cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2023)" : 33 Documents clear
MOLEKULER DOCKING TERHADAP RESEPTOR PEROXISOME PROLIFERATOR-ACTIVED RECEPTOR-GAMMA (PPAR-y) SEBAGAI ANTIDIABETES: MOLECULAR DOCKING ON PEROXISOME PROLIFERATOR-ACTIVED RECEPTOR-GAMMA (PPAR-y) RECEPTORS AS ANTIDIABETIC Okta Nursanti; Dayu Liandra; Ginayanti Hadisoebroto; Dytha Andri Deswati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.521

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronik yang muncul baik ketika pancreas tidak mampu memproduksi cukup insulin ataupun ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif tanaman atau tumbuhan telah banyak digunakan oleh masyarakat sebagai pencegah serta pengobatan penyakit diabetes dan juga sebagai suplemen kesehatan. Di dalam nya terkandung senyawa-senyawa yang dapat berperan sebagai obat antidiabetes. Salah satu reseptor yang berperan dalam pengobatan diabetes adalah Peroxisome Proliferator-Actived Receptor-Gamma (PPAR-y) yang bertanggung jawab terhadap sensitisasi insulin dalam jaringan adiposa. Dalam penelitian ini, interaksi antara senyawa-senyawa dalam tanaman paitan (Tithonia diversifolia), klabet (Trigonella foenum-graecum Linn), daun salam (Syzygium polyanthum), mengkudu (Morinda citrifolia, L), dan lidah buaya (Aloe vera) sebagai ligan, dengan PPAR-y diamati menggunakan perangkat lunak Arguslab, merupakan suatu program yang dapat menambatkan molekul ligan pada makromolekul reseptor. Perangkat lunak penambatan molekul yang digunakan adalah Arguslab versi 4.0.1 Dari hasil penambatan molekul (Molecular Docking) menunjukan bahwa  senyawa-senyawa digunakan aman dan lolos dari uji ADMET, Binding Energy delapan ligan tersebut lebih besar dibandingkan ligan alami pioglitazone pada RMSD < 2 Angstrom, tetapi ada satu ligan yang binding energy nya mendekati pioglitazone yaitu lycine dengan nilai binding energy  -7.34728 Kcal/mol. Kata kunci : Diabetes, PPAR-y, Penambatan molekul, Arguslab, Daun paitan
PENGARUH KONSENTRASI CERA ALBA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN TINGKAT KESUKAAN PRODUK BALSAM STIK AROMATERAPI : THE EFFECT OF CERA ALBA CONCENTRATION ON PHYSICAL CHARACTERISTIC AND PREFERENCE LEVEL OF AROMATHERAPY STICK BALM Emilia Rahmawati; Habibatur Rohmah; Fransisca Dita Mayangsari; Primanitha Ria Utami
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.523

Abstract

Balsam stik aromaterapi adalah balsam gosok dalam bentuk stik. Produk ini mudah diaplikasikan. Selain itu, produk ini juga mengandung minyak atsiri yang dapat memberikan efek relaksasi. Oleh karena itu produk ini cukup potensial untuk dikembangkan. Salah satu komponen paling penting dari balsam stik adalah bahan stiffening agent. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi Cera alba (stiffening agent) pada balsam stik aromaterapi terhadap karakteristik fisik dan tingkat kesukaan/hedonik. Variasi konsentrasi Cera alba yang diamati adalah 10% (F1), 20% (F2), 30% (F3), dan 40% (F4). Parameter yang dianalisis dalam uji sifat fisik adalah organoleptis, nilai pH, homogenitas visual, dan konsistensi. Sedangkan parameter yang dianalisis dalam uji kesukaan meliputi konsistensi, warna, dan aroma. Berdasarkan hasil uji sifat fisik diketahui bahwa keempat formula tersebut berwarna putih kekuningan dan memiliki aroma khas minyak gandapura dan minyak serai dapur. Perbedaan keempat formula tersebut terletak pada konsistensinya. Semakin tinggi konsentrasi Cera alba maka konsistensi balsam stik semakin padat. Hasil uji hedonik dianalisis secara statistik menggunakan metode univariat yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Duncan. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa panelis lebih menyukai konsistensi F3 (30%) dan F4 (40%) dibandingkan dengan konsistensi F1 (10%) dan F2 (20%). Formula yang paling disukai oleh panelis adalah formula dengan konsentrasi Cera alba sebesar 30% dan 40%.
POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN ASAM JAWA SEBAGAI ANTIJERAWAT DAN TABIR SURYA: POTENTIAL EXTRACT AND FRACTION OF TAMARIND LEAVES AS ANTI ACNE AND SUNSCREEN Chintiana Nindya Putri Chintia; Yuyun Darma Ayu Ningrum
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.524

