cover
Contact Name
FRISCO TALISTI
Contact Email
friscotalisti@gmail.com
Phone
+6285819452254
Journal Mail Official
jnkphb@gmail.com
Editorial Address
STIKes Patria Husada Blitar JALAN SUDANCO SUPRIADI NO 168 KOTA BLITAR - EAST JAVA - INDONESIA
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)
ISSN : 2355052X     EISSN : 25483811     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) published by STIKes Patria Husada Blitar. Published three times in a year, its in April, August and December. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) only receive original manuscripts related to science development and have not been published in domestic and foreign journals. The content of the manuscripts can be in the form of research results to support the progress of science, education and nursing practice and professional midwifery.
Articles 604 Documents
Pengembangan Media Edukasi Permainan TAHeS (Tangga Anak Hebat dan Sehat) untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Sehat Reproduksi Anak Usia Pra Remaja di SD Negeri Kepanjenkidul 2 Kota Blitar Mohamad Miftachul Ulum
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p107-115

Abstract

Promosi kesehatan pada sasaran remaja melalui tatanan institusi sekolah sangat efektif untuk pengembangan perilaku hidup sehat. Remaja usia sekolah berada dalam komunitas yang terorganisir yang melaksanakan proses terintegrasi dari pengembangan kemampuan intelektual, sosial dan personal. Penelitian ini dilakukan  2 tahap, tahap pertama metode research dan pengembangan media. Pada tahap kedua pre-eksperimen: The One Group Pretest-Posttest Design. Kenaikan rata-rata jawaban benar dari 25,07 menjadi 29,02 sehingga terdapat selisih jawaban  3,95. Berdasarkan uji statistic paired sample t-test didapatkan hasil p=0,000 (p< 0,005). Dengan demikian terdapat perbedaan sikap  sehat reproduksi sebelum dan sesudah diberikan  intervensi berupa pendidikan kesehatan dengan menggunakan  media edukasi simulasi TAHes. Pembelajaran dengan metode diskusi yang tidak didominasi oleh guru, siswa dapat mengingat 50%, bila belajar disertai dengan melakukan sesuatu kegiatan, dapat mengingat 75%. Praktik belajar dengan cara mengajar, mampu mengingat 90%, oleh karena itu permainan TAHeS diharapkan mampu mengingat 90% karena melibatkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Health promotion on adolescent targets through the order of school institutions is very effective for the development of healthy living behaviours. School teenagers are in an organized community that carries out an integrated process of developing intellectual, social and personal abilities. This research was conducted in 2 stages, the first stage was research method and media development. In the second stage was pre-experiment: The One Group Pretest-Posttest Design.  The average increased in correct answers from 25.07 to 29.02 so that there was a difference of 3.95 answers. Based on a paired sample t-test statistical test results obtained p = 0,000 (p <0.005). Thus there were behavioural differences regarding reproductive health behaviour before and after the intervention in the form of health education using TAHes education media. The development of snake ladder game media TAHeS (Great and Healthy Child Stairs), was worthy of being a health promotion media to improve reproductive knowledge and healthy attitude of teenagers. Learning with discussion methods that were not dominated by the teacher, students could remember 50%, if learning was accompanied by doing an activity, could remember 75%. The practice of learning by teaching was able to remember 90%. Therefore the game TAHeS is expected to be able to remember 90% because it involves cognitive, affective and psychomotor aspects.
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Cuci Tangan 6 Langkah Moment Pertama pada Keluarga Pasien di Ruang Anak Taadi Taadi; Erni Setiyorini; M. Rifqi Amalya F
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p203-210

Abstract

Tatanan rumah sakit merupakan tempat yang memiliki resiko tinggi terjadinya Healthcare Associated Infection (HAIs). Perilaku keluarga dan pasien yang menjalani perawatan di RS sangat berpengaruh terhadap timbulnya HAIs, salah satunya dalam menerapkan cuci tangan. Beberapa faktor mempengaruhi kepatuhan cuci tangan 6 langkah momen pertama pada keluarga pasien di Ruang Anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan cuci tangan 6 langkah moment pertama pada keluarga pasien di ruang anak. Desain penelitian menggunakan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga pasien anak yang dirawat di Ruang Anak sebanyak 60 orang, dengan consecutive sampling didapatkan sampel sebanyak 38 orang. Penelitian dilaksanakan 03 – 21 Desember 2018. Analisis data menggunakan Spearman Rho dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan cuci tangan 6 langkah adalah faktor usia (p=-0,05) sedangkankan faktor jenis kelamin, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan tidak berhubungan dengan kepatuhan cuci tangan 6 langkah pada momen pertama. Hasil penelitian menunjukkan 80% responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang cuci tangan 6 langkah. Sehingga diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan edukasi tentang cuci tangan 6 langkah, metode dan media yang digunakan dapat disesuaikan dengan tingkat pendidikan.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Merokok Anggota Club Motor PSFRB (Putra Sogok Family Racing Blitar) Achmad Gatot Sunarianto; Ning Arti Wulandari; Andri Darmawan
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p211-217

