cover
Contact Name
Imam Ahmad Amin
Contact Email
jeltadib@umb.ac.id
Phone
+628117315600
Journal Mail Official
jeltadib@umb.ac.id
Editorial Address
Jl. Adam Malik Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27755533     DOI : https://doi.org/10.36085/eltadib
Core Subject : Religion, Education,
El-Tadib adalah Jurnal Ilmiah Nasional Terbitan berkala di bidang Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Madrasah, Pendidikan Pondok Pesantren, Sosiologi Pendidikan, Kepemimpinan Pendidikan Islami, Manajemen Pendidikan Islam dan Psikologi Pendidikan yang terbit secara berkala setiap tahunnya pada bulan April dan Oktober oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Artikel yang dimuat pada Jurnal EL-TADIB: Journal of Islamic Education di publikasikan dalam bentuk elektronik atau e-journal dalam rangka menyebarluaskan ilmu pengetahuan tentang Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Madrasah, Pendidikan Pondok Pesantren, Sosiologi Pendidikan, Kepemimpinan Pendidikan Islami, Manajemen Pendidikan Islam dan Psikologi Pendidikan dalam lingkup nasional maupun internasional.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 70 Documents
TRADISI WIRID YASIN PADA MASYARAKAT SUKU MELAYU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Mardiyahdiyah; Jarir; Taufik; Abdul wahab
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/el-tadib.v5i2.9812

Abstract

The Yasin recitation tradition is a deeply rooted religious practice in Muslim communities, particularly in Indonesia. This activity is typically performed routinely in mosques, prayer rooms (surau), and homes, involving the recitation of Surah Yasin, tahlil (recitation of the Quran), and communal prayer. From an Islamic educational perspective, this tradition is not merely a ritual worship but also a means of moral, spiritual, social, and cultural development for Muslims. This article aims to examine the meaning, value, and relevance of the Yasin recitation tradition in shaping the character and religious awareness of the Muslim community. The Wirid Yasin tradition is a religious practice deeply rooted in the life of the Malay ethnic group. Beyond being a spiritual ritual, this tradition contains significant educational dimensions. This study aims to uncover the Islamic educational values contained within the Wirid Yasin tradition. Using a descriptive qualitative method, the research findings indicate that Wirid Yasin is not merely the recitation of holy verses, but a means of internalizing the values of aqidah (faith), ukhuwah Islamiyah (Islamic brotherhood), and character education (akhlak). This tradition functions as an effective non-formal educational institution in maintaining social cohesion and the spiritual strengthening of the Malay community. Keywords: Wirid Yasin, Malay Tribe, Islamic Education, Character Values.
INTEGRASI MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN ANTAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI Nuratika; Decky Saputra
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/el-tadib.v5i2.9813

Abstract

The integration of social media into Islamic Religious Education (PAI) learning represents a form of pedagogical adaptation to the development of 21st-century digital technology. Social media function not only as communication tools but also as platforms for collaborative learning among students that support the deep learning approach and the principles of the Merdeka Curriculum. This study aims to examine how social media such as WhatsApp, Telegram, and Instagram are utilized to build reflective interaction, strengthen metacognition, and foster students’ critical thinking skills within the context of PAI learning. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method through observations of social media–based learning activities among senior high school students. The findings indicate that well-directed use of social media can enhance spiritual communication, broaden learning engagement, and cultivate collaboration and empathy among students. Therefore, the integration of social media can function as a learning ecosystem that enriches the practice of Islamic education in the digital era. Keywords: Social Media, Peer Learning, Islamic Religious Education (PAI), Deep Learning, Merdeka Curriculum
MEDIA SOSIAL SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN INOVATIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Syafe'i, Syafe'i; Chanifudin, Chanifudin
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/el-tadib.v6i1.9838

Abstract

The advancement of digital technology has propelled the use of social media as an innovative learning resource, including in Islamic Religious Education (PAI). This study aims to analyze the utilization of social media as a PAI learning source based on prior research findings. Employing a qualitative approach through journal review (literature review), data were sourced from reputable national and international scholarly articles on social media, learning innovation, and PAI. Data analysis utilized content analysis techniques to identify forms of utilization, contributions, and challenges of social media in PAI learning. Findings reveal that platforms like YouTube, Instagram, TikTok, WhatsApp, Telegram, and Facebook serve as supplementary learning resources that enhance access to materials, student motivation, and engagement. However, challenges persist, including inconsistent content quality and risks of unverified religious information. Thus, content curation, strengthened digital literacy, and pedagogical integration by teachers are essential to align social media use with PAI learning objectives under the Merdeka Curriculum
SEJARAH DAN DINAMIKA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI NUSANTARA (PESANTREN DAN MADRASAH) Kurniawan, Muhammad Iqbal; Faridi
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/el-tadib.v6i1.9866

