cover
Contact Name
Yafi Sabila Rosyad
Contact Email
rosyad2yafi@gmail.com
Phone
+6282388417765
Journal Mail Official
rosyad2yafi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Degolan No.km 15, RW.2, Kopatan, Umbulmartani, Kec. Ngemplak
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bhakti Sabha Nusantara
ISSN : 2962892X     EISSN : 29628911     DOI : 10.58439
Jurnal Bhakti Sabha Nusantara dengan nomor ISSN 2962-892X (cetak) dan ISSN 2962-8911 (online) merupakan jurnal multidiplin hasil pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan oleh Sahabat Publikasi Kuu. Jurnal Bhakti Sabha Nusantara merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada bidang promosi dan pendidikan kesehatan, pembangun masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan pengaplikasian hasil riset . Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai dibidang pengabdian. Jurnal Bhakti Sabha Nusantara terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 67 Documents
Increasing The Role Of Pregnant Women And Toddler Kader For Early Detection And Prevention Of Stunting Pregnancy To Toddler Period Lusiana, Deni
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.252

Abstract

Posyandu for toddlers and pregnant women is one of the services that has direct contact with the community. Posyandu activities for toddlers and pregnant women focus on preventive efforts including early detection and empowerment to prevent stunting. The implementation of posyandu for toddlers and pregnant women is driven by cadres from the local community who are willing and work voluntarily with the assistance of Health Center health workers. So it is important to carry out cadre training to distribute quality cadres both in number and quality. Training for posyandu cadres for toddlers and pregnant women refers to the curriculum and training modules for posyandu cadres published by the Indonesian Ministry of Health. Stunting prevention can be done by early detection at posyandu for toddlers and pregnant women. The material provided is about early detection of stunting from measurement methods, interpretation and accompanying menus for stunting prevention. The implementation of PkM began with providing material twice and then evaluation once in the RW 05 cadre area. The counseling was attended by 21 cadres of toddlers and pregnant women in the Demangan area from RW 01-12. Cadres are also evaluated pre-post on the level of cadre knowledge regarding the materials provided by the team. The results show that there has been a change or increase in cadres' knowledge regarding early detection of stunting. The things that have been done are important to support the 8000 HPK program to prevent stunting so as to achieve control of the stunting rate due to the role and involvement of posyandu cadres for toddlers and pregnant women.
Pendampingan Dan Edukasi Pencegahan Postpartum Blues Pada Ibu Pasca Melahirkan Di Batam Ika Novita Sari; Andita Nugrahani
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.273

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengatasi masalah postpartum blues pada ibu pasca melahirkan di Kota Batam. Data menunjukkan tingkat postpartum blues yang tinggi (50-75%) di Batam, melebihi rata-rata nasional (30-50%), yang dipengaruhi oleh faktor pekerjaan, sosial, dan ekonomi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan ibu dalam menghadapi postpartum blues melalui edukasi satu hari yang komprehensif. Kegiatan diikuti oleh 57 peserta (95% tingkat kehadiran) yang terdiri dari ibu hamil trimester ketiga, ibu pasca melahirkan, dan kader kesehatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang postpartum blues dari rata-rata 40,4% menjadi 77,6% setelah program. Mayoritas peserta juga berhasil menguasai keterampilan manajemen stres dengan tingkat penguasaan di atas 78%. Program mendapat tingkat kepuasan tinggi dari peserta dan menghasilkan komitmen tindak lanjut yang kuat, dengan 100% peserta bergabung dalam grup WhatsApp untuk dukungan berkelanjutan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesiapan ibu dalam menghadapi postpartum blues, meskipun masih memerlukan program lanjutan untuk penguatan materi.
Pendidikan Kesehatan Anemia Pada Mahasiswa Putri Dengan Konsumsi Tablet Fe Menggunakan Vidio Edukasi Ratri, Tifany Hayuning
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.277

