cover
Contact Name
Sawaluddin
Contact Email
marwahmadaniriau@gmail.com
Phone
+6282171744586
Journal Mail Official
marwahmadaniriau@gmail.com
Editorial Address
Jalan Rokan Siak Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Qonun Iqtishad EL Madani Journal
ISSN : -     EISSN : 28277759     DOI : https://doi.org/10.55438/jqim
Core Subject : Economy,
Qonun Iqtishad EL Madani Journal the publisher Yayasan Marwah Madani Riau. Qonun Iqtishad EL Madani Journal this accept article economic and shariah economic. Qonun Iqtishad EL Madani Journal is twice publish (Juni and December). Qonun Iqtishad EL Madani Journal have e issn 2827-7759.
Articles 44 Documents
Analisis Religiusitas Terhadap Loyalitas Nasabah BSI: Pendekatan Regresi Linier Husna, Lailatul; Nor, Alias Bin Mat
Qonun Iqtishad EL Madani Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jqim.v5i1.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh religiusitas terhadap loyalitas nasabah pada Bank Syariah Indonesia KCP Bagan Batu Kota dengan menjawab sejauh mana nilai-nilai spiritual nasabah mendorong kesetiaan mereka menggunakan produk dan layanan bank. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan desain regresi linier sederhana; sampel 98 nasabah Muslim aktif dipilih secara purposive sampling, data dikumpulkan melalui kuesioner Likert lima tingkat untuk indikator religiusitas (keagamaan, kepatuhan zakat, praktik bisnis halal, larangan riba) dan loyalitas nasabah (niat kembali serta pembelian silang), lalu dianalisis dengan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan regresi linear menggunakan EViews 12 pada α=0,05. Hasil menunjukkan religiusitas berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas nasabah (R²=0,308; β=0,278; t=6,544; p<0,05), artinya sejauh 30,8% variasi loyalitas dapat dijelaskan oleh tingkat religiusitas nasabah. Kesimpulannya, nilai-nilai religius merupakan determinan substansial dalam membangun loyalitas di perbankan syariah, meski faktor lain seperti kualitas layanan dan kepuasan masih memegang peranan besar. Implikasi penelitian ini mendorong manajemen bank syariah untuk mengintegrasikan program edukasi syariah, peningkatan literasi keuangan Islam, dan pengembangan produk berbasis nilai spiritual guna memperkuat loyalitas nasabah, serta merekomendasikan penelitian selanjutnya mengadopsi model multivariat dengan variabel kualitas layanan, kepuasan, citra merek, dan variabel moderator demografis. Kata Kunci: Religiusitas, Loyalitas Nasabah, Perbankan Syariah, Regresi Linear, Bank Syariah Indonesia
Larangan Riba dan Implikasinya terhadap Stabilitas Sistem Keuangan Islam Alhamid, Fahmul Hasni; Hasni, Fahmul
Qonun Iqtishad EL Madani Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jqim.v5i1.175

Abstract

Riba adalah praktik yang dilarang dalam hukum Islam dan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi ekonomi individu maupun masyarakat. Penelitian ini membahas pentingnya pemahaman mendalam tentang riba dan dampak ekonominya. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis-jenis riba serta memahami dasar hukum larangannya dalam Al-Qur’an dan Hadis. Metode yang digunakan adalah kajian literatur kualitatif dengan menganalisis sumber primer dan sekunder terkait hukum Islam dan ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba memiliki berbagai kategori dengan implikasi berbeda, dan penerapan hukum larangan riba dapat mendukung terciptanya sistem keuangan yang lebih adil. Selain itu, penelitian ini mengulas dampak sosial dan ekonomi dari praktik riba serta menawarkan alternatif produk keuangan syariah sebagai pengganti riba. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang riba dan mendorong penerapan prinsip-prinsip syariah dalam ekonomi modern.
Fintech dan Kinerja Bank Syariah: Apakah Transformasi Digital Meningkatkan Efisiensi? Armayanti, Yuni
Qonun Iqtishad EL Madani Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jqim.v5i1.193

