cover
Contact Name
FRISCO TALISTI
Contact Email
friscotalisti@gmail.com
Phone
+6285819452254
Journal Mail Official
jnkphb@gmail.com
Editorial Address
STIKes Patria Husada Blitar JALAN SUDANCO SUPRIADI NO 168 KOTA BLITAR - EAST JAVA - INDONESIA
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)
ISSN : 2355052X     EISSN : 25483811     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) published by STIKes Patria Husada Blitar. Published three times in a year, its in April, August and December. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) only receive original manuscripts related to science development and have not been published in domestic and foreign journals. The content of the manuscripts can be in the form of research results to support the progress of science, education and nursing practice and professional midwifery.
Articles 604 Documents
The Effectiveness of Playing Ball Stimulation to the Gross Motor Development of 24-36 months Children Maria Ulfa; Laily Prima Monica; Wahyu Wibisono
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p107-111

Abstract

Various research results reveal that early age is a golden period for the development of children in which 50% of the intelligence development occurs at the age of 0-4 years and 30% in the following 8 years. Early childhood education also needs to be considered since education plays an important role in the process of growth and development of the children. The purpose of this study was to determine the effectiveness of playing ball stimulation to the gross motor development in children aged 24-36 months.This study used a pre-experimental design with posttest only control group design. The population was 150 children in all Posyandu in the working areas of the PKM Kanigoro. The sampling technique used purposive sampling. The independent variable was playing ball stimulation, while the dependent variable was gross motor development. The instrument used KPSP.The results of Wilcoxon Signed Rank statistical test showed p = 0.005 (α = 0.05), indicated that playing ball stimulation could improve gross motor skills development of children. It is expected that the parents of the respondents more active in asking questions, watching carefully on how to provide stimulation to the children, especially in stimulating ball games, so that it could help them in increasing their children gross motor skills. The results of this study can also be used as an input for health workers to further improvement of counseling during posyandu activities, so that the gross motor development of children continues to increase well.
Upaya Keluarga dalam Membantu Klien Diabetes menjalankan Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 Sri Mugianti; Ani Juwita; Arif Mulyadi
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p181-188

Abstract

Keluarga merupakan perantara yang efektif dan mudah untuk melaksanakan upaya kesehatan. Upaya yang dapat dilakukan keluarga penderita diabetes antara lain melakukan perencanaan makan, perencanaan olahraga, pengaturan obat dan edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya keluarga dalam membantu klien diabetes menjalankan pengelolahan diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga pasien diabetes melitus yang menjalankan pengobatan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dengan besar sampel 34 orang yang diambil menggunakan teknik  accidental sampling. Hasil penelitian upaya keluarga dalam membantu klien diabetes menjalankan pengelolaan diabetes mellitus tipe 2 menunjukan bahwa 73,5% kategori baik, 23,5% kategori cukup dan 2,9% kategori kurang. Upaya yang selalu dilakukan keluarga pasien diabetes adalah mengatur ketepatan obat sedangkan upaya yang kurang dilakukan adalah  upaya keluarga dalam mengatur olahraga. Hal tersebut berkaitan dengan budaya kepercayaan setempat yang mempercayai bahwa orang sakit tidak boleh berolahraga. Penyuluhan dan tempat senam kaki diabetes perlu diadakan sebagai bentuk sarana bagi keluarga dalam meningkatkan upaya klien menjalankan pengaturan olahraga.
Analisis faktor Penyebab Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di RS Aura Syifa Kabupaten Kediri Nurita Nilasari Bunga Kharisma Arifiana Putri
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p251-262