Abstract

Jerawat dan kulit kusam akibat paparan sinar matahari merupakan permasalahan kulit yang kerap dialami oleh individu. Penggunaan skincare dan krim antibiotik berbahan kimia menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan, namun efek samping seperti iritasi kulit dan resistensi menjadi permasalahan baru sehingga mendorong dilakukannya penemuan produk baru berbasis senyawa bahan alam. Daun asam jawa berpotensi dijadikan bahan antijerawat dan tabir surya karena mengandung senyawa fitokimia seperti fenolik, flavonoid, saponin, dan vitamin C. Jumlah kandungan senyawa tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya ekstraksi dan fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan potensi aktivitas antijerawat dan tabir surya antara ekstrak dan fraksi daun asam jawa, adapun parameter antijerawat dilihat dari aktivitas penghambatan terhadap bakteri penyebab jerawat (Staphylococcus epidermidis ATCC 12228) menggunakan metode difusi agar pada konsentrasi 1%, 3%, 5%, sedangkan aktivitas tabir surya dilakukan dengan penentuan nilai SPF secara in vitro untuk melihat seberapa besar kemampuannya dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV B. Ekstraksi daun asam jawa dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, sedangkan fraksinasi dilakukan menggunakan pelarut etil asetat. Hasil skrining fitokimia dan KLT menunjukkan bahwa keduanya mengandung senyawa polifenol, flavonoid, dan saponin dengan nilai SPF 22,65 pada ekstrak dan 18,37 pada fraksi daun asam jawa. Hasil pengujian aktivitas anibakteri juga menunjukkan bahwa ekstrak memiliki diameter daya hambat yang lebih besar dibandingkan fraksi. Hal ini kemungkinan karena ekstrak mengandung senyawa yang lebih kompleks dibanding fraksi.
KAJIAN INTERAKSI OBAT ANTIDEPRESAN DAN ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SUNGAI BANGKONG PONTIANAK: STUDY OF ANTIDEPRESSANT AND ANTIPSYCHOTIC DRUG INTERACTIONS IN SCHIZOPHRENIC PATIENTS AT THE BANGKONG RIVER MENTAL HOSPITAL PONTIANAK Shoma Rizkifani; Ressi Susanti; Tri Febiani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.532

Abstract

Interaksi obat yang digunakan pada pasien skizofrenia didominasi oleh kombinasi antara antidepresan dan antipsikotik. Interaksi ini dapat menyebabkan efektivitas pengobatan berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antidepresan dan antipsikotik serta mengetahui gambaran potensi interaksi obat di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong Pontianak periode Januari-Desember 2020. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dan metode pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk uraian dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat terbanyak adalah sertralin (54,54%) dari golongan SSRI dan risperidon (42,85%) dari golongan antipsikotik atipikal. Interaksi obat yang paling banyak terjadi yakni interaksi farmakodinamik (62,13%) dibandingkan dengan farmakokinetik (37,86%). Tingkat keparahan interaksi yang terjadi dengan kategori moderat (69,79%) lebih besar daripada kategori mayor (30,20%). Penggunaan obat antidepresan sering diresepkan untuk pasien skizofrenia di RSJD Sungai Bangkong Pontianak yaitu sertralin sebanyak 24 kali peresepan, yang dapat mengatasi gejala depresi pada pasien skizofrenia. Sedangkan obat antipsikotik yang lebih bayak diresepkan adalah risperidon sebagai pengatasan gejala positif dan negatif. Potensi interaksi di RSJD Sungai Bangkong Pontianak 100% masih berpotensi mengalami interaksi obat. Jenis interaksi obat yang banyak terjadi berdasarkan mekanismenya yaitu interaksi farmakokinetik metabolisme sebanyak 69 kasus (58,97%), interaksi farmakodinamik sinergisme terjadi sebanyak 48 kasus (41,02%). Interaksi berdasarkan tingkat keparahan yang lebih banyak terjadi adalah interaksi tingkat keparahan moderat sebanyak 21 kasus kejadian.
ANALISIS PROFIL MINYAK DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L. M. Perry) DAN PRODUK DI PASARAN : PROFILE ANALYSIS OF CLOVE LEAF OIL (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L. M. Perry) AND PRODUCTS IN THE MARKET Any Guntarti; Putri Lestari; Laela Hayu Nurani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.534

