhadap keempat kelompok tersebut menunjukkan bahwa siklon tropis Cempaka berpengaruh kuat terhadap sebaran curah hujan di Jawa dan Madura. Tropical cyclones have strong influences on numerous meteorological parameters. An analysis of a tropical cyclone event can be conducted for various parameters by using different techniques. This study investigated the rainfall patterns over Java and Madura Islands during the occurrence of Cempaka tropical cyclone that struck the southern coast of Java at the end of November 2017. The Self-Organizing Map (SOM) and the Hierarchical Clustering (HC) were utilized as the analysis tools. The results showed that there were 4 dominant rainfall patterns related to the Cempaka tropical cyclone. The temporal and spatial analysis of those patterns showed that Cempaka tropical cyclone had strongly affected the distribution of rainfall in Java and Madura. 
IDENTIFIKASI SUDUT PERGERAKAN SESAR SUMATRA DI SEGMEN MUSI KEPAHIANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK Ashar Muda Lubis; Devika Christina Butarbutar; Suhendra Suhendra
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v20i2.543

Abstract

Salah satu segmen yang aktif di sesar Sumatra adalah segmen Musi yang berada di Kabupaten Kepahiang. Pada segmen ini telah terjadi gempa bumi yang besar pada tahun 1979 dengan kekuatan Mw = 6,0 dan tahun 1997 dengan kekuatan Mw = 5,0. Hal ini mungkin dapat terjadi dimasa yang akan datang, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk meneliti tingkat akumulasi energi di segmen ini. Tingkat akumulasi energi berhubungan dengan  geometri sesar, yang salah satu geometri sesar adalah sudut (dip) pergerakan sesar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sudut (dip) pergerakan sesar di segmen Musi menggunakan metode geolistrik tahanan jenis. Penelitian  dilakukan pada 4 lintasan, untuk setiap lintasan mempunyai panjang lintasan 480 m dengan jarak spasi antara  elektroda sepanjang 10 m dan menggunakan 48 buah elektroda. Setiap lintasan pada penampang dapat dilihat nilai kontras resistivity yang menunjukkan keberadaan sesar. Setiap lintasan diperoleh sudut (dip) yang terbentuk akibat pergerakan sesar sebesar  Tetapi, pada lintasan keempat diperoleh sudut  yang tidak signifikan, karena memperoleh kontras resistivity yang kurang jelas, sehingga sulit untuk menentukan sudut (dip) pergerakan sesar. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menentukan sudut (dip) pergerakan sesar pada segmen Musi menggunakan seismik Refleksi. 
MODIFIKASI KONSTANTA PERSAMAAN Z-R RADAR SURABAYA UNTUK PENINGKATAN AKURASI ESTIMASI CURAH HUJAN Thahir D. F. Hutapea; Donaldi S. Permana; Alfan S. Praja; Linda F. Muzayanah
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v21i2.545

Abstract

Radar cuaca sangat berpotensi untuk memberikan estimasi curah hujan beresolusi tinggi secara spasial dan temporal yang dapat meningkatkan akurasi prakiraan dini cuaca ekstrim dan juga dapat menyediakan informasi curah hujan pada wilayah yang tidak mempunyai stasiun pengamatan curah hujan. Radar cuaca tidak dapat secara langsung mengukur intensitas curah hujan, melainkan berdasarkan hubungan empiris antara reflektifitas radar (Z) dan tingkat curah hujan (R) dalam hubungan Z-R (Z = ARb). Pada penelitian ini, metode optimalisasi digunakan untuk menentukan konstanta A dan b yang sesuai untuk wilayah Surabaya di provinsi Jawa Timur. Data reflektifitas pada radar Surabaya dan data curah hujan per jam dari stasiun Juanda Surabaya pada periode Desember 2014 - Februari 2015 digunakan dalam studi ini. Hasil studi menunjukkan bahwa hubungan Z-R dengan persamaan Z = 110R1,6 menghasilkan estimasi curah hujan yang memiliki indikator statistik lebih baik dibandingkan dengan estimasi dari persamaan Marshall-Palmer (MP, Z = 200R1,6) dan Rosenfeld (Ros, Z = 250R1,2) sehingga dapat meningkatkan akurasiestimasi curah hujan di wilayah Surabaya.  Weather radar can potentially provide rainfall estimates with high spatial and temporal resolution in which improving the early warning accuracy of extreme weather and also provide rainfall estimates in areas with insufficient rainfall stations. Weather radar cannot directly be used to measure the rainfall intensity, but based on an empirical relationship between the reflectivity (Z) and rainfall rate (R) in the Z-R relationship (Z = ARb). In this study, an optimization method was used to determine suitable constants A and b for Surabaya, East Java province. The reflectivity data from Surabaya radar and hourly rainfall data at Juanda station in Surabaya during a period of December 2014 - February 2015 were used in this study. The results show that a Z-R relationship in the form of equation Z = 110R1,6 produces rainfall estimates with a better statistical indicator than ones produced by Marshall-Palmer (MP, Z = 200R1,6) and Rosenfeld (Ros, Z = 250R1,2) relationships, making it suitable for improving the accuracy of rainfall estimates for Surabaya.
PENGARUH MICROBURST DAN LOW-LEVEL WIND SHEAR (LLWS) PADA KASUS KECELAKAAN PENDARATAN PESAWAT LION AIR TANGGAL 13 APRIL 2013 DI BALI Achmad Sasmito; Donaldi S. Permana; Alfan S. Praja; Urip Haryoko
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v21i1.549

