cover
Contact Name
Cynthia Erlita Virgin Wuisang
Contact Email
cynthia.wuisang@unsrat.ac.id
Phone
+6281340240129
Journal Mail Official
mmatrasain@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Unsrat, JL Kampus Unsrat, Bahu Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Matrasain
ISSN : 18581137     EISSN : 27231720     DOI : https://doi.org/10.35792/matrasain
Journal of Media Matrasain publishes research results, critical studies/analysis, innovative ideas/thoughts and the results of design works in the fields of architecture and urban planning.
Articles 261 Documents
PENGARUH TOPOGRAFI PADA KINERJA PENCEGAHAN DAN PENGAMANAN TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN PADA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN DI KOTA MANADO . Suryono
MEDIA MATRASAIN Vol. 11 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v11i1.4986

Abstract

AbstrakResiko kebakaran pada bangunan dan lingkungan di Indonesia umumnya masih relatif tinggi, bahkan kebakaran bangunan seringkali terjadi secara massal, karena penjalaran api dari bangunan satu ke bangunan di sekitarnya. Barang tentu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, baik berupa hilangnya harta benda, dokumen bahkan keselamatan jiwa.Peraturan tentang pencegahan  dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran kebanyakan membahas hal-hal yang sifatnya umum. Kondisi topografi di Manado dan Indonesia Timur pada umumnya merupakan perbukitan dan lembah, hingga kini nyaris belum dibahas. Penelitian ini dimaksudkan untuk meninjau seberapa besar “pengaruh topografi pada kinerja pencegahan dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan dan lingkungan di Kota Manado”.Fenomena pembangunan pada lahan dengan kemiringan diatas 30% masih terus berlangsung, padahal lahan tersebut seharusnya diperuntukkan bagi konservasi lahan. Walaupun aturanya sudah jelas, namun kenyataan di lapangan masih sering terjadi pelanggaran karena terbatasnya lahan yang datar. Pada lahan dengan kemiringan di atas 30%  diperkirakan besarnya resiko kebakaran lebih tinggi karena sulitnya akses mobil pemadam kebakaran untuk menjangkau lokasi tersebut karena jalan yang  terjal. Sedangkan pada lahan dengan range kemiringan 30 % hingga 0 %,besarnya resiko kebakaran lebih banyak disebabkan oleh kepadatan bangunan.Kata Kunci: topografi, resiko kebakaran, bangunan dan lingkungan
Sekapur Sirih Vol 11, No 1, 2014 Octavianus Hendrik Alexander Rogi
MEDIA MATRASAIN Vol. 11 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v11i1.4987