Abstract

Transformasi digital melalui adopsi teknologi finansial (fintech) diyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional bank syariah. Namun, efektivitas implementasi fintech dalam menurunkan biaya operasional masih menjadi perdebatan, terutama di konteks bank syariah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adopsi fintech terhadap efisiensi operasional bank syariah yang diukur dengan rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, menggunakan data sekunder dari laporan keuangan 14 bank syariah selama periode 2020–2024 dan diolah menggunakan aplikasi EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech berpengaruh positif terhadap BOPO dengan koefisien sebesar 0.0792 dan tingkat signifikansi 10% (p = 0.0617), yang mengindikasikan bahwa adopsi fintech justru berasosiasi dengan peningkatan biaya operasional dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh tingginya investasi awal dalam infrastruktur digital dan pelatihan SDM. Temuan ini menyiratkan bahwa strategi digitalisasi perlu diseimbangkan dengan efisiensi biaya dan kesiapan organisasi. Implikasi manajerialnya adalah pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap dampak biaya dari adopsi fintech agar tujuan efisiensi bank syariah dapat tercapai secara optimal. Kata Kunci : Fintech, Efisiensi Bank Syariah, BOPO, Transformasi Digital. ABSTRACT Digital transformation through the adoption of financial technology (fintech) is widely expected to improve the operational efficiency of Islamic banks. However, the actual impact of fintech on cost reduction remains debatable, particularly within the context of Islamic banking in Indonesia. This study aims to examine the effect of fintech adoption on the operational efficiency of Islamic banks, measured by the BOPO ratio (Operating Expenses to Operating Income). A quantitative approach was employed using multiple linear regression analysis on secondary data from 14 Islamic banks over the period 2020–2024, processed with EViews version 12. The results show that fintech adoption has a positive effect on BOPO, with a coefficient of 0.0792 and a marginal significance level of 10% (p = 0.0617), indicating that digital initiatives are associated with increased operating costs in the short term. This is likely due to initial investments in digital infrastructure and human resource development. The findings suggest that digital transformation strategies should be aligned with cost control and organizational readiness. The managerial implication is the necessity for a more strategic and selective approach in adopting fintech, ensuring that its implementation contributes effectively to long-term efficiency goals of Islamic banks . Keywords : Fintech, Islamic Bank Efficiency, BOPO, Digital Transformation
Internalisasi Nilai-Nilai Komunikasi Islami dalam Praktik Bisnis Syariah di Rokah Hilir: Pendekatan Fenomenologis Sugito, Sugito
Qonun Iqtishad EL Madani Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jqim.v5i1.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap proses internalisasi nilai-nilai komunikasi Islami dalam praktik bisnis syariah di Rokan Hilir dengan menelaah bagaimana pelaku usaha kecil memaknai, menghayati, dan mewujudkan nilai tersebut dalam interaksi bisnis sehari-hari. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan untuk menggali pengalaman subjektif pelaku usaha, dengan desain penelitian yang merujuk pada prinsip reduksi fenomenologis Husserl dan pendalaman lived experience sebagaimana dijelaskan dalam teori fenomenologi kontemporer. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan, dengan partisipan dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling yang melibatkan pedagang, pengusaha mikro, dan pelaku usaha syariah lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai komunikasi Islami berlangsung melalui proses berlapis, dimulai dari keluarga sebagai pembentuk moral primer, dilanjutkan oleh komunitas religius seperti masjid dan majelis taklim, hingga akhirnya teraktualisasi dalam praktik bisnis. Pelaku usaha mengidentifikasi nilai seperti kejujuran, amanah, transparansi, ukhuwah, dan musyawarah sebagai pedoman utama dalam transaksi dan negosiasi bisnis mereka. Tantangan muncul dari modernisasi, kompetisi pasar, dan penetrasi praktik usaha non-syariah, yang menuntut pelaku usaha untuk mengembangkan strategi adaptif agar tetap konsisten dengan nilai Islam sambil mempertahankan keberlanjutan usaha. Temuan ini berkontribusi bagi pengembangan model fenomenologis komunikasi Islami dalam konteks bisnis syariah pedesaan serta memperkaya literatur yang sebelumnya cenderung normatif dan belum menggali pengalaman pelaku di tingkat mikro. Penelitian ini juga memberikan implikasi praktis bagi penguatan etika bisnis berbasis komunitas dan membuka ruang bagi studi lanjutan dalam konteks digital maupun lintas daerah.