cover
Contact Name
Heriadi
Contact Email
heriyadi@ukrimuniversity.ac.id
Phone
+6285251461329
Journal Mail Official
jts@ukrimuniversity.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Kristen Immanuel Jl. Solo Km 11,1, Kalasan Sleman, Yogyakarta 57452 Indonesia Telp : (0274) 496256 (0274) 496257 Fax : (0274) 496423
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JTS UKRIM
ISSN : 30902983     EISSN : 3032792X     DOI : https://doi.org/10.61179/jts
Core Subject : Engineering,
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM terbit setahun dua kali, yaitu bulan Maret dan September. JTS UKRIM dikelolah oleh Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Immanuel. Setiap artikel yang masuk pada E-Jurnal Universitas Kristen Immanuel direview maksimum dalam 8-10 minggu dengan batas maksimum plagiarisme mencapai 25%. Jurnal Universitas Kristen Immanuel (UKRIM) mengundang peneliti, pengajar dan praktisi di semua jurusan untuk dapat menerbitkan karya penelitian dalam bentuk original research dan literature review dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jika mengalami kendala dalam menggunakan aplikasi segera hubungi admin yang ada pada menu contact setiap jurnal. JTS UKRIM adalah jurnal dengan akses terbuka dan ditinjau untuk publikasi penelitian baru yang berkaitan dengan Teknik Sipil. Jurnal ini menerbitkan ulasan artikel mengenai subjek berikut: a. Teknik Struktural b. Material dan Bahan Bangunan c. Teknologi Konstruksi d. Teknik Sumber Daya Air e. Teknik Irigasi f. Teknik Pantai dan Pelabuhan g. Drainase Perkotaan h. Geoteknik i. Teknik Jalan Raya j. Teknik Lalu lintas k. Manajemen Konstruksi
Articles 26 Documents
Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah dengan Prinsip Reduce, Reuse, Recycle Desa Wisata Tinalah, Kabupaten Kulon Progo Renan J. Indra Sipayung; Viktoriaman Telaumbanua; Berlian Novianti A. Perkasa
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i1.719

Abstract

Kegiatan masyarakat maupun wisatawan di kawasan Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) menjadikan desa wisata ini memiliki potensi timbulan sampah. Peningkatan pertumbuhan dan kegiatan wisatawan juga menyebabkan bertambahnya timbulan sampah yang dihasilkan. Oleh karena pengelolaan sampah di Dewi Tinalah masih bertumpu pada pembakaran sampah, maka dipandang perlu untuk menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dalam pengelolanya. Selain meningkatkan perekonomian masyarakatnya, pengelolaan desa wisata juga diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan sampah yang ditimbulkan dari aktivitas wisata. Perencanaan ini bertujuan merancang Tempat Pengolahan Sampah dengan Prinsip 3R (TPS 3R) di Dewi Tinalah, sesuai dengan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang berlaku. Selain itu, perencanaan ini mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan hingga tahun 2030 serta menjadikan TPS 3R sebagai sarana edukasi bagi wisatawan. Dalam merencanakan TPS 3R dilakukan pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah dengan metode berdasarkan SNI 19-3964-1994. Berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan diperoleh rata-rata nilai timbulan sampah sebesar 28,89 kg/hari atau 422,78 l/hari dengan komposisi sampah plastik sebesar 59,48%, lainnya sebesar 16,26%, kertas sebesar 14,84%, organik sebesar 9,21%, logam sebesar 0,20%, dan kaca sebesar 0,02%. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis luas masing-masing area TPS 3R Dewi Tinalah, diperoleh total kebutuhan lahan TPS 3R Dewi Tinalah hingga tahun 2030 adalah seluas 67,70 m².
Pengaruh Penggunaan Perekat Keramik Sebagai Pengganti Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Bata Ringan Jhonson Andar Harianja; Christian Widianto A. H. Tambunan; Anugrah Putra Prima Giawa
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i1.720