Abstract

Sekapur SirihPuji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kemampuan untuk mewujudkan edisi yang terbaru dari Jurnal Media Matrasain ini, yang telah memasuki tahun ke-11 dalam kontinuitas penerbitannya. Sejalan dengan perjalanan waktu kami dari Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga keberlanjutan penerbitan jurnal ini sebagai medium publikasi karya tulis ilmiah, baik dari para staf pengajar maupun mahasiswa di lingkungan Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, maupun kontributor tulisan dari lingkungan eksternal lainnya.Edisi kali ini (Volume 11, No.1) menampilkan enam artikel dengan beragam bahasan. Tiga diantaranya merupakan essay yang mengungkap sejumlah isyu di bidang arsitektur. sementara tiga artikel lainnya merupakan hasil penelitian yang dilakukan para penulisnya. Dalam essay yang pertama, “Kreatifitas berarsitektur melalui saluran paradoks dan metafisika”, diulas tentang paradoks dan metafisika yang merupakan saluran kreatifitas yang potensial dalam perancangan arsitektur. Dalam essay yang kedua, “Situasi Otoritatif Arsitek”, penulis mengungkap indikasi probabilitas terdegradasinya aspek otoritas arsitek dalam dimensi futuristik. Dalam essay ketiga, “Aplikasi arsitektur biomorfik dalam rancangan arsitektur”, oleh penulis dikemukakan tentang potensi aplikasi pendekatan tematik arsitektur biomorfik dalam rancangan arsitektur. Untuk selanjutnya, dalam artikel berupa hasil penelitian yang pertama, “Pengaruh Permukaan Jalur Pedestrian terhadap kepuasan dan kenyaman pejalan kaki di pusat kota Manado”, penulis mengungkap temuan tentang pola pengaruh kondisi permukaan jalur pejalan kaki terhadap aspek kenyamanan penggunanya, dengan studi kasus pada kawasan pusat kota Manado. Dalam artikel penelitian yang kedua, “Kenyamanan Termal Pada Sebuah Rumah Adat Tradisional Gorontalo”, para penulis memaparkan suatu hasil evaluasi terhadap kondisi kenyamanan termis pada objek kasus rumah tradisional di Gorontalo. Dalam artikel yang terakhir, “Pengaruh topografi pada kinerja pencegahan dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan dan lingkungan di kota Manado”, penulis menyajikan temuan penelitiannya tentang bagaimana kondisi topografi suatu kawasan atau wilayah mempengaruhi kinerja penanggulangan ancaman bahaya kebakaran di kota Manado.Dengan segenap kerendahan hati kami berharap kiranya artikel-artikel dalam edisi kali ini dapat memberikan tambahan wawasan yang bermanfaat bagi para segenap pembaca yang mulia. Kami juga senantiasa mengharapkan adanya kontribusi karya tulis ilmiah, baik dari para staf pengajar di lingkungan Jurusan Arsitektur secara internal maupun dari pihak-pihak lain yang berkerinduan untuk berbagai wawasan ilmiah bersama kami, tentunya yang terkait dengan bidang Arsitektur, Sains Bangunan, Perkotaan, Permukiman dan Lingkungan yang merupakan domain dari jurnal ilmiah ini. Semoga perjalanan ke depan Jurnal Media Matrasain ini akan semakin baik dan bermutu dan dapat menjadi sebuah medium ilmiah yang dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, sesuai dengan spesialisasinya. Pada kesempatan ini, sebagai pengakhir pengantar redaksional ini, ijinkan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penerbitan edisi ini, terutama kepada para penulis yang telah menjadi kontributor naskah artikel untuk edisi ini. Mei 2014Dewan Redaksi
Pedoman Penulisan Naskah 2014 Octavianus Hendrik Alexander Rogi
MEDIA MATRASAIN Vol. 11 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v11i1.4988

Abstract

Pedoman Penulisan Naskah v Kategori naskah ilmiah hasil riset/penelitian, kritik, ulasan/apresiasi, essay. v Naskah dituliskan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris diketik pada kertas ukuran A4. Spasi 1,5 dengan batasan margin atas, kanan dan bawah 3cm, batas kiri 4 cm dari tepi kertas. Panjang naskah/artikel maksimum 15 halaman termasuk Daftar Pustaka. Huruf Times New Roman, ukuran font 10, huruf tegak. v Judul singkat, jelas, ditulis format font 11, huruf tegak, cetak tebal, huruf capital, mode centre line. v Nama Penulis naskah ditulis lengkap tanpa mencantumkan gelar, dibawah nama penulis dicantumkan institusi asal penulis. v Isi naskah berperspektif atau bertema Arsitektur, Sains Bangunan, Perkotaan, Permukiman atau Lingkungan. Naskah asli bukan duplikasi ataupun pernah dipublikasikan di media cetak manapun. v Sistematika naskah Ø JudulØ Nama dan asal institut penulisØ Abstrak, setara 300 kata, 1 spasi, ditulis 1 kolom, meliputi latar belakang, pendekatan, metode riset, hasil, temuan, manfaat secara umum dan keywords (kata kunci).Ø Isi naskah, 1,5 spasi, ditulis 2 kolom, sesuai dengan kategori tulisan (hasil riset / penelitia atau essay bebas). Setidak-tidaknya mengandung bagian Pendahuluan, Pembahasan serta Kesimpulan / Saran.Ø Daftar Pustaka v Gambar, grafik, tabel, foto harus disajikandengan jelas. Format Foto Digital minimum VGA dalam File JPG. Keterangan gambar dll ditulis dalam format font lebih kecil dari format font tulisan isi. v Catatan (Footnote dan Endnote) berisi catatan penjelas bukan daftar asal kutipan. v Daftar pustaka diketik 1 spasi. Jarak antar judul 2 spasi dan dituliskan berurutan menurut abjad (alphabetical). Judul pustaka di tulis miring (italic) v Ketentuan lain yang kurang jelas dapat menghubungi redaksi. v Naskah diserahkan dalam bentuk soft copy dan 1 (satu) eksemplar hard copy (cetakan/print out) v Redaksi berhak untuk menyunting, mengetik ataupun menolak naskah yang diterima. Redaksi akan mengembalikan naskah yang tidak memenuhi kriteria untuk dapat diperbaiki dan dapat diajukan kembali ke redaksi untuk penerbitan berikutnya.
Daftar Isi Vo 11 No1 (2014) Octavianus Hendrik Alexander Rogi
MEDIA MATRASAIN Vol. 11 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v11i1.4989