Abstract

Minyak cengkeh memiliki nilai komersial dan manfaat yang besar serta permintaan ketersediaan minyak cengkeh di pasaran sangat tinggi, namun hasil ekstraksi minyak cengkeh cukup rendah sekitar 2-3% sehingga dapat menimbulkan motif untuk mengeksplorasi pasokan minyak daun cengkeh dengan tindakan pemalsuan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis secara kualitatif profil dan kemurnian minyak daun cengkeh dan produk minyak daun cengkeh di pasaran berdasarkan persyaratan mutu dari Standar Nasional Indonesia (SNI). Jenis penelitian ini berupa penelitian non eksperimental. Minyak daun cengkeh dan minyak produk A, B dan C dilakukan uji kualitas minyak berdasarkan syarat uji SNI 06-2387-2006 yang meliputi organoleptis (warna dan bau), bobot jenis, indeks bias dan kelarutan dalam etanol 70%. Selanjutnya dilakukan analisis KLT dengan menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak Toluen : Etil Asetat (93:7). Hasil destilasi minyak daun cengkeh sebanyak 3 Kg dengan destilasi uap air  didapatkan rendemen sebesar 0,83%. Hasil analisis profil minyak menunjukkan bahwa minyak daun cengkeh dan minyak produk A memenuhi syarat uji SNI 06-2387-2006, sedangkan pada minyak produk B dan C terdapat beberapa parameter pengujian yang tidak memenuhi syarat uji di antaranya bobot jenis, indeks bias dan kelarutan dalam etanol 70%, sedangkan pada hasil uji dengan KLT menunjukkan pola noda yang sama dengan nilai Rf sebesar 0,63.
UJI TOKSISITAS AKUT LD50 EKSTRAK BATANG BAJAKAH TAMPALA (Spatholobus littoralis Hassk.) DAN BATANG BAJAKAH KUNING (Arcangelisia flava (L.) Merr.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus): ACUTE TOXICITY TEST LD50 OF BAJAKAH TAMPALA STEMP EXTRACT (Spatholobus littoralis Hassk.) AND YELLOW BAJAKAH (Arcangelisia flava (L.) Merr.) ON WHITE MICE (Mus musculus) Lili Andriani; Rizky Yulion; Olin Santia Manora; Regita Brilian Nanda
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.537

Abstract

Batang bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) dan bajakah kuning (Arcangelisia flava (L.) Merr.) merupakan suatu tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat Kalimantan secara empiris tujuan pengobatan secara tradisional. Kajian ilmiah batang bajakah tampala dan bajakah kuning telah mulai untuk diteliti lebih jauh. Namun kajian tentang keamanan penggunaannya masih belum dilakukan, sehingga perlu dilakukan uji toksisitas. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menentukan nilai LD50 menggunakan persamaan dalam metode Farmakope Indonesia Edisi III pada pemberian batang bajakah tampala dan bajakah kuning serta mengetahui pengaruhnya pada bobot organ paru-paru, jantung, lambung, ginjal, dan hati terhadap variasi dosis dan jenis kelamin. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan mencit putih (Mus musculus) jantan dan betina sebanyak 50 ekor dan terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol diberi suspensi Na CMC 1% dan kelompok perlakuan diberi ekstrak batang bajakah tampala dan bajakah kuning dengan dosis 625 mg/kgBB, 1.250 mg/kgBB, 2.500 mg/kgBB, dan 5.000 mg/kgBB dengan sekali pemberian secara oral kemudian diamati setelah 24 jam dengan melihat jumlah kematian dan menghitung nilai rasio bobot organ. Hasil peneltian menunjukkan tidak ada kematian hewan uji sehingga dinyatakan dengan LD50 semu dan termasuk kategori praktis tidak toksik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan antara jenis kelamin dengan bobot organ pada paru-paru, lambung, dan hati serta tidak ada perbedaan antara variasi dosis dengan bobot organ pada paru-paru, jantung, lambung, ginjal, dan hati sehingga batang bajakah tampala aman digunakan. Kata kunci : Bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.), bajakah kuning (Arcangelisia flava (L.) Merr.), toksisitas akut, LD50 semu
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DAN EKSTRAK KUNYIT(Curcuma longa L.) DENGAN METODE DPPH: ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST COMBINATION OF RED DRAGON FRUIT RIND EXTRACT (Hylocereus polyrhizus) AND TURMERIC EXTRACT (Curcuma longa L.) WITH DPPH METHOD Muhammad Yani Zamzam; Yuniarti Fayla; Yossi Onirika Anggraeni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.546