Abstract

Bata ringan adalah beton yang memiliki berat jenis lebih ringan dari pada beton pada umumnya. Beton ringan dengan berbagai keunggulannya telah diproduksi baik skala kecil maupun skala besar melalui proses pabrikasi. Pada umumnya bahan dasar pembuatan beton ringan adalah semen sebagai pengikat, pasir dan foam agent sebagai pengisi. Dikenal dua jenis beton ringan yaitu beton ringan AAC (Auto Clave Aerated) dan beton ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete). Dalam penelitian ini akan digunakan perekat keramik sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam pembuatan bata ringan. Untuk kepentingan analisis dalam penelitian ini, dibuat benda uji kubus bata ringan berdimensi 10 cm x 10 cm x 10 cm. Benda uji bata ringan dibuat empat variasi campuran perekat keramik yaitu 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Masing-masing variasi campuran dibuat 3 buah benda uji. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan perekat keramik dibuat benda uji tanpa perekat keramik dengan campuran dan berat isi mortar yang sama dan akan digunakan sebagai pembanding. Pengujian yang dilakukan terhadap benda uji bata ringan adalah pengujian daya serap air, pemeriksaan densitas, dan kuat tekan yang dilakukan setelah benda uji berumur 14 hari. Berdasar analisis data hasil pengujian diketahui bahwa perekat keramik layak digunakan karena dapat meningkatkan kuat tekan benda uji bata ringan dibanding dengan kuat tekan benda uji bata ringan tanpa menggunakan perekat keramik dan tidak menyebabkan massa benda uji naik terlalu tinggi. Penggunaan perekat keramik pada bata ringan juga menghasilkan densitas benda uji yang semakin tinggi. Penggunaan perekat keramik 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% sebagai pengganti sebagian semen meningkatkan kuat tekan bata ringan sebesar 10,53%, 28,64%, 42,83%, dan 48,56%.
Pengaruh Abu Ampas Tebu Sebagai Substitusi Parsial Semen Terhadap Karakteristik Beton SCC Margeritha Agustina Morib; Ninik Ariyani; Andi Perlindungan Gea; Romanius Halawa
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i1.721

Abstract

Abu Ampas Tebu (AAT) merupakan material limbah industri pabrik gula yang memiliki kandungan silika tinggi dan reaktif sehingga dapat dikategorikan sebagai pozzolan. Material ini jika digunakan sebagai pengganti sebagian semen dapat bereaksi dengan Ca(OH)2 yang merupakan hasil sampingan dari reaksi hidrasi semen dan memberikan kekuatan akhir pada beton. Penggunaan AAT pada Self Compacted Concrete (SCC) diteliti untuk mengetahui pengaruhnya terhadap tingkat workabilitas pekerjaan beton. Rancangan campuran adukan beton diawali dengan penggunaan particle packing pada agregat untuk mendapatkan agregat dengan kepadatan optimum. Rancangan campuran dikerjakan dalam volume menggunakan koefisien absolut pasta 1,5 kemudian dikonversi menjadi berat. Komposisi AAT divariasi mulai dari 0%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5% dan 15%. Reologi beton segar dihasilkan dari pengujian slump flow, l-box, v-funnel dan sieve segregation. Hanya beton control yang memenuhi syarat sebagai SCC sedangkan AAT justru meningkatkan kekentalan dan menghambat aliran dan laju pergerakan beton. Komposisi AAT berkontribusi dalam meningkatkan kuat tekan dengan kuat tekan optimum diperoleh pada AAT 5% yaitu sebesar 29,04 MPa. Kuat tarik dan tegangan retak beton berkisar antara 10,5% - 13,6% dari kuat tekan yang dihasilkan. Sedangkan modulus elastis terus mengalami penuruhan seiring meningkatnya AAT.
Perbandingan Analisis Simpang Tak Bersinyal Selokan Mataram dan BDK Yogyakarta Menggunakan PKJI 2023 dan MKJI 1997 Heriadi Heriadi; Hendra Gunawan Laoli; Firdaus Hia
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i1.722

Abstract

PKJI 2023 merupakan pemutakhiran dari MKJI 1997 yang estimasinya sudah tidak akurat dikarenakan adanya perubahan dan perkembangan kondisi lalu lintas terkini. Tujuan penelitian membandingkan hasil analisis kapasitas dan kinerja simpang tak bersinyal menggunakan PKJI 2023 dan MKJI 1997 pada simpang Selokan Mataram dan simpang Kantor BDK Yogyakarta. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan kapasitas simpang Selokan Mataram menggunakan MKJI lebih besar dari PKJI dengan selisih 2,78%, tetapi simpang BDK Yogyakarta justru terbalik, PKJI lebih besar dari MKJI dengan selisih 1,11%. Derajat kejenuhan simpang berbanding terbalik dengan kapasitas simpang, Selokan Mataram dengan PKJI sedikit lebih besar dari MKJI dengan selisih 2,78% dan simpang BDK Yogyakarta dengan MKJI sedikit lebih besar dari PKJI. Tundaan simpang Selokan Mataram dan BDK Yogyakarta menggunakan PKJI lebih besar signifikan dari MKJI masing-masing dengan selisih 12,6% dan 16,25%. Peluang antrian simpang Selokan Mataram dan BDK Yogyakarta adalah sama.
Tinjauan Eksperimental Kuat Lentur Kusen Beton Dan Kusen Kayu Iwan Wikana; Frankly Wawan Telaumbanua
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i1.723

