cover
Contact Name
Rachma
Contact Email
jurnaledukasikemenag@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaledukasikemenag@gmail.com
Editorial Address
https://jurnaledukasi.kemenag.go.id/index.php/edukasi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
EDUKASI
ISSN : 16936418     EISSN : 2580247X     DOI : https://doi.org/10.32729/edukasi
Focus: EDUKASI is a scientific journal dedicated to the study and research of Religion and Religious Education. It is committed to enriching and expanding the body of scientific knowledge relevant for policy-making and the advancement of theoretical and conceptual frameworks. The journal aims to provide valuable literature, data, and information to governmental bodies, education practitioners, and academics to support decision-making and further studies. Scope: EDUKASI is a scientific journal focused on research and development in the field of religious education. The journal accepts articles that make significant contributions to understanding and solving issues in religious education, whether in formal or non-formal institutions. The topics covered include: Management of Religious Education Institutions Roles and Practices of Religious Educators Management and Funding of Religious Education Evaluation, Quality Assurance, and Accreditation of Religious Education The Role of Students in Religious Education Study of educational aspects relating to various diciplines such as psychology, sociology, management, philosophy, theology, anthropology, and political science to enrich the discourse on religious education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 640 Documents
Kinerja Pengawas Pendidikan Agama Islam Achmad Habibullah
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i1.425

Abstract

The main task of the Islamic education supervisor is to control the quality of Islamic education in schools. However the Ministry of Religious Affairs has not obtained a complete data of this work. As a result, the objective of this research is to collect all the data from the Islamic supervisor related to teacher guidance , supervising national education standard issues, program execution and evaluation. By using the quantity and description method, this research involves 202 Islamic education supervisors and 591 teachers from 20 regional districts in 10 provinces with random sampling selection. The results of this research indicate that the Islamic education supervisor in his task of mentoring and teaching is adequate, the supervising of national education standards is adequate, program management supervision is adequate, and program execution is adequate. However, the task of evaluating the supervision program is less than adequate. Tugas utama Pengawas Pendidikan Agama Islam adalah melakukan pengendalian mutu penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di sekolah. Namun sampai saat ini, Kementerian Agama belum mempunyai data yang lengkap  mengenai  kinerja  pengawas  tersebut.  Untuk  itu,  penelitian  ini  bertujuan  memetakan  kinerja  Pengawas Pendidikan Agama Islam berkaitan dengan pelaksanaan tugas pembimbingan profesi guru, pemantauan penerapan standar nasional pendidikan, penyusunan program, pelaksanaan program, dan evaluasi program. Dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif, penelitian ini mencakup sebanyak 202 Pengawas PAI dan 591 Guru PAI dari 20 daerah kabupaten dan kota pada 10 provinsi yang dipilih secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pengawas PAI dalam pelaksanaan tugas pembimbingan profesi guru  mendapat  nilai  dengan  kategori  cukup,  kinerja  dalam  pemantauan  penerapan  standar  nasional  pendidikan  memperoleh  nilai  dengan  kategori  cukup,  kinerja  dalam  penyusunan  program  pengawasan  mendapat nilai cukup, kinerja dalam pelaksanaan program pengawasan memperoleh kategori cukup, dan kinerja evaluasi pelaksanaan program pengawasan dengan nilai kategori kurang.
Fungsi Pengawas Dalam Pemenuhan Standar Pendidikan Madrasah Di Kota Serang Banten Imran Siregar
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i1.426

Abstract

The fulfillment of national education standards has become mandatory for all educational institutions in the national law of the Republic Indonesia, which of course includes madrasah. Many efforts have been made both by the government and madrasah, yet the fulfillment of national education standards (SNP) still has not been successful. Problems do not only appear internally; they also appear externally, from supervisors. There is no doubt that supervisors also must be responsible in guiding and fulfilling the requirements of the national education standards (SNP). The reality found by the research shows that supervisors are not yet successful in guiding and mentoring systematically in order to support the national education standards (SNP) in the Madrasah. The awareness of SNP by supervisors still appears to be low; this is evident in the ineffectively-designed supervising and guidance program that is below the expectations of the SNP. The documents, related to guidance and mentoring, ]designed by the supervisor are considered mediocre based on the administrative procedures. Hence, many Madrasah(s) are still struggling in fulfilling the SNP that has become a national agreement. Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan adalah suatu keharusan bagi semua lembaga pendidikan di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak terkecuali madrasah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat madrasah, namun pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP) masih tetap saja menghadapi berbagai kendala. Selain kendala internal madrasah dengan berbagai keterbatasannya, juga dihadapkan pada kendala eksternal dari pihak pembina madrasah seperti pengawas. Sesuai dengan fungsinya seyogianya pengawas juga dapat berperan penting dalam membimbing dan membina madrasah dalampemenuhan  SNP  tersebut.  Dalam  realitas  di  lapangan  ternyata  menunjukan  bahwa  pengawas  belum  dapat melakukan pembinaan dan pemantauan yang terencana dalam upaya membantu madrasah dalam pemenuhan SNP. Pemahaman pengawas tentang SNP masih sangat terbatas, antara lain ditandai dengan cara mereka menyusun desain program dalam pelaksanaan pembinaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Seperangkat kelengkapan dokumen yang dibuat oleh pengawas terkait dengan pembinaan dan pemantauan pemenuhan SNP baru sebatas pemenuhan persyaratan adiministratif kepengawasan.Tidaklah mengejutkan jika kemudian masih banyak madrasah yang kesulitan memenuhi SNP yang telah menjadi kesepakatan nasional tersebut.
Mutu Pembelajaran Ipa Dan Matematika Di Madrasah Ibtidaiyah(Evaluasi Program Uji Coba Pengembangan Sumber Belajar) Djamaluddin Djamaluddin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i1.427

Abstract

The quality of science and mathematics in Madrasah is considered a chronic disease. In order to find a solution, the main mission and function of the Religious Center of Research and Development in the years 2007 – 2010 was to implement a test upgrade concerning the quality of science and mathematics through developing the source of study in 48 Madrasah Ibtidaiyah in 12 Cities/Regions and in 6 provinces. Through program evaluation using the CIPP method (context, input, process, product) the results were obtained showing a significant increase in learning in science and mathematics (through the comparison of the pre- and post-test results and the control Madrasah ibtidaiyah students). This proves that the science and mathematics study development resources appear to be effective in increasing the quality of study. Mutu  pembelajaran  mata  pelajaran  IPA  dan  Matematika  di  madrasah  bagaikan   penyakit  kronis  yang susah disembuhkan. Untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut maka sesuai tugas pokok dan fungsi Puslitbang Pendididkan Agama dan Keagamaan pada tahun 2007 - 2010 telah dilaksanakan ujicoba Peningkatan Mutu Pembelajaran IPA dan Matematika di Madrasah Melalui Pengembangan Sumber Belajar pada 48 MI di 12 Kab/Kota di 6 Propinsi. Melalui Evaluasi Program dengan menggunakan metode CIPP (context, input, process, product) diperoleh hasil menunjukkan terjadinya peningkatan yang signifikan nilai hasil belajar IPA dan Matematika siswa MI ujicoba (melalui perbandingan hasil Pre –Post test dan uji banding dengan siswa MI control). Ini membuktikan bahwa ujicoba pengembangan sumber belajar IPA dan Matematika efektif meningkatakan mutu pembelajaran.
Pemanfaatan Laboratorium IPA Dan Bahasa Pada Madrasah Aliyah Swasta Umul Hidayati
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i1.428

Abstract

In an effort to increase the quality of education in Madrasah, the government (the Minister of Religious Affairs through Islamic Education General Director), since 1995, has performed a supportive program in science laboratories by providing for needs in several MTsN (Islamic public junior high schools). In the year 1998, support was given to 35 MAN (Islamic public senior high schools) and in the year 2005 to several considerably superior MA (Islamic private high schools). In the year 2010 support was given to 400 private MA in 19 provinces. In the same year, support was given to 100 MA laboratory facilities in 11 provinces. The massive amount of support has not yet been able to be used optimally in order to increase the quality of education by the Madrasah(s) because of many obstacles such as: the low quantity of human resources (teacher and laboratory staff), the fact that several MA do not possess a laboratory building (Science and Linguistic major), and the fact that science and linguistic majors do not exist in several Madrasah. On the other hand, distribution of funds also experienced many difficulties. The result of the research of the Center of Research and Development Islamic Education and Religion in the year 2012 entitled the “Use of the laboratory facilities in Madrasah (the study of the well-funded science and linguistic laboratory Madrasah Aliyah)” indicates that the use of laboratory facilities has not yet been maximized by the Madrasah and support for implementation has experienced many difficulties. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah, pemerintah (Kementerian Agama melalui Dirjen Pendis) mengeluarkan program bantuan sarana laboratorium IPA yang dimulai tahun 1995 dengan memberikan bantuan pada beberapa MTsN. Pada tahun 1998, bantuan diberikan kepada 35 MAN dan pada tahun 2005 bantuan diberikan kepada beberapa MA Unggulan. Pada tahun 2010 bantuan diberikan kepada 400 MA swasta di 19 propinsi. Pada tahun yang sama, juga diberikan bantuan sarana laboratorium bahasa pada 100 MA swasta di 11 propinsi. Besarnya bantuan yang diberikan selama ini ternyata belum dapat dimanfaatkan madrasah secara maksimal untuk meningkatkan mutu pendidikan karena terkendala oleh banyak hal antara lain terbatasnya SDM (pendidik dan tenaga laboran), sebagian MA belum memiliki gedung laboratorium (IPA dan bahasa); tidak memiliki jurusan IPA dan bahasa. Di samping itu, dalam pelaksanaannya pemberian bantuan ini juga masih menuai banyak masalah.Hasil penelitian Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan tahun 2012 berjudul Pemanfaatan Sarana Laboratorium Pada Pendidikan di Madrasah (Studi Pada Madrasah Aliyah Penerima Bantuan Laboratorium IPA dan Bahasa)”menunjukkan bahwapemanfaatan sarana laboratorium oleh madrasah belum maksimal dan pemberian bantuan tersebut dalam pelaksanaannya banyak menuai masalah.
Pengembangan Ekonomi Pada Lima Pesantren Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Achmad Dudin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i1.429

Abstract

This writing isthe result of research on economic development in 5 Islamic boarding schools (pesantren) in Lamongan, East Java, 2010. This research is rooted in the context of economic development among the people, as Islamic boarding schools are challenged with improving standards of living in the form of business activities, including the potential human resources in local communities. The objective of the research was to support the Islamic boarding school in economic development through supervision. This research applied several methods including: selecting 5 Islamic boarding schools by the team to be executors of the program and financial support for orientation activities focused on the funding and business development of animal husbandry, as well as the execution of supervising, monitoring, evaluating, and reflecting on the program in order to reach the target of Islamic  boarding  school  economic  development.  The  result  is  the  increase  in  the  economic  management  and development of the Islamic boarding school. Tulisan ini merupakan hasil penelitian terapan tentang pengembangan potensi ekonomi pesantren pada 5 pesantren di Lamongan Jawa Timur tahun 2010. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyatanan bahwa dalam konteks pengembangan ekonomi masyarakat, pesantren dihadapkan pada upaya peningkatan taraf hidup dan kesejehateraan masyarakat dalam bentuk kegiatan usaha yang dimulai dengan penelaahan potensi dan pelu- potensi dan peluang usaha yang dimiliki, termasuk potensi SDM dengan melibatkan masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalahmembantu pesantren dalam mengembangkan potensi ekonomi melalui program pendampingan. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahapan antara lain, studi kelayakan yang menetapkan 5 pondok pesantren sebagai pelaksana program, kegiatan orientasi yang difokuskan pada usaha pengembangan penggemukan sapi dan pemberian dana pengembangan dan replikasi, serta kegiatan supervisi, monitoring, evaluasi, dan refleksi demi tercapainya usaha pengembangan ekonomi pesantren. Hasilnya terdapat peningkatan mutu pengelolaan dan pengembangan ekonomi pesantren.
Negotiating Continuity And Change In Indonesian Islamic Higher Education Ronald Lukens-Bull
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 2, AGUSTUS 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i2.430

Abstract

Pendidikan Tinggi Agama Islam Negeri adalah komponen penting Islam di Indonesia dan menjadi sarana di mana pemerintah dan masyarakat Muslim Indonesia masing-masing berusaha untuk mendefinisikan Islam Indonesia. Lembaga ini telah terlibat dalam perdebatan tentang karakter Islam Indonesia sejak awal berdirinya. Baru-baru ini, IAIN dan UIN mengalami pergeseran dari mandatnya semula yaitu mencetak tenaga pendidikan Islam dan pejabat pemerintah Islam Indonesia. Hal ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan lembaga itu sendiri. Selanjutnya, sebagian kalangan mulai mengkhawatirkan tentang apa yang disebut perspektif “liberal” atau “progresif” yang banyak ditemukan di beberapa kampus. Akhirnya, mengedepankan tradisi pesantren di kampus-kampus IAIN/UIN selama ini menjadi salah satu cara untuk menangani isu tersebut. State Islamic Higher Education is a critical component of Islam in Indonesia and the ways in which the government of Indonesia and the Muslim community each seek to define Indonesian Islam. These institutions have been embroiled in debates about the nature of Islam since their beginning. Recently, IAIN and UIN have moved beyond their original mandate of training Islamic teachers and government officials. This has raised concerns about their future. Further, some have been concerned about so called “liberal” or “progressive” perspectives found on the campuses. Finally, an emphasis of the pesantren tradition on IAIN/UIN campuses has been one way in which these concerns have been addressed.
ORIENTASI PENDIDIKAN SALAFI: Kasus Pesantren Assunah Kalitanjung Cirebon Husen Hasan Basri
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 2, AGUSTUS 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i2.431

Abstract

Salafischools are lately emerging as new model schools. Salafiboarding schools have their own orientation and way of seeing education. Salafischools genealogically and intellectually have nothing to do with traditional Islamic boarding schools (salafi yah) and other modern boarding schools. The Salafi boarding schools have certain religious ideas which can be connected with the salafimovement in Indonesia and Islamic world. The Salafiboarding schools are experiencing significant growth. One of the Salafiboarding schools is Pesantren Assunah Kalitanjung Cirebon. Assunah boarding school has a positive and negative place amongst the people of Cirebon. In fact, pesantren Assunah has been accused of planting the seeds of violence that leads to terrorism. This research uses a qualitative research approach by interviewing a number of pesantren leaders and preachers of Assunah, organization leaders, representatives of Islamic universities as well as by observing the Assunah boarding school campus, studying the documents that exist in schools, and obtaining data and information relating to the Assunah school. The conclusion is that the Assunah salafiboarding school is carrying out a mission oriented toward an educational culture by implementing the concept of cultural transmission. Akhir-akhir ini muncul pesantren model baru yang sering disebut “pesantren salafi”.  Pesantren model salafimemiliki orientasi sendiri dalam cara memandang dan mengartikulasikan pendidikan yang diselenggarakan. Pesantren model salafisecara genealogi dan jaringan intelektual tidak memiliki kaitan dengan pesantren-pesantren tradisional (salafiyah) dan pesantren modern model Gontor dan jaringannya. Pesantren model salafiini memiliki paham keagamaan tertentu yang dapat dihubungkan dengan gerakan salafi baik di Indonesia maupun di dunia Islam lainnya. Pesantren model salafiini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Salah satu pesantren salafiadalah Pesantren Assunah Kalitanjung Cirebon. Pesantren Assunah ini mengalami pro dan kontra di kalangan masyarakat Cirebon. Bahkan, Pesantren Assunah pernah dituduh mengajarkan benih-benih kekerasan yang mengarah kepada terorisme. Melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan mewawancarai sejumlah pimpinan dan ustadz pesantren Assunah, tokoh ormas, pihak perguruan tinggi Islam; mengobservasi kampus pesantren Assunah; dan mempelajari dokumen-dokumen yang ada di pesantren, didapatkan data dan informasi terkait dengan pesantren Assunah. Dengan menggunakan konsep “cultural transmission”, disimpulkan bahwa Pesantren Assunah sedang melakukan misi kontinuitas kultur salafidalam orientasi pendidikannya.
PENDIDIKAN TOLERANSI KEAGAMAAN: Studi Kasus SMA Muhammadiyah Kupang Nusa Tenggara Timur Imam Tholkhah
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 2, AGUSTUS 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i2.432

Abstract

Tulisan ini menggambarkan hasil studi kasus tentang pengembangan budaya toleransi keagamaan yang berlangsung pada SMA Muhammadiyah Kupang Nusa Tenggara Timur. Data dihimpun melalui wawancara dengan para guru, siswa dan kepala sekolah. Proses penelitian, termasuk studi literatur, observasi lapangan dan penulisan berlangsung mulai bulan Juli sampai Nopember 2012. Siswa SMA Muhammadiyah terdiri dari penganut Islam dan Kristen dan Katolik (Kristiani). Pengembangan budaya toleransi di SMA Muhammadiyah dilakukan sebagai bagian dari misi dakwah Islam yang inklusif, mencerdaskan siswa tanpa membedakan latarbelakang agama. Implementasi pengembangan budaya toleransi dilakukan dengan pendekatan budaya, yang bersifat adaptif dengan kondisi masyarakat sekitar sekolah yang beragama Kristiani. Pemahaman dan sikap toleransi antar siswa yang berbeda agama di SMA Muhammadiyah Kupang dikembangkan melalui proses intra dan ekstra kurikuler, sejak siswa masuk di sekolah Muhammadiyah. Hasilnya, siswa dari berbagai agama dapat bekerja sama, saling menghargai perbedaan agama, mengembangkan tradisi berdemokrasi di dalam dan di luar kelas. Di kelas, para siswa berbeda agama memperoleh pendidikan agamanya dan di ajarkan oleh guru yang seagama. Di luar kelas siswa didukung untuk mengadakan kegiatan keagamaan sesuai dengan agamanya masing-masing. Model pengembangan budaya toleransi di SMA Muhammadiyah dapat dipromosikan dan dijadikan sebagai contoh pengembangan budaya toleransi keagamaan untuk sekolah-sekolah yang sejenis. This paper describes the results of a case study of the development of a culture of religious tolerance in SMA Muhammadiyah Kupang of East Nusa Tenggara. Data was collected through interviews with teachers, students and principals. Research, including literature study, field observations and writing took place from July to November 2012. Students of SMA Muhammadiyah consist of adherents of Islam and Christianity, including Catholics. Development of a culture of tolerance in SMA Muhammadiyah was conducted as part of the inclusive mission of preaching Islam, to educate students regardless of religious background. Implementation of the development of a culture of tolerance is done with a cultural approach, which is adaptive to the conditions in surrounding, mostly-Christian communities. Understanding and tolerance among students of different religions in SMA Muhammadiyah Kupang is developed through a process of intra-and extra-curricular activities beginning when students enter school. As a result, students of various religions can work together, respect religious differences, and develop democratic traditions inside and outside the classroom. In class, students of different religions obtain their religious education from teachers who are of that same religion. Outside the classroom students are supported in conducting religious activities according to their respective religions. This model of the development of a culture of tolerance in SMA Muhammadiyah can be promoted and used as an example of religious tolerance for the cultural development of similar schools.
Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama Di Sekolah-Sekolah Katolik: Studi Kasus Kota Blitar Provinsi Jawa Timur Nurudin Nurudin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 2, AGUSTUS 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i2.433

Abstract

The key issues in this study include: Has there been any violation in the implementation of religious education in Catholic schools? Are the sanctions by the Ministry of Religious Affairs in accordnce with appropriate mechanisms and procedures? What is the local government response in following recommended sanctions by the Ministry of Religious? What individual, social and political consequences/implications from such violation in the implementation of religious education at schools? While the purpose of the study is, firstly, to obtain accurate data and information on issues related to religious education in Catholic schools in Blitar; secondly, to verify the proposed closure of Catholic schools by Blitar Municipal Ministry of Religious Affairs; thirdly, to explore various possible religious, social, political, and security consequences in the community. This study uses qualitative method, from which the results can be described as follows: (1). Based on the applicable laws and regulations, obviously there has been a violation in the implementation of religious education at Catholic schools. (2) Sanctions from the Ministry of Religious Affairs have been found to conform the mechanisms and procedures, from the socialization, training, coordination, to sanctioning stages. (3). No follow up actions have been made by the local government with respect to recommended sanctions by the Ministry of Religious Affairs upon varied considerations (of social, political, and security). (4). Drown-out resolution to the continuing violations of religious education in schools would potentially disturb religious harmony and tend to harm the community to a greater extent. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan pendidikan agama di sekolah-sekolah Katolik? Apakah pemberian sanksi yang diberikan oleh Kementerian Agama telah sesuai dengan mekanisme dan prosedur? Bagaimana respon Pemerintah daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi pemberian sanksi oleh Kementerian Agama? Bagaimana konsekuensi/implikasi individual, sosial dan politik terhadap pelanggaran pelaksanaan pendidikan agama di sekolah?. Sedangkan tujuan penelitian adalah Pertama, memperoleh data dan informasi yang akurat tentang persoalan yang terkait pendidikan agama di sekolah-sekolah Katolik kota Blitar, Kedua, verifikasi terhadap usulan penutupan sekolah-sekolah Katolik oleh Kementerian Agama kota Blitar, Ketiga, mendalami berbagai kemungkinan dampak keagamaan, sosial, politik, dan keamanan pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun hasil penelitiannya adalah (1). Berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlaku, secara nyata telah terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan pendidikan agama di sekolah-sekolah Katolik. (2). Prosedur pemberian sanksi yang diberikan oleh Kementerian Agama telah sesuai dengan mekanisme dan prosedur, yaitu dimulai tahap sosialisasi, pembinaan, koordinasi, dan pemberian sanksi. (3). Pemerintah daerah belum menindaklanjuti dengan memberikan sanksi atas rekomendasi Kementerian Agama dengan berbagai pertimbangan (sosial, politik, dan keamanan). (4). Penyelesaian yang berlarut terhadap pelanggaran pelaksanaan pendidikan agama di sekolah akan berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama dan cenderung merugikan masyarakat yang lebih luas.
Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Islam Di Tk Mawaddah Kota Banjarmasin Abdul Muin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 2, AGUSTUS 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i2.434

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, bertujuan untuk mengungkapkan motede pembelajaran dan strategi penguatan karakter anak didik melalui pendidikan Islam. Dari penelitian ini diungkapkan, bahwa sejak berdiri taman kanak-kanak ini konsisten menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan Islam kepada anak didik sebagai pondasi penguatan karakter. Dengan metode pembelajaran Beyond Centers and Circle Time. Metode ini sangat relevan kebutuhan anak didik, yaitu dunia bermain, sehingga memperlancar proses pembelajaran. Sedangkan strategi penguatan karakter dilakukan melalui proses panjang dan berkesinambungan dalam menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan Islam melalui pengenalan, pembiasaan dan keteladanan yang didukung kemampuan orangtua mendidik anak yang diperoleh melalui kegiatan parenting class. This study aims to reveal: 1) an overview of Mawaddah kindergarten, 2) the learning method of Mawaddah kindergarten and 3) the developing strategies to strengthen the character of the students through Islamic education. This study uses qualitative methods; the data was collected through interviews, observation and documentation. The results show that since Mawaddah kindergarten was established, it has been consistent in teaching the values of Islamic education in the belief that these values will become a solid foundation to strengthen students’ character. The “Beyond Centers and Circle Time” method, which is known as sentra method, appears to be very relevant to the needs of children—fun. The strategy of strengthening character does not stop there. It continues in the family with supports for parents’ ability to educate children through parenting classes. Strengthening character cannot be accomplished in an instant; it can only be accomplished through a long and continuous process using the values of Islamic education through introduction, habituation and positive examples.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 2 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 1 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 22 No. 3 (2024): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 22 No. 2 (2024): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 22 No. 1 (2024): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 21 No. 3 (2023): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 21 No. 2 (2023): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 21 No. 1 (2023): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 20 No. 3 (2022): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 20 No. 2 (2022): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 20 No. 1 (2022): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 19 No. 2 (2021): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 19 No. 1 (2021): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 18 No. 3 (2020): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 18 No. 2 (2020): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 17 No. 3 (2019): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 17 No. 2 (2019): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 17 No. 1 (2019): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 16 No. 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 16 No. 2 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 15 No. 3 (2017): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | Volume 15, Nomor 2, Agustus 2017 EDUKASI | Volume 15, Nomor 1, April 2017 EDUKASI | Volume 14, Nomor 3, Desember 2016 EDUKASI | Volume 14, Nomor 2, Agustus 2016 EDUKASI | Volume 14, Nomor 1, April 2016 Vol. 13 No. 3 (2015): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 13, NOMOR 2, AGUSTUS 2015 EDUKASI | VOLUME 13, NOMOR 1, APRIL 2015 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 3, DESEMBER 2014 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 2, AGUSTUS 2014 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 1, APRIL 2014 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 2, AGUSTUS 2013 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2013 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 3, DESEMBER 2012 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 2, AGUSTUS 2012 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 1, APRIL 2012 EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 3, DESEMBER 2011 Vol. 9 No. 2 (2011): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 1, APRIL 2011 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 3, DESEMBER 2010 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 2, AGUSTUS 2010 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 1, APRIL 2010 Vol. 7 No. 4 (2009): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 7 No. 3 (2009): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 7 No. 2 (2009): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 6 No. 4 (2008): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 6 No. 3 (2008): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 6 No. 2 (2008): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 4, DESEMBER 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 3, SEPTEMBER 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 2, JUNI 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 1, MARET 2007 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 4, DESEMBER 2006 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2006 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 2, JUNI 2006 Vol. 4 No. 1 (2006): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 3 No. 4 (2005): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2005): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2005): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2005): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2004): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 2 No. 3 (2004): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2004): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2004): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 1 No. 4 (2003): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2003): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2003 EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2003 More Issue