Abstract

DAFTAR ISI …………………………………..                 ii   SEKAPUR SIRIH ……………………………..                 iii     KREATIFITAS BERARSITEKTUR  MELALUI SALURAN PARADOKS DAN METAFISIKA  (A Controversial  Attitude Toward the Generally Accepted ) Deddy Erdiono ……………………………………       1-15   Situasi Otoritatif Arsitek (Bagian Pertama dari Essay : Arsitektur Futurovernakularis -Suatu Konsekuensi Probabilistik Degradasi Otoritas Arsitek) Octavianus H. A. Rogi  …………………………...     16-32   APLIKASI ARSITEKTUR BIOMORFIK DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR Surijadi Supardjo ………………………………….   33-42   PENGARUH  PERMUKAAN JALUR PEDESTRIAN TERHADAP KEPUASAN & KENYAMANAN PEJALAN KAKI   DI  PUSAT  KOTA MANADO Rachmat Prijadi, Sangkertadi, Raymond Ch. Tarore …….………………………..   43-54   Kenyamanan Termal Pada Sebuah Rumah Adat Tradisional Gorontalo Muhdi Attaufig, Sangkertadi, Judy O. Waani .........................................................         55-65   Pengaruh TOPOGRAFI PADA kinerja pencegahan dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran PADA BANGUNAN dan lingkungan di kota manado Suryono……………………………………………    66-77     Pedoman Penulisan Naskah ………………………          iv
PENDEKATAN DESAIN BERKELANJUTAN PADA PERUMAHAN KOTA DI INDONESIA ‘FOR BETTER ENGINEERING’ Fela Warouw
MEDIA MATRASAIN Vol. 11 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v11i2.5579

Abstract

Upaya pemberdayaan masyarakat dalam penyelenggaraan perumahan kota di Indonesia merupakan potensi utama pengembangan desain berkelanjutan. Adaptasi bangunan yang dilakukan secara swadaya oleh pemakai perlu di kelola dengan penerapan sistem bangunan yang tepat.  Konsep adaptasi dalam desain perumahan kolektif seperti rumah susun sederhana merupakan upaya untuk memperpanjang masa pakai bangunan disamping menjaga keberlanjutan komunitas. Sistem bangunan dan industry komponen perumahan yang tepat tidak hanya meningkatkan kualitas hunian dalam jangka panjang, tetapi juga memenuhi kebutuhan penghuni, termasuk penciptaan lapangan kerja lokal dalam lingkungan perumahan. Pendekatan konsep open building pada desain perumahan kolektif mendukung berkembangnya industry konstruksi berkelanjutan for better engineering. Kata kunci : Desain Berkelanjutan, Perumahan Kota, Pemberdayaan Masyarakat, Adaptasi Bangunan
TIPOLOGI BALAI PERTEMUAN “BARUGA” DI KABUPATEN POSO Kristian Pabeta; Judy O. Waani; Octavianus H.A. Rogi
MEDIA MATRASAIN Vol. 11 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v11i2.5580

Abstract

Dalam ilmu arsitektur mengenal adanya istilah tipologi yang menjelaskan tentang asal usul hadirnya suatu objek arsitektur. Tipologi secara etimologi berasal dari kata “typos” yang artinya akar dari (the roof of) dan kata “logos” yang arti sederhananya adalah pengetahuan atau ilmu. Mempelajari tipologi berarti mempelajari objek arsitektur dengan peristiwa yang melatarbelakangi terjadinya bentukan tersebut atau menelusuri sampai ke akar budayanya. Oleh sebab itu studi tentang tipologi penting untuk dijadikan tolak ukur dari perkembangan arsitektur suatu objek. Tulisan ini membahas tipologi balai pertemuan baruga suku pamona di kabupaten poso. Baruga adalah bangunan tradisional dari suku pamona yang telah hadir seiring perkembangan suku tersebut di kabupaten poso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif rasionalistik dan penelusuran tipologi dibagi dalam 4 periode perkembangan suku pamona yaitu periode agama suku, periode kedatangan belanda/ penginjilan, periode kemerdekaan R.I dan periode perkembangan akhir/ era 2000-an. Data – data yang diperoleh dari lapangan berbentuk dua model, yaitu data primer (observasi langsung dan wawancara) serta data sekunder yang berasal dari literatur atau sumber tertulis. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan mengenai tipologi kultural historis, fungsi dan geometri objek yang berkembang di setiap periode perkembangan baruga. Dengan adanya penelitian ini diharapkan memberi kontribusi bagi ilmu pengetahuan arsitektur nusantara yakni sebagai upaya pengkayaan terhadap konsep arsitektur, khususnya menyangkut baruga sebagai hasil kebudayaan suku pamona dan sebagai masukan bagi penentu kebijakan dalam pelestarian bangunan warisan budaya dalam konteks perancangan di wilayah objek berada. Kata kunci : Kabupaten poso, suku pamona, baruga, tipologi arsitektur
TIPE TEORI PADA ARSITEKTUR NUSANTARA MENURUT JOSEF PRIJOTOMO . Bakhtiar; Judy O. Waani; Joseph Rengkung
MEDIA MATRASAIN Vol. 11 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v11i2.5582

