cover
Contact Name
Sawaluddin
Contact Email
marwahmadaniriau@gmail.com
Phone
+6282171744586
Journal Mail Official
marwahmadaniriau@gmail.com
Editorial Address
Jalan Rokan Siak Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal of Islamic Law El Madani
ISSN : -     EISSN : 28100948     DOI : https://doi.org/10.55438/jile
Core Subject : Social,
Journal of Islamic law El Madani publisher this Yayaysan Marwah Dani Riau. Journal of Islamic law El Madani is accept article Islamic Law and Sharia. Journal of Islamic law El Madani twice published (Juni and December).
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 1 (2025)" : 4 Documents clear
Rekonstruksi Normatif Kewajiban Negara di Indonesia Berdasarkan Prinsip Siyasah Idariyah Sahrin Sahrin
Journal of Islamic Law El Madani Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jile.v5i1.198

Abstract

Penelitian ini menganalisis kewajiban negara dalam penyediaan listrik sebagai amanah publik dan merumuskan model tata kelola normatif berbasis prinsip Siyasah Idariyah. Penelitian ini dibatasi pada kajian normatif dalam konteks hukum positif Indonesia dan prinsip Siyasah Idariyah, dengan fokus pada analisis doktrinal dan etis tanpa melibatkan pendekatan empiris atau studi kasus lapangan. Dengan menggunakan pendekatan normatif-kualitatif serta analisis hukum dan etika, penelitian ini mensintesis doktrin public trust dalam hukum modern dengan konsep klasik tata kelola Islam. Data dikumpulkan dari bahan hukum primer, literatur fiqh klasik, dan sumber sekunder seperti artikel jurnal, buku, dan laporan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa listrik secara hukum telah diakui sebagai amanah publik dalam sistem hukum Indonesia, namun kerangka normatif yang ada belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan distributif, perlindungan kelompok rentan, dan akuntabilitas moral secara komprehensif. Perspektif Siyasah Idariyah menegaskan bahwa listrik merupakan amanah ilahiyyah (amanah ilahiyyah), yang mewajibkan negara untuk menyelenggarakan pelayanan secara adil, akuntabel, dan berlandaskan etika. Penelitian ini menawarkan model tata kelola berbasis public trust yang mengintegrasikan tanggung jawab hukum dan moral dalam pengelolaan energi dalam konteks hukum Indonesia. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka normatif dan etis bagi tata kelola pelayanan publik dengan menjembatani doktrin hukum modern dan prinsip etika pemerintahan Islam, serta menawarkan model konseptual yang adaptif untuk mewujudkan keadilan dalam penyediaan layanan listrik di Indonesia.  
Maqasih Syariah sebagai Landasan Reformasi Hukum Perceraian dan Hak Asuh Anak dalam Konteks Modern Ilham Rahmani; Rahman Alwi
Journal of Islamic Law El Madani Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jile.v5i1.221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran maqasid al-syari’ah sebagai landasan filosofis dan metodologis dalam reformasi hukum perceraian dan hak asuh anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif-filosofis melalui studi kepustakaan terhadap sumber hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara deduktif dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqasid al-syari’ah, khususnya prinsip hifẓ al-dīn, hifẓ al-nafs, hifẓ al-nasl, dan hifẓ al-‘aql, berperan penting dalam mendorong pergeseran paradigma hukum keluarga Islam dari legalisme tekstual menuju keadilan substantif. Pendekatan maqasid terbukti mampu mengakomodasi perlindungan hak perempuan dan anak serta menjembatani antara norma syariah dan realitas sosial modern. Dengan demikian, pendekatan maqasid al-syari’ah menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan reformasi hukum keluarga Islam yang adaptif, berkeadilan, dan relevan dengan tantangan masyarakat modern. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa maqasid al-syari’ah dapat dijadikan dasar normatif dan metodologis bagi pembaruan regulasi serta praktik peradilan agama yang lebih humanis, berkeadilan gender, dan berorientasi pada kemaslahatan anak dalam konteks hukum keluarga Islam kontemporer.
Perkembangan Fiqh Pada Masa Sahabat, Tabi’in, Munculnya Mazhab dan Konsep Ijtihad serta Taqlid Nur Aisyah Agustin Bakhri; Zulheldi Zulheldi; Sabhamis Sabhamis
Journal of Islamic Law El Madani Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jile.v5i1.244

Abstract

During the era of the Companions and after the emergence of established schools of fiqh, Islamic jurisprudence developed rapidly and dynamically throughout history. During the era of the Companions, fiqh developed based on a direct understanding of the Qur'an and Sunnah of the Prophet Muhammad SAW, as well as the practice of ijtihad to resolve new issues that arose as the Islamic territory expanded. This article aims to examine the history of fiqh development from the era of the Companions and the Tabi'in to the emergence of schools of thought, as well as to understand the meaning of ijtihad and taqlid in the process of fiqh development. The method used is qualitative literature research. The results of this article show that the development of fiqh cannot be separated from the social, cultural, and intellectual context of Muslims at each stage of its development, and emphasize the importance of ijtihad as a tool for the renewal of Islamic law and the role of taqlid in maintaining the continuity of scientific tradition.
The History of the Birth of Shia Ja'fariyah, Zaidiyah, and Ibadiyah and the Source of Law and the Concept of Ijtihad Sovia Rida; Firdaus Arifin
Journal of Islamic Law El Madani Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jile.v5i1.249

Abstract

This article examines the development of Islamic legal theory during the leadership of Umar bin Khattab, focusing on his leadership model, social setting, and the practice of ijtihad in responding to the dynamics of early Islamic society. The study aims to analyze how Umar bin Khattab applied Islamic law contextually without departing from the fundamental principles of the Qur'an and Sunnah. This research employs a qualitative method with a library research approach by analyzing primary and secondary sources related to the history of Islamic legal thought. The findings indicate that Umar bin Khattab's leadership played a crucial role in shaping an adaptive, just, and maslahah-oriented Islamic legal system. His ijtihad, such as the suspension of zakat distribution for muallaf and the postponement of hudud punishments during periods of social crisis, reflects a progressive understanding of Islamic law that prioritizes justice and public welfare. These legal policies demonstrate that Islamic law during Umar's era was not merely normative, but also practical and responsive to social, political, and economic challenges. This study concludes that Umar bin Khattab's approach to ijtihad serves as an important foundation for the development of contextual and dynamic Islamic legal thought that remains relevant across different times and circumstances

Page 1 of 1 | Total Record : 4