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan kunyit (Curcuma longa L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu mencegah atau memperlambat reaksi oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan ekstrak kunyit (Curcuma longa L.) dibanding dengan bentuk tunggalnya dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhdrazyl). Kulit buah naga merah dan kunyit dilakukan maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Selanjutnya dilakukan uji pemeriksaan mutu dan skrining fitokimia terhadap ekstrak etanol kulit buah naga merah dan ekstrak etanol kunyit. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhdrazyl). Kombinasi ekstrak kulit buah naga merah dan ekstrak kunyit dibuat dengan perbandingan 1:2 dan 2:1. Pengukuran aktivitas antioksidan ditentukan dengan % inhibisi dan nilai IC50 (inhibition concentration). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) IC50  42,31 ppm, ekstrak kunyit (Curcuma longa L.)  56,88 ppm. Kombinasi ekstrak kulit buah naga merah dan kunyit  menunjukkan hasil IC50 sebesar 113,66 ppm untuk perbandingan (1:2) dan 87,23 ppm untuk perbandingan (2:1). Kesimpulan penelitian bahwa sediaan tunggal lebih kuat efek antioksidannya dibandingkan dengan kombinasi ekstrak kulit buah naga merah dan ekstrak kunyit.
ANTI-HIPERGLIKEMIK TEH CELUP HERBAL KOMBINASI Fragaria x ananassa, Camellia sinensis, Stevia rebaudiana MELALUI MEKANISME ANTIOKSIDAN PADA MENCIT GANGGUAN METABOLIK YANG DIINDUKSI ALOXAN: ANTI-HYPERGLYCEMIC HERBAL TEA COMBINATION OF Fragaria x ananassa, Camellia sinensis, Stevia rebaudiana THROUGH ANTIOXIDANT MECHANISM IN ALLOXAN-INDUCED METABOLIC DISORDERS MICE Ni Made Dwi Sandhiutami; Yuslia Noviani; Milla Fitri Amalia; Rafif Fadhlurrahman Ahmad
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.551

Abstract

Daun stroberi (Fragaria x ananassa), teh (Camellia sinensis), dan stevia (Stevia rebaudiana) mengandung flavonoid, epigallocatechin gallate, steviosida, dan rebaudiosida yang memiliki aktivitas tinggi sebagai antioksidan dan secara empiris digunakan sebagai pengobatan alternatif Diabetes Millitus (DM). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dan anti-hiperglikemik dari teh herbal celup kombinasi daun stroberi, teh dan stevia melalui mekanisme antioksidan. Uji aktivitas anti-hiperglikemik dilakukan dengan metode induksi aloksan (300 mg/kgBB) pada hewan coba mencit yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif (glibenklamid), dan 3 kelompok dosis teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh dan stevia (15,6; 31,2; 62,4 mg/20 gBB). Pengukuran kadar malondialdehid dilakukan dengan metode TBARs (Wills)  dan SOD dengan metode Adrenochrome Assay Kadar glukosa darah mencit diamati pada hari ke-0, 4, 11 dan 18 dengan metode enzimatik glucose oxidase strip glucometer. Histopatologi pankreas dilakukan menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa persentasi penurunan kadar glukosa darah teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh, stevia kelompok dosis uji 15,6 mg/20gBB; 31,2 mg/20gBB; 62,4 mg/20gBB secara berturut-turut yaitu 9,74%; 13,79%; 20,76%. Dosis 62,4 mg/20gBB memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan anti-hiperglikemik yang lebih baik daripada dosis lain dan pada gambaran histopatologi menunjukkan bahwa teh celup herbal kombinasi tiga daun tersebut dapat memperbaiki Pulau Langerhans mencit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh, dan stevia dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki gambaran histopatologi Pulau Langerhans pada pankreas mencit.
ASSESSMENT OF PHARMACOVIGILANCE SYSTEM IN INDONESIA ACCORDING TO WHO PHARMACOVIGILANCE INDICATORS: CHALLENGES AND POSSIBLE SOLUTIONS Maulidwina Bethasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.559

Abstract

Due to the potential of Indonesia as a market and a huge number of emerging new products, a comprehensive pharmacovigilance evaluation is critical in overcoming challenges and assure product safety. This article evaluates the current pharmacovigilance establishment in Indonesia in accordance with indicators stated in the manual published by WHO to identify actual challenges and solution. Evidence of compliance with each indicator was based on data published by the Indonesian national agency of drug and food control that can be accessed on the official website. Furthermore, the collected data were  categorized and summarized in tables. From the table, evidence of compliance for indicators CST6, CP6-7, and CO3-8 cannot be found on any official website. These indicators are related to a system for reporting therapeutic ineffectiveness and suspected medication errors, the cost and the number of medicine-related hospital admissions and medicine-related deaths, and low human resources and report numbers. Major cause of the issues, which is  reflected in the low number of annualy taken actions,  is the low number of reports of Adverse Drug Reactions (ADR) which are highly dependent on the Healthcare Professionals’ (HCPs) and industries’ pharmacovigilance competency and system. Improving HCP’s competency and procurement of resources necessary to arrange the required system are considered as effective solutions for attaining a comprehensive pharmacovigilance system. Keywords: Assessment, national agency of drug and food control, pharmacovigilance, WHO Indicators
ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL DAN MERKURI DALAM LIPSTIK YANG DIGUNAKAN OLEH MAHASISWI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG: ANALYSIS OF LEAD AND MERCURY LEVELS IN LIPSTICK USED BY STUDENTS OF MUHAMMADIYAH UNIVERSITY BANDUNG Nurul Ambardhani; Nadhila Zakiya Raharja; Nanda Raudhatil Jannah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.567

Abstract

Lipstik termasuk salah satu jenis kosmetik yang paling banyak digunakan oleh wanita Indonesia. Penggunaan lipstik bertujuan untuk mempertahankan penampilan pengguna dan memberi warna pada bibir sehingga tidak terlihat pucat. Bahan dasar lipstik terdiri dari bahan alami dan sintesis serta adanya penambahan logam berat untuk menunjang daya tahan dan kinerja produk. Logam berat yang biasa ditambahkan yaitu timbal (Pb) dan merkuri (Hg). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Pb dan Hg dalam lipstik yang digunakan oleh mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Bandung dan menentukan apakah kandungan logam tersebut berada pada batas aman yang telah ditetapkan. Lima lipstik dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Pengamatan kualitatif secara organoleptis dan menggunakan reagen KI 0,5N; NaOH 2N; dan HCl 37%. Hasil analisis kualitatif menunjukkan lipstik 1, 2, 3, dan 5 mengandung Pb serta lipstik 1, 2, dan 5 mengandung Hg. Analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometer serapan atom menunjukkan lipstik mengandung Pb dan Hg dengan masing-masing konsentrasi pada rentang 0,0300-0,1000 ppm dan 0,0021-0,0049 ppm. Kelima lipstik yang dianalisis mengandung Pb dan Hg tidak melebihi batas yang telah ditetapkan BPOM RI, yaitu 20 dan 1 ppm. Kata kunci : lipstik, logam Pb, logam Hg, spektrofotometer serapan atom

Page 2 of 4 | Total Record : 33