cover
Contact Name
Heryyanoor
Contact Email
journalofintannursing@gmail.com
Phone
+6285248198872
Journal Mail Official
journalofintannursing@gmail.com
Editorial Address
Jl. Samadi No.1 Rt.1 Rw.1 Kel. Jawa Martapura Kab. Banjar Kalimantan Selatan Telp./Fax : 0511-4721812
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Intan Nursing
ISSN : 30313260     EISSN : 29619181     DOI : 10.54004
Join: Journal of Intan Nursing is a Stikes Intan Martapura journal with p-ISSN: 3031-3260 and e-ISSN: 2961-9181. This journal publishes original articles, reviews and case studies in the general and specific fields of nursing, including basic nursing, medical surgical nursing, emergency and critical care nursing, psychiatric nursing, community and family nursing, gerontic nursing, maternity nursing, pediatric nursing, Nursing Management, and others. This journal is published twice yearly, in March and September, starting in 2022 and continuing until now.
Articles 49 Documents
Penerapan Terapi Mobilisasi dan Massase Punggung terhadap Pencegahan Luka Decubitus pada Pasien Non Hemoragik Stroke : Studi Kasus: Application of Mobilization Therapy and Back Massage to Prevent Decubitus Ulcers in Non-Hemorrhagic Stroke Patients: A Case Study Hadianto B, Rusman; Handayani, Dwi Esti; Sulastri, Sulastri; Botutihe, Fauziah
Journal of Intan Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v4i2.293

Abstract

Pendahuluan: Non Hemoragik Stroke merupakan kelemahan otot akibat kerusakan saraf sehingga menimbulkan terjadinya gangguan mobilisasi membuat individu akan mengalami tirah baring akan berisiko terjadinya luka tekan terutama di area punggung dan area yang memiliki tonjolan tulang. Untuk mengurangi terjadinya luka tekan (Luka decubitus) dibutuhkan penanganan yang tepat yaitu pemberian mobilisasi dan massase punggung menggunakan VCO. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan mobilisasi dan massase punggung terhadap pencegahan luka decubitus pada pasien non hemoragik stroke. Metode: Kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang menggunakan 2 responden di Rumah Sakit TK. II Pelamonia dan RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan (Sroke Center). Hasil: menunjukkan, penerapan yang dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan penerapan mobilisasi serta massase punggung menggunakan VCO sebanyak 10 ml dari punggung sampai sakrum sekali usapan dengan durasi 10 menit selama 3 hari penerapan di rumah sakit terjadi peningkatan skala braden dan kemerahan pada punggung berkurang. Kesimpulan: pemberian posisi dengan massase punggung menggunakan VCO dapat mencegah terjadinya luka decubitus dibuktikan dengan peningkatan nilai skala Braden.
Hubungan Pengetahuan Senam Kaki Diabetes Dengan Motivasi Mencegah Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Mellitus: The Relationship Between Knowledge of Diabetic Foot Exercises and Motivation to Prevent Diabetic Foot Ulcers in Diabetes Mellitus Patients Maria, Insana
Journal of Intan Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v4i2.348

Abstract

Pendahuluan: Tantangan kesehatan di era modern dengan adanya penyakit degeneratif yang memiliki berbagai komplikasi salah satunya adalah penyakit Diabetes Mellitus. Upaya mencegah komplikasi amputasi kaki dengan melakukan senam kaki diabetic sebagai aktifitas jasmani dan aerobk, memiliki manfaat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan senam kaki diabetes dengan motivasi mencegah ulkus kaki diabetic. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, dengan populasi 150 orang dan sampel sebanyak 109 responden dengan teknik consecutive sampling, instrument menggunakan kuesioner. Analisis bivariate menggunakan spearman rank. Hasil: Pengetahuan responden mayoritas kurang dan motivasi dalam mencegah ulkus kaki diabetik mayoritas sedang. Hasil uji statistik ρ = 0,034 < α 0,05 dengan nilai r = 0,221, yang berarti bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan senam kaki diabetes dengan motivasi mencegah ulkus kaki diabetik pada pasien Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan senam kaki diabetes dengan motivasi mencegah ulkus kaki diabetik pada pasien Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Pegawai Dinas Kesehatan: The Relationship Between Body Mass Index (BMI) and the Physical Fitness Level of Health Service Employees Robby, Muhammad; Lestari, Puji Ayu Asri Sri; Oldyanoor, Muhammad
Journal of Intan Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v4i2.374

