cover
Contact Name
Muhammad Rafii
Contact Email
muhammad.rafii@uinjambi.ac.id
Phone
+6282291540674
Journal Mail Official
muhammad.rafii@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Jl. Jambi Ma. Bulian KM. 16 Simpang Sungai Duren Kab. Muaro Jambi, Kodepos: 36363
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Journal of Applied Transintegration Paradigm
ISSN : -     EISSN : 28281217     DOI : -
JOURNAL OF APPLIED TRANSINTEGRATION PARADIGM (JATP) is a peer-reviewed International Journal devoted to the timely study of Religion, Saints, Social, Health Sciences, Education, and Technology. The journal seeks high-quality research papers on the challenges and opportunities presented by Religion, Sains, Health Sciences, Education, and Technology and their impact on society. Issues in JATP cover almost all of the areas of knowledge. Topics include, but are not limited to, the following: Religion, Sains, Social, Health Sciences, Education, and Technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Applied Transintegration Paradigm" : 5 Documents clear
TEOSOFI POLITIK ISLAM: POSISI POLITIK ISLAM DALAM ISLAM NUSANTARA Rosid Abdullah, Aminol; Saiful Anam; Marsum, Marsum
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tx8mtm91

Abstract

Artikel ini membahas keterkaitan antara teosofi, politik Islam, dan Islam Nusantara sebagai satu kesatuan integral yang berorientasi pada pengaktualisasian potensi manusia untuk memahami misteri Ilahi melalui simbol-simbol duniawi. Pendekatan teosofi digunakan untuk menafsirkan politik Islam bukan hanya sebagai sistem kekuasaan, tetapi juga sebagai wahana spiritual yang menumbuhkan kebijaksanaan, etika, dan akhlak dalam kehidupan bernegara. Dalam konteks Islam Nusantara, politik Islam memiliki kekhasan tersendiri yang dipengaruhi oleh budaya, tradisi, dan nilai-nilai lokal sehingga menciptakan corak politik yang moderat, humanis, dan berkeadaban. Melalui telaah filosofis dan praktis, tulisan ini menunjukkan bahwa posisi politik Islam di Indonesia memiliki peranan vital dalam membentuk akhlak sosial dan spiritual umat, di mana praktik politik tidak hanya ditujukan untuk kekuasaan, tetapi juga untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan sebagai manifestasi dari nilai-nilai Ilahiyah.
ISLAM SEBAGAI AGAMA PEMBEBASAN: KAJIAN FILOSOFIS TERHADAP PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID Nur Aasaeni, Eli; Ahmad Munirul Hakim
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/vp8nqz25

Abstract

This study aims to explore the dimensions of liberation in Islamic teachings through the philosophical perspective of Nurcholish Madjid (Cak Nur). The background to this research is based on the need to understand Islam not only as a ritualistic religion, but also as a liberating force that upholds social justice, equality, and respect for human dignity. The research problem formulation in this study covers three main points: (1) What is the foundation of liberation theology in Islam? (2) What is the concept of liberation in Islam according to Nurcholish Madjid's thinking? (3) What are the philosophical values ​​of liberation in Nurcholish Madjid's thinking? The research method used in this study is a literature study. This research was conducted by collecting, reviewing, and analyzing various literature relevant to the research theme. The data collection technique used is documentation, namely by collecting data from written sources such as Nurcholish Madjid's works, books, journals, and articles relevant to the theme of Islam as a religion of liberation. Meanwhile, the data analysis technique used descriptive-qualitative content analysis, interpreting the text to identify the main themes of Nurcholish Madjid's liberation thought, particularly those related to monotheism, justice, and pluralism. The results of the study indicate that, first, the foundation of liberation theology in Islam rests on the values ​​of monotheism, justice (al-'adl), and social responsibility. This theology directs Muslims to fight against oppression and create a just, equal, and humane society. Second, according to Nurcholish Madjid, liberation is the core teaching of Islam, freeing humanity from all forms of colonialism, both physical and spiritual. Third, the philosophical values ​​of liberation in Cak Nur's thought emphasize that monotheism is a doctrine of liberation from worldly power and oppression. He emphasizes the importance of pluralism, interfaith tolerance, and rejects the exploitation of religion for political gain. Finally, the author recommends that Muslims emphasize monotheism as the basis for social justice and the defense of the oppressed. Islam is understood as a moral force that liberates humanity from oppression, upholds equality, and rejects the politicization of religion.
Tipologi Kesedihan dalam Al-Qur’an:Analisis Tematik atas al-Ḥuzn, al-Asā, dan al-Asif Perspektif Teologis-Spiritual Amanah, Siti
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/1n7fhm56

