cover
Contact Name
Afandi
Contact Email
gahwajurnal@gmail.com
Phone
+628179354740
Journal Mail Official
gahwajurnal@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Ibrohimy Bangkalan Jl. Raya Galis No.3, Kec. Galis, Kab. Bangkalan, Jawa Timur, Indonesia, 69173
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Gahwa
ISSN : -     EISSN : 29886864     DOI : https://doi.org/10.61815/gahwa/
AIM : Gahwa, Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk menjadi platform utama dalam menyebarluaskan penelitian dan diskusi ilmiah mengenai pendidikan agama Islam, dengan fokus pada inovasi, teori, dan praktik yang memperkaya pemahaman serta implementasi pendidikan agama dalam konteks modern. SCOPE: 1. Kajian Islam: Menyelidiki berbagai aspek studi Islam, termasuk sejarah, hukum, dan teologi, serta dampaknya terhadap pendidikan agama Islam. 2.Studi Agama: Mengkaji hubungan antara agama Islam dan disiplin ilmu lain, serta bagaimana perspektif agama mempengaruhi pendekatan pendidikan. 3.Pembelajaran dan Pengajaran: Menganalisis metode, strategi, dan inovasi dalam pengajaran dan pembelajaran pendidikan agama Islam di berbagai tingkat pendidikan. 4.Ilmu Pendidikan Islam: Menyediakan penelitian tentang teori dan praktik dalam pendidikan Islam, termasuk pendekatan pedagogis dan metode pembelajaran. 5.Filsafat Pendidikan: Menyediakan wawasan mengenai filsafat pendidikan agama Islam, termasuk prinsip-prinsip dasar dan teori yang mendasari praktek pendidikan. 6. Kurikulum Pendidikan Islam: Mengevaluasi pengembangan dan implementasi kurikulum pendidikan agama Islam, serta adaptasinya dalam konteks pendidikan modern. 7. Psikologi Pendidikan: Mempertimbangkan aspek psikologis yang mempengaruhi proses belajar dan mengajar dalam konteks pendidikan agama Islam. 8. Evaluasi Pendidikan Islam: Mengkaji berbagai metode dan pendekatan evaluasi dalam pendidikan agama Islam untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pendidikan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER" : 6 Documents clear
POTENSI PERTENTANGAN IDE ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN Su'eb, Su'eb
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.235

Abstract

Ide Islamisasi ilmu pengetahuan merupakan sebuah gagasan yang sangat brillian dari para tokoh Pendidikan Islam seperti Ismail Raji Al-Faruqi, Muhammad Abduh, Sayyid Husein Nasr, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dll. Tujuannya adalah sebagai salah satu upaya untuk menyelaraskan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam. Islamisasi ilmu pengetahuan bertujuan untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan digunakan untuk tujuan-tujuan yang baik dan bermanfaat bagi umat manusia. Ide islamisasi ini muncul juga tak lepas dari adanya pengaruh revolusi industri dan munculnya Renessaince di barat pada waktu sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada musnahnya ilmu pengetahuan Islam. Pada artikel ini akan dibahas pendapat para tokoh terkait dengan Islamisasi ilmu pengetahuan, konsep Islamisasi menurut Al-Qur’an, Potensi pertentangan ide Islamisasi dengan Al-Qur’an, serta kritik terhadap ide Islamisasi tersebut. Kajian ini adalah kajian ilmiyah dengan menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode Library Research. Bahan kajian dari artikel ini berasal dari buku-buku dan jurnal-jurnal yang berhubungan dengan ide Islamisasi ilmu pengetahuan. Hasilnya kami tuangkan dalam artikel ini dengan menambahkan beberapa buah pikiran hasil telaah dari sumber diatas.
DESAIN KURIKULUM PENDIDIKAN BERBASIS INKLUSI ADAPTIF MERDEKA Khoiruman; Azka Fikriyy, Wilda; Shohifur Rizal, Moh. Ahsan
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.301

Abstract

Abstrak Pendidikan adalah sebuah upaya untuk menumbuh – kembangkan potensi lahiriah dan potensi bimbingan pada setiap manusia. Manusia tumbuh dan berkembang dengan dua sisi, berkembang sempurna secara lahiriah, pun berkembang dengan mengalami kekurangan baik secara fisik (difabel) atau secara mental (disabilitas). Berbagai penelitian sepakat bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, oleh sebab itu proses Pendidikan, agama, komunikasi sosial dan budaya akan menjadi sangat fleksibel dalam mengenal dan menggandengnya. Seperti halnya difabel atau disabilitas, mereka memiliki ruang dan hak yang sama dalam kehidupan. khususnya Pendidikan. Jika Pendidikan memiliki ragam elemen, unsur, dan prosedur-prosedur, maka secara kurikulum, Pendidikan juga menyesuaikan dengan kondisi difabel atau disabilitas. Oleh karena itu muncul Pendidikan berbasis inklusi. Hal ini bertujuan memberi ruang terhadap mereka yang berkekurangan untuk menerima hak Pendidikan (fi maqashid as-syari’ah; Hifd al-‘aql). Untuk lebih mempermudah kembali, maka kurikulum tersebut menggunakan model pendekatan adaptif. Di mana hal ini bertujuan untuk sikap kemanusiaan dalam Pendidikan. Karena masalah yang muncul dalam Pendidikan adalah kurangnya berbagi ruang, dengan maksud memberikan hak bagi mereka yang berkekurangan, salah satu contohnya adalah memarginalkan pun bulliying, maka dengan adptif dalam Pendidikan inklusi akan lebih memberi ruang gerak yang luas bagi mereka yang berkekurang. Oleh karena itu perlu sekali untuk mengembangkan desain kurikulum berbasis inklusi dengan pendekatan adaptif
THE INFLUENCE OF BLENDED LEARNING ON LEARNING OUTCOMES Walib Abdullah; Abdul Halim; R Fahmi Ali
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.312