Abstract

Neonatal asphyxia is a state in which the baby can not breathe spontaneously and regularly after birth. This is caused by hypoxia fetus in the uterus, and result in high morbidity and mortality in newborns. The incidence of neonatal asphyxia in Indonesia is still around 37% in 2013. The trend improvement happen asphyxia in newborns of 0.5 to 1.3% in 2012 to 2014 in the Aura Syifa Hospital Kediri. The purpose of this study to prove the causes of maternal, umbilical cord factors, infant factors, and other factors related to asphyxia. The study design was cross-sectional. Sample study of 200 newborns asphyxia, taken by systematic random sampling, data was collected from medical record documentation study. Data were analyzed using univariate, bivariate with chi square test and multivariate logistic regression test. Variables influencing the asphyxia in this study are variable placental abruption, winding umbilikal cord, knot umbilikal cord, parity, and low birth weight, abnormalities location variable layout is a dominant factor against asphyxia with OR 1.772. This means that mothers with the disorder lies the risk 1.7 times more likely to give birth asphyxia compared with women who did not experience abnormal location after controlling for variables low birth weight, placental abruption, and knot umbilikal cord.
Analisis Perilaku Safe Sex pada Wanita Pekerja Seks dengan Kejadian Infeksi menular Seksual di Lokalisasi Tangkis Porong Esty Puji Rahayu; Lailatul Khusnul Riski
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p112-119

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) menyebabkanangka kesakitan dan kematian terutama di negara berkembang, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam  mempermudah penularan infeksi seksual HIV. Kunjungan pasien dari kelompok beresiko IMS yang datang untuk memeriksakan dirinya  ke Puskesmas Porong pada bulan Maret 2016, hanya terdapat 5 orang. Penelitian  merupakan eksplanatory research dengan desain penelitian deskriptif analitik dan pendekatan crossectional. Populasi sebanyak 40 orang wanita pekerja seks, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 36 orang WPS. Data perilaku safe sex diperoleh dengan  menggunakan kuesioner, sedangkan pemeriksaan IMS dilakukan degan swab vagina (pewarnaan gram dan gymse), dan pengambilan darah. Hasil analisa menggunakan chi Square didaptakan hasil safe seks, IMS (pewarnaan gram dan gymse ) dan kondiloma mempunyai hubungan yang signifikan dengan p value 0,008. Sedangkan HIV dan syphilis tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku safe sex dengan p value 0,932 dan 0,76.  Perilaku safe sex yang buruk akan meningkatkan 4,47 kali kejadian IMS. Gejala Syphilis jarang disadari oleh WPS karena gejalanya cukup ringan. Pemeriksaan HIV menggunakann Tes Cepat dimana hasil tes keluar dalam 20-30 menit dan tidak dilanjutkan dengan pemeriksaan lengkap dengan metode ELISA (enzyme-linked immunosorbent assays). Faktor faktor tersebutlah yang mungkin bisa menjadi penyebab tidak adanya hubungan safe sex dengan HIV dan syphilis. Dari penelitian ini diharapkanPuskesmas Porong khususnya tenaga kesehatan lebih giat lagi dalam melakukan upaya promotif, prefentif dan kuratif untuk menekan kejadian IMS terutama pada kelompok rentan seperti WPS.
Pengaruh Posisi Tubuh terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah RW 06 Kelurahan Bongkaran Sejahtera Kecamatan Pabean Cantian Surabaya Susanti Susanti; Caturia Sasti Sulistyana
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p116-122