Abstract

Perilaku merokok mempunyai dampak yang negatif  bagi perokok aktif, perokok pasif dan lingkungan. Bahan yang terkandung dalam  rokok  merupakan zat yang berbahaya bagi kesehatan. Berbagai faktor  mempengaruhi peningkatan prevalensi perokok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan sikap dan perilaku merokok anggota club motor PSFRB (Putra Sogok Family Racing Blitar). Desain yang digunakan dalam  penelitian ini adalah korelasional. Jumlah populasi sebanyak 25 dengan tekhnik purposive sampling dan didapatkan 16 sampel. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23 April–7 Mei 2017 dibengkel Putra Sogok Blitar. Pengumpulan data dengan  menggunakan kuesioner sikap dan perilaku terhadap merokok. Analisis  data menggunakan uji Spearman Rho dan Kruskal Wallis dan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara perilaku merokok dengan usia (p=0,004) dan sikap merokok dengan informasi (p=0,003), sedangkan pendidikan dan informasi tidak berhubungan dengan perilaku merokok, usia dan pendidikan tidak berhubungan dengan sikap merokok. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada tenaga kesehatan dalam  melakukan intervensi yang tepat sesuai sasaran.
Hubungan antara Lama Pengobatan dengan Jumlah CD4 pada Penderita HIV/AIDS yang menjalankan Program Pengobatan Antiretrovial (ARV) Thatit Nurmawati; Yeni Kartika Sari; Aprilia Putri Hidayat
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p197-202

Abstract

HIV merupakan  masalah kesehatan yang mengancam Indonesia dan banyak negara di seluruh dunia. Desain penelitian yang digunakan adalah metode Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita yang menjalankan program pengobatan antiretrovial HIV/AIDS di Poli Cendana RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar. dengan rata- rata kunjungan pasien adalah 40 orang perminggu. Peneliti menetapkan jumlah sampel yaitu 30 orang sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis menggunakan Spearman untuk mengetahui hubungan lama pengobatan dengan jumlah CD4. Hasil penelitian menunjukkan responden berada pada usia dalam rentang 20-30 dengan prosentase terbesar sebanyak 33,3%. Berdasarkan jenis kelamin mayoritas laki-laki sebanyak 53,3%. Hasil pendataan juga menunjukkan sebagian besar menjalakan terapi dengan pemberian Duviral dan Nevirapine pada prosentase 76,7. Responden dalam penelitian ini juga mendapat dukungan keluarga yang baik (36,6%) meskipun terdapat juga dukungan keluarga yang buruk (3,3%). Tingkat kepatuhan tinggi juga terlihat dari distribusi responden yang menunjukkan prosentase sebesar 43,3% dan masih ada responden yang memiliki kepatuhan rendah. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara lama pengobatan dengan CD4 (p=0.007). Perlu evaluasi perhitungan jumlah CD4 sebelum pemberian ARV.
Implementasi Kegiatan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya dalam Upaya Pencegahan Triad KRR di Pusat Informasi dan Konseling Remaja Dian Permatasari; Emdat Suprayitno
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p143-150

