cover
Contact Name
Mika Rizki Puspaningrum
Contact Email
mika.puspaningrum@itb.ac.id
Phone
+6281246804772
Journal Mail Official
mika.puspaningrum@itb.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bulletin of Geology
ISSN : 25800752     EISSN : 25800752     DOI : 10.5614/bull.geol.
Bulletin of Geology is a research-based periodical scientific open access journal published by Faculty of Earth Sciences and Technology, Institut Teknologi Bandung (ITB). The published article in Bulletin of Geology covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Geodesy, Meteorology, Oceanography, Petroleum, Mining, and Geography. The submitted abstract must be written in English and Bahasa Indonesia, but the article content is English or Bahasa Indonesia.
Articles 112 Documents
LANDSLIDE SUSCEPTIBILITY ZONATION BASED ON FREQUENCY RATIO METHOD, IN KARAHA BODAS GEOTHERMAL FIELD, WEST JAVA Zahara, Giva Havirgus
Bulletin of Geology Vol 5 No 4 (2021): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2021.5.4.2

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang cukup unik karena letak sumber panas bumi yang berada di kawasan pegunungan dengan kondisi lereng yang cukup terjal dan struktur geologi yang cukup kompleks. Pada umumnya lapangan panas bumi bertemperatur tinggi berada di daerah vulkanik dengan relief yang tinggi, morfologi curam, terdapat batuan dengan alterasi hidrotermal yang menghasilkan tanah yang cukup tebal, dan curah hujan yang tinggi. Hal tersebut yang menjadi ancaman dalam pengembangan panas bumi yang menyebabkan bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter yang sangat berpengaruh terhadap kejadian longsoran di daerah penelitian,memetakan kerentanan longsoran di area panas bumi Karaha Bodas dengan metode Frequency Ratio (FR), metode Fuzzy Logic (FL), dan kombinasi metode FR -FL serta mengetahui dan mengevaluasi metode statistik yang lebih tepat untuk menentukan zonasi kerentanan longsoran pada daerah penelitian.Berdasarkan inventaris kejadian longsoryang didapat dari PVMBG, BPBD setempat, dan penginderaan jauh, terdapat 538longsoran pada daerah penelitian. Data kejadian longsor tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok secara acak, yaitu data training70% (377longsoran) dan data test30% (161longsoran). Terdapat 16 parameter yang digunakan untuk mengetahui pengaruhnya pada kejadian longsor, diantaranya ketinggian, kemiringan lereng, arah lereng, kurvatur, litologi, arah aliran, jarak dari jalan, densitas kelurusan, jarak dari kelurusan, densitas sungai, jarak dari sungai, Stream Power Index(SPI), Topographic Wetted Index (TWI), curah hujan, Normalized Differential Vegetation Index (NDVI) dan penggunaan dan penutupan lahan. Nilai Area Under Curve (AUC) dari parameter penyebab longsoran yang berpengaruh terhadap kejadian longsoran adalah ≥ 0,6.Berdasarkan nilai AUC, parameter yang sangat berpengaruh terhadap kejadian longsoran pada daerah penelitian dengan metode FR adalah kemiringan lereng, tata guna tutupan lahan, densitas sungai, ketinggian, jarak dari jalan, litologi, jarak dari sungai, curah hujan, NDVI, TWI, dan kurvatur.Hasil evaluasi nilai AUC success rate menunjukan metode FR (0,786)dan hasil evaluasi nilai AUC prediction rate menunjukan metode FR(0,793). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa metode FR memiliki akurasi nilai AUC yang berpengaruh untuk zonasi kerentanan longsoran pada area panas bumi Karaha Bodas dan sekitarnya. Kata kunci: Karaha Bodas, longsoran, frequency ratio
APLIKASI KLASIFIKASI TERBIMBING UNTUK MEMETAKAN PRODUK GUNUNG AGUNG DENGAN LANDSAT 8-OLI/TIRS DAN VERIFIKASI GEOLOGI LAPANGAN Nugraha, Yudhistira Adika; Saepuloh, Asep
Bulletin of Geology Vol 3 No 2 (2019): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2019.3.2.4