Abstract

Arsitektur dan manusia adalah timbal-balik dalam hubungannya. Ini berarti bahwa satu tinjauan dapat dikatakan bahwa arsitektur itu bergantung pada manusia penghadir arsitektur. Arsitektur Nusantara yang hadir merupakan hasil cipta dan rasa dari pengetahuan kelisanan anakbangsa Nusantara. Perwujudan dari pengetahuan kelisanan yang terdiri dari aspek-aspek tan-ragawi (gagasan, norma, status maupun nilai perlambangan) dimanifestasikan ke dalam bentukan arsitektural (baik berupa persolekan/dekorasi-ornamnetasi, maupun warna). Di sini, pengetahuan tan-ragawi (esensi) maupun ragawi (bentuk) menjadi suatu rekaman-rekaman pengetahuan arsitektur Nusantara yang sudah ditumbuhkembangkan sejak sebelum republik ini dibentuk. Mengutip pernyataan Prijotomo (2004) bahwa, “..arsitektur Nusantara dibangun sebagai sebuah pengetahuan yang berlandaskan dan dipangkalkan dari filsafat, ilmu dan pengetahuan arsitektur..”. Studi ini mengkaji tentang Teori arsitektur  Nusantara menurut pemikiran Josef Prijotomo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan teori kritis. Pemilihan sampel secara bertujuan (purposive sample). Analisis data menggunakan analisis isi (content analisys). Data hasil analisis kemudian dikomparasikan dengan kajian Tipe teori arsitektur. Tujuannya adalah menemukan Tipe teori pada arsitektur Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur Nusantara menempatkan posisinya pada tipe “Theory In Architecture” dari Edward Robbins, teori Normatif dari Jon Lang dan teori Preskriptif dari Kate Nesbitt. Kata Kunci : arsitektur Nusantara, tipe teori, pengetahuan arsitektur
KLASIFIKASI RUANG TERITORI PUBLIK PADA RUMAH-RUMAH DI KAMPUNG JAWA TONDANO Studi Kasus di Lingkungan III Dwars Soukotta; Judy O. Waani; Octavianus H.A. Rogi
MEDIA MATRASAIN Vol. 11 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v11i2.5583

Abstract

Kampung Jawa Tondano memiliki permukiman yang unik dan berbeda dengan lokasi disekitarnya. Hampir sebagian besar rumah warga disana tidak menggunakan batas pekarangan yang tegas. Tujuannya agar hubungan silahturahmi selalu terjalin baik. Imbasnya warga bebas keluar masuk pekarangan yang bukan miliknya. Lantas, sebatas manakah warga mengelompokan ruang-ruang pada rumah mereka yang masuk teritori publik saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi ruang-ruang pada rumah warga di Lingkungan III Kampung Jawa-Tondano yang terkategori teritori publik saja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan keilmuan rasionalistik. informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kategori informan terdiri dari keluarga dan objek kasus. Jumlah informan sebanyak 11 kepala keluarga. Kasus objek dalam penelitian berjumlah 9 rumah. Sampel lokasi yakni lingkungan III. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah triangulasi, dimana teknik observasi menjadi teknik utama, sedangkan wawancara dan dokumentasi merupakan teknik pendukungnya. Teknik analisis data ialah memaknai hasil uji reflektif antara kerangka teoritik dengan pemaknaan indikasi empirik (Muhadjir, 1996). Ditunjang dengan kemampuan peneliti berargumentasi secara logik (Muhadjir 2002:80). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengklasifikasian ruang-ruang pada rumah warga menurut zona teritori publik  meliputi ruang teras depan, pekarangan/halaman rumah, warung dan toilet (KM/WC). Kata Kunci : Ruang, Teritori Publik, Keluarga
STUDI PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ESTETIKA DESAIN FASADE BANGUNAN DENGAN PENDEKATAN TEORI SUBYEKTIF Studi Kasus di Koridor Boulevard on Business (BoB) Jalan Piere Tendean Manado Steven R. Kamurahan; Judy O. Waani; Octavianus H.A. Rogi
MEDIA MATRASAIN Vol. 11 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v11i2.5584