Abstract

Introduction : Perilaku remaja banyak yang berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Dalam kondisi semacam ini  remaja membutuhkan informasi mengenai kesehatan reproduksi, aktifitas yang bermanfaat dan menjadi kreatif. PIK Remaja BPMP & KB Kabupaten Sumenep merupakan tempat remaja mendapatkan informasi yang benar, tepat dan objektif tentang TRIAD KRR dengan informasi yang positif dan tempat peningkatan life skill yang bermanfaat bagi kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan pelaksanaan kegiatan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya dalam upaya pencegahan TRIAD KRR di PIK Remaja dan faktor penyebab serta pendukungnya. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang prosesnya dimulai dari pengumpulan data dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Subjek utama penelitian ini adalah Lima orang Pendidik Sebaya dan Lima orang Konselor Sebaya yang dipilih secara purposive sampling. Dengan pengumpulan data subjek utama dengan indepth interview  Subjek triangulasi adalah sepuluh teman dekat subjek utama dengan teknik Focus Group Discussion, Ketua dan Pembina PIK Remaja BPMP & KB Kabupaten Sumenep dengan indepth interview. Teori perilaku dari Lawrence Green digunakan sebagai kerangka konsep dalam penelitian dengan analisis data secara induktif. Hasil : Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya dalam upaya pencegahan TRIAD KRR sudah baik. Hal ini terjadi karena pengetahuan, persepsi, motivasi, pemberian materi, pengaruh teman dekat, dukungan keluarga dan supervisi Pembina yang baik. Adolescent behavior has changed much in line with technological developments. Under these conditions young people need information about reproductive health, activities that are beneficial and be creative. CICA RISMA is where adolescents get the right information, accurate and objective information about TRIAD ARH with a positive and a life skill enhancement for the benefit of life. The purpose of this study is to describe the implementation of Peer Educators and Peer Counsellors in the prevention TRIAD ARH in CICA RISMA as well as supporting factors. This study uses a descriptive qualitative approach of data collection process began and ended with inferences. The main subject of this study is Five Peer Educators and Peer Counsellors Five persons selected by purposive sampling. With the main subject of data collection by indepth interview . Triangulation subject is a close friend of ten major subject with Focus Group Discussion techniques, the Leader and Supervisor CICA with indepth interview with. Behavioral theory of Lawrence Green is used as a conceptual framework in research with inductive data analysis. The results of this study can be concluded that the implementation of Peer Educators and Peer Counsellors in the prevention TRIAD ARH is good. This happens because the knowledge, perception, motivation, provision of materials, the influence of a close friend, family support and supervision of a good coach.
Pengaruh Akupresur dengan Teknik Tuina terhadap Pengurangan Nyeri Haid (Disminore) pada Remaja Putri Fitria Fitria; Arinal Haqqattiba'ah
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p073-081

Abstract

Hasil survei World Health Organization (WHO) menunjukkan lebih dari 80% wanita usia subur mengalami disminore saat haid dan 67,2% nya terjadi pada kelompok umur 13-21 tahun. Siswi SMK Darul Amin dari 32 siswi  sebanyak 28 siswi pernah mengalami nyeri haid (dismenore) saat sedang mengalami menstruasi, merasakan sakit pada bagian perut dan menjalar kebawah bagian panggul, dan merasa kurang nyaman saat beraktivitas di sekolah. Salah satu penanganan nyeri haid secara non-farmakologis adalah akupresur dengan teknik tuina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresur dengan teknik tuina terhadap pengurangan nyeri haid (disminore) pada remaja putri. Pra experiment (one group pre test post test) sebagai desain penelitian ini. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 2 minggu oleh peneliti yang telah mengikuti pelatihan akupreseur di Badan  Lembaga Pendidikan Tenaga Kesehatan (LPTK) “PRIMA GEMILANG”. Intervensi dilakukan dengan Metode Chang sesuai dengan diagnosa disminore menurut Chinese Medicine pada responden. Populasi penelitian ini yaitu semua remaja putri kelas X dan XI SMK Darul Amin Madura  dengan populasi sebanyak 43 responden, teknik sampling menggunakan accidental sampling, besar sampel sebanyak 21 responden. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data digunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan nyeri haid responden setelah intervensi berupa akupresur dengen teknik tuina diperoleh adanya perubahan nyeri haid berkurang, dengan hasil analisa signifikan yaitu nilai p =0,000. Akupresur salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi tertentu di titik-titik akupoin pada tubuh disebut meridian atau garis aliran energi sebagai penurunan nyeri haid. Teknik ini dapat diimplementasikan ke dalam asuhan kebidanan komplementer sebagai pengurangan nyeri haid (disminore) pada remaja putri. Survey result of World Healt Organization (WHO) show more than 80% women of childbearing age run into dysmenorrhea during menstruation period and 67,2% run into 13-21 years old group. One of the non-pharmacological handling of menstrual pain is acupressure. The study aimed to find out the influence of acupressure on reduction of menstrual pain (dysmenorrhea) in adolescent girls. Pre-experiment (one group pre-post test) is the design used in this study. The population of this study is that of all the girls' teenagers of X and XI high school classes at Darul Amin High School of Madura, 43 population and samples used as many as 21 samples using accidental sampling. The Wilcoxon Signed Ranks Test is used in analyzing data. Based on the results of the study that menstrual pain responders after the intervention in the form of acupressure obtained a change in menstrual pain decreases, with the results of a significant analysis of the value p = 0,000. Acupressure is one form of physiotherapy by giving massage and stimulation at certain points on the body (energy flow lines or meridian) to lower pain. This technique can be implemented in complementary midwifery care as a reduction in menstrual pain (disminore) in young women.
Parents Perception About Adjusment Disorder At First Day School In Permata Iman 3 Kindergarten Dian Pitaloka Priasmoro; Aloysia Ispriantari
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p006-010

