cover
Contact Name
Mika Rizki Puspaningrum
Contact Email
mika.puspaningrum@itb.ac.id
Phone
+6281246804772
Journal Mail Official
mika.puspaningrum@itb.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bulletin of Geology
ISSN : 25800752     EISSN : 25800752     DOI : 10.5614/bull.geol.
Bulletin of Geology is a research-based periodical scientific open access journal published by Faculty of Earth Sciences and Technology, Institut Teknologi Bandung (ITB). The published article in Bulletin of Geology covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Geodesy, Meteorology, Oceanography, Petroleum, Mining, and Geography. The submitted abstract must be written in English and Bahasa Indonesia, but the article content is English or Bahasa Indonesia.
Articles 112 Documents
MODEL KONSEPTUAL HIDROGEOLOGI PADA KAWASAN PENGEMBANGAN UNDERGROUND COAL GASIFICATION DI CEKUNGAN SUMATRA SELATAN Ghozi, Muhammad; Ramdhan, Agus Mochamad; Madiutomo, Nendaryono; Arifin, Arifin
Bulletin of Geology Vol 9 No 1 (2025): Bulletin of Geology Vol. 9 no. 1
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formasi Muara Enim di Cekungan Sumatra Selatan merupakan lokasi Underground Coal Gasification (UCG) potensial, dimana telah banyak dilakukan pekerjaan serta publikasi untuk meningkatkan pemahaman dan mengimplementasikan teknologi ini. Wilayah studi terletak di Musi Banyuasin, salah satu lokasi UCG yang terbukti dan sudah dikembangkan saat ini di Sumatra Selatan. Aspek hidrogeologi memegang peran penting dalam proses UCG sehingga diperlukan model konseptual hidrogeologi yang dapat menggambarkan kondisi hidrogeologi sebagai dasar dalam mengembangkan strategi proses dan rencana pemantauan UCG. Dalam studi ini dilakukan analisis deskriptif dari tiga aspek yaitu Struktur Fisik Konseptual, Struktur Proses Konseptual, dan Struktur Variabilitas Spasial. Korelasi lubang bor dan permeabilitas batuan menghasilkan satuan hidrostratigrafi berupa akuifer, akuitar, dan lapisan batubara. Target lapisan batubara untuk UCG terletak di antara lapisan akuitar dan memiliki jarak sekitar 40 m ke lapisan akuifer di atasnya dan 10 m ke bawahnya. Air tanah mengalir ke arah barat daya wilayah studi, dengan imbuhan tahunan sebesar 289 mm/tahun yang berkontribusi terhadap penyimpanan air tanah. Model konseptual ini dibatasi oleh ketersediaan data. Namun demikian, model konseptual yang dikembangkan saat ini dapat diaplikasikan untuk mendukung pengembangan UCG di daerah studi
MINERALIZATION CHARACTERISTICS OF THE DARKNIR CU-MO PORPHYRY PROSPECT BASED ON DSG-19-001 DRILLING IN THE OKSIBIL DISTRICT, PEGUNUNGAN BINTANG REGENCY, PAPUA PEGUNUNGAN PROVINCE Suhendi, Dirga David
Bulletin of Geology Vol 9 No 1 (2025): Bulletin of Geology Vol. 9 no. 1
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari – Proyek Oksibil, yang dimiliki oleh PT Antam Tbk, terletak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, Indonesia, yang terdiri dari empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) – Orion, Kentaurus, Polaris, dan Venus. Penelitian ini difokuskan pada Prospek Darknir yang berada di Blok Segnam dari IUP Orion. Area eksplorasi Proyek Oksibil secara geologi berada dalam Sabuk Pegunungan Lipatan Papua (Papuan Fold Thrust Belt), yang dikenal kaya akan potensi tembaga kelas dunia seperti di Grassberg dan Ok Tedi. Kegiatan eksplorasi geologi di Prospek Darknir, khususnya melalui lubang bor DSG-19-001, telah menghasilkan beberapa temuan signifikan. Prospek ini memiliki litologi batuan intrusif plutonik diorit hornblende-biotit diorit (HBD) hingga monzodiorit (MZD) yang berasal dari kompleks Antares yang diintrusi oleh dike andesit basaltik porfiritik (BAP), diorit biotit (BTD), dan monzodiorit kuarsa (QMD). Pengeboran ini juga telah menembus zona porfiri bagian luar yang dicirikan oleh kehadiran urat kuarsa yang saling memotong pada batuan teralterasi propilitik. Penemuan pada bor ini mengindikasikan bahwa zona sentral dari mineralisasi porfiri, yang berpotensi mengandung kadar tembaga-molibdenum yang lebih tinggi, belum terjangkau oleh pengeboran ini. Penembusan dengan kadar tembaga tertinggi berada pada kedalaman 700-833,85 m dengan kadar rata-rata 0,2% Cu dan 0,03 g/t Au. Selain itu, terdapat juga tren peningkatan kadar Au, Cu, dan Mo seiring dengan bertambahnya kedalaman lubang bor yang juga disertai dengan peningkatan nilai kemagnetan. Temuan ini memperkuat keyakinan bahwa terdapat potensi endapan tembaga-molibdenum porfiri di bagian timur Prospek Darknir. Secara keseluruhan, pengeboran di Prospek Darknir telah berhasil secara teknis, karena telah menggambarkan bagian luar dari sistem porfiri dan menunjukkan keterdapatan zona yang memiliki kadar lebih tinggi di bagian timur Prospek Darknir yang belum terjangkau pada pengeboran DSG-19-001. Hal ini membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut yang dapat difokuskan untuk mengevaluasi potensi endapan porfiri tembaga-molibdenum yang terdapat di prospek ini. Kata kunci: Prospek Darknir, DSG-19-001, porfiri tembaga-molibdenum, epitermal, kompleks Antares, Oksibil. Abstract – The Oksibil Project, owned by PT Antam Tbk is located in Pegunungan Bintang Regency, Papua Pegunungan Province, Indonesia, which consists of four Mining Business Licenses (IUP) – Orion, Kentaurus, Polaris, and Venus. This research focused on the Darknir Prospect within the Segnam Block of the Orion IUP. The Oksibil Project exploration area is positioned within the Papuan Fold Thrust Belt (PFTB), known for its substantial copper-molybdenite endowment, hosting world-class deposits like Grassberg and Ok Tedi. The geological exploration at the Darknir Prospect, particularly through drill hole DSG-19-001, has yielded significant findings. The prospect is consists of hornblende-biotite diorite (HBD) to monzodiorite (MZD) plutons of the Antares complex which intruded by narrow porphyry dikes of basaltic andesite porphyritic (BAP), biotite diorite (BTD), and quartz monzodiorite (QMD). The drill holes have also intercepted porphyry-related hydrothermal features such as quartz vein stockwork and propylitic alteration. The findings suggest that the central zone of porphyry mineralization, potentially containing higher copper-molybdenum grades, has not yet been reached by drilling. The best intercept is reported at 133.85 m @ 0.2% Cu & 28,4 g/t Mo at depth 700-833.85 m. Furthermore, this drilling also revealed a trend of increasing grades of Au, Cu, and Mo as the drillhole depth deepens, which is also accompanied by an increase in magnetic susceptibility values. These findings further strengthen the belief that there is potential for porphyry copper-molybdenum deposits towards the eastern sections of the Darknir Prospect. Overall, the initial probe drilling at Darknir Prospect has been technically successful, delineating the outer part of the porphyry system and suggesting a promising central economic zone in eastern part of Darknir Prospect which was not reached in the DSG-19-001 drilling. This creates opportunities for further exploration with a focus on evaluating the potential copper- molybdenum porphyry deposits in this area. Keywords: Darknir Prospect, DSG-19-001, porphyry copper-molybdenum, epithermal, Antares complex, Oksibil

Page 12 of 12 | Total Record : 112