Abstract

Salah satu gangguan kesehatan yang banyak dialami oleh lansia adalah pada sistem kardiovaskuler yaitu hipertensi. Pada berbagai posisi akan menghasilkan tekanan darah yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi antara posisi duduk dan posisi berdiri. Penelitian ini dilaksanakan di RW 06 Kelurahan Bongkaran Sejahtera Kecamatan Pabean Cantian Surabaya pada 27 Januari 2018. Metode pada penelitian  yaitu  pra eksperimental dengan tipe one group pre post test design dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ditentukan secara total sampling yang berjumlah 50 orang. Data dianalisa menggunakan  uji  Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh posisi tubuh  terhadap tekanan darah. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: tekanan darah yang diukur pada saat duduk sebesar 29 orang (58%) dikategorikan Hipertensi Derajat 1, sedangkan posisi berdiri sebesar 20 orang (34%) dikategorikan Hipertensi Derajat 2. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara posisi duduk dan posisi berdiri dengan nilai p = 0,000 < α =0,05. Kecepatan denyut jantung akan meningkat pada posisi duduk karena jantung memompa darah akan lebih keras sehingga melawan gaya gravitasi. Hal ini membuat tekanan darah cenderung stabil.. Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan pada  posisi tubuh yang lain dengan perbedaan waktu istirahat, dan berikan interval waktu dalam melakukan pengukuran tekanan darah. One of the many health problems experienced by the elderly is the cardiovascular system, that is hypertension. Blood pressure varies in a wide range of circumstances, one of which is the change in position. The purpose of this research is to know the results of the measurement of the blood pressure between sitting position and standing position on the elderly who suffer from hypertension. This research was carried out in the prosperous Village 06 RW Bongkaran Sejahtera Kecamatan Pabean Cantian Surabaya on 27 January 2018. Research on the methods of experimental type with pre eksperiment one group pre post test design with cross sectional approach. Sample determined in simple random sampling of 50 people. The data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks test. The results showed there are. influence of the position of the body against blood pressure. The research results obtained the following data: blood pressure sitting of 29 people (58%) categorized Hypertension Degrees 1, while a sitting position by 20 people (34%) categorized Hypertension Degrees 2. Test results Wilcoxon Signed Ranks Test showed that there were significant differences between the positions of sitting and standing position with a value of p = 0.000<α = 0.05. Seated position makes blood pressure tend to be stable. Working the heart in a sitting position, in pumping blood will be harder because it opposes the gravitational force so that the heart rate increases. Blood pressure measurement can be done a variety of positions, the time difference break, as well as to provide an interval of time in doing the measurement of blood pressure.
Hubungan Sumber Informasi Dengan Keputusan Ibu Menyusui Memilih Kontrasepsi Mal di Desa Aek Nabara Kabupaten Padang Lawas Tahun 2018 Dalimawaty Kadir
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 3 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i3.ART.p364-370

Abstract

Pengetahuan yang rendah tentang kontrasepsi menyebabkan PUStakut menggunakan alat kontrasepsi atau menunjukkan sikap yang negatif terhadap kontrasepsi. Salah satunya adalah tentang MAL.Alat kontrasepsi alami Metode Amenorhea Laktasi (MAL) sangat berpengaruh dengan minat   ibu nifas untuk menyusui bayinya selama 6 bulan tanpa makanan tambahan apapun, serta diberikan secara berkala pada bayinya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sumber informasi dengan keputusan ibu menyusui memilih kontrasepsi MAL di Desa Aek Nabara Kabupaten Padang Lawas.Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi berjumlah 38 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total population sehingga sampel dalam penilitian ini sebanyak 38 orang. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,008 (< 0,05).dari penelitian ini menunjukkan ada hubungan sumber informasi dengan keputusan ibu menyusui memilih kontrasepsi MAL di Desa Aek Nabara Kabupaten Padang Lawas tahun  2018. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi ibu menyusui yang menggunakan MAL dan menyadari betapa pentingnya menggunakan alat kontrasepsi dan keputusan memilih metode amenorhea lsktasi (MAL), supaya minat ibu-ibu lain  menggunakan metode amenorhea laktasi (MAL) aksemakin meningkat. Low knowledge about contraception makes childbearing age couples afraid to use contraception or show a negative attitude toward contraception. One of them is about Lactation Amenorrhea Method (LAM). Natural contraceptives regarding the Lactation Amenorrhea Method is very influential with the interest of the postpartum to breastfeed her baby for 6 months without any additional food, and is given regularly to her baby. The purpose of this study was to determine the relationship of information sources with breastfeeding mothers decision to choose MAL contraceptive in Aek Nabara Village, Padang Lawas Regency. This research uses analytical survey with Cross Sectional approach. The population is 38 people, with sampling technique using total population so that the sample in this research is 38 people. Statistic test results obtained p value = 0.008 (<0.05). of this study indicates that there is a correlation between information sources with the decision of breastfeeding mother to choose MAL contraception in Aek Nabara Village Padang Lawas Regency 2018 Expected to be a source of information for breastfeeding mother using MAL how important to use contraception and decision to choose amenorhea method (MAL) as one of the contraceptives, so that the mother's interest to use lactation amenorrhea method (MAL) will increase.
Latihan Range of Motion untuk Perubahan Kualitas dan Kuantitas Nyeri Penderita Osteoarthriti Caturia Sasti Sulistyana; Susanti Susanti
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 3 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i3.ART.p276-282