Abstract

Kindergarten is one form of early childhood education services for children aged 3-6 years which serves to lay the foundations towards the development of attitudes, knowledge, and skills. Therefore, self-adjustment is one of the important things in determining the success of a child in meeting the demands of the surrounding environment. This study aims to Identify Parents Perceptions of Adjusment Disorder At First Day School in PermataIman 3 Kindergarten Malang. The design in this study is descriptive. The population and sample in this study were all children aged 3-6 years who had just entered school as many as 84. The sampling technique used is total sampling. The instrument used in this study was the Child Behavior Checklist for Ages 1.5-5. This research was conducted at PermataIman 3 kindergarten in July 2019. Data obtained will be analyzed univariate and presented in percentage form. The results showed that adjustments to disorder at first day school in children in the mild category amounted to 66 (78.6%) and a small portion in the moderate category amounted to 18 (21.4%). This is probably due to factors of age, physiological conditions, order of children, and parenting. Based on the results of the study parents should be able to choose the right time to include children in the pre-school environment, namely at the age of > 4-5 years. And it is very important for the school to pay attention to the school environment, especially in the readiness of facilities, facilities and the environment.
Gambaran Stress Akademik dan Strategi Koping Pada Mahasiswa Keperawatan Nia Agustiningsih
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p241-250

Abstract

Stress akademik pada mahasiswa keperawatan merupakan hal yang biasa terjadi karena mahasiswa keperawatan harus memenuhi kompetensinya dari perkuliahan dan praktek di rumah sakit. Untuk mengatasi stress akademik mahasiswa bisa menggunakan strategi koping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mnegetahui gambaran stress akademik dan strategi koping pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan (DIII Keperawatan dan S1 Keperawatan) yang memenuhi kriteria penelitian dengan pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 18 – 20 April 2018. Pengumpulan data tentang stress akademik dan strategi koping menggunakan kuesioner Student Nursing Stress Index (SNSI) dan kuesioner Way Of Coping. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan narasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami stress tingkat sedang yaitu 24 orang (47,06%). Sedangkan untuk strategi koping didapatkan data bahwa seluruh mahasiswa dalam menghadapi stress akademik menggunakan strategi koping yaitu problem focused coping dan emotion focused coping. Pemilihan strategi koping yang tepat oleh mahasiswa dalam menghadapi stress akademik akan mempengaruhi keberhasilan akademik. Oleh karena itu diperlukan peran dari pembimbing akademik, orang tua / keluarga, teman, dan motivasi dari dalam diri mahasiswa sendiri serta pentingnya peran lembaga bimbingan konseling yang ada di perguruan tinggi.
Hubungan Spiritual Coping dengan Self Monitoring pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Poli Klinik Penyakit dalam RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Siti Syarifah; Setiyo Adi Nugroho; Ahmad Kholid Fauzi; Zainal Munir; Abdul Hamid Wahid
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p089-094

