cover
Contact Name
RAMDHAN MUHAIMIN
Contact Email
jurnalmondialhiuai@gmail.com
Phone
+6281511031479
Journal Mail Official
jurnalmondialhiuai@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sisingamangaraja, Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Hubungan Internasional MONDIAL
ISSN : -     EISSN : 30626609     DOI : http://dx.doi.org/10.36722/mondial.v1i2
Core Subject : Social,
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional (E-ISSN: 3062-6609) merupakan media jurnal yang bertujuan memfasilitasi dan berbagi penelitian dalam lingkup politik dan hubungan internasional. Jurnal ini dikelola oleh Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta. Jurnal Mondial menyambut karya intelektual para sarjana, peneliti, maupun praktisi politik dan hubungan internasional, baik dari dalam negeri maupun internasional, untuk mempublikasikan artikel atau ulasan asli mereka dan mendukung diskusi yang lebih mendalam tentang isu-isu terkait. Selain itu, jurnal ini juga menjadi sumber referensi bagi mereka yang memiliki minat di bidang politik dan hubungan internasional.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2025): September 2025" : 5 Documents clear
NEGATIVE PEACE KONFLIK AZERBAIJAN DAN ARMENIA DI KAWASAN NAGORNO-KARABAKH PADA 2023-2024 Firdaus, Muhammad Ikhsan; Anggresti, Refatika; Hanggarini, Peni
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.4869

Abstract

Sejak 1988 Nagorno-Karabakh menjadi wilayah rebutan antara Azerbaijan dengan Armenia. Penelitian ini mengkaji konsep negative peace dalam konflik Azerbaijan-Armenia pasca serangan terakhir Azerbaijan pada 20 September 2023, yang dimana serangan ini memenangkan Azerbaijan, dan membuat Azerbaijan kembali menguasai Nagorno-Karabakh. Azerbaijan berupaya merebut kembali Nagorno-Karabakh untuk memulihkan kedaulatan, sementara Armenia melakukannya demi kepentingan etnis dan stabilitas domestik. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan mempelajari dokumen, yang tersedia. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa konflik ini masih berada pada fase negative peace, kondisi dimana kekerasan berhenti, tapi tanpa menyelesaikan akar masalah konflik Nagorno-Karabakh. Belum adanya sistem, atau kesepakatan damai antara Azerbaijan dengan Armenia juga membuat konflik ini masih pada tahap negative peace.
Perspektif dan Implikasi Dilema Keamanan dalam Hubungan Bilateral Tiongkok – India Davega, Nazwa
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.3056

Abstract

ABSTRAK Dilema Keamanan merupakan konsep dalam studi Hubungan Internasional yang mengungkapkan bahwa setiap upaya yang dilakukan oleh negara untuk keamanan dan kepentingan nasionalnya akan dipersepsikan sebagai ancaman oleh negara lain. Dalam penelitian ini penulis melihat Dilema Keamanan dalam Hubungan Bilateral China-India yang dipenuhi oleh persaingan yang berawal dari ketegangan perebutan wilayah. Selain itu terdapat implikasi dari adanya Dilema Keamanan Hubungan China-India terhadap stabilitas Indo-Pasifik terutama pada aspek militer, aliansi negara dan perebutan hegemoni. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka yang memberikan penjelasan kritis dari berbagai sumber tertulis yang mendukung penelitian. Kata kunci: China-India, Dilema Keamanan, Indo-Pasifik 
Intervensi China dalam Mediasi Perdamaian Arab Saudi dengan Iran Laksana, Canta Bayu; Hanggarini, Peni
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.4390

Abstract

This paper aims to analyze China’s intervention in mediating peace between Saudi Arabia and Iran. The discussion focuses on China's soft power strategy as a mediator between these two Middle Eastern countries, which have long experienced tense relations. This issue is considered significant, as the success of the mediation not only affects regional stability but also reflects shifting global power dynamics and highlights China's growing role in international geopolitics. The research adopts a qualitative method, employing Joseph Nye’s soft power theory as an analytical framework to understand how China builds its influence through non-coercive means, particularly economic cooperation and diplomacy. Data were collected through literature review and analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings indicate that China’s success as a mediator is largely attributed to its economic diplomacy and neutral stance, which fostered trust from both parties. These results underscore the importance of soft power in expanding global influence and present a viable alternative to conflict resolution that does not rely on military force. This study contributes to the field of international relations and Middle Eastern geopolitics by emphasizing the necessity of strengthening non-coercive diplomacy as a means to maintain regional stability and build long-term peace.
Dampak Keikutsertaan Indonesia dalam Upaya Penanganan Krisis Kemanusiaan Myanmar Tahun 2017-2021 Indradipradana, Ramaldy Krisna; Sari, Bevita
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.4808

Abstract

Negara di dunia menginginkan kondisi dunia yang damai, namun perdamaian dunia dapat terwujud apabila setiap manusia dapat saling menghormati nilai keberagaman dan kebebasan. Krisis kemanusiaan di Myanmar termasuk krisis yang dipicu dari kehidupan di sektor politik yang tidak stabil yang timbul karena adanya diskirminasi. Indonesia tergabung ke dalam PBB berkomitmen dalam mempertahankan perdamaian dan keamanan global. Pada krisis kemanusiaan Myanmar, Indonesia telah melakukan berbagai upaya baik jangka pendek maupun panjang. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang berfokus pada dampak yang diterima Indonesia dari keikutsertaannya dalam upaya penanganan krisis kemanusiaan di Myanmar pada tahun 2017-2021 dengan pengumpulan data memanfaatkan internet-based research. Selain itu, konsep kepentingan nasional dimanfaatkan dalam penelitian ini. Penelitian ini memperlihatkan bahwa ada empat dampak yang ditimbulkan dari keikutsertaan Indonesia dalam upaya penanganan krisis kemanusiaan di Myanmar diantaranya meningkatnya citra positif Indonesia dalam jangka pendek karena kemampuannya membuka akses ke Myanmar, memperkuat perannya sebagai Mediator-Integrator dalam jangka menengah, serta menpererat hubungan bilateral Indonesia-Myanmar dan meningkatkan diplomasi Indonesia dalam menghentikan kekerasan dalam jangka panjang.
Perlawanan Perempuan Amungme terhadap Kapitalisme Ekstraktif di Mimika Papua Tengah (2023) Pratama, Putra Agung
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.4706

Abstract

Penelitian ini menganalisis perlawanan perempuan Amungme terhadap kapitalisme ekstraktif di Papua melalui pendekatan Ekonomi Politik Internasional (EPI). Dengan metode kualitatif yang meliputi wawancara mendalam dan observasi partisipatif, studi ini mengkaji bagaimana industri ekstraktif global beririsan dengan dinamika gender lokal dan perlawanan masyarakat adat. Temuan penelitian mengungkap bahwa perlawanan perempuan Amungme terhadap operasi pertambangan tidak hanya merupakan strategi bertahan hidup secara ekonomi, tetapi juga tantangan politik terhadap modal transnasional. Resistensi mereka diwujudkan melalui inisiatif perlindungan tanah, pelestarian budaya, dan jejaring advokasi yang mengganggu struktur kekuatan EPI konvensional. Studi ini berkontribusi pada kajian kritis EPI dengan menempatkan agensi perempuan adat sebagai pusat dalam konflik sumber dayaKata kunci: Kapitalisme ekstraktif, perempuan Amungme, Ekonomi Politik Internasional (EPI), perlawanan masyarakat adat, konflik sumber daya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5