cover
Contact Name
Rizka Awaluddin
Contact Email
rizkaawaluddin30@gmail.com
Phone
+6285333342074
Journal Mail Official
rizkaawaluddin30@gmail.com
Editorial Address
Desa Rasabou Rt. 006/ Rw. 004 Kecamatan Bolo Kabupaten Bima
Location
Kab. dompu,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Published by STKIP Al-Amin Dompu
ISSN : -     EISSN : 29637986     DOI : -
Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan menerbitkan artikel ilmiah pendidikan, Sosial dan Lingkungan berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. Jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Terbit 2 kali setiap tahun pada bulan Maret dan September
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
Students' Vocabulary Learning Strategies in the English Education Program at STKIP Al Amin Dompu: A Qualitative Study Putu Dewi Novita Sari Putu Dewi Novita Sari; Masita Masita; Putri Ayuningtyas Putri Ayuningtyas
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2026): JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vocabulary knowledge is a cornerstone of English language proficiency, yet many EFL students struggle with vocabulary acquisition. This qualitative study explores the vocabulary learning strategies (VLS) employed by students in the English Education Program at STKIP Al Amin Dompu. Using a phenomenological approach, data were collected through semi-structured interviews with twelve second-semester students. Thematic analysis revealed that students employ a range of strategies across Schmitt's (1997) taxonomy, including determination strategies (bilingual dictionary use, contextual guessing), social strategies (consulting teachers and peers), memory strategies (repetition, note-taking), cognitive strategies (media engagement), and metacognitive strategies (self-monitoring). However, students predominantly relied on surface-level strategies such as bilingual dictionary use and verbal repetition, while deeper processing strategies like systematic goal-setting and contextual analysis were underutilized. Key challenges included limited awareness of diverse strategies, difficulties in vocabulary retention, and the gap between declarative knowledge of strategies and their consistent application. The findings suggest pedagogical implications for explicit VLS training to foster autonomous, self-regulated vocabulary learning among EFL students in Indonesian higher education.
Ekosistem Kesadaran Holistik: Rekonstruksi Unsur Akal, Qalbu, dan Ruh Berbasis Konsep Insan Kamil Kontemporer untuk Memantik Epistemic Curiosity Mahasiswa Abdul Haris
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2026): JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia akademik kontemporer di era disrupsi digital kini sedang menghadapi tantangan paradoksal berupa penurunan epistemic curiosity (rasa ingin tahu ilmiah) dan motivasi belajar autentik di kalangan mahasiswa. Fenomena ini berakar dari reduksi sistem pendidikan modern yang terlalu menitikberatkan pada Kecerdasan Intelektual (Akal/IQ) semata, sehingga melahirkan pola belajar yang mekanis, berorientasi pragmatis-materialis, serta rentan memicu kelelahan akademik (academic burnout. Kajian konseptual-filosofis ini bertujuan untuk mengartikulasikan kembali trilogi dimensi kemanusiaan Akal (IQ), Qalbu (EQ), dan Ruh (SQ) melalui pisau analisis konsep Insan Kamil (Manusia Paripurna) guna menstimulasi gairah dan ketangguhan belajar mahasiswa. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka kontemporer (contemporary library research) dengan pendekatan hermeneutika dan sintesis integratif lintas disiplin antara psikologi Barat modern dan psikologi Islam. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa Akal-IQ berfungsi sebagai mesin penjelajah kognitif yang memproses stimulus ilmiah dan mendeteksi kesenjangan informasi Qalbu-EQ berperan sebagai filter afektif dan stabilisator emosional yang memproduksi sifat sabar dan regulasi diri, sedangkan Ruh-SQ bertindak sebagai generator eksistensial yang menyediakan ultimate purpose (tujuan tertinggi) bahwa menuntut ilmu adalah manifestasi ibadah dan mandat kekhalifahan. Sebagai kebaruan (novelty) teoretis, kajian ini merumuskan konsep sirkuit kesadaran holistik (holistic consciousness circuit), sebuah sistem sibernetika spiritual-kognitif di mana ketiga kecerdasan tersebut bekerja secara simultan dan berkesinambungan. Penyelarasan sirkuit ini terbukti mampu mengonversi tekanan akademik menjadi motivasi intrinsik abadi yang memperkuat resiliensi belajar mahasiswa. Kajian ini merekomendasikan institusi perguruan tinggi untuk mengadopsi tradisi soul-centered pedagogy (pedagogi berbasis jiwa) melalui restrukturisasi kurikulum yang mengintegrasikan nilai etis-transendental ke dalam sains-teknologi serta membiasakan mahasiswa melakukan jeda kesadaran akademik (academic mindfulness) demi melahirkan generasi pembelajar sejati yang tangguh dan bermoral.