Abstract

Spiritual merupakan salah satu faktor penting Untuk meningkatkan pemantauan diri bagi pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Tingkat spiritualitas yang tinggi dapat mempengaruhi kognisi manusia untuk berpikir positif. Pasien dengan diabetes dua kali lebih beresiko mengalami status kecemasan, depresi dan masalah psikologis yang serius. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan Spiritual Coping dengan Self Monitoring pada Klien DM tipe 2. Desain dalam penelitian adalah cross sectional, yaitu penelitian yang bertujuan mendeskripsikan atau menguraikan suatu keadaan dan selanjutnya menjelaskan suatu keadaan tersebut melalui pengumpulan data pengukuran variabel korelasi yang terjadi pada objek penelitian secara simultan atau dalam waktu yang bersamaan, dengan jumlah sampel 110 responden, Variabel bebas dalam penelitian ini Spiritual Coping dan Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Self Monitoring. dengan, Tekhnik pengambilan sampel dilakukan secara Probability Sampling, yaitu dengan cara simple random sampling yang mana jenis probabilitas yang paling sederhana. Untuk mencapai sampling ini, setiap elemen diseleksi secara acak. Hasil penelitian didapatkan hubungan yang signifikan (P=0,002<0,05 )  antara hubungan Spiritual Coping dengan Self Monitoring. Kesimpulannya: tedapat hubungan Spiritual Coping Dengan Self Monitoring Pada Klien Diabetes Mellitus tipe 2 di Poli Klinik Penyakit Dalam RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo. Spiritual is one of the important factors to increase self-monitoring for Type 2 Diabetes Mellitus patients. High spiritual level can influence human cognition to think positively. Patients with diabetes are twice as likely to experience anxiety, depression, and serious psychological problems. Objective: this study is to determine the relationship between Spiritual Coping and Self Monitoring on DM type 2 clients. The design in this study is cross sectional, namely research that aims to describe or describe a situation and then explain a situation through collecting data that measures the correlation variable that occurs on the research object simultaneously or simultaneously, with a sample of 110 respondents. The independent variable in this study is Spiritual Coping and the dependent variable in this study is Self Monitoring. with, the sampling technique is done by Probability Sampling, namely by means of simple random sampling which is the simplest type of probability. To achieve this sampling, each element is chosen randomly. The results showed a significant relationship (P = 0.002 <0.05) between the relationship of Spiritual Coping with Self Monitoring. In conclusion: there is a relationship between Spiritual Coping and Self Monitoring on Type 2 Diabetes Mellitus Clients in the Internal Medicine Clinic at Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Hospital.
Theory Of Goal Attainment (Imogene M. King) Sebagai Basis Analisis Faktor Patuh Minum Obat TB Paru Di Kabupaten Kediri Yanuar Eka Pujiastutik; Ningsih Dewi Sumaningrum
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 3 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i3.ART.p268-275

Abstract

Ketidakpatuhan pasien adalah menjadi fakor penyebab kegagalan minum obat TB paru. Peran perawat sangat penting dalam peningkatan patuh minum obat melalui proses interaksi. Dari hal tersebut maka perlu dikembangkan model intervensi keperawatan berbasis sistem interaksi untuk meningkatkan kepatuhan yaitu teori sistem interaksi King. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis faktor yang kepatuhan minum obat TB Paru kategori 2 berbasis teori sistem interaksi King di Puskesmas Kabupaten Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 27 orang. Hasil uji regresi logistik diperoleh hasil pada sistem personal p = 0,039 pada sistem interpersonal p = 0,628 dan pada sistem sosial p = 0,192 sehingga berdasarkan nilai α = 0,05 menjelaskan bahwa nilai p < 0,05 adalah H0 ditolak sebaliknya bila nilai p > 0,05 maka H0 diterima, dapat disimpulkan bahwa pada sistem personal memiliki hubungan terhadap kepatuhan minum obat TB paru sedangkan pada sistem interpersonal dan sosial dari interaksi King menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan minum obat TB paru. Disarankan sistem interaksi King mampu menjadi model peningkatan kepatuhan sehingga dapat diintegrasikan dalam clinical pathway pada pasien TB Paru di Poli Paru. Patient noncompliance is to be the causes failure factor take the pulmonary TB medicine. The role of the nurse is very required in term of increasing compliance with take medicine, through the interacting process, thus need to be implemented model of maintenance based on interaction system in improving the compliance theory of king interaction system to improve compliance with King's interaction system theory, with the advantage of prioritizing active participation of patients in deciding goals, making decisions, and interactions to achieve goals. The purpose of the research is to analyse the factors that compliance medicine in the King’s interaction system theory in Kediri district Puskesmas. The research design used was descriptive analytic with cross sectional approach. Data collection was conducted using questionnaires. Sampling as many as  27 people with a  total sampling techniques. Logistics regression test results on the personal system p = 0.039 on the interpersonal system p = 0.628 and on the social system p = 0.192 so that based on the value of α = 0.05. Which means indicating that the personal system has a associate  with  the medication compliance lung TB. It is recommended that the interaction system King is able to become obedient improvement model so that it can be integrated in clinical pathway at pulmonary TB patients in pulmonary room. It is recommended that King’s interaction system  cam be a model in improving compliance taking medicine, thus able to be integrated in clinical pathway in lung TB patients in pulmonary poly.