cover
Contact Name
-
Contact Email
geoimage@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geoimage@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Geo-Image Journal
ISSN : 22526285     EISSN : 25490362     DOI : -
Core Subject : Science,
This journal publishes original research and conceptual analysis of geography, geographical mapping science and technology and environmental sciences.
Articles 25 Documents
Dampak Banjir Rob Terhadap Sosial Ekonomi dan Adaptasi Masyarakat Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Tahun 2020 - 2024: The Impact of Tidal Floods on Socio-Economic and Community Adaptation in Ulujami Sub-district, Pemalang Regency 2020 - 2024 Hidayah, Risna Nur; Sriyanto; Erni Suharini
Geo-Image Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Special Edition - The Interwoven Landscape: Spatial, Ecological and Regional I
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v14i2.26432

Abstract

Kecamatan Ulujami di Kabupaten Pemalang terdampak banjir rob, yang merugikan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan luasan banjir rob dari 2020-2024, dampaknya terhadap sosial ekonomi, dan adaptasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa luas banjir rob meningkat dalam 5 tahun, dengan 46% responden merasakan dampak sedang. Adaptasi aktif dilakukan oleh 61% responden dengan meninggikan rumah kurang dari 50 cm, 80% beradaptasi secara pasif yaitu berusaha bertahan dengan kondisi yang ada , 64% siap secara sosial, dan 67% mengalami sedikit perubahan pola konsumsi. Kesimpulannya, luasan banjir rob bertambah setiap tahun, dampaknya sedang, dan masyarakat melakukan berbagai bentuk adaptasi. Penelitian merekomendasikan mitigasi untuk meminimalkan dampak banjir rob.
Analisis Kerentanan Pesisir Di Pantai Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang: Analysis of Coastal Vulnerability in Tanjung Lesung Beach, Pandeglang Regency Azzahra, Aura Syifa; Findayani, Aprillia; Tjaturahono Budi Sanjoto; Vina Nurul Husna
Geo-Image Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Special Edition - The Interwoven Landscape: Spatial, Ecological and Regional I
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v14i2.26738

Abstract

Pantai Tanjung Lesung, sebagai bagian dari KEK pariwisata di Pandeglang, mengalami tekanan lingkungan yang meningkatkan kerentanannya terhadap perubahan alam. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimanakah kondisi parameter kerentanan pesisir di Pantai Tanjung Lesung serta menganalisis bagaimanakah tingkat kerentanan pesisir di Pantai Tanjung Lesung. Penelitian ini menggunakan metode Coastal Vulnerability Index, dengan 6 parameter utama yakni geomorfologi, kemiringan, perubahan garis pantai, pasang surut, gelombang, dan kenaikan muka air laut. Analisis dilakukan pada 17 sel dengan total 34 transek menggunakan citra satelit, data sekunder, serta survei lapangan yang diolah melalui SIG dan DSAS. Hasil menunjukkan bahwa nilai CVI berkisar 14,43–39,53 dengan 70% wilayah tergolong rentan hingga sangat rentan. Akresi terjadi di area yang dilindungi struktur seperti revetment dan breakwater, abrasi tetap dominan di zona terbuka seperti tanjung, belakang breakwater, area wisata tanpa vegetasi, dan sekitar dermaga kecil. Faktor oseanografi seperti pasang surut mikro, gelombang 2,28 m, dan kenaikan muka air laut 4,4 mm/tahun turut memperburuk kondisi. Oleh karena itu, strategi zonasi kerentanan, penguatan vegetasi pantai, serta pengendalian pembangunan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan wilayah pesisir.
Analisis Spasio-Temporal Kekeringan Lahan Sawah Dengan Metode Normalized Difference Drought Index (NDDI) Dan Hubungannya Dengan Ketersediaan Beras Di Kabupaten Grobogan Tahun 2015-2024: Spatio-temporal Analysis of Rice Field Drought with Normalized Difference Drought Index (NDDI) Method and its Relationship with Rice Availability in Grobogan Regency 2015-2024 Ghoni, Abdul; Vina Nurul Husna; Dewi Liesnoor Setyowati
Geo-Image Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Special Edition - The Interwoven Landscape: Spatial, Ecological and Regional I
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v14i2.30062

Abstract

Kabupaten Grobogan menjadi wilayah dengan tingkat kekeringan tertinggi pada tahun 2024 dengan 34 desa terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran kekeringan lahan sawah di Kabupaten Grobogan periode 2015–2024, mengukur akurasi algoritma Normalized Difference Drought Index, serta menganalisis hubungannya dengan ketersediaan beras. Metode yang digunakan meliputi interpretasi citra satelit Sentinel-2A, analisis sistem informasi geografis, dan uji korelasi menggunakan 89 titik sampel. Data dikumpulkan melalui observasi dan validasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 60% lahan sawah mengalami kekeringan sedang hingga sangat berat, sedangkan sisanya berada pada kategori ringan hingga normal. Tingkat akurasi algoritma mencapai 68,12%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan negatif antara kekeringan dan ketersediaan beras, dengan koefisien korelasi -0,576 dan nilai R² sebesar 0,331. Artinya, 33,1% variasi ketersediaan beras dipengaruhi oleh tingkat kekeringan berdasarkan hasil pemetaan spasial.
Perencanaan Kebutuhan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Berdasarkan Timbulan Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Purwodadi 2023-2033: Planning the Needs of Temporary Shelters Based on Household Waste Generation in Purwodadi District 2023-2033 Nugraha, Septa; Muh Sholeh
Geo-Image Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Special Edition - The Interwoven Landscape: Spatial, Ecological and Regional I
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v14i2.30482