Abstract

Latar belakang : Anemia pada remaja dapat berdampak negatif terhadap kinerja dan persepsi kognitif mereka. Remaja putri juga rentan menderita anemia karena setia bulan kehilangan banyak darah saat menstruasi. Mengkonsumsi TTD dapat digunakan untuk pencegahan anemia. Namun kesadaran mereka mengkonsumsi TTD dirasa masih sangat kurang, sehingga membutuhkan penyuluhan kesehatan terkait anemia dan konsumsi TTD. Metode: pengabdian ini menggunakan video edukasi audiovisual yang dilakukan di Perpustakaan STIKES diikuti mahasiswa putri berjumlah 26 mahasiswa. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan pemberian kuesioner Pretes dan Posttest. Hasil : hasil pretest Pengetahuan Anemia dan Tambah Fe pada mahasiswa putri yaitu sedang sebanyak 16 Mahasiswa (61,5%) dan hasil prosttest Pengetahuan Anemia dan Tambah Fe pada mahasiswa putri didapatkan hasil Pengetahuan Mahasiswa putri tentang anemia dan tambah fe yaitu Tinggi sebanyak 24 Mahasiswa (92,3%). Kesimpulan : Vidio edukasi tersebut sangat efektif digunakan sebagai media generasi Z dibandingkan menggunakan kertas leaflet untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa.
Peduli Donor Darah dalam Memperingati Hari Kesehatan Nasional sudirman, sulaeman
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.286

Abstract

Kebutuhan darah semakin meningkat seiring dengan meningkatnya penyakit tidak menular yang membutuhkan donor darah, sementara jumlah masyarakat yang mendonorkan darah di Indonesia masih rendah. Target WHO untuk kontribusi darah nasional sebesar 2 persen dari total penduduk belum tercapai. ITKES Muhammadiyah Sidrap sebagai institusi pendidikan berperan dalam meningkatkan ketersediaan suplai darah dari para pendonor. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan ketersediaan suplai darah di mitra yaitu UTD RSUD Nene Mallomo Kabupaten Sidrap, yang merupakan RS yang lokasinya berdekatan dengan kampus ITKES. Metode yang digunakan adalah penggalangan pendonor dan pelaksanaan kegiatan donor darah bekerja sama dengan mitra. Peserta pendonor adalah pegawai dan mahasiswa ITKES Muhammadiyah Sidrap dengan target pendonor sebesar 100 orang. Kegiatan terlaksana pada tanggal 13 November 2024 di Kampus ITKES Muhammadiyah Sidrap. Diperoleh jumlah pendonor sebanyak 100 (100%) dari target.. Disimpulkan bahwa jumlah civitas ITKES Muhammadiyah Sidrap yang menjadi pendonor darah sangat antusias. Penting dilakukan komunikasi dan edukasi tentang pentingnya donor darah, serta kegiatan penggalangan berkala sangat efektif khususnya untuk pendonor pertama dan yang tidak rutin donor.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Luka Diabetes Melalui Senam Kaki DM sugiyarto
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.291

Abstract

Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Ulkus kaki diabetes merupakan komplikasi akibat gejala neuropati yang menyebabkan hilang atau berkurangnya rasa nyeri di kaki. Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan penyuluhan terkait upaya pencegahan luka diabetes melalui senam kaki diabetes. Kegiatan pengabmas yang dilakukan dengan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah, menggunakan media leaflet dan demonstrasi.. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan kader kesehatan tentang tindakan senam kaki DM. Sedangkan hasil dari kegiatan adalah kader kesehatan akan meneruskan informasi yang diperoleh, serta menyampaikannya kepada masyarakat pada kegiatan perkumpulan masyarakat seperti kumpulan warga dan posyandu Lansia
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pedesaan Melalui Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Di Wilayah Pekanbaru Indrayani, Indrayani
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.295

Abstract

Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis dan mengembangkan strategi pemberdayaan ekonomi di wilayah pedesaan Pekanbaru melalui pendekatan sistematis pembinaan kewirausahaan. Kegiatan difokuskan pada upaya mengatasi tantangan struktural seperti keterbatasan modal, rendahnya keterampilan usaha, dan minimnya motivasi ekonomi masyarakat. Melalui serangkaian intervensi berbasis partisipatif, penelitian ini berupaya mentransformasi potensi ekonomi lokal menjadi unit-unit usaha produktif.
Pemeriksaan Dan Pendidikan Kesehatan Hipertensi IRAWAN, ERNA; Alfatih, hudzaifah; ningrum, tita; damayanti, asma
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.296