Abstract

Artikel ini mengkaji sejarah dan dinamika pendidikan Islam di Nusantara dengan fokus pada pesantren dan madrasah sebagai institusi utama pembentuk tradisi keilmuan dan karakter muslim Indonesia. Kajian historis-deskriptif ini menelusuri perkembangan sejak awal Islamisasi yang berlangsung damai melalui dakwah kultural. Pesantren dipahami sebagai lembaga tradisional berbasis komunitas dengan penekanan pada moral, spiritualitas, dan ilmu keagamaan. Madrasah berkembang sebagai respon modernitas dengan sistem klasikal dan kurikulum terpadu agama-umum. Keduanya kini bertransformasi menjadi model pendidikan Islam integratif, moderat, dan relevan bagi masyarakat global.
PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MASJID: STUDI HISTORIS SISTEM HALAQAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA DEMOKRATIS Ferry Armando Gunawan; Faridi
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/el-tadib.v6i1.9942

Abstract

Dalam sejarahnya sistem halaqah merupakan model pendidikan Islam klasik yang berkembang di masjid sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan terutama keislaman. Sistem halaqah merupakan pola pembelajaran berbasis dialog dan musyawarah maka sangat penting mengkaji secara historis metode tersebut untuk menjadi pondasi dalam membangun budaya demokratis pada kehidupan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dengan sumber primernya adalah kitab klasik keislaman yang membahas praktik pendidikan di masjid dan sistem halaqah dan sekundernya adalah buku-buku dan jurnal-jurnal yang relevan dengan tema yang dibahas. Hasil penelitian diketahui bahwa sistem pendidikan halaqah di masjid merupakan metode pembelajaran yang dilakukan dengan duduk melingkar, dimana seorang guru menyampaikan materi dan para murid aktif menyimak, bertanya, serta berdiskusi. Sedangkan kontribusi metode metode tersebut dalam membangun budaya demokratis tersebut mengandung beberapa nilai, diantaranya: Pertama, kesetaraan akses terhadap Ilmu. Kedua, kebebasan berpikir dan berpendapat. Ketiga, partisipasi aktif dari peserta didik. Keempat, musyawarah sebagai prinsip.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI KOMPANG MELAYU Hazani, Hazani; Jarir; Arzi Wahyuda, Rizki; Ansori, Mhd. Maulana
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/el-tadib.v6i1.10226

Abstract

Tradisi Kompang Melayu merupakan salah satu ekspresi seni bernuansa Islam yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Melayu serta berperan penting dalam proses pewarisan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi Kompang Melayu, mencakup dimensi religius, moral, dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Kompang Melayu sarat dengan nilai-nilai pendidikan Islam, antara lain nilai akidah yang tercermin melalui pembacaan shalawat serta puji-pujian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, nilai ibadah melalui pembiasaan dzikir dan shalawat, serta nilai akhlak yang tampak dalam sikap kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap adat istiadat serta tokoh masyarakat. Selain itu, tradisi Kompang Melayu juga berfungsi sebagai sarana pendidikan informal yang efektif dalam membentuk karakter Islami pada generasi muda. Oleh karena itu, tradisi Kompang Melayu tidak hanya berperan sebagai bentuk seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media pendidikan Islam yang relevan dalam kehidupan masyarakat Melayu. Kata kunci: Pendidikan Islam, Nilai-Nilai Islam, Tradisi Kompang Melayu, Budaya Melayu, Pendidikan Karakter.
INTEGRASI NILAI-NILAI FIKIH DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Sari Haryati; Chanifudin
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/el-tadib.v6i1.10227

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi nilai-nilai fikih dalam kurikulum pendidikan Islam sebagai upaya memperkuat dimensi normatif dan amaliyah pembelajaran. Fikih dipahami tidak hanya sebagai ilmu hukum Islam, tetapi juga sebagai sistem nilai yang membimbing perilaku individu dan sosial peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap buku-buku klasik dan kontemporer serta jurnal ilmiah nasional yang relevan dengan pendidikan Islam dan pengembangan kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai fikih dapat dilakukan secara sistematis melalui perumusan tujuan pembelajaran, pengembangan materi dan konten kurikulum, penerapan metode dan strategi pembelajaran kontekstual, serta evaluasi pembelajaran yang menekankan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Integrasi tersebut berimplikasi positif terhadap penguatan praktik pedagogis, pembentukan karakter sosial dan moral peserta didik, serta pengembangan kelembagaan pendidikan Islam. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai fikih dalam kurikulum merupakan kebutuhan penting agar pendidikan Islam tetap relevan, holistik, dan responsif terhadap tantangan sosial kontemporer. Kata kunci: kurikulum pendidikan Islam, fikih, integrasi nilai, pembelajaran kontekstual.
ANALISIS USHUL FIQH SEBAGAI FONDANSI PENGEMBANGAN HUKUM ISLAM Hazani, Hazani; Chanifudin
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/el-tadib.v6i1.10228

