cover
Contact Name
Rachma
Contact Email
jurnaledukasikemenag@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaledukasikemenag@gmail.com
Editorial Address
https://jurnaledukasi.kemenag.go.id/index.php/edukasi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
EDUKASI
ISSN : 16936418     EISSN : 2580247X     DOI : https://doi.org/10.32729/edukasi
Focus: EDUKASI is a scientific journal dedicated to the study and research of Religion and Religious Education. It is committed to enriching and expanding the body of scientific knowledge relevant for policy-making and the advancement of theoretical and conceptual frameworks. The journal aims to provide valuable literature, data, and information to governmental bodies, education practitioners, and academics to support decision-making and further studies. Scope: EDUKASI is a scientific journal focused on research and development in the field of religious education. The journal accepts articles that make significant contributions to understanding and solving issues in religious education, whether in formal or non-formal institutions. The topics covered include: Management of Religious Education Institutions Roles and Practices of Religious Educators Management and Funding of Religious Education Evaluation, Quality Assurance, and Accreditation of Religious Education The Role of Students in Religious Education Study of educational aspects relating to various diciplines such as psychology, sociology, management, philosophy, theology, anthropology, and political science to enrich the discourse on religious education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 640 Documents
Strategic Management of Character Education: A Holistic Model for Fostering Socio-Religious Attitudes in an Islamic Elementary School in Indonesia Dian; Dianing Banyu Asih; Elis Karwati Sri Mulyani; Silviana Putri; Muhammad Iksan Fahmi Nusyeha; Nadira Salsabila
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The decline in moral values and religious internalization among elementary school students necessitates effective character education management. This study aims to describe the strategic management of character education in shaping students' socio-religious attitudes at SD Assalam Bandung, an Islamic elementary school in Indonesia. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The results reveal a three-phase strategic management model: (1) strategic formulation through a vision-based "Keassalaman Curriculum" integrating religious and social values; (2) implementation through systematic habituation, teacher exemplarity, and student leadership programs (Askar and Dakwah); and (3) evaluation via collaborative monitoring involving parents through the PPNP system. This integrated approach significantly improves students' social confidence and religious discipline. The study's novelty lies in applying strategic management as a holistic system in character education, addressing a gap in prior research that has focused narrowly on curriculum or pedagogy without examining integrative management processes. It offers a replicable model for Islamic elementary schools, contributing both conceptually and practically to systematic character education development. ABSTRAK Menurunnya nilai moral dan internalisasi religius pada siswa sekolah dasar memerlukan manajemen pendidikan karakter yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen strategis pendidikan karakter dalam membentuk sikap sosial-religius siswa di SD Assalam Bandung, sebuah sekolah dasar Islam di Indonesia. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkap model manajemen strategis tiga fase: (1) formulasi strategis melalui "Kurikulum Keassalaman" berbasis visi yang mengintegrasikan nilai religius dan sosial; (2) implementasi melalui pembiasaan sistematis, keteladanan guru, dan program kepemimpinan siswa (Askar dan Dakwah); dan (3) evaluasi melalui pemantauan kolaboratif yang melibatkan orang tua melalui sistem PPNP. Pendekatan terpadu ini secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri sosial dan disiplin religius siswa. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan manajemen strategis sebagai sistem holistik dalam pendidikan karakter, mengatasi celah penelitian sebelumnya yang hanya berfokus pada kurikulum atau pedagogi tanpa mengkaji proses manajemen yang terintegrasi. Studi ini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk sekolah dasar Islam, berkontribusi baik secara konseptual maupun praktis bagi pengembangan pendidikan karakter yang sistematis.
Financing for Accountability: A Multi Site Analysis of Islamic Governance–Driven Budget Practices in Private Islamic Higher Education Institutions Siti Nurhasanah Yahya; Mulyawan Safwandy Nugraha; Deni Melyati; Elvita Sitna Hajar; Mamah Siti Rohmah; Satria Adi Pradana
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates how educational financing practices influence managerial accountability in Private Islamic Higher Education Institutions (PIHEI). Although financing and accountability have been widely discussed in higher education, limited research has explored how financing systems specifically shape accountability within PIHEI, particularly in relation to Islamic governance values. This study addresses this gap by analyzing the extent to which financing sources, allocation patterns, and evaluation mechanisms contribute to strengthening managerial accountability. A qualitative multi site case study was conducted across 30 PIHEI involving 123 informants. Data were collected through questionnaires and semi structured interviews, and analyzed using descriptive techniques and thematic analysis to identify patterns in financing practices and accountability processes. The findings indicate that, first, PIHEI remains highly dependent on student tuition fees, while access to government and community funding is limited due to administrative barriers and accreditation requirements. Second, budget allocation is concentrated on basic operational needs, with insufficient support for research, community service, and institutional development. Third, financing evaluations related to adequacy, efficiency, equity, and cost effectiveness are not consistently implemented, weakening accountability mechanisms. These findings highlight the need for financing diversification, improved reporting systems, and stronger alignment with Islamic governance principles. The study concludes by recommending performance-based funding support and institutional capacity building to enhance financial sustainability and managerial accountability in PIHEI. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji bagaimana praktik pembiayaan pendidikan memengaruhi akuntabilitas manajerial pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Meskipun isu pembiayaan dan akuntabilitas telah banyak dibahas dalam konteks pendidikan tinggi, masih sedikit penelitian yang menelaah bagaimana sistem pembiayaan secara spesifik membentuk akuntabilitas di PTKIS, terutama terkait penerapan nilai‑nilai tata kelola Islam. Studi ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis sejauh mana sumber pembiayaan, pola alokasi anggaran, dan mekanisme evaluasi berkontribusi dalam memperkuat akuntabilitas manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi‑lokasi pada 30 PTKIS dan melibatkan 123 informan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara semi‑terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dalam praktik pembiayaan dan proses akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, PTKIS masih sangat bergantung pada biaya kuliah mahasiswa, sementara akses terhadap pendanaan pemerintah dan masyarakat terbatas akibat hambatan administratif dan persyaratan akreditasi. Kedua, alokasi anggaran lebih banyak difokuskan pada kebutuhan operasional dasar, dengan dukungan yang minim untuk penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kelembagaan. Ketiga, evaluasi pembiayaan terkait kecukupan, efisiensi, pemerataan, dan efektivitas biaya belum diterapkan secara konsisten sehingga melemahkan mekanisme akuntabilitas.
The Role of Green Islamic Education in Developing Eco-Theological Consciousness Among Emerging Muslim Generations Herri Azhari; Anna Ropitasari; U. Abdullah Mu’min; Budi Munawar Khutomi; Azizi Abu Bakar
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The global environmental crisis highlights the need for educational institu tions, including Islamic education, to cultivate ecological awareness among younger generations. However, existing Islamic education curricula often emphasize doctrinal and cognitive aspects while lacking structured eco theological integration. This study addresses this gap by examining how Green Islamic Education can be embedded within the curriculum to shape an ecotheological generation at SMPIT Sahabat Alam Pelabuhanratu, Sukabumi. Using a qualitative case study design, the research draws on curriculum documents, concepts of Islamic ecotheology, and observations of environmentally oriented educational practices. Data were analyzed through content analysis to identify patterns of value integration and pedagogical implementation. The findings indicate that incorporating the values of tawhid, khilafah, amanah, and masuliyyah into the curriculum fosters environmental care as a form of worship and spiritual responsibility. The curriculum does not merely introduce ecological themes but embeds theological consci   ABSTRAK Krisis lingkungan global menegaskan perlunya lembaga pendidikan, termasuk pendidikan Islam, untuk menumbuhkan kesadaran ekologis pada generasi muda. Namun, kurikulum pendidikan Islam yang ada umumnya masih menekankan aspek doktrinal dan kognitif tanpa integrasi ekoteologis yang terstruktur. Studi ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji bagaimana Green Islamic Education dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk membentuk generasi ekoteologis di SMPIT Sahabat Alam Pelabuhanratu, Sukabumi. Menggunakan desain studi kasus kualitatif, penelitian ini memanfaatkan dokumen kurikulum, konsep ekoteologi Islam, serta observasi praktik pendidikan berorientasi lingkungan. Data dianalisis melalui teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola integrasi nilai dan implementasi pedagogis. Temuan menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai tauhid, khilafah, amanah, dan masuliyyah dalam struktur kurikulum mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab spiritual. Kurikulum berbasis  
Exploring Motivation, Discipline, and Self-Efficacy in Arabic Language Learning at Madrasah Tsanawiyah in Batam City: A Multiple Case Study Nunuk Sisharwati; Abdul Talib Bin Bon
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores how motivation, discipline, and self-efficacy shape the Arabic language learning experiences of Madrasah Tsanawiyah (MTs) students in Batam City. Using a qualitative, multiple-case study design, the research was conducted at MTs Bina Ummah and MTs Hang Nadim. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, and were examined using the interactive analysis model proposed by Miles and Huberman. The findings reveal that students’ learning motivation is constructed through two primary contexts: religious meaning and digital learning experiences. At MTs Bina Ummah, Arabic learning is perceived as an integral part of religious practice, which strengthens students’ learning commitment and perseverance. In contrast, at MTs Hang Nadim, motivation develops through the use of interactive digital media that promotes active student engagement. Learning discipline shifts from rule-based compliance toward reflective self-discipline, particularly when students are entrusted with greater responsibility for managing their own learning. Self-efficacy grows through continuous teacher support and incremental experiences of success, fostering students’ confidence to participate and communicate in Arabic. Rather than defining learning outcomes solely in terms of academic achievement, this study conceptualizes outcomes qualitatively as students’ perceived learning success, sustained engagement, learner autonomy, and increased self-confidence. Conceptually, the findings demonstrate that the dynamic interaction of motivation, discipline, and self-efficacy forms a meaningful Arabic language learning system within the spiritual and digital contexts of madrasah education AbstrakPenelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana motivasi, kedisiplinan, dan efikasi diri membentuk pengalaman belajar bahasa Arab siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Batam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ganda yang dilaksanakan di MTs Bina Ummah dan MTs Hang Nadim. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa bersumber dari dua konteks utama, yaitu makna religius dan pengalaman pembelajaran digital. Di MTs Bina Ummah, pembelajaran bahasa Arab dipersepsikan sebagai bagian dari praktik keberagamaan, sehingga memperkuat komitmen belajar dan ketekunan siswa. Sementara itu, di MTs Hang Nadim, motivasi tumbuh melalui pemanfaatan media digital yang interaktif dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Kedisiplinan belajar mengalami pergeseran dari kepatuhan berbasis aturan menuju kesadaran reflektif, terutama ketika siswa diberi kepercayaan untuk mengelola tanggung jawab belajarnya. Efikasi diri berkembang melalui dukungan guru dan pengalaman keberhasilan bertahap, yang meningkatkan keberanian siswa untuk berpartisipasi dan berkomunikasi dalam bahasa Arab. Penelitian ini memaknai hasil belajar tidak semata sebagai capaian akademik, tetapi sebagai persepsi keberhasilan belajar, keterlibatan berkelanjutan, kemandirian belajar, dan peningkatan kepercayaan diri. Secara konseptual, temuan ini menegaskan bahwa interaksi antara motivasi, kedisiplinan, dan efikasi diri membentuk sistem pembelajaran bahasa Arab yang bermakna dalam konteks spiritual dan digital madrasah
Tafsir Al-Misbah as a Pedagogical Framework for Qur’anic Character Education in Islamic Boarding Schools Kafrawi; Sulthan Al Aziz
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines how Tafsir Al Misbah by M. Quraish Shihab can function as a coherent pedagogical framework for Qur’anic character education in Islamic boarding schools. Existing research has largely focused on identifying Qur’anic values within tafsir texts, yet has not explained the pedagogical mechanisms through which these values are internalized by students. Addressing this gap, the study investigates how tafsir is integrated into curricular, non curricular, and cultural practices in two pesantren with different institutional orientations. A qualitative multiple case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation of tafsir-based learning activities. The data were analyzed using thematic coding and cross case comparison following Miles, Huberman, and Saldaña’s interactive model. The findings show three key results. First, Tafsir Al Misbah is integrated through a structured three-dimensional model that includes reflective and project-based learning in the curriculum, value habituation through halaqah and muhasabah, and institutional culture building through symbolic Qur’anic practices. Second, this integration consistently cultivates core Qur’anic character values such as honesty, patience, responsibility, social empathy, and sincerity. Third, teachers play a central role as moral exemplars and reflective facilitators who translate tafsir into lived practices. These findings imply that tafsir can operate not only as a source of religious knowledge but also as a pedagogical system that links interpretation, reflection, and behavioral transformation. The study concludes by recommending the adoption of the three-dimensional integration model to strengthen character education in pesantren and other faith-based institutions. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji bagaimana Tafsir Al Misbah karya M. Quraish Shihab dapat berfungsi sebagai kerangka pedagogis yang koheren bagi pendidikan karakter Qur’ani di pesantren. Studi sebelumnya umumnya berfokus pada identifikasi nilai Qur’ani dalam teks tafsir, tetapi belum menjelaskan mekanisme pedagogis yang memungkinkan nilai tersebut terinternalisasi dalam diri santri. Untuk mengisi kesenjangan ini, penelitian ini menganalisis bagaimana tafsir diintegrasikan ke dalam praktik kurikuler, non kurikuler, dan kultural pada dua pesantren dengan orientasi institusional yang berbeda. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus ganda dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi aktivitas pembelajaran berbasis tafsir. Analisis data dilakukan melalui pengodean tematik dan perbandingan lintas kasus menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, Tafsir Al Misbah diintegrasikan melalui model tiga dimensi yang mencakup pembelajaran reflektif dan berbasis proyek dalam kurikulum, pembiasaan nilai melalui halaqah dan muhasabah, serta pembentukan budaya institusional melalui praktik simbolik Qur’ani. Kedua, integrasi ini secara konsisten menumbuhkan nilai karakter Qