cover
Contact Name
FRISCO TALISTI
Contact Email
friscotalisti@gmail.com
Phone
+6285819452254
Journal Mail Official
jnkphb@gmail.com
Editorial Address
STIKes Patria Husada Blitar JALAN SUDANCO SUPRIADI NO 168 KOTA BLITAR - EAST JAVA - INDONESIA
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)
ISSN : 2355052X     EISSN : 25483811     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) published by STIKes Patria Husada Blitar. Published three times in a year, its in April, August and December. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) only receive original manuscripts related to science development and have not been published in domestic and foreign journals. The content of the manuscripts can be in the form of research results to support the progress of science, education and nursing practice and professional midwifery.
Articles 604 Documents
Analisis Hubungan Gaya Hidup dengan Kualitas Hidup Wanita Pasangan Subur Akseptor KB IUD Bella Putri Sinta Prastika; Retnayu Pradine; Ni Ketut Alit Armini
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p227-234

Abstract

Penggunaan KB IUD yang rendah dapat mempengaruhi kualitas hidup keluarga. Semakin rendah penggunaan kontrasepsi maka semakin rendah kualitas hidup. Berbagai faktor termasuk gaya hidup yang diterapkan  diduga mempengaruhi kualitas hidup  akseptor KB  IUD. Tujuan penelitian ini  menjelaskan hubungan gaya hidup dengan kualitas hidup wanita pasangan subur akseptor KB IUD. Metode: Desain penelitian ini  korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 120 akseptor KB IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Surabaya. Besar  sampel 92  wanita usia subur akseptor  KB IUD diperoleh  dengan  purposive sampling, dengan kriteria inklusi wanita usia subur 18-40 tahun, tinggal serumah dengan suami dan dapat berkomunikasi secara lisan dan verbal. Variabel independen gaya hidup. Variabel dependen  kualitas hidup. Pengumpulan data menggunakan kuesioner gaya hidup dari Prihatiningsih dan kualitas hidup WHOQOL-BREF yang telah diterjemahkan untuk kualitas kehidupan dari WHO. Uji statistik dengan Spearman’s rho test. Hasil: Tidak hubungan signifikan antara gaya hidup dengan kualitas hidup (p=0,960, r=0,005). Pembahasan: Gaya hidup responden sebagian besar adalah gaya hidup sehat. Faktor gaya hidup yang berhubungan dengan kualitas hidup adalah aktivias fisik, lingkungan, perilaku konsumtif, dan managemen strees. Hal ini tidak bisa menjadi patokan untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Karena gaya hidup sehat tidak selalu penyumbang terbesar pada kualitas hidup, tapi ada faktor lain yang perlu diperhatikan. Karena dari hasil penelitian di dapatkan responden lebih mandiri, jadi tidak membutuhkan gaya hidup yang cukup untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut tentang faktor lain yang berhubungan kualitas hidup akseptor  KB.
The Correlation Between Self Efficacy and the Learning Achievement Tri Ratna Ningsih; Moh. Alimansur
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i1.ART.p063-069

Abstract

Education was a universal phenomenon and happened throughout human life. Especially in the success of achievement, student learning achievement was still relatively low today so that it could affect problems in student psychology. Factors that affected learning achievement were self efficacy. The purpose of this study was to prove the correlation between self efficacy and learning achievement in Elementary School 1 Krian Sidoarjo District. The design of this study was correlational with a cross sectional approach. The population was all 6th grade elementary school students as many as 54 students which used total sampling techniques and sample 54 respondent . The independent variable was self efficacy and the dependent variable was learning achievement. Data was taken using questionnaires. The results showed that 28 people (100%) of the 54 respondents, most of them had high self efficacy and satisfying learning achievement. This showed that H1 was accepted which meant that there was a correlation between self efficacy and learning achievement in Elementary School 1 Krian, Sidoarjo District. A good self-efficacy from oneself could affect his learning achievement. People who had high beliefs with their abilities tended to succeed, while people who had low beliefs with their abilities tended to fail.
Pengaruh Antosianin terhadap Ketebalan Epitel, Indeks Apoptosis dan Ekspresi p53 Sel Epitel Vagina pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Ovariektomi Cucun Setya Ferdina; Retty Ratnawati; Sri Andarini
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p126-133

Abstract

Menopause merupakan suatu keadaan fisiologis yang pasti dialami oleh semua wanita, pada masa menopause terjadi peningkatan stres oksidatif karena penurunan hormon estrogen (hipoestrogen). Salah satu organ yang mengalami dampak akibat terjadinya hipoestrogen adalah vagina. Pada vagina terjadi atrofi dan penipisan epitel. Antosianin merupakan salah satu antioksidan yang dapat menyelamatkan sel – sel tubuh dari stres oksidatif. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh antosianin terhadap ketebalan epitel, indeks apoptosis dan ekspresi p53 sel epitel vagina pada tikus putih (Rattus norvegicus) ovariektomi. Desain penelitian ini adalah True Experimental laboratory, dengan menggunakan pendekatan posttest only group control design. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan perlakuan pada hewan coba, yaitu tikus putih (Rattus norvegicus) betina. Hasil penelitian menunjukkan pemberian antosianin terbukti berpengaruh secara signifikan (p-value = 0,000 < α=0,05) dalam menurunkan ekspresi p53 dan indeks apoptosis sel epitel vagina serta meningkatkan ketebalan epitel vagina pada tikus ovariektomi.
Peran Perawat dalam Assessment Pengenalan Dini untuk Meningkatkan Outcome Pasien Stroke di Instalasi Gawat Darurat Dewi Rachmawati
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p163-171

Abstract

Stroke penyakit kegawat daruratan medis yang sangat tergantung waktu dalam penanganannya. Assessment menentukan diagnosis stroke adalah kunci pokok manajemen stroke. Tujuan literature ini mengatahui bagaimana peran perawat dalam assessment untuk meningkatkan outcome pasien stroke. Metode literature review adalah mengumpulkan dan analisa artikel tentang assessment, diagnosis dan manajemen stroke di IGD. Sumber literatur dari text book, artikel elektronik seperti ScienceDirect, PubMed, Cochrane Library dengan kriteria dipublikasi periode 2000-2016, pencarian menggunakan kata kunci”recognition, assessment, stroke, emergency”. Hasil penelusuran didapatkan 21 artikel tentang pengkajian/pengenalan gejala, diagnosis dan menajemen stroke, hanya 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Literatur review menunjukkan bahwa aktivasi protokol manajemen stroke segera dilakukan dengan pertama kali menentukan tipe atau diagnosis stroke pasien. Penentuan diagnosis penting untuk dilakukan sebagai dasar memberikan terapi. Penentuannya biasanya menggunakan CT-Scan untuk membedakan stroke akut atau gejala mirip stroke. Tidak semua rumah sakit tersedia CT-Scan sehingga sebagai alternatif dapat menggunakan ROSIER scale dengan sensitifitas 93% dan nilai prediksi positif 90% membedakan stroke akut dan bukan stroke. Terdapat 7 aitem penilaian yaitu kehilangan kesadaran atau sinkop, aktivitas kejang, kelemahan otot wajah/asimetris, kelemahan anggota gerak atas/asimetris, kelemahan anggota gerak bawah/asimetris, kesulitan bicara, gangguan lapang pandang. Total skor antara -2 sampai +5. Apabila pasien mendapat skor 1 atau lebih terdiagnosis stroke dan skor ≤ 0 maka bukan stroke kecuali skor total 0. ROSIER merupakan skala diagnosis simple, sensitif, spesifik dan cocok digunakan saat triage di IGD. Penggunaannya juga sangat cepat dan mudah sehingga semakin cepat identifikasi pasien stroke untuk mendapatkan tindakan yang dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan.
Pengaruh pemberian Pisang Ambon terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi Indra Yulianti; Veryudha Eka Prameswari; Tria Wahyuningrum
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i1.ART.p070-076

Abstract

Hipertensi sering disebut “Silent Killer” (Pembunuh Siluman), karena pada penderita seringkali merasakan suatu gangguan/gejala tanpa diketahui penyebabnya. Semakin tua seseorang pengaturan metabolisme zat kapur (kalsium) didalam tubuh terganggu, sehingga banyak zat kapur yang mengalir bersama darahmenyebabkan elastisitas arteri berkurang. Arteri tidak dapat lentur dan cenderung kaku, sehingga volume darah yang mengalir sedikit dan kurang lancar. Salah satu terapi non farmakologi untuk lansia penderita hipertensi adalah pisang ambon. Tujuan penelitian ini adalah menegtahui pengaruh pemberian pisang ambon terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Dusun Mojogeneng Desa Mojokarang Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Metode penelitian ini menggunakan one group pre test-post test design. Teknik sampling yang digunakan yaitu non probability, dengan populasi penderita hipertensi di Dusun Mojogeneng Desa Mojokarang Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto dan besar sampel 31 orang sesuai kriteria.pengumpulan data menggunakan skala ordinal dan instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Pemberian pisang ambon di berikan selama 7 hari pada pagi sebelum sarapan dan sebelum makan malam. Hasil uji Wilcoxon diketahui bahwa nilai ρ (0.000) < α (0,05) serta didapatkan hasil bahwa pisang ambon berpengaruh terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di Dusun Mojogeneng Desa Mojokarang Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Pisang ambon merupakan salah satu terapi yang efektif dan bermanfaat. Karena pisang ambon dapat membuat tubuh menjadi rileks dan pembuluh darah menjadi vasodilatasi sehingga aliran darah dan suplai oksigen menjadi lancar. Hypertension is a disease that often attacks the elderly due to the regula- tion  of  lime  metabolism  (calcium)  in  the  body  is  disturbed,  resulting  in arteriosclerosis.  Hypertension  sufferers  need  to  get  hypertension  drug therapy  to  prevent  arteriosclerosis.  But  the  fact  is  that  people  who  are bored take medication for hypertension due to the high dependency and price of drugs, so change determiner more economical and have minimal side effects, one of which is using Ambon banana. The purpose of this study was to determine the effect of giving Ambon banana to blood pressure in elderly people with hypertension. The design of this study used Pre-Experi- ment with a one group pre test -post test design approach. The population in  this  study  were  all  patients  with  hypertension  in  Mojogeneng- Mojokarang Hamlet, Dlanggu-Mojokerto, 31 of whom were a large sample of 31 elderly. The sampling technique used purposive sampling. Indepen- dent variable giving Ambon banana and blood pressure dependent vari- able. The instrument used was the pre-post observation sheet given Ambon banana. From the results of the study showed that 31 respondents before given Ambon bananas did not have normal blood pressure but after giving Ambon  banana  there  were  11  respondents  who  had  normal  blood  pres- sure, whereas in patients with moderate hypertension before giving Am- bon banana there were 23 respondents and after administration of banana ambon there are 4 patients with moderate hypertension. The Wilcoxon test results show that the value of   (0.000) <(0.05) then H0 is rejected, meaning that there is an effect of consumption of Ambon banana on elderly blood pressure. The conclusion of this study is Banana Ambon can reduce blood pressure in elderly people with hypertension, so it is expected that health workers can socialize the use of Ambon banana in elderly people with  hypertension.
Penerapan Edukasi Family Centered Maternity Care (FCMC) terhadap Keluhan Ibu Postpartum Melalui Asuhan Home Care Senditya Indah Mayasari; Nicky Danur Jayanti
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p134-140

Abstract

Pada masa nifas umumnya banyak masalah atau keluhan yang menyertai ibu postpartum. Pemberian asuhan dan edukasi masa nifas yang benar akan mengurangi adanya ketidaknyamanan dan infeksi puerperium. Salah satu jembatan untuk mengoptimalkan upaya edukasi postnatal adalah melalui keterlibatan keluarga. Ibu dengan dukungan keluarga  melalui  pendekatan Family Centered Maternity Care (FCMC)  diharapkan  memiliki  kemampuan  yang optimal  dalam  beradaptasi  secara  maternal pada masa nifas. Metode penelitian menggunakan menggunakan true experimental dengan pendekatan Pretest-Posttest Design dengan teknik sampling sampel random sistematik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada ibu postpartum fisiologis sebanyak masing-masing 12 ibu postpartum pada kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menggunakan Wilcoxon menunjukkan berbeda signifikan jika nilai Z lebih kecil dari -1.960 atau dengan nilai signifikansi kurang dari 0.05. Hasil menunjukkan semua variabel berbeda signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian edukasi terhadap keluhan ibu postpartum pada kelompok intervensi setelah diberikan eduaksi Family Centered Maternity Care  (FCMC) melalui asuhan home care.
Factors that Affect Coping Mechanisms in Chemotherapy Patients with the Approach of Callista Roy Adaptation Theory Ifa Roifah; Elies Meilinawati; Tri Ratnaningsih; Rina Nur Hidayati
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p235-240