Abstract

Geological mapping for volcano products that has just erupted will give important basic information to understand the eruption characteristic and the hazard mitigation that can be done. Difficult terrain and high danger around active volcano cause geological mapping hard to be done using direct observation method. To give another solution for the problem, we try to explain digital volcano products mapping using supervised classification method from field data that still be reached. Image data selection with atmospheric correction is the important factor to get high map accuracy. Supervised classification method that used in this research is Minimum Distance Classification. This method uses average vector for each ROI and calculates Euclidean distance from every pixel for each class, so every class can be distinguished well and precisionly. Geological observation is done before classification process by choosing 140 observation point that spread in the east of Agung Volcano. Geological data consists of lithology, correlation, and the mechanism of the rocks that used as the reference in the determination of class for classification from Landsat 8-OLI/TORS image. The research area is located on the east of Agung Volcano which has 60 km2. It is located between Kubu District, Abang District, and Bebandem District, Karangasem Regency, Bali Province. Supervised classification can map products of Agung Volcano for area that can’t be reached around 324 km2. Verification process is done by comparing supervised classification result in research area with observation point at the field using Classification Accuracy Assessment method with result reaching 90%.
Multi-Sensor Data Acquisition at Bukit Pawon (West Java) to Support Sustainable Conservation of Cultural Heritage Kartini, Gusti Ayu Jessy
Bulletin of Geology Vol 6 No 2 (2022): Bulletin of Geology Special Issue: International Seminar on Earth Sciences and Te
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2022.6.2.10

Abstract

Saat ini, teknologi survei dan pemetaan untuk akuisisi data berkembang dengan pesat. Seseorang dapat memperoleh ribuan hingga jutaan titik koordinat yang merepresentasikan bentuk suatu permukaan dalam satu pengukuran dengan menggunakan berbagai sensor. Perkembangan teknologi tersebut sangat bermanfaat untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah untuk keperluan pelestarian warisan budaya. Penelitianini bertujuan untuk melakukan akuisisi data bentuk Gua Pawon dan Stone Garden menggunakan multi-sensor yang dapat mendukung pelestarian cagar budaya di Bukit Pawon Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan di kawasan Bukit Pawon, Jawa Barat dengan memanfaatkanteknologi geospasial, antara lain Terrestrial Laser Scanner (TLS), Handheld Laser Scanner (HLS), dan Airborne Laser Scanner (ALS). Data yang dihasilkan dari akusisi multi-sensor berupa point cloud. Dapat disimpulkan bahwa TLS mampu memperoleh sebagian besar area Gua Pawon dan Taman Batu secara terestris, dan HLS dapat digunakan untuk memindai area yang luput dari pemindaian TLS. Melalui udara, ALS mampu untuk memperoleh bentuk Taman Batu secara keseluruhan dengan dibantu UAV Fotogrametri untuk proses pewarnaan point cloud. Kata kunci:TLS, HLS, ALS, UAV fotogrametri, point cloud
NUMERICAL SIMULATION OF THE 2018 KRAKATAU TSUNAMI GENERATED BY FLANK COLLAPSE AND ASESSMENT OF TSUNAMI HEIGHT IN PANDEGLANG REGENCY Latief, Hamzah; ISNAENI, KHOLILLAH YUDICIA; PUTRI, MUTIARA RACHMAT; FAIZIN, HAEKAL YUSRIL; DIASTOMO, HANIF; Anwar, Iwan Pramesti
Bulletin of Geology Vol 7 No 1 (2023): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2023.7.1.4