Abstract

Osteoartritis merupakan suatu penyakit degeneratif kerusakan kartilago sendi yang progresif pada lansia. Keluhan tersering penderita osteoartritis adalah rasa kaku serta adanya nyeri, spasme otot dan disability. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengatasi nyeri adalah latihan Range of Motion (ROM). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh latihan ROM terhadap kualitas dan kuantitas nyeri penderita osteoarthritis di Banyu Urip Lor RW 7 Surabaya. Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan pre-post test with control group, pada sampel 26 orang lansia yang menderita osteoartritis dengan menggunakan teknik purposive sampling. Latihan ROM dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil uji statistik Wilcoxon pada kelompok kontrol pre-post didapatkan P<0,05 (0,025) dan kelompok perlakuan pre-post didapatkan P<0,05 (0,001), artinya ada pengaruh latihan range of motion terhadap kualitas dan kuantitas nyeri penderita osteoarthritis. Hasil uji statistik Mann-Whitney didapatkan P<0,05 (0,006), artinya ada beda kualitas dan kuantitas nyeri antara kedua kelompok. Latihan ROM adalah latihan menggerakkan sendi seoptimal mungkin sesuai kemampuan klien. Latihan ROM dapat meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot, serta merangsang sirkulasi darah. Implikasi hasil penelitian ini adalah latihan ROM dapat dilakukan oleh penderita osteoartritis secara rutin untuk mengurangi rasa nyeri. Osteoarthritis is a progressive degenerative disease of joint cartilage in the elderly. The most common complaints of people with osteoartritis are stiffness and pain, muscle spasm and disability. One of the non-pharmacological therapy for pain management is ROM exercise. The purpose of this study was to analyze the effect of ROM exercises on the quality and quantity of osteoarthritis pain in Banyu Urip Lor RW 7 Surabaya. The design of this study was quasi-experimental with a pre-post test control group, in a sample of 26 elderly people suffering from osteoartritis used a purposive sampling technique. The ROM exercise are done 3 times a week for 4 weeks. The data analysis used was Wilcoxon test and Mann Whitney test. The results of the Wilcoxon statistical test in the pre-post control group obtained P<0.05 (0.025), and the pre-post treatment group obtained P<0.05 (0.001), it means that there was an effect of ROM exercises on the quality and quantity of pain in patients with osteoarthritis. The results of the Mann-Whitney statistical test obtained P<0.05 (0.006), it means that there were differences in the quality and quantity of pain between the two groups. The ROM exercise are exercises to move the joints as optimal as possible according to the ability of the client. The ROM exercise can increase muscle flexibility and strength, and stimulate blood circulation. Implications of the results of this study ROM exercises can be performed by patients with osteoartritis regularly to reduce pain.
Pengaruh Penyuluhan Media Video terhadap Peningkatkan Pengetahuan dan Sikap tentang Kontrasepsi Intra Uterine Devices (IUD) pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Gunung Pati Semarang Rizky Amelia; Maryati Maryati; Triana Sri Hardjanti
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p024-029