Abstract

Pendahuluan: Kebugaran jasmani merupakan indikator penting dalam mendukung kesehatan dan produktivitas pegawai, khususnya di lingkungan instansi kesehatan. Status gizi yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) berperan sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat kebugaran jasmani. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi IMT, tingkat kebugaran jasmani, serta menganalisis hubungan keduanya pada pegawai Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 pegawai yang dipilih dengan teknik total sampling. IMT diukur berdasarkan berat badan dan tinggi badan, sedangkan kebugaran jasmani diukur menggunakan Rockport Walking Test (VO₂Max). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas pegawai memiliki IMT kategori kurang (52,9%) dan tingkat kebugaran jasmani kategori normal (46,1%). Hasil uji Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMT dan kebugaran jasmani (p = 0,010) dengan arah korelasi negatif lemah (r = -0,254). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan tingkat kebugaran jasmani pegawai, di mana semakin tinggi IMT, maka kebugaran jasmani cenderung menurun. Dinas Kesehatan disarankan untuk mengembangkan program promosi kesehatan kerja melalui edukasi gizi, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
Latihan Meremas Bola Efektif Dalam Mengatasi Gangguan Fungsional Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke Non Hemoragic: Ball Squeezing Exercises Are Effective in Overcoming Functional Extremity Disorders in Post-Non-Hemorrhagic Stroke Patients Abdullah , Muhammad Said; Novianty, Nadya Resiana; Pefbrianti, Diana; Hasaini, Asni; Ramadani, Sazkia; Ramadani, Nor Aliza
Journal of Intan Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v4i2.420

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi stroke non hemoragic di Kabupaten Banjar tahun 2024 menduduki peringkat 2 dari seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Kelemahan anggota gerak pada klien stroke non hemoragic dapat mempengaruhi kekuatan otot, melemahnya otot disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otak yang menjadi penyebab gangguan fungsional. Tujuan: Tujuan pnelitian menganalisis efektifitas latihan motorik halus meremas bola terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragic di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Metode: Desain Penelitian yang digunakan merupakan eksperimental one group pretest postest. Dengan populasi di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur sebanyak 36 orang, menggunakan teknik purposive sampling dan besar sampel dalam penelitian ini sebanyak penelitian ini 15 responden yang diberikan intervensi dan latihan meremas bola, Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini ialah kuesioner Wrist Hand Disability Index (WHDI) analisis bivariat uji statistic Wilxocon Signed Rank Test. Hasil: nilai Mean pada skor gangguan fungsional yang dibagi dalam kategori derajat ketergantungan WHDI saat Pre-test sebesar 61,60 dengan standar deviasi 19,364 dan mengalami penurunan setelah diberikan terapi Latihan meremas bola pada pasien pasca stroke non hemoragic diperoleh mean sebesar 36,27 dengan standar deviasi sebesar 16,714. Hasil penelitian menunjukan bahwa latihan motorik halus meremas bola efektif terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien pasca stroke non hemoragic di wilayah kerja puskesmas martapura timur dengan nilai ρ (ρ=0,001) ≤ (α=0,05). Kesimpulan: Dari penelitian ini diperolah hasil latihan motorik halus meremas bola efektif terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien pasca stroke non hemoragic serta terjadi penurunan gangguan fungsi pada ekstremitas atas responden.
Pengalaman Ibu Merawat Balita Dengan Diare: Studi Kualitatif: Mothers' Experiences in Caring for Toddlers with Diarrhea: A Qualitative Study Jumiyati, Jumiyati; Ikasari, Filia Sofiani; Maria, Insana; Rusdiana, Rusdiana
Journal of Intan Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v4i2.422

Abstract

Pendahuluan: Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada balita dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti dehidrasi. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran sentral dalam penanganan awal diare di rumah. Namun, kajian yang mengeksplorasi pengalaman ibu secara mendalam dalam merawat balita dengan diare masih terbatas, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam merawat balita yang mengalami diare, meliputi aspek penanganan, kendala, respon emosional, dukungan keluarga, dan upaya pencegahan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan sebanyak 12 ibu dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 127 ibu yang memiliki balita dengan riwayat diare. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Analisis data menghasilkan lima tema utama, yaitu: (1) penanganan diare di rumah secara farmakologis dan nonfarmakologis, termasuk penggunaan pengobatan tradisional; (2) kendala dalam perawatan, seperti kelelahan fisik dan tekanan emosional; (3) respon ibu berupa kecemasan, kepanikan, dan upaya pencarian informasi; (4) dukungan keluarga sebagai faktor penguat dalam proses perawatan; dan (5) upaya pencegahan melalui peningkatan kebersihan makanan dan minuman anak. Kesimpulan: Pengalaman ibu dalam merawat balita dengan diare dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kondisi emosional, serta dukungan sosial keluarga. Edukasi berbasis keluarga dan penguatan peran tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketepatan penanganan diare dan mencegah komplikasi pada balita.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Narapidana : The Relationship Between Family Support and Prisoners' Anxiety Levels Megantara, I Kadek Enal; Wulandari , Ni Putu Dita; Purwaningsih , Ni Komang; Gandari, Ni Komang Matalia
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.372