Abstract

This study aims to reconstruct the tsunami event on December 22, 2018, due to the eruption of Anak Krakatau Volcano, which caused a flank collapse and generated an underwater landslide. Then this landslide caused a tsunami that impacted the coast of the Sunda Strait, especially on the coast of Pandeglang Regency. Based on satellite imagery, it is known that the landslide source came from the southwestern part of Anak Krakatau's wall moving down the former caldera wall of the 1883 Krakatau volcanic eruption. The mount grew again and was known as Anak Krakatau Volcano and appeared above sea level in 1929 and continued to grow. Subsequently, several eruptions spewed sediment deposits that had accumulated on the edges and foot of the mount. These sediments increased and became unstable, causing flank collapse and triggering underwater landslides. Several simulation scenarios have been carried out to obtain the best model that can represent the 2018 Anak Krakatau Tsunami with landslide parameters, namely: the volume of the landslide is 0.276 km3, the duration of propagation is 410 seconds, the inclination angle is 8.2°, and the length of the landslide trajectory is 3435 meters. The waveform generated as a tsunami source is in the form of wave peaks in the direction of the slide and wave valleys on the back of the slide. Furthermore, this wave propagated in all directions but primarily focused on the southwest, i.e., Panaitan Island and Pandeglang Regency. Tsunami simulations show that the tsunami reached: Panaitan Island and Pandeglang Regency at 58-60 minutes, Kota Agung (Lampung) at 42 minutes, and Ciwandan (Banten) at 46 minutes after the landslide with a tsunami height of 5.01m, 0.9 m, and 0.7 m respectively, with a maximum tsunami wave height of 18.6 m on Panaitan Island. Furthermore, it is known that five areas in Pandeglang Regency fall into the high tsunami hazard category with a tsunami height of more than 3 m, namely Panaitan Island, Ujungkulon District, Sumur, Panimbang, and Labuhan. By accurately knowing the distribution of tsunami height and estimating the time of arrival of the tsunami in the affected area and the inundation area, an early warning system and mitigation efforts can be planned, such as spatial planning and other actions. Key words: Anak Krakatau tsunami, numerical simulation, flank collapse, underwater landslide, Pandeglang Regency
METODE SEISMIC PORE PRESSURE UNTUK PENYEBARAN TEKANAN LUAP DI BLOK ARU, CEKUNGAN SUMATRA UTARA Jihan Cessar H. Gurning; Agus Mochamad Ramdhan
Bulletin of Geology Vol 1 No 2 (2017): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2017.1.2.5

Abstract

The North Sumatra Basin is one of the Tertiary back-arc basins which has been explored since the colonial era. The existence of overpressured zone has already been recognized. This is due to the existence of shale or claystone sequence that is capable to generate overpressure condition. Therefore, the understanding and knowledge of pore pressure and the mud weight used to counter the pressure are of paramount importance. The approach used to define pore pressure value with Eaton empirical method is generally done on wells only. In this research, determination of lateral pore pressure distribution is done with the seismic image and seismic interval velocity data. Wireline log and seismic interval velocity data are both being integrated to generate the pore pressure estimation and the distribution of overpressured zone in the North Sumatra Basin. The overpressure in this research area is caused by non-loading mechanism with the transformation of smectite into illite. The top of overpressure generally follows stratigraphic layer and sometimes it crosses the stratigraphic layer.
ANALISIS TEKANAN LUAP DAN MEKANISME PEMBENTUKANNYA MENGGUNAKAN DATA SUMUR DAN KECEPATAN SEISMIK PADA LAPANGAN "SKW", CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA KAZAINULLAH, FASIH; Putra, Perdana Rakhmana; Ramdhan, Agus Mochamad
Bulletin of Geology Vol 5 No 3 (2021): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2021.5.3.5

Abstract

Cekungan Jawa Timur Utara dikenal sebagai salah satu cekungan hidrokarbon prolifik, yang masalah pengeborannya sering diakibatkan oleh keberadaan tekanan luap. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tekanan luap dan menganalisis mekanisme pembentukannya dengan menggunakan data dari dua sumur dan kecepatan gelombang 2D(dua dimensi)seismik,sehingga masalah pemboran yang berhubungan dengan tekanan-luapdapat dihindari.Berdasarkan analisis tekanan pori, terdapat 5 zona tekanan.Zona A dan C memiliki tekanan hidrostatis normal, yang terjadipada Formasi Lidah sampai Formasi Mundu bagian atas, serta Formasi Ledok.Zona B merupakan awal munculnya tekanan luap, yang terjadi pada Formasi Mundu bagian tengah sampai Formasi Mundu bagian bawah. Zona D mengalami tekanan luap sedang, yang terjadi pada Formasi Wonocolo bagian atas sampai Formasi Wonocolo bagian tengah. Zona E mengalami tekanan luap tinggi, yang terjadi pada Formasi Wonocolo bagian tengah sampai Formasi Ngrayong. Analisis penulis juga menunjukkan bahwa ketebalan sedimen ikut mengontrol besarnya tekanan-luapdi wilayah studi,yang menunjukkan bahwa tekanan-luap disebabkan oleh mekanisme pembebanan.Interpretasi mekanisme pembebanan sebagai mekanisme pembentukanutama tekanan-luap di wilayah studi juga didukung oleh datategasan efektif yang konstan seperti yang diamati pada sumur yang dianalisis dalam makalah ini.Analisis sejarah pemendamanjuga menunjukkan bahwa laju sedimentasi di wilayah studi berada dalam kisaran 200m/juta tahunmendukung interpretasi mekanisme pembebanan. Kami jugamenemukan bahwa mulai dari kedalaman 4000 ft, smektit mulai berubah menjadi ilit, namun transformasi ini tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap besarnya tekanan-luap di wilayah studi. Kata kunci: Cekungan Jawa Timur Utara, kecepatan seismik, zonasi tekanan luap, ketebalan sedimen
Karakteristik Hidrogeokimia dan Isotop Air Tanah di Pesisir Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Irsyadulhaq, Irsyadulhaq; Arifin, Arifin; Ramdhan, Agus Muhammad; Rachmayani, Rima; Iskandar, Irwan; Wijayanti, Kemala
Bulletin of Geology Vol 8 No 1 (2024): Bulletin of Geology Vol. 8 no. 1
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2024.8.1.3

Abstract

Daerah studi meliputi wilayah pesisir Kota Balikpapan yang memiliki jumlah penduduk sekitar 733 ribu, dengan persentase pemanfaatan air tanah untuk keperluan domestik diperkirakan sebesar 70%. Sebagai kota penyangga bagi Ibu Kota Nusantara (IKN), diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penduduk di Balikpapan pada masa yang akan datang yang dapat berdampak terhadap meningkatnya jumlah pemanfaatan air tanah dan perubahan kualitas air tanah. Studiini mengkaji karakteristik hidrogeokimia dan isotop air tanah, mengidentifikasi keberadaan dan penyebab fenomena intrusi air laut, serta merekonstruksi model konseptual hidrogeologi menggunakan data sampel air tanah, litologi, seismik, muka air tanah, dan pasangsurut air laut. Hasil studi ini menunjukkan nilai Total Dissolved Solids (TDS) air tanah berkisar antara 141 –11.023 mg/ldan pH sampel air tanah berkisar antara 4,49 hingga 9,29. Fasies air tanah terdiri dari mixed cation/HCO3-, Na+/Cl-, Na+/HCO3-,Ca2+/HCO3-,dan Na+/mixed anion. Komposisi isotop 18O dan 2H mengindikasikan evolusi kimia air tanah melalui proses evaporasi dan interaksi air tanah dengan batuan. Indikasi intrusi air laut ditemukan pada satu sampel air tanah (titik M-2.1) pada akuifer di kedalaman 30 –33 m. Intrusi air laut tersebut diperkirakan terjadi secaraalamiah. Perhitungan rasio pencampuran menunjukkan komposisi air tanah tawar sekitar 60% dan air laut sebesar 40%. Adapun model konseptual hidrogeologi di daerah studimenunjukkan perselingan batupasir dan batulempung atau perselingan akuifer dengan akuitar, dimana akuifer pada kedalaman 30 hingga 33 m di titik M-2.1 diinterpretasi terhubung dengan laut. Kata kunci: air tanah, Balikpapan, hidrogeokimia, isotop, intrusi air laut
STUDI DIAGENESIS BATUPASIR PADA ASOSIASI FASIES CHANNEL-FILL FORMASI HALANG Yan Rizal; Ricky Adrian Tampubolon; Wahyu Dwijo Santoso
Bulletin of Geology Vol 3 No 1 (2019): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2019.3.1.2