Abstract

Pada tanggal 13 April  2013 pukul 14.00-15.00 WIB telah terjadi musibah jatuhnya pesawat Lion Air Boeing 737-800 di laut Bali sebelum mencapai ujung landas pacu 09 di bandara Ngurah Rai, Bali. Informasi meteorologi yang yang lengkap sangat diperlukan untuk membantu mengungkap penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Kajian dilakukan dengan menggunakan data satelit, data radar, model global JMA, data AWOS dan Flight Data Recorder (FDR). Berdasarkan analisis data satelit MTSAT menunjukkan bahwa di sekitar bandara terdapat pertumbuhan awan Cumulus yang berkembang menjadi awan Cumulonimbus (Cb) dengan suhu puncak awan -42o C, hasil analisis data radar cuaca menunjukkan bahwa di sebelah barat landasan sekitar 5 km dari ujung landasan yang biasa digunakan untuk touch down pesawat ditengarai terdapat awan Cumulus dan Cb dengan tinggi dasar awan sekitar 500 meter.  Selain itu, hasil analisis data NWP model global dan AWOS menunjukkan adanya LLWS yakni angin permukaan dominan dari timur sedangkan angin lapisan atasnya (lapisan1000 mb) dominan angin dari timur-laut dengan kecepatan antara 10-15 knot. Dengan mempertimbangkan seluruh data meteorologi yang tersedia, jalur penerbangan, dan kerusakan pesawat diduga kuat bahwa saat akan mendarat pesawat Lion Air berada dibawah awan Cb, dan mengalami microburst sebelum sempat mendarat.   On April 13, 2013 at 14.00-15.00 WIB (07.00 – 08.00 UTC) the Lion Air Boeing 737-800 aircraft crashed in the Bali sea before reaching the end of runway 09 in Ngurah Rai airport, Bali. This study aims to analyze the potential occurrence of microburst and LLWS as the causes of this accident based on satellite, weather radar, JMA global models, AWOS and aircraft FDR data. Satellite data showed that cumulus clouds developed into Cb clouds with peak temperatures of -52.5 oC around the airport. Radar data showed that in the west of the runway around 2 - 3 km there were suspected cumulus and Cb clouds with a cloud base height of about 500 meters. Besides, model data and AWOS showed the existence of LLWS indicated by the easterly surface wind and the northeasterly upper layer winds (925 mb) with speeds between 10-15 knots. This was supported by aircraft FDR data which showed a very strong downburst which caused the aircraft to drop drastically with an average of 375 meters/minute from 6000 feet at 07.00 UTC to 1000 feet at 07.04 UTC before finally crashed at 07.10 UTC. This indicates the potential for a microburst that results in an aircraft accident.
Sampul Jurnal MG JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 17 No. 3 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v17i3.551

Abstract

Sampul Jurnal MG Volume 17 Nomor 3 Tahun 2016
Sampul Jurnal MG JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i2.553

Abstract

Sampul Jurnal MG Volume 18 Nomor 2 Tahun 2017
Sampul Jurnal MG JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 3 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i3.554

Abstract

Sampul Jurnal MG Volume 18 Nomor 3 Tahun 2017
Sampul Jurnal MG JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i2.556

Abstract

Sampul Jurnal MG Volume 18 Nomor 2 Tahun 2017
Sampul Jurnal MG JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 3 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i3.558

Abstract

Sampul Jurnal MG Volume 18 Nomor 3 Tahun 2017
Full Journal JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i1.562

Abstract

Full Journal Volume 18 Nomor 1 Tahun 2017

Page 8 of 18 | Total Record : 174