Abstract

Salah satu kewajiban Perguruan tinggi adalah Pengabdian Masyarakat (PengMas), maka Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas ARS mengadakan PengMas di Puskesmas Babakan Sari yang bertujuan membantu meningkatkan derajat kesehatan penderita Hipertensi. Kegiatan yang dilakukan adalah konsultasi Hipertensi. PengMas dilakukan pada tanggal 6-8 Juli 2020 dengan sistem 2 hari daring dan 1 hari luring. Pasien yang menjadi subjek pengmas adalah pasien Hipertensi yang datang berobat kepuskesmas. Pada saat pelaksanaan pasien awalnya diperiksa oleh dokter dan didiagnosa Hipertensi, bila membutuhkan konsultasi maka diberikan rujukan internal ke ruang nursing center (NC). Di ruang NC dilaksanakan konsulasi, diawali dengan pengetahuan dan gejala yang dirasakan oleh pasien kemudian dilakukan konsultasi. Jumlah pasien yang masuk selama tiga hari adalah 20 orang pasien. Sebagian besar pasien mengatakan sangat terbantu dengan kegiatan konsultasi di NC. Setelah dilakukan PengMas, data kesehatan diserahkan kepada pihak Puskesmas Babakan Sari untuk dilakukan tindak lanjut dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.
Perawatan Berat Bayi Lahir Rendah IRAWAN, ERNA; Maidartati, Maidartati; tania, mery; Iklima, nurul; Saputra, anggi; Khasanah, umi
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.297

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) diartikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gr. Berdasarkan studi epidemiologi, BBLR mempunyai resiko kematian 35 kali lebih besar dibandingkan bayi yang lahir dengan berat badan normal. pada tahun 2018, prevalensi BBLR masih cukup tinggi. Prevalensi berat badan lahir rendah (BBLR) diperkirakan 21% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 4,5% - 40% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang, di Asia angka kejadian BBLR yaitu 42,7% Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan kepada orang tua yang datang ke poliklinik anak. Selain itu peserta penyuluhan diberikan leaflet yang berisi materi tentang BBLR sehingga materi tentang BBLR dapat dibaca kembali ketika sudah pulang.
Measurement Of Nutritional Status Of Preschool Children And Healthy Food Education At Aisiyah Karangjati Kindergarten Bantul Yogyakarta hutasoit, masta
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.298

Abstract

Pre-school age children (3-6 years) are in the golden period for growth and development. Children in growing need adequate nutrition. Data on undernutrition and malnutrition in Yogyakarta province amounted to 15.50%. Measurement of nutritional status is carried out based on anthropometric indicators. Most children's nutritional status measurements were at normal nutritional status of 59.6%, overweigh of 21.2% and risk of overweigh of 19.2%. In addition to measuring nutritional status, we also provided health advice on healthy nutrition for preschool children (3 to 6 years old). From the commitment results, it can be concluded that the nutritional status of the children in Aishiya Kindergarten was within a more normal range and that advice on healthy nutrition could enhance the children's understanding of healthy nutrition
Efforts to Improve Mental Health of the Elderly Through Healthy Elderly Gymnastics Erik Adik Putra Bambang Kurniawan; Enik Listyaningsih
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.300

Abstract

Introduction: Elderly people are people with an age group at risk of experiencing mental health problems. In general, after people enter old age, they experience decreased memory and activity. With the decline in these two functions, the elderly also experience changes in psychosocial aspects related to the personality of the elderly. Given the large number of elderly people, it is necessary to have maintenance, especially mental health maintenance. Community-based mental health services as an effort to improve the quality of mental health services in the community by maximizing all the potential that exists in the community. Various activities for the elderly or elderly have been proven to help improve their health physically and mentally. Of the various types of activities for the elderly, gymnastics is one of the choices. Objective: To screen for mental health problems in the elderly: depression and to improve the mental health of the elderly through healthy elderly exercise. Design/method/approach: The method used is screening and physical activity intervention: Elderly Gymnastics. Findings/results: Based on the screening results, the majority of respondents did not experience depression with a total of 23 respondents (76.67%), mild depression 6 respondents (20%) and moderate depression 1 respondent (3.33%). Based on the results of the elderly gymnastics intervention, it was found that 30 respondents (100%) chose the answer that they were happy with the gymnastics activities that had been carried out. Conclusion: Physical activity intervention: elderly gymnastics can be an effort to improve the mental health of the elderly.