Abstract

Kusen beton adalah salah satu eksperimen yang bisa mendukung program pemerintah menanam seribu pohon untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan yang hijau. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan membuat kusen dari bahan bangunan beton sedemikian rupa sehingga mampu menggantikan fungsi kusen kayu. Dengan menggunakan air, semen, pasir dan kerikil sebagai adukan beton juga dengan ditambahkannya tulangan baja maka kusen beton diharapkan mampu memikul beban dengan kapasitas kuat lentur yang memadai. Dalam penelitian ini kusen yang digunakan berukuran tinggi 200 cm dan lebar 80 cm, dengan dimensi penampang 11,5 cm x 6 cm, tulangan baja yang digunakan berdiameter 6 mm dengan perbandingan campuran beton 1 semen : 3 pasir : 2 kerikil. Pengujian dilakukan terhadap 2 (dua) bentuk kusen yang berbeda dan 1 (satu) kusen kayu dengan pengujian pembebanan terpusat di tengah bentang balok kusen. Berdasarkan pengujian pembebanan dan lendutan, diketahui kapasitas beban maksimal kusen beton bertulang bentuk datar sebesar 561,5 kg dengan lendutan 23,91 mm, kapasitas beban maksimal kusen beton bertulang bentuk lengkung sebesar 613 kg dengan lendutan 27,425 mm dan kapasitas beban maksimal kusen kayu kamper sebesar 2125 kg dengan lendutan 68,82 mm. Dengan dilakukannya analisa kuat lentur berdasar hasil pengujian pembebanan, maka diperoleh nilai kuat lentur kusen beton bertulang bentuk datar sebesar 29,6005 MPa, kuat lentur kusen beton bertulang bentuk lengkung sebesar 30,8525 MPa dan kuat lentur kusen kayu kamper sebesar 52,3236 MPa.
Evaluasi Dimensi Saluran Drainase Pada Kawasan Jalan Rukun, Kelurahan Rapak Dalam, Kota Samarinda Amalia Istikhomah Qolbiyati; Dhinar Yoga Hanggung Legowo; Tommy Ekamitra Sutarto
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i2.764

Abstract

The Rukun Street area in Rapak Dalam Subdistrict is a location frequently affected by flooding. This issue is suspected to be caused by the inadequate dimensions of the existing drainage channels, which are unable to convey runoff efficiently during periods of high rainfall intensity. This study aims to evaluate the adequacy of the existing drainage channel dimensions in handling the stormwater runoff in the area. The evaluation involves determining rainfall intensity and design flood discharge (Q) for return periods of 2, 5, and 10 years, as well as identifying the appropriate drainage dimensions for the area. The analysis results, using the Nakayasu Unit Hydrograph method, show that the design flood discharge on the right segment is Q2: 1.026 m³/s, Q5: 1.467 m³/s, and Q10: 1.758 m³/s. For the left segment, the values are Q2: 1.024 m³/s, Q5: 1.463 m³/s, and Q10: 1.754 m³/s. Redesigning the drainage channels is necessary, as the existing structures cannot accommodate the design flood discharge. The recommended channel dimensions to handle the 10-year return period discharge are 2.23 meters in height and 2.788 meters in width for the right segment, and 1.688 meters in height and 1.923 meters in width for the left segment.
Studi Variasi Faktor Beban terhadap Keandalan Struktur Balok dengan Pendekatan Limit State Wachid Hasyim
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i2.767

Abstract

Keandalan struktur baja sangat dipengaruhi oleh pendekatan beban rencana dalam perancangan, terutama pada elemen balok yang berperan penting dalam menahan beban lentur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi faktor beban dari tiga standar desain struktural, yaitu SNI, Eurocode, dan JCSS, terhadap keandalan balok baja dengan profil IWF. Metode yang digunakan melibatkan pemodelan struktur portal dua dimensi menggunakan perangkat lunak SAP2000, dilanjutkan dengan analisis probabilistik menggunakan simulasi Monte Carlo untuk mendapatkan nilai Pf dan b. Tiga jenis profil balok baja IWF (200×100, 300×150, dan 400×200) diuji untuk mengetahui nilai probabilitas kegagalan (Pf) dan indeks keandalan (?) berdasarkan faktor beban yang variatif. Hasil menunjukkan bahwa Eurocode menghasilkan nilai momen ultimit tertinggi, sedangkan SNI menghasilkan nilai Pf paling kecil. Peningkatan dimensi profil balok juga secara signifikan menurunkan nilai Pf dan meningkatkan nilai ?. Kesimpulannya, keandalan balok baja sangat dipengaruhi oleh standar pembebanan yang digunakan serta dimensi profil. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung pemilihan desain struktur baja yang efisien sekaligus andal.
Studi Komparatif Penggunaan ASTM A36 dan ASTM A913M Untuk Perancangan dan Evaluasi Kinerja SRPMK Baja Margeritha Agustina Morib; Samuel Salimu; Berkat Saloman Zalukhu; Iwan Wikana
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i2.768