Abstract

Ushul fiqh merupakan bidang keilmuan pokok dalam studi hukum Islam yang berperan sebagai kerangka metodologis dalam penetapan serta pengembangan hukum. Artikel ini bertujuan mengkaji fungsi ushul fiqh sebagai landasan epistemologis dan metodologis dalam pengembangan hukum Islam, terutama dalam menghadapi perubahan sosial dan persoalan-persoalan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer yang relevan di bidang ushul fiqh. Pembahasan difokuskan pada prinsip-prinsip utama ushul fiqh, meliputi sumber-sumber hukum, metode istinbāṭ al-aḥkām, kaidah kebahasaan, serta konsep maqāṣid al-sharī‘ah. Temuan kajian menunjukkan bahwa ushul fiqh tidak semata-mata berfungsi sebagai perangkat penalaran normatif, melainkan juga sebagai instrumen yang bersifat dinamis dan adaptif dalam merespons perkembangan zaman tanpa mengabaikan otoritas teks-teks syar‘i. Oleh karena itu, penguatan dan pengembangan kajian ushul fiqh menjadi syarat utama bagi pembaruan hukum Islam yang kontekstual, sistematis, dan berkesinambungan. Kata Kunci: Ushul Fiqh; Hukum Islam; Ijtihad; Maqāṣid al-Sharī‘ah; Metodologi Hukum
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN PAI PENDEKATAN BUDAYA MELAYU Nuratika; Jarir; Sari Haryati; Mardiyah
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the development of Islamic Religious Education (PAI) learning strategies through a Malay cultural approach in the context of modern education. The Malay cultural approach is considered highly relevant to Islamic values because Malay society is closely associated with the philosophy of “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah.” This research employed a qualitative descriptive approach through library research methods. Data were obtained from books, scientific journals, academic articles, and documents related to Islamic education and Malay culture. The results show that Malay culture-based PAI learning strategies are able to improve students’ contextual understanding of Islamic values, strengthen religious character, increase student participation, and instill moral and social values through the integration of local culture. These learning strategies can be implemented through exemplary methods, habituation, contextual learning, cultural discussions, Islamic Malay arts, and the use of local wisdom-based learning media. This study concludes that the Malay cultural approach in PAI learning is an effective strategy in building humanistic, contextual Islamic education rooted in community cultural values. Keywords: Learning Strategy, Islamic Education, Malay Culture, Local Wisdom, Character Education.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN NAHWU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA AR-RISALAH Iptikarul Ilmi; Halili; Nunung Fatmawati
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study discusses the implementation of intensive Nahwu learning in Arabic language acquisition and religious learning motivation of students at the Ar-Risalah Islamic Boarding School. This research is motivated by the fact that there is a lack of teacher learning models in designing Nahwu learning designs so that the material can be conveyed well and clearly so that the expected objectives can be achieved optimally. One effort that can be done is to teach Arabic by studying the rules of words and sentences by preparing a good lesson plan. The purpose of this study is to determine the process of intensive Nahwu learning in Arabic language acquisition and religious learning motivation of Ar-Risalah students starting from planning, implementation, evaluation, and Arabic language acquisition and religious learning motivation of students. The intensive Nahwu learning program is carried out through additional study hours, habituation to the use of Arabic, practice reading books, and routine evaluation of students' mastery of Nahwu rules. Students who are able to understand Arabic books tend to have a higher enthusiasm in studying religious knowledge. The method used in this study is a qualitative approach using data collection techniques in the form of observation, interviews, literature studies, and documentation. The subjects of this study were Arabic language teachers with 17 students of the Ar-Risalah male Islamic boarding school as the population using a qualitative descriptive design using interview, observation, and documentation techniques. The results of the study indicate that: (1) The learning planning carried out by the ustadz in preparing and improving the quality of intensive Nahwu learning is in accordance with the discussion plan on the material in the textbook. The series of Nahwu learning implementation processes in terms of teaching and learning activities carried out by the teacher consists of 3 series of activities, namely initial activities as an introduction, core activities and closing activities, overall can be assessed as good. The evaluation of Nahwu learning carried out by the teacher was carried out well with the achievement of student evaluation results that were quite satisfactory. Daily evaluation, mid-term evaluation and final evaluation in the form of an oral test, namely with memorization and understanding, were carried out well (2) The students' Arabic language acquisition has increased quite a lot, especially in mastery of vocabulary from Nahwu rules, only need to increase language acquisition from other materials (3) intensive Nahwu learning also has a positive impact on the motivation to study religion because students find it easier to understand Islamic material sourced from Arabic books.. Keywords : Intensive Nahwu Learning, Arabic Language Acquisition, Students' Motivation to Learn Religion