Abstract

sebesar 62,77%, terbanyak kedua yaitu pil 17,24%, Intra Uterine Devices (IUD) merupakan salah satu alat kontrasepsi jangka panjang mendapatkan urutan ketiga sebesar 7,15%, KB implant sebanyak 6,99%, metode operasi wanita 2,78%, metode operasi pria 0,53% kondom 1,22%. Kecamatan Gunungpati memiliki dua puskesmas induk yaitu puskesmas Gunungpati dan Sekaran. Puskesmas Gunungpati penggunaan alat kontrasepsi Intra Uterine Devices (IUD) sebesar 9,2% lebih sedikit jika dibandingkan dengan KB suntik sebesar 62,9% dan puskesmas Sekaran penggunaan kontrasepsi Intra Uterine Devices (IUD) sebesar 13,4% masih sedikit jika dibandingkan dengan KB suntik sebesar 62,7%. Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan media video terhadap peningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kontrasepsi Intra Uterine Devices (IUD) pada pasangan usia subur di kecamatan Gunungpati. Metode: Penelitian pre eksperimen, dengan pendekatan one group pre test-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah Pasangan Usia Subur di kecamatan Gunungpati yang terdiri dari 16 kelurahan yaitu sebanyak 12.532 orang. Sampel di ambil berdasarkan rumus Slovin, diperoleh 111 wanita usia subur. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis univariat dan bivariat menggunakan wilcoxon.  Hasil: Ada pengaruh penyuluhan media video untuk meningkatkan pengetahuan tentang kontrasepsi Intra Uterine Devices (IUD) pada pasangan usia subur ((0,000<0,05). Ada pengaruh penyuluhan media video untuk meningkatkan sikap tentang kontrasepsi Intra Uterine Devices (IUD) pada pasangan usia subur (0,000<0,05). Kesimpulan: diharapkan setelah dilakukan penyuluhan menggunakan media video masyarakat mau menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang salah satunya Intra Uterine Devices (IUD)  dan diharapkan media video dapat digunakan untuk  penyuluhan. The most widely used contraseptive method is injection 62,77%, second mostis pil 17,24%, Intra Uterine Devices (IUD)is one of the long term contraseption in third place 7,15%, implant contraseption 6,99%, tubektomy 2,7%, vasektomy 0,53%, and condom 1,22%. Gunungpati sub district has two public health center, there are public health center Gunungpati and public health center Sekaran. In public health center Gunungpati that used IUD 9,2% use that compared with injection contraseption that 62,9%, and in the public health center Sekaran that used IUD 13,4% that is use that compered with injection contraseption 62,7%. Objective : To determine the effect of video media counseling on increasing knowledge and attitudes about IUD contraception in couples of childbearing age in Gunungpati  Methods : Pre-experiment research, with one group pre test-post test design approach. The population in this study were fertile couples in Gunungpati sub-district which consisted of 16 urban villages, namely 12,532 people. Samples taken based on Slovin formula, obtained 111 women of childbearing age. The sampling technique used was purposive sampling. Univariate and bivariate analysis using Wilcoxon. Results :  There is the influence of video media counseling to increase knowledge about IUD contraception in couples of childbearing age ((0,000 <0,05). There is an influence of video media counseling to improve attitudes about IUD contraception in couples of childbearing age 0,000 <0,05).after thecommunity counseling there is an increase in knowledge and attitudes abaut kontraseption IUD. Conclusion:Expected after doing counceling usid video. People want to use long term contraseption, one of the IUD and expected that video media can use to give counceling
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Plasenta Previa di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2018 Endriyani Syafitri; Suyanti Suwardi
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p182-189