Abstract

Diagenesis pada asosiasi fasies channel-fill menunjukkan adanya proses kompaksi, sementasi, rekristalisasi, dan pelarutan. Proses kompaksi pada channel-1 dan channel- 2 ditandai dengan adanya kontak antarbutir berupa kontak point, long, dan suture. Derajat kompaksi semakin meningkat pada sampel yang diambil pada dasar channel. Pada channel- 1 terjadi rekristalisasi gelas menjadi mineral lempung dan rekristalisasi kuarsa, sedangkan pada channel- 2 hanya rekristalisasi gelas menjadi mineral lempung. Pelarutan yang terjadi pada channel- 1 berupa pelarutan mineral piroksen, plagioklas dan cangkang foraminifera, dan pada channel- 2 hanya pelarutan mineral piroksen. Adanya penambahan mineral lempung selama diagenesis berlangsung mengurangi nilai porositas, karena mineral lempung dapat mengisi ruang antar butiran pembentuk batuan, sehingga batupasir Formasi Halang memiliki potensi rendah sebagai reservoir hidrokarbon. Kata kunci: Diagenesis, channel-fill, foraminifera, Formasi Halang, hidrokarbon
SAFETY FACTOR ANALYSIS OF SEDAYU MOUNTAINOUS AREA USING LIMIT EQUILIBRIUM METHOD 2D Wibowo, Arif Setio
Bulletin of Geology Vol 6 No 2 (2022): Bulletin of Geology Special Issue: International Seminar on Earth Sciences and Te
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2022.6.2.5

Abstract

Longsor dan banjir yang terjadi di Desa Sedayu merupakan bencana yang sering terjadi. Kedua bencana tersebut dipengaruhi kuat oleh air hujan. Daerah aliran dan distribusi air permukaan yang buruk mengakibatkan banjir pada lokasi tersebut yang menyebabkan sering terjadinya longsor pada lereng. Untuk menyatakan nilai kestabilan suatu lereng dikenal istilah yang disebut dengan nilai faktor keamanan, yang merupakan hasil perbandingan antara besarnya gaya penahan terhadap gaya penggerak longsoran. Analisis stabilitas lereng menentukan faktor keamanan dari bidang longsor. Nilai faktor keamanan untuk lereng tanah atau batuan yang aman berada pada FK 1,25 –1,5 menurut SNI 8460 tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan faktor keamanan lereng di sekitar area Gunung Sedayu dengan metode kesetimbangan batas 2dimensi. Metode kesetimbangan batas merupakan metode yang sangat populer dan seringdipakai dalam analisis kestabilan lereng untuk longsoran tipe gelinciran translasional dan rotasional. Kondisi kestabilan lereng dalam metode kesetimbangan batas dinyatakan dalam nilai faktor keamanan. Analisis stabilitas lereng umumnya dilakukan dengan menggunakanmetode kesetimbangan batas2 dimensikarena lebih sederhana. Dalam analisis kestabilan lereng 2D,longsor yang terjadi diasumsikan memiliki panjang yang tidak terbatas atau menerus. Metode ini menggunakan prinsip kesetimbangan gaya. Konsep metode ini yaitu menghitung rasio perbandingan antara gaya dorong (force equilibrium) dan gaya tahan (moment equilibrium)berdasarkan asumsi bidang longsoran yang potensial dan membagi lereng menjadi beberapa irisan (slices). Metode ini berguna untuk menghitung faktor keamanan pada lereng.Dari hasil analisis kestabilan lereng secara 2 dimensi yang berada dikawasan Pegunungan Sedayu diperolehnilai faktor keamanannya sebesar 0.91 dan dapat disimpulkanbahwalereng dianggap tidak stabil dimana nilai faktor keamanan FK < 1. Semakin kecil nilai faktor kemananan maka lereng dianggap mendapat gangguan atau tidak stabil. Kata kunci: Longsor, faktor keamanan, lereng, kesetimbangan batas 2D
KARAKTERISTIK TEKANAN LUAP DAN PENYEBABNYA PADA DAERAH LEPAS PANTAI SELAT MADURA Yudha Risnandar Sinulingga; Agus Mochammad Ramdhan
Bulletin of Geology Vol 1 No 1 (2017): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2017.1.1.2

Abstract

The East Java Basin is known as one of the prolific Tertiary hydrocarbon basin. This basin is also well known for its overpressure characteristic which occurs as a problem in drilling activity. Overpressure in East Java Basin generally occurs in Plio-Pleistocene interval which deposited in depression by rapid sedimentation rate. Wireline logs, pressure direct measurements, drilling mudweight and drilling events from four offshore exploration wells in Madura Strait are analysed to study overpressure characteristics and its mechanism. Eaton’s and Swarbrick’s Method are used to estimate the magnitude of pore pressure in research area. The location of research area within Kendeng Trough that physiographycally is a continuation of Kendeng-Randublatung Depression to the east might cause rapid sedimentation of thick sediment that would led to the generation of overpressure.

Page 10 of 12 | Total Record : 112