Abstract

Pendahuluan: Perasaan cemas juga menimbulkan masalah dalam konsep diri individu dan cenderung memiliki ancaman pada jiwa dan psikis seperti kehilangan arti hidup dan merasa tidak berguna atau depresi. Berbagai faktor dapat menjadi pemicu timbulnya kecemasan pada narapidana tersebut, salah satunya adalah dukungan yang didapatkan oleh narapidana selama menjalani masa tahanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 71 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini meliputi, variabel indenpenden berupa dukungan keluarga dan variabel dependen berupa tingkat kecemasan. Data dukungan keluarga dan kecemasan dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar Depression Anxiety Stress Scale (DASS)-21. ata kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga pada narapidana sebagian besar berada dalam kategori sedang (53,5%) dengan tingkat kecemasan narapidana lebih banyak berada dalam kategori ringan (70,4%). Berdasarkan hasil uji analisis bivariat didapatkan nilai p=0,003 (<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan narapidana. Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli.
Faktor risiko diabetes melitus pada lansia di wilayah pedesaan: Analisis Epidemiologi Cross-Sectional: Risk factors for diabetes mellitus in elderly in rural areas: A cross-sectional epidemiological analysis Yuwono, Podo; Ernawati; Utoyo, Bambang
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.387

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok lansia. Kondisi ini semakin kompleks pada masyarakat pedesaan akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya pemahaman mengenai pencegahan penyakit. Faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, aktivitas fisik rendah, obesitas, dan riwayat keluarga turut memperbesar beban DM pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di wilayah pedesaan Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan epidemiologi analitik. Sebanyak 80 responden lansia berusia ≥60 tahun direkrut dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan pemeriksaan klinis meliputi indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, dan kadar gula darah sewaktu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji chi-square dan independent t-test. Hasil: Sebanyak 35% responden teridentifikasi menderita DM. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,045), aktivitas fisik (p=0,027), dan riwayat keluarga DM (p=0,002) berhubungan signifikan dengan kejadian DM. Variabel numerik menunjukkan perbedaan signifikan pada umur (p=0,021), IMT (p=0,032), dan tekanan darah (p=0,009) antara kelompok dengan dan tanpa DM. Jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan status DM (p=0,360). Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di pedesaan meliputi pendidikan, aktivitas fisik, riwayat keluarga, umur, IMT, dan tekanan darah. Temuan ini menegaskan bahwa DM pada lansia pedesaan dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosiodemografi.
Mekanisme Penanggulangan Keluarga dan Status Stunting pada Anak Balita di Puskesmas Rowokele: Family Coping Mechanisms and Stunting Status among Children Under Five in the Working Area of Rowokele Primary Health Center Susilowati, Yuli; Ali, Sulton Nur; Suwaryo, Putra Agina Widyaswara
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.445

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain faktor gizi dan sosial ekonomi, mekanisme koping keluarga diduga berperan dalam pencegahan stunting Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mekanisme koping keluarga dan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rowokele, Kabupaten Kebumen Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik cross-sectional. Variabel independen adalah mekanisme koping keluarga dan variabel dependen adalah kejadian stunting pada balita. Populasi penelitian berjumlah 256 keluarga dengan sampel 71 responden yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Data dikumpulkan pada Desember 2024 menggunakan kuesioner Family Crisis Oriented Personal Evaluation Scales (F-COPES). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05.. Hasil: Sebagian besar keluarga memiliki mekanisme koping adaptif dengan dimensi tertinggi pada dukungan sosial. Terdapat hubungan signifikan antara mekanisme koping keluarga dan kejadian stunting (χ² = 9,902; p < 0,003). Koping maladaptif meningkatkan risiko stunting (OR = 0,167; 95% CI = 0,048–0,584). Kesimpulan: Mekanisme koping keluarga berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.
Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Dan Aromaterapi Lavender Terhadap Nilai Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: The Effect of Progressive Muscle Relaxation and Lavender Aromatherapy on Blood Pressure Values ​​in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Azzahra, Sekar Putri; Septiawan, Taufik; Wibowo, Thomas Ari
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.473

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi sering menyertai Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) sebagai komorbiditas yang meningkatkan risiko kardiovaskular. Pengendalian tekanan darah memerlukan intervensi non-farmakologis untuk mengurangi stres dan memperbaiki respons fisiologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efek penggabungan Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan aromaterapi lavender terhadap pengendalian tekanan darah pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 (DMT2). Metode: Dengan desain quasi-eksperimental pretest-posttest, studi melibatkan 30 responden (15 intervensi, 15 kontrol) di Puskesmas Temindung, Samarinda. Kelompok intervensi menerima PMR dan aromaterapi lavender selama 7 hari, sementara kelompok kontrol hanya terapi farmakologis standar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kelompok intervensi mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan (ρ=0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti (ρ >0,05). Uji Mann-Whitney mengonfirmasi Perbedaan yang bermakna secara statistik antar kelompok (ρ <0,05). Kesimpulan: Terdapat efek penggabungan Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan aromaterapi lavender terhadap pengendalian tekanan darah pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 (DMT2).