Abstract

Pendahuluan: Perdarahan Antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu. Perdarahan khususnya akibat plasenta previa 15-20% menyebabkan  kematian ibu. World Health Organization (WHO) 2014 menyebutkan bahwa angka kematian ibu diperkirakan seluruh dunia lebih dari 585 ribu meninggal tiap tahun saat hamil atau bersalin. Berdasarkan persentase penelitian di RSUP H. Adam Malik Medan  periode tahun 2016-2017 didapatkan sekitar 42,1% yang mengalami plasenta previa. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan plasenta previa di RSUP H. Adam Malik Medan Periode Tahun 2016-2017. Metode: Jenis penelitian ini bersifat survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 54 ibu hamil yang mengalami plasenta previa. Pengambilan sampel menggunakan total population. Variabel independen adalah riwayat persalinan, riwayat abortus dan usia ibu, variabel dependen adalah plasenta previa dengan alat ukur yang digunakan adalah rekam medik status, riwayat persalinan, riwayat abortus, plasenta previa dan di analisis Chi-square. Hasil: dari hasil uji chi-square, untuk variabel riwayat persalinan didapatkan nilai p-value=0,041 (p<0,05), dan variabel riwayat abortus di dapatkan nilai p-value=0,032 (p<0,05), dan variabel usia ibu didapatkan nilai p-value = 0,004 (p<0,05). Kesimpulan: ada hubungan faktor riwayat persalinan dengan plasenta previa, ada hubungan faktor riwayat abortus dengan plasenta previa, ada hubungan faktor riwayat usia ibu dengan plasenta previa. Introduction: Antepartum hemorrhage is bleeding that occurs after 28 weeks of pregnancy. Bleeding especially due to placenta previa 15-20% causes maternal death. The 2014 World Health Organization (WHO) states that the maternal mortality rate is estimated to be more than 585 thousand worldwide dead each year during pregnancy or childbirth. Based on the percentage of research in H. Adam Malik General Hospital Medan in 2016-2017, it was found that 42.1% had placenta previa. The purpose of theresearch was to determine the correlated factors with placenta previa at  H. Adam Malik General Hospital Medan in 2016-2017. Method: The type of the research was analytic survey with cross sectional design. The population was 54 pregnant women who had placenta previa. The sampling technique used total population. The independent variable was the history of labor, history of abortion, and maternal age. The dependent variable was placenta previa with the measuring instruments used were medical status records, history of labor, history of abortion, placenta previa and Chi-square analysis. Results: The results showed that the variables of childbirth history obtained p-value = 0.041 (p <0.05), and the history of abortion was p-value = 0.032 (p <0.05), and the maternal age variables obtained p-value = 0.004 (p <0.05). Conclusion: there was a correlation between the history of birth factors and placenta previa,  the history of abortion and placenta previa, and the history of maternal age and placenta previa.
Penurunan Hemoglobin pada Penyakit Ginjal Kronik Setelah Hemodialisis di RSU “KH” Batu Wiwik Agustina; Erlina Kusuma Wardani
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p141-146

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kondisi irreversible dimana fungsi ginjal menurun dari waktu ke waktu. Kondisi fungsi ginjal memburuk, kemampuan untuk memproduksi erythropoietin yang memadai terganggu, sehingga terjadi anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar Hb pre dengan post Hemodialisis pada pasien penyakit ginjal kronik di RSU “KH” Batu. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan teknik Quota Sampling. Sampel yang dipilih adalah 20 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil dengan cara melakukan pengecekkan kadar Hb secara langsung pada responden. Uji statistik menggunakan uji t-test berpasangan didapatkan nilai rerata kadar Hb pre Hemodialisis adalah 7,38 dan rerata kadar Hb post Hemodialisis adalah 7,10. Hasil uji t-test berpasangan didapatkan nilai p=0,039 (p<0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar Hb pre dengan post Hemodialisis pada pasien penyakit ginjal kronik, dimana kadar Hb post Hemodialisis lebih rendah daripada kadar Hb pre Hemodialisis. Hal tersebut dikarenakan sejumlah kecil darah biasanya tertinggal di dalam dialiser. Hal ini dapat menjadi sumber kekurangan zat besi dari waktu ke waktu, sehingga menimbulkan anemia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang penanganan anemia pada pasien Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani terapi Hemodialisis.