Abstract

Pesatnya dinamika pertumbuhan pembangunan di Indonesia, khususnya  Sulawesi utara yang memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia ke kawasan Asia Timur dan Pasifik yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan dengan berbasis pada kelautan, perikanan, dan pariwisata serta berwawasan lingkungan dan kebudayaan. Kota Manado yang mempunyai fungsi dan peran sebagai ibukota provinsi, menunjukan adanya pertumbuhan fisik maupun non fisik, sedangkan di lain pihak, Kota manado dihadapkan pada perubahan wajah kota. Fakta menunjukan bahwa keberadaan beragam bentukan fasade bangunan (bangunan komersial) tersebut berhubungan dengan kualitas visual estetika yang terbentuk dalam ruang koridor Boulevard on Bussiness di Jalan Piere Tendean ini. Adapun tujuan dari penelitian ini fokus pada pengungkapan keberlakuan prinsip desain pada Estetika Fasade Bangunan Komersial di Koridor Boulevard on Bussines (BoB) Kota Manado berdasarkan persepsi masyarakat terhadap nilai kualitas estetika visual keindahan (keterpaduan, proporsi, skala, irama, keseimbangan dan warna). Lokasi kajian meliputi Koridor Boulevarrd on Bussines di Jalan Piere Tendean Manado. Metode yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan Rasionalistik. Temuan studi ini, yakni pengungkapan adanya prinsip estetika  yang hampir diterapkan semua bangunan komersial yang ada di Koridor Boulevard on Bussines (BoB) Jalan Piere Tendean dan hanya ada pada beberapa jenis bangunan tertentu yang prinsip estetikanya diabaikan, berdasarkan pengungkapan respon pengguna di area studi yang menunjukan skala antara “Sangat tidak baik” dan “Sangat  baik”. Hanya sedikit yang menyatakan  sangat baik dan juga hanya sedikit menyatakan sangat tidak baik. Dari hasil penelitian ini diharapkan memberikan masukan  untuk pengembangan teori dalam hal perancangan desain bangunan khususnya fasade dengan memperhatikan kualitas estetika (keindahan) dan sebagai masukan untuk perencanaan dan perancangan arsitektur di Koridor Boulevard (BoB) Jalan Piere Tendean Manado. Kata Kunci : Bangunan Komersial, Fasade, Estetika Subyektif
UPAYA ADAPTASI ELEMEN BANGUNAN UNTUK MITIGASI BENCANA BANJIR BANDANG Magdalena Caroline; Hieryco Manalip; . Sangkertadi
MEDIA MATRASAIN Vol. 11 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v11i2.5585

Abstract

Pengalaman menunjukkan bahwa banjir bandang datang secara tidak terduga atau tiba-tiba, dapat bersifat merusak dan menimbulkan kerugian serta korban jiwa terutama pada mereka yang saat kejadian berada didalam bangunan. Melalui penelitian ini dikaji sejumlah elemen bangunan yang mampu beradaptasi terhadap bencana tersebut, sebagai bagian dari konsep mitigasi bencana. Elemen bangunan yang menjadi focus penelitian meliputi denah, pondasi, lantai, dinding, pintu, jendela, ventilasi,  plafond, dan atap . Metode yang diterapkan terdiri dari evaluasi purna huni, yang dijabarkan melalui proses wawancara dan pengamatan detail pada elemen bangunan tersebut. Lokasi kajian berada di Utaurano dan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe dan  di Manado Sulawesi Utara. Hasil menunjukkan bahwa terdapat sejumlah elemen bangunan dapat beradaptasi. Besar harapan bahwa hasil penelitian ini mampu membuka cara pandang khususnya masyarakat Sulawesi Utara, yakni pentingnya pemahaman upaya adaptasi elemen bangunan sebagai bagian dari pengurangan resiko atau mitigasi bencana banjir bandang. Kata Kunci : Anomali Iklim, Banjir Bandang, Mitigasi Bencana, Adaptasi, Elemen Bangunan.

Page 9 of 27 | Total Record : 261