cover
Contact Name
syamsul muqorrobin
Contact Email
syamsulrobin@gmail.com
Phone
+6289603002091
Journal Mail Official
semogaberkahya579@gmail.com
Editorial Address
semogaberkahya579@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hikamatzu Journal of Multidisciplinary Research
ISSN : -     EISSN : 30324890     DOI : -
The Hikamatzu Journal of Multidisciplinary Research stands as a beacon of intellectual exploration and collaboration, providing a scholarly platform for the intersection of diverse fields of study. Rooted in the pursuit of knowledge across a broad spectrum, this esteemed journal fosters a dynamic exchange of ideas, encouraging researchers, scholars, and professionals to contribute to the collective advancement of human understanding.The journal embraces an expansive definition of multidisciplinarity, recognizing the interconnectedness of various academic domains. As a result, Hikamatzu serves as a bridge, facilitating dialogue and collaboration among disciplines ranging from natural sciences, social sciences, and humanities to technology, arts, and beyond. By showcasing research that transcends traditional boundaries, the journal contributes to a richer and more holistic understanding of complex issues facing our world.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 222 Documents
Epistemologi Islam dalam Pemikiran Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd : Analisis Komparatif dan Relevansinya Bagi Pendidikan Islam Modern Andri Suryani; Normuslim
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep epistemologi dalam pemikiran tiga tokoh utama Islam klasik, Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd, serta menelaah relevansinya terhadap rekonstruksi pendidikan Islam modern. Latar belakang penelitian ini berangkat dari krisis epistemologis dalam pendidikan Islam kontemporer yang ditandai oleh fragmentasi antara dimensi rasional, spiritual, dan wahyu. Krisis tersebut mengakibatkan orientasi pendidikan Islam kehilangan keseimbangan antara pengembangan intelektual dan pembentukan moral-spiritual.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis filosofis-komparatif. Data dikumpulkan dari karya-karya primer seperti Al-Shifa’ dan Al-Najat (Ibnu Sina), Ihya’ Ulum al-Din dan Al-Munqidz min al-Dhalal (Al-Ghazali), serta Fashl al-Maqal dan Tahafut al-Tahafut (Ibnu Rusyd), yang kemudian dianalisis melalui proses identifikasi, perbandingan, dan sintesis konseptual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Sina menegaskan rasionalitas demonstratif (burhānī) sebagai sarana pencapaian pengetahuan hakiki, Al Ghazali mengedepankan iluminasi intuitif (kasyf) melalui penyucian jiwa sebagai jalan menuju pengetahuan ilahiah; sedangkan Ibnu Rusyd menawarkan sintesis epistemologis melalui harmonisasi akal dan wahyu menggunakan metode ta’wīl. Ketiganya membentuk kerangka epistemologi Islam yang komplementer antara akal, hati, dan wahyu.Secara konseptual, temuan ini menegaskan bahwa integrasi pemikiran ketiga tokoh tersebut relevan untuk mengembangkan model pendidikan Islam transformatif yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan kognitif, tetapi juga pada pembentukan kesadaran moral dan spiritual menuju terwujudnya insan kamil. Hasil penelitian ini memberikan arah baru bagi rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam di era modern.
Rekonstruksi Eko Teologis dalam Perspektif Tafsir Kontemporer: Membaca Ulang Ayat-ayat Lingkungan di Era Krisis Ekologirisis Ekologi ANDRI SURYANI
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekologi yang semakin mengkhawatirkan telah memicu lahirnya perhatian baru terhadap pandangan ekologis Al-Qur’an, terutama melalui pendekatan hermeneutika kontemporer yang menekankan dimensi etis, kosmologis, dan lingkungan dalam teks suci. Kajian-kajian mutakhir menunjukkan bahwa banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara mengenai alam dan keseimbangan kosmos sering kali dipahami secara reduktif dalam tafsir klasik sehingga kurang mampu menjawab tantangan ekologis modern. Artikel ini bertujuan merekonstruksi eko-teologi Islam menggunakan pendekatan tafsir kontemporer serta membaca ulang ayat-ayat lingkungan dalam konteks kerusakan ekologis global. Melalui metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menelaah konsep-konsep utama seperti khalīfah, mīzān, dan fasād serta mengkaji pemikiran para sarjana kontemporer seperti Seyyed Hossein Nasr, Fazlun Khalid, Abdullah Saeed, dan lainnya. Temuan penelitian mengungkap bahwa tafsir kontemporer telah bergeser dari model antroposentris menuju pendekatan kosmosentris-etis yang menempatkan manusia sebagai penjaga amanah untuk mempertahankan keseimbangan kosmis. Pendekatan ini memaknai alam bukan sekadar sumber material, tetapi sebagai entitas spiritual yang memiliki nilai intrinsik dan merupakan bagian dari ayat-ayat Tuhan. Dengan demikian, rekonstruksi eko-teologis yang dihasilkan dapat menjadi dasar teologis yang kuat bagi pengembangan etika lingkungan, eco-fiqh, aktivisme ekologis, dan pembentukan kebijakan pembangunan berkelanjutan dalam masyarakat muslim. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa tafsir kontemporer membuka ruang baru bagi integrasi wahyu, etika, dan ilmu lingkungan dalam merespons krisis ekologi modern. Rekonstruksi ini tidak hanya memberikan jawaban teoretis tetapi juga landasan praktis bagi umat Islam untuk terlibat dalam upaya penyelamatan bumi secara berkelanjutan dan berkeadaban.