Abstract

Timbulan sampah rumah tangga di Indonesia mencapai 60% dari keseluruhan total timbulan sampah dan menjadikannya sektor utama dalam isu pengelolaan sampah. Kecamatan Purwodadi merupakan Ibukota dari Kabupaten Grobogan dengan jumlah penduduk tertinggi sebesar 144.223 penduduk pada tahun 2023 yang berpotensi terhadap permasalahan pengelolaan persampahan. Selaras dengan kebijakan pemerintah yang menyebutkan kewajiban dan wewenang penyediaan TPS, penelitian ini menghitung kebutuhan TPS berdasarkan timbulan sampah yang bersumber dari rumah tangga dari tahun 2023-2033 dengan pendekatan metode kuantitatif deskriptif sebagai representasi minimum kondisi lapangan. Lokasi penelitian yang dipilih yaitu Kelurahan/Desa Purwodadi, Kuripan, Danyang, Kalongan, Ngraji, dan Karanganyar yang termasuk dalam penetapan kawasan permukiman perkotaan pada RTRW Kabupaten Grobogan 2021-2041. Hasil penelitian menunjukkan timbulan sampah rumah tangga per kapita sebesar 0,235 kg/kapita/hari, lebih sedikit jika dibandingkan dengan beberapa penelitian terdahulu sebesar 0,264 kg/kapita/hari dan 0,435 kg/kapita/hari. Kemudian hasil proyeksi timbulan sampah rumah tangga didapatkan nilai tertinggi di Kelurahan Purwodadi karena memiliki jumlah penduduk tertinggi berdasarkan pendekatan yang digunakan. Dan hasil kebutuhan TPS selama 10 tahun menunjukkan kebutuhan yang cenderung stagnan. Dari 6 kelurahan dan desa, hanya Kelurahan Kalongan yang mengalami peningkatan kebutuhan pada tahun 2033 sebanyak 1 unit.
Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kawasan Candi Gedongsongo Kabupaten Semarang: Sustainable Tourism Development of Gedongsongo Temple Area, Semarang Regency Pujianti, Fanny; Muh. Sholeh; M. Fikri Amrullah
Geo-Image Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Special Edition - The Interwoven Landscape: Spatial, Ecological and Regional I
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v14i2.31239

Abstract

Tourism is one of the industrial sectors that is interrelated with all other sectors of life, such as economic, social, cultural, environmental, and political (Ardiansyah & Purnaweni, 2023). As in Central Java Province, which offers a variety of tourist attractions. The tourist attraction in Bandungan Subdistrict, namely the Gedongsongo Temple tourist attraction, is one of the leading cultural attractions in Bandungan Subdistrict. The number of tourists fluctuates, indicating high interest, although tourists' visits are usually short. Gedongsongo Temple has great tourism potential, and the sustainability of its management is the key to maximizing these benefits without damaging the environment or culture. In addition, based on observations and interviews that have been conducted, Gedongsongo Temple tourism has problems or obstacles including lack of promotion, lack of information related to Gedongsongo Temple, lack of quality and capacity of professional human resources in the tourism sector. So with these problems, sustainable tourism development is needed at Gedongsongo Temple. The purpose of this research is to describe the development of sustainable tourism in the Gedongsongo temple area in the socio-cultural, economic and environmental fields. This research method uses a quantitative descriptive approach with a quantitative research type. The population used is the tourist attraction managers, traders, and tourists, with the sample used being 100 visitors, one of the tourist attraction managers, and several traders. Data collection techniques through interviews, questionnaires, observation, and documentation. In addition, the data analysis technique used is descriptive percentage analysis. The results of this study are that Gedongsongo Temple has diverse cultural and artistic values with gamelan and dance performances, selametan activities, and temple cleaning activities. Visitors' perception of the value of culture and art is 70%. Vanaprastha accommodation that uses wooden buildings and eateries in the Gedongsongo Temple area sell traditional food. So that it still maintains the value of culture and art. In addition, the Gedongsongo Temple area is guarded by officers who operate every day. Visitors' perception of the tracking path is easy to pass by 70%. In addition to offering temples, it also offers horse rentals, photography services, hot springs, ayanaz, and supporting service facilities such as food stalls, souvenir shops, places of worship, toilets and landfills. Visitor perceptions regarding service facilities are 65% and 67% regarding electricity and communication networks and 59% regarding the facilities offered. Visitor perception regarding the use of local products is 60%. The price of souvenirs offered is also affordable, but based on interviews, Gedongsongo Temple does not yet have a distinctive local product as an icon of the tour itself. Visitors' perception of the scenery, water and air quality is 82%. The water comes from the Mount Ungaran spring, and the air is also cool because of the many trees. Visitors' perception of the cleanliness of the area is 63% and 69% regarding cleanliness and comfort at the tourist attraction.

Page 3 of 3 | Total Record : 25