Abstract

Blended learning is one of learning methods that combines learning technology with actual work assignments to create a positive impact on learning and work which means 50% face-to-face learning and 50% online learning, it can also use 75/25 that we can use 75% face-to-face learning and 25% online learning from time allocation, and also it can combine 25/75 means 25% face-to-face learning and 75% online learning. This research used an experimental method of quasi-experimental pretest-posttest none-evaluative control group design. The sample in this research was 21 respondents divided into 2 classes namely the experimental class and the control class The experimental class uses blended learning while the control class uses conventional learning . based on the results of the paired sample T test sig value (2 tailed) 0,000 <0.005, it can be concluded that there is the effect of blended learning on learning outcomes While the results of the independent sample T test 0,000 <0,005 then there is a difference between blended learning with conventional learning with an average blended learning of 83,76 while conventional learning is 77,67 then showing blended learning is more effective or greater influence than conventional learning.
IMPLEMENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR Nurhayati
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.324

Abstract

Bimbingan Konseling Islami adalah memberikan bantuan yang diberikan untuk mengatasi masalah atau mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh konseli dengan menggunakan potensi dan fitrah agama secara maksimal, dengan memanfaatkan nilai-nilai ajaran islam yang mampu memperkuat dimensi spiritualnya. Hal ini akan memberikan motivasi dan kemampuan untuk mengatasi masalah yang dialaminya. Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana peserta didik tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman, hambatan ataupun gangguan dalam belajar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan datanya dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil pembahasan dan penelitian tersebut memperoleh kesimpulan bahwa jenis kesulitan yang dialami oleh siswa yaitu berasal dari ketergantungan dalam belajar, kesulitan dalam membaca dan menulis serta sulit dalam memahami pelajaran tertentu. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar siswa dilakukan dengan memberikan layanan konseling individu dan bimbang kelompok. Sedangkan hasil analisis data tentang layanan bimbingan dan konseling islami dalam mengatasi kesulitan belajar siswa dapat dikatakan adanya perubahan seperti peningkatan belajar baik dari nilai harian atau ulangan, dan berkonsentrasi dalam pembelajaran yang diberikan oleh guru, walaupun materi atau kegiatan yang dilaksanakan tidak dirancang secara khusus akan tetapi mengalir sesuai kebutuhan saat pelaksanaan proses belajar mengajar di dalam kelas.
UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI METODE BERMAIN BALOK WARNA Maisyarah, Maisyarah; Ismawati, Desi
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.333

Abstract

Penelitian pada anak yang dilaksanakan di RA Banu Imam Masalembu, dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan anak dalam mengenal warna. Karena keterbatasan media yang digunakan, kemampuan kognitif anak dalam mengenal warna belum sesuai dengan pencapaian perkembangan anak usia 4-5 tahun. Hal ini dibuktikan dari 20 anak di kelas hanya terdapat beberapa anak yang mencapai kemampuan mengenal warna yang sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan anak usia 4-5 tahun. Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti, peneliti memilih pengenalan warna sebagai sarana yang tepat untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak di RA Banu Imam Masalembu. Dalam pemilihan strategi, pendekatan, dan metode belajar yang tepat juga mendukung keberhasilan pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran pada anak usia dini yaitu pembelajaran dengan metode bermain balok warna, pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk menemukan sesuatu yang baru dengan cara-cara yang menarik bagi mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif karena data yang digunakan berupa angka-angka dan analisis datanya menggunakan statistik. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen yaiu dengan
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK PERSPEKTIF AL-QUR’AN Fatimah Al Zahrah; Ibrohim Muchlis; Subaidi
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.415

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya pendidikan akhlak dalam konteks pendidikan Islam, yang kini cenderung terfokus pada pencapaian material dan kecerdasan intelektual. Penelitian ini berangkat dari analisis Surat Al-Furqan ayat 63-64, yang mengandung nilai-nilai etika fundamental dalam pembinaan akhlak seorang Muslim. Ayat ini menekankan sikap rendah hati dan ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengajak kita untuk merenungkan kembali tujuan utama pendidikan: menghilangkan kebodohan dan mencapai ridho Ilahi. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks Al-Qur'an dan studi pustaka untuk mendalami nilai-nilai akhlak dalam ayat tersebut serta mengaitkannya dengan literatur pendidikan Islam. Selain itu, penelitian ini menyoroti tantangan zaman modern, di mana teknologi dan urusan duniawi sering kali mengaburkan akhlak dan jati diri manusia. Dengan mengacu pada Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman utama, artikel ini bertujuan untuk merumuskan konsep pendidikan akhlak yang komprehensif, yang tidak hanya memperkuat karakter individu tetapi juga membangun masyarakat yang lebih baik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana pendidikan akhlak dapat diintegrasikan secara efektif dalam sistem pendidikan untuk membentuk kepribadian Muslim yang unggul, baik dalam aspek moral, etika, maupun ibadah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6