Abstract

Yogyakarta rentan gempa karena Sesar Oya-Opak terus aktif dengan Kategori Desain Seismik (KDS) termasuk D. Penelitian ini mensimulasikan gedung hotel 10 lantai menggunakan SRPMK baja untuk KDS D sesuai SNI 7860:2020. Material ASTM A36 dan ASTM A913M disimulasikan untuk mendapatkan level kinerja, sendi plastis, penyerapan energi dan daktilitas. Pembebanan dihitung sesuai SNI 1727:2020 dan SNI 1726:2019. Demand capacity ratio sesuai SNI 1729:2020 dan perencanaan sambungan mengikuti SNI 7972:2020. Analisis pushover untuk menentukan kinerja gedung menggunakan SAP2000 dengan metode ATC-40 dan FEMA 356. Balok menggunakan profil WF hot rolled dan kolom menggunakan profil WF tersusun untuk elemen kompak dan daktail. Hasil perancangan menunjukkan semua profil memenuhi persyaratan daktail tinggi dengan Lb yang sesuai dan ekonomis. Sistem sambungan menggunakan pelat sayap berbaut (PSB) dengan jumlah baut dan panjang sendi plastis dianalisis. Sendi plastis didefinisikan di ujung balok serta ujung-ujung kolom (SP1) dan kolom lantai dasar (SP2). Level kinerja maksimum total drift adalah Immediate Occupancy (IO) menurut ATC-40, sedangkan metode FEMA 356 menghasilkan Immediate Occupancy (IO) untuk total drift dan Life Safety (LS) untuk inelastic drift. ASTM A913M lebih kuat namun ASTM A36 lebih daktail dan lebih tepat di terapkan di daerah KDS D.
Analisis Debit Banjir dan Perencanaan Tanggul Menggunakan Aplikasi HEC-RAS (Studi Kasus Sungai Banjir Kanal Timur Kota Semarang) Diar Nilam Kamilia Setiyono; Ari Sentani; Eko Muliawan Satrio
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i2.771

Abstract

Sungai Banjir Kanal Timur di Kota Semarang, Indonesia, memiliki peran krusial sebagai saluran drainase utama, namun sering kali mengalami luapan yang mengakibatkan banjir saat musim hujan. Fenomena ini terjadi karena debit banjir yang melebihi kapasitas tampung saluran, sehingga diperlukan penanganan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir menggunakan metode hidrologi rasional dan HSS Gama 1, serta merencanakan dimensi tanggul menggunakan pemodelan hidrolika dua dimensi dengan aplikasi HEC-RAS. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data numerik berupa curah hujan, debit air, dan tata letak Sungai Banjir Kanal Timur dari Sta 2+000 hingga Sta 4+000. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit banjir Q_50 yang diperoleh adalah sebesar 243.51 m3/detik menggunakan analisis metode HSS Gama 1. Berdasarkan hasil tersebut, dimensi tanggul yang direncanakan memiliki tinggi 3 meter dari dasar sungai dan lebar 3 meter, yang diharapkan mampu mengatasi luapan air.
Pengaruh Aktivitas Sadap Liar Terhadap Neraca Air Di Daerah Irigasi Sukun 2, Trimulyo, Kabupaten Sleman David Perdamaian Zega; Agung Purwanto
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i2.772

Abstract

Bendung Sukun 2 terletak di Desa Trimulyo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hanya digunakan untuk mengairi sawah di Daerah Irigasi Sukun 2. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengambilan air secara liar terhadap neraca air di Daerah Irigasi Sukun 2 tersebut. Metode yang digunakan terdiri dari pengumpulan data primer yang terdiri dari pola tanam, luas sawah, jarak antar bangunan irigasi, jenis bangunan irigasi, dan kapasitas mesin sadap liar serta data sekunder yang terdiri dari data curah hujan, data evaporasi, peta Daerah Irigasi sukun 2 dan Peta Rupa Bumi Digital Indonesia (RBI). Kebutuhan air dihitung berdasarkan standar perencanaan irigasi (KP-01). Hasil analisis, mesin yang digunakan berkapasitas 16,67 lt/dt, Ketersediaan air paling melimpah pada bulan Maret 132,46 lt/dt, dan paling sedikit pada bulan Oktober yaitu 6,42 lt/dt. kebutuhan air tanpa sadap liar paling banyak pada bulan mei yakni 20,70 lt/dt dan paling sedikit terjadi pada bulan Oktober yakni 3,49 lt/dt. kebutuhan air paling banyak dengan adanya penyadapan liar pada bulan Mei yaitu 37,37 lt/dt dan paling sedikit di bulan Oktober 20,16 lt/dt.

Page 2 of 3 | Total Record : 26