Abstract

Chemotherapy could cause pain in the patient, thus causing the condition of the body would gradually weaken. This condition would make the patient delay the therapy due to physical symptoms and emotional pressure (psychological), which affected the seriousness of patients in the treatment and strong coping mechanism required to maintain good conditions One of the empirical evidence of conceptual model theory "Holistic Adaptif System", Callista Roy put it, this model was used in chronic illnesses undergoing treatment, because theoretically successful handling by conducting adaptive coping mechanism behavior was an important variable in the physiological and psychological adaptation process to the stimulus that occurs. This study aimed to identify the behavior of patients using Callista Roy adaptology. This study aimed to analyze factors that influenced coping mechanisms in chemotherapy patients with the Callista Roy adaptation theory approach. This research design is analytical with a cross sectional approach. The population in this study were 95 patients. This research sampling technique was Consecutive Sampling. The sample size in this study was 78 respondents who met the criteria of the researcher. The research instrument used CAPS with an adaptation theory approach. The results showed that educational factors (p = 0.031) and job (p = 0.023) influenced the coping mechanism with the theory approach of Callista Roy adaptation to chemotherapy patients. The higher the level of education, the tolerance and control of stressors is better so that coping mechanisms become adaptive. Those who worked were more stress because they had to combine their work with scheduled care.
Motivasi Ibu Mempengaruhi Keberhasilan Pelatihan Buang Air pada Anak Batita Annif Munjidah; Eka Yuni Retnosari
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p156-162

Abstract

Melatih anak untuk mandiri dalam buang air kecil atau besar merupakan suatu tahapan yang harus dilakukan oleh orang tua dalam pengasuhan anak. Latihan dan kemandirian anak terkait pola eliminasi ini biasanya berlangsung pada usia 18-24 bulan, namun saat ini masih banyak ditemukan anak berusia lebih dari 3 tahun masih belum dapat mengontrol saat ingin BAK dan BAB, dan fakta bahwa masih banyak orang tua lebih memilih memakaikan anaknya diapers sampai anak berusia lebih dari 3 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi ibu dengan keberhasilan pelatihan buang air pada anak batita. Desain analitik cross sectional. Jumlah populasi 38 orang ibu batita, besar sampel sebesar 35 responden dengan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diberikan kepada ibu atau pengasuh yang berisikan tentang kebiasaan buang air pada anak dirumah. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji SPSS. Hasil SPSS Rank Spearman didapatkan nilai ρ = 0.00 artinya dalam penelitian ini didapatkan bahwa motivasi ibu mempengaruhi keberhasilan pelatihan buang air pada anak Batita. Simpulan penelitian ini, motivasi ibu menentukan keberhasilan dan kemandirian anak dalam pola buang air, baik buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Diharapkan ibu atau pengasuh dirumah lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pola pengasuhan anak khususnya yang terkait dengan pola eleminasi buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK)
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Guidance and Counseling terhadap peningkatan Efikasi Diri (Self Efficacy) pada Pasien TBC di wilayah kerja Puskesmas Boro Elok Dwi Mamiri; Ulfa Husnul Fata; Thatit Nurmawati
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p190-195

Abstract

TB Paru merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan di dunia hingga saat ini.Angka dropout dan kambuh terjadi setiap tahun dan salah satu faktor internal yang mempengaruhi yaitu efikasi diri (self efficacy) yang rendah dan untuk meningkatkannya perlu metode pendidikan kesehatan yang tepat yaitu guidance and counseling.Tujuan penelitian ini untuk mengetahuipengaruh pendidikan kesehatan Metode Guidance and Counselingterhadap peningkatan efikasi diri (self efficacy) pada pasien TBC di wilayah kerja Puskesmas Boro.Penelitian menggunakan desain penelitian quasy experiment.Populasi adalah Pasien TBC di wilayah Puskesmas Boro dan sesuai kriteria inklusi sebanyak 19 responden dengan teknik purposive sampling, pengumpulan data menggunakan kuesionerdan analisis data menggunakan uji statistik wilcoxon signed rank test. Nilai rata – rata efikasi diri sebelum intervensi 24, setelah intervensi sebesar 32,63. Peningkatan rata – rata sebelum dan sesudah intervensi sebesar 8,63. Hasil uji statistik wilcoxon signed rank test dengan α ≤ 0,05 menunjukkan bahwa nilai ρ-value sebesar 0,000. Hal ini berarti ada ada pengaruh pendidikan kesehatan metode guidance and counseling terhadap peningkatan efikasi diri pada pasien TBC. Berdasarkan hasil penelitianini maka petugas kesehatandapat mengaplikasikan metode guidance and counselinguntuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta memaksimalkan peran petugas kesehatan pada pemberian pendidikan kesehatan dalam rangka pelayanan paripurna dan menunjang kesembuhan pasien TBC dengan meningkatkan efikasi diri (self efficacy) pasien. Pulmonary TB is one of the infectious diseases that still exist until now. The number of dropouts and relapses cases occurs every year. One of the internal factors that affected the case is low self-efficacy (self efficacy). Guidance and counseling method could increase the self efficacy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of health education with Guidance and Counseling methods to the improvement of self efficacy of TB patients in working area of Boro Public Health Center. The study used quasy experiment design. The population was TB patients in working area of Boro Pulic Health Center. The sample was 19 respondents with purposive sampling technique. The data collected by questionnaires and the data analysis used Wilcoxon signed rank test statistics. The average value of self-efficacy before intervention was 24, after the intervention was 32.63. The increase in the average before and after the intervention was 8.63. The result showed that ρ-value 0,000 meant that there was an effect of health education with guidance and counseling methods to the improving self-efficacy in TB patients. Based on the results of this study, health workers could apply guidance and counseling methods to the improvement of knowledge and skills and maximize the role of health workers in the provision of health education in the context of plenary service and support the recovery of TB patients by increasing patient self-efficacy.
Pemberian Feedback pada Home Learning CPR untuk Meningkatkan Kemampuan Bystander CPR Pria Wahyu Romadhon Girianto
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p030-036

Abstract

Penyakit kardiovaskuler masih menjadi penyebab kematian tertinggi di negara maju maupun negara berkembang, hal ini dikarenakan risiko Sudden Cardiac Arrest pada orang dengan penyakit jantung sangat tinggi. Peran bystander CPR pada pasien henti jantung sangat penting, oleh karena itu kemampuan dan jumlah bystander perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas feedback pada metode Home Learning CPR untuk meningkatkan kemampuan bystander CPR. Metode penelitian komparatif, dengan responden pengunjung Car Free Day di Kota Tulungagung sebanyak 47 responden periode September-Oktober 2018 dengan teknik Accidental sampling. CPR dipelajari secara mandiri oleh responden menggunakan video dan guidebook dirumah, dipertemuan selanjutnya dilakukan evaluasi kemampuan responden melakukan Hands-only CPR pada phantom. Hasil penelitian didapatkan  adanya perbedaan pada kemampuan responden dalam melakukan Hands-only CPR menggunakan metode Home Learning dan kemampuan responden melakukan Hands-only CPR pada phantom setelah mendapatkan feedback dari peneliti. Uji Wilcoxon didapatkan p-value : 0,000; α : 0,05. Metode Home Learning CPR belum sesuai digunakan untuk pelatihan Hands-only CPR di Kota Tulungagung karena berbagai faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran. Metode demonstrasi dan praktik lebih tepat digunakan untuk pelatihan CPR. Cardiovascular disease was the highest cause of death in developed country, because the risk of Sudden Cardiac Arrest in people with heart disease was very high. Bystander CPR role was very important to patient with Sudden Cardiac Arrest, therefore the ability and number of bystander CPR need to be increased. This study aims to determine the effectiveness of feedback on Home Learning CPR method to increase the competence of bystander CPR. Method was used comparative, sample was 47 respondents in Tulungagung Car Free Day on September-October 2018 by Accidental sampling. Video and guidebook was used to learn Hands-only CPR at home, then evaluated by doing Hands-only CPR on Adult CPR Mannequin with feedbcak from researcher. The result showed there was a difference on respondents abilities doing Hands-only CPR after Home Learning CPR, and respondents abilities doing Hands-only CPR on Adult CPR mannequin and getting feedback from researcher. Wilcoxon signed rank test showed p-value : 0,000; α : 0,05. It was conclude that Home Learning CPR method was unconvenient to use in Hands-only CPR training in Tulungagung. Demonstration and practice method are more appropriate for CPR Training.