Abstract

Kesedihan merupakan realitas emosional yang tidak terpisahkan dari pengalaman manusia. Namun, Al-Qur’an tidak memposisikan kesedihan sebagai satu entitas tunggal yang homogen. Melalui beragam istilah seperti al-ḥuzn/al-ḥazan, al-asā, dan al-asif, Al-Qur’an menghadirkan spektrum makna kesedihan yang beragam, mulai dari kesedihan yang bersifat manusiawi, kesedihan yang tercela, hingga kesedihan yang dinafikan sebagai bentuk kemuliaan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep kesedihan dalam Al-Qur’an dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dengan mengklasifikasikan kesedihan ke dalam tiga tipologi utama: (1) kesedihan yang dilarang (al-ḥuzn al-manhiyy ‘anhu), (2) kesedihan yang dinafikan (al-ḥuzn al-manfiyy), dan (3) kesedihan yang diakui dan dimaklumi sebagai bagian dari fitrah manusia (al-ḥuzn al-ma’dzūn). Kajian ini menegaskan bahwa larangan kesedihan dalam Al-Qur’an tidak ditujukan pada dimensi emosional yang natural, melainkan pada bentuk kesedihan yang berujung pada keputusasaan, melemahkan iman, dan merusak hubungan hamba dengan Tuhan. Sementara itu, kesedihan yang dinafikan berkaitan dengan kondisi spiritual orang-orang beriman yang telah mencapai tingkat ketenangan batin, sehingga kesedihan tidak lagi memiliki daya destruktif atas dirinya. Adapun kesedihan yang diakui, seperti kesedihan Nabi Ya‘qub atas kehilangan Nabi Yusuf yang menunjukkan bahwa ekspresi duka dapat menjadi bagian sah dari kemanusiaan, selama ia tetap berada dalam bingkai kesabaran dan ketundukan kepada Allah. Dengan demikian, artikel ini menemukan bahwa kesedihan dalam Al-Qur’an merupakan instrumen teologis-spiritual yang berfungsi mendidik, mematangkan, dan mentransformasikan jiwa manusia menuju kedewasaan iman.
KONSEP JIWA MENURUT AL- GHAZALI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK REMAJA Astuti, Ika Sari; Abbas, Pirhat; Firdaus, Abdullah
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/q94mbh17

Abstract

Al-Ghazali menyampaikan bahwa manusia terdiri dari jiwa (al-nafs), ruh (al-ruh), badan (al-jism). Konsep jiwa merupakan salah satu aspek sentral dalam berbagi tradisi pemikiran dan kepercayaan. Jiwa manusia menjadi salah satu pokok bahasan dalam filsafat Islam karena jiwa dianggap merupakan sisi spiritual yang abadi dari manusia itu sendiri. Akhlak adalah hay’at atau sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya lahir perbuatan yang spontan tanpa memerlukan pertimbangan dan pemikiran terlebih lagi bagi remaja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan Pustaka dengan sumber data penelitian ini berasal dari literatur, dokumentasi dan sumber tertulis lainnya, seperti buku, dokumen, arsip, jurnal dan lainnya yang mendukung. Hasil penelitian menujukan bawha jiwa dengan akhlak pada hakikatnya saling mempengaruhi, kuat atau lemah, sehat atau sakitnya tubuh tergantung dari kuat dan sehatnya jiwa. Remaja yang memiliki kondisi jiwa yang sehat maka akan memiliki akhlak yang baik juga karena keduanya saling berhubungan dan pada dasarnya Akhlak ialah sifat-sifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam jiwanya dan selalu ada pada dirinya.
Kontribusi Guru Qadir Mahyuddin dalam Membumikan Aqidah Ahlu as-Sunnah wa al-Jama’ah Abror, Muhammad; Rusydy, Muh; Abbas, Pirhat; Nursaktila, Nia
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/njr1em18

Abstract

Artikel ini membahas tentang aqidah, ahli assunnah waljamaah karena Aqidah merupakan pokok penting dalam Agama Islam, ia adalah sebuah bentuk kepercayaan yang sangat kokoh, tidak memiliki kebimbangan atau keraguan sedikitpun, Aqidah menjadi sebuah istilah dalam Islam atas sebuah kepercayaan yang kuat tanpa ada sedikitpun keraguan bagi mereka yang mengimaninya. Sehingga ketika kepercayaan ini sesuai dengan kenyataan maka Aqidahnya dianggap benar, namun jika kepercayaanya tidak sesuai dengan yang sebenarnya maka Aqidahnya dianggap salah berdasarkan Alquran dan Hadis Shahih. Guru Abdul Qadir Mahyuddin adalah bukti betapa aqidah Ahlussunnah wa Al-jama’ah tetap eksis dibumi Jambi. Bukan tidak ada rintangan dan problematika yang ia hadapi, dalam karyanya, dia menulis secara rinci semua hal yang perlu diketahui oleh seorang muslim berdasarkan argumentasi al-‘aqliy (logika) yang kuat dan didukung oleh dalil Naqliy (Alquran dan Sunnah). Beliau juga menulis banyak hal yang harus diwaspadai dari perkembangan pemikiran yang kemudian mengkristal menjadi aliran aliran dalam Islam. Secara umum penelitian ini bertujuan menambah wawasan serta memperkokoh keyakinan kita pada mazhab Ahlu As-sunnah wa Al-jamaah, dan memperkenalkan pada khalayak umum, seorang tokoh ulama Jambi, yang dulu pada masanya cukup berpengaruh menyumbangkan keimuannya dalam perjalanan peradaban Islam di Jambi. Metode bisa didefenisikan sebagai way of doing anything, yaitu suatu cara yang digunakan untuk melakukankan sesuatu agar sampai kepada suatu tujuan. Studi tokoh merupakan bagian dari jenis penelitian kualitatif. penelitian seperti ini dapat berbentuk studi kasus, multi kasus, multi situs, penelitian historis, penelitian kepustakaan, penelitian ekologi, penelitian fenomenologis, atau penelitian masa depan. Sehingga, kaidah-kaidah yang dibangun dalam studi tokoh mengikuti kaidah penelitian kualitatif. Adapun hasil temuan penulis dalam penelitian ini yaitu bagaimana Kontribusi Guru Qadir Mahyuddin dalam membumi kan Aqidah Ahlu As-sunnah wa Al-jama’ah. Sehingga memudahkan pembaca untuk memahami aqidah, ahlu assunnah wal jamaah serta Kontribusi Guru Qadir Mahyuddin dalam membumi kan Aqidah Ahlu As-sunnah wa Al-jama’ah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5