cover
Contact Name
Rizka Awaluddin
Contact Email
rizkaawaluddin30@gmail.com
Phone
+6285333342074
Journal Mail Official
rizkaawaluddin30@gmail.com
Editorial Address
Desa Rasabou Rt. 006/ Rw. 004 Kecamatan Bolo Kabupaten Bima
Location
Kab. dompu,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Published by STKIP Al-Amin Dompu
ISSN : -     EISSN : 29637986     DOI : -
Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan menerbitkan artikel ilmiah pendidikan, Sosial dan Lingkungan berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. Jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Terbit 2 kali setiap tahun pada bulan Maret dan September
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Implementation of Resource-Based Learning in Improving Critical Thinking Ability of Students of SMP N 1 Woja Kamaluddin; Edi Firmansyah
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2025): JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Resource-Based Learning (RBL) model to develop critical thinking skills of SMP N 1 Woja students. Critical thinking is one of the 21st century skills that is very important in solving problems in the digital era and society 5.0. The RBL model allows students to access, assess, and synthesize learning resources to build knowledge independently. This research uses a qualitative approach with interview data collection methods and descriptive analysis. The results showed that the application of RBL was able to encourage students to think analytically, reflectively, and solutively through source exploration activities, group collaboration, and critical reflection. Supporting factors for the successful implementation of RBL are the availability of learning resources, students' digital literacy, technical support, and the teacher's role as a facilitator. Conversely, the inhibiting factors are limited access to sources, low levels of information literacy, time constraints, and teacher training. Thus, the use of RBL has great potential in developing critical, independent, and adaptive students, if supported by a conducive learning environment.
Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Akidah dan Akhlak Mahasiswa Purnamansyah
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2025): JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman mahasiswa terhadap materi Akidah dan Akhlak dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung berpusat pada dosen dan berorientasi hafalan tanpa melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam meningkatkan pemahaman materi Akidah dan Akhlak mahasiswa di STKIP Al Amin Dompu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah 30 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Akidah dan Akhlak pada semester genap tahun akademik 2024/2025. Instrumen penelitian berupa tes pretest dan posttest berbasis HOTS yang telah divalidasi oleh ahli Pendidikan Agama Islam dan evaluasi pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui perhitungan N-Gain untuk mengetahui efektivitas peningkatan pemahaman mahasiswa dan uji paired sample t-test menggunakan SPSS untuk menguji signifikansi perbedaan nilai pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest mahasiswa sebesar 45,9 meningkat menjadi 79,4 pada posttest dengan N-Gain mayoritas kategori sedang hingga tinggi. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (p value) sebesar 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest mahasiswa setelah diterapkannya pembelajaran berbasis HOTS. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis HOTS efektif dalam meningkatkan pemahaman materi Akidah dan Akhlak mahasiswa serta mendorong mereka berpikir kritis, analitis, evaluatif, dan kreatif dalam memahami konsep keislaman secara kontekstual.
Proses Kognitif Dalam Pembelajaran Pendidikan Islam Haris , Abdul
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2025): JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pentingnya proses kognitif dalam pembelajaran Pendidikan Islam. Proses kognitif tidak hanya terbatas pada kemampuan berpikir kritis, tetapi juga melibatkan tahapan-tahapan berpikir yang menyeluruh, mulai dari mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi. Jadi, proses kognitif dalam pembelajaran Pendidikan Islam harus berlangsung secara utuh dan menyeluruh, bukan hanya fokus pada berpikir kritis saja. Oleh karena itu, dalam menengarai dikotomi antara berpikir tingkat tinggi dengan berpikir tingkat rendah maka dapat digunakan atau diperkenalkan konsep "berpikir tuntas" yang menekankan pentingnya memahami konsepsi dasar sebagai tahapan berpikir sebelum berpikir kritis (tingkat tinggi). Dengan demikian, proses kognitif dalam pembelajaran Pendidikan Islam dapat memberikan pengalaman bermakna bagi siswa dan membentuk pemahaman yang utuh tentang konsep-konsep keislaman. Proses kognitif tidak dapat dipisahkan antara tahapan berpikir tingkat tinggi dan rendah, melainkan berlangsung secara utuh dan menyeluruh. Oleh karena itu, penting bagi guru dan pendidik untuk memahami proses kognitif dan mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Dengan demikian, siswa dapat memahami konsep-konsep keislaman dengan lebih baik dan membentuk pribadi yang beriman dan berakhlak mulia secara otentik. Generasi muslim yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan percaya diri dan bijak hanyalah generasi yang mampu memahami konsepsi keislaman secara bermakna, sehingga memungkinkan dirinya mampu mengembangkan potensi kognitifnya secara utuh menyeluruh. Pembelajaran Pendidikan Islam yang efektif membutuhkan struktur proses kognitif yang holistik: perhatian, pemahaman, retensi, refleksi/metakognisi dan transfer Dalam system potensi fungsional (konsep 'aql (akal), qalb (hati), dan ‘amal (perbuatan) memungkinkan perkembangan kognitif yang tidak hanya terbatas pada tataran mental tetapi juga moral dan spiritual..
Efektifitas Video Pembelajaran Berbasis Eksperimen Virtual Terhadap Pemahaman Konsep Ekosistem di SMAN 2 Bolo Awaluddin, Rizka
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2025): JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan video pembelajaran berbasis eksperimen virtual terhadap pemahaman konsep ekosistem siswa kelas X di SMAN 2 Bolo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi experimental) dan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian terdiri atas empat kelas X MIPA, dengan dua kelas dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling: kelas X MIPA 1 (25 siswa) sebagai kelompok eksperimen dan X MIPA 2 (27 siswa) sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda beralasan sebanyak 20 butir soal untuk mengukur pemahaman konsep. Data hasil posttest dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test setelah melalui uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen (86,9) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (75,1), dengan nilai t-hitung sebesar 13,214 dan p-value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, sehingga video eksperimen virtual dinyatakan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep ekosistem. Temuan ini memperkuat teori pembelajaran multimedia dan konstruktivisme yang menekankan pentingnya pengalaman visual dan interaktif dalam membangun pengetahuan. Video eksperimen virtual terbukti mampu membantu siswa memahami konsep abstrak melalui simulasi yang menyerupai eksperimen nyata, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat keterampilan berpikir ilmiah siswa.
Pengaruh Media Sosial dalam Pembentukan Karakter Remaja di Era Digital Aidin
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2025): JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku dan karakter remaja. Media sosial menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi proses pembentukan identitas dan nilai-nilai sosial dalam kehidupan remaja masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap pembentukan karakter remaja di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melibatkan 30 responden remaja berusia 13–19 tahun yang berdomisili di Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pembentukan karakter remaja, baik dalam aspek positif seperti peningkatan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri, maupun dalam aspek negatif seperti penurunan etika berkomunikasi, kecenderungan perilaku konsumtif, serta lemahnya kontrol diri. Secara keseluruhan, penggunaan media sosial yang tidak terarah dapat menyebabkan pergeseran nilai-nilai moral dan sosial remaja. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dari orang tua dan lembaga pendidikan untuk mengarahkan penggunaan media sosial agar berfungsi sebagai sarana pengembangan karakter positif dan peningkatan literasi digital remaja di era modern ini.  
Implementasi Proyek Magic Paper Dalam Pembelajaran IPS Untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Peserta Didik SMP Soekma Cempaka; Nurrahma, Sofia; Siti Logayah, Dina
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2025): JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Magic Paper project is an environmental innovation that combines recycled waste paper with the planting of plant seeds, resulting in plantable paper. This article discusses the implementation and socialization of the Magic Paper project in social studies learning in junior high schools to increase students' awareness and environmentally friendly behavior. The method used is a descriptive qualitative method and analysis of the implementation of the Magic Paper project in the classroom in social studies lessons. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation of learning activities. The results of the study indicate that the implementation of the Magic Paper project in social studies learning can increase students' environmental awareness through meaningful and contextual learning experiences. This project integrates the concepts of Reduce, Reuse, and Recycle (3R) with the social studies material on the Role of Social Institutions in the Utilization of Natural Resources. Students not only understand the theoretical concept of environmental conservation, but are also directly involved in the real practice of paper recycling.
Kajian Teoretis Civic Responsibility dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Nurlailah, Nurlailah
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2024): JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Civic responsibility merupakan salah satu tujuan penting dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) karena berkaitan dengan pembentukan warga negara yang bertanggung jawab, partisipatif, dan berkarakter demokratis. Namun, dalam praktik pembelajaran, penguatan civic responsibility sering kali belum terimplementasi secara optimal karena pembelajaran PKn masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan teoritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis konsep, dimensi, serta peran civic responsibility dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, serta mengidentifikasi pendekatan pembelajaran yang relevan untuk penguatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian teoretis (literature review) terhadap artikel jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang relevan dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir (2015–2025). Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis tematik untuk mensintesis temuan-temuan utama dari literatur yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa civic responsibility mencakup dimensi tanggung jawab sosial, partisipasi kewarganegaraan, kepatuhan terhadap hukum dan norma, serta etika publik. Pembelajaran PKn yang kontekstual, partisipatif, dan didukung pemanfaatan media digital secara pedagogis memiliki potensi besar dalam memperkuat civic responsibility peserta didik. Kajian ini diharapkan dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan pembelajaran dan penelitian lanjutan di bidang Pendidikan Kewarganegaraan.
Sinergi Modalitas Sosial Petani Jagung dan Pertumbuhan Ekonomi dalam Pembangunan Desa Berkelanjutan Mujiono Sang Putra
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2025): JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinergi modalitas sosial petani jagung dan pertumbuhan ekonomi dalam pembangunan Desa berkelanjutan. Di wilayah perdesaan berbasis pertanian, petani jagung berperan sebagai penggerak utama perekonomian lokal, meskipun masih dihadapkan pada berbagai kendala struktural seperti keterbatasan permodalan, fluktuasi harga, dan kerentanan terhadap kondisi alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi antara modalitas sosial petani jagung dan pertumbuhan ekonomi dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, dengan informan petani jagung, pengurus kelompok tani, tokoh masyarakat, dan aparat desa yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modalitas sosial yang tercermin dalam kepercayaan, jaringan sosial, nilai gotong royong, dan partisipasi kolektif berperan penting dalam menopang aktivitas ekonomi petani jagung. Modalitas sosial tersebut membantu petani mengurangi risiko usaha tani, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan posisi tawar dalam pemasaran hasil panen. Sinergi antara kekuatan sosial masyarakat dan strategi ekonomi lokal terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, modalitas sosial perlu diposisikan sebagai aset strategis dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa berbasis pertanian.
Pengaruh Media Film Edukatif terhadap Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara pada Siswa SMA Nurlailah, Nurlailah
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2025): JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media film edukatif terhadap pemahaman nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologi negara pada siswa SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman nilai-nilai Pancasila sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran menggunakan media film edukatif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji parametrik paired sample t-test setelah memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai signifikansi < 0,05, yang mengindikasikan bahwa penggunaan media film edukatif berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman nilai-nilai Pancasila siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa media film edukatif efektif digunakan untuk membantu siswa memahami nilai Pancasila secara lebih kontekstual dan bermakna melalui visualisasi peristiwa sosial yang dekat dengan kehidupan siswa. Dengan demikian, media film edukatif dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk memperkuat pemahaman ideologis dan pembentukan karakter kebangsaan siswa di jenjang SMA.
Belajar sebagai Aktivitas Berpikir: Analisis Kompleksitas Proses Kognitif Mahasiswa dalam Pembelajaran Abdul Haris
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2025): JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman belajar di kalangan mahasiswa masih sering direduksi sebagai aktivitas mekanis seperti menghafal, mencatat, dan mengulang materi, sehingga memunculkan pertanyaan berulang mengenai “cara belajar yang baik”. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara praktik belajar mahasiswa dan hakikat belajar sebagaimana dipahami dalam teori kognitif dan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hakikat belajar sebagai aktivitas berpikir, memetakan tahapan proses kognitif yang terlibat dalam aktivitas belajar mahasiswa, serta menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan kompleksitas proses berpikir tersebut sering tidak disadari dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap sumber-sumber utama dalam bidang psikologi kognitif, teori belajar, dan pendidikan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa belajar merupakan proses kognitif yang utuh dan bertingkat, melibatkan persepsi, pemahaman, penalaran, refleksi, berpikir kritis, hingga metakognisi. Namun, praktik pembelajaran di perguruan tinggi masih cenderung menekankan hasil akhir pembelajaran dibandingkan kualitas proses berpikir mahasiswa, sehingga mengaburkan kesadaran mahasiswa terhadap tahapan berpikir yang mereka alami saat belajar. Artikel ini menegaskan bahwa belajar tidak dapat direduksi sebagai aktivitas mekanis, melainkan merupakan proses berpikir yang kompleks dan terintegrasi. Implikasi kajian ini menuntut pergeseran paradigma pembelajaran di perguruan tinggi menuju pembelajaran yang menempatkan proses berpikir sebagai fokus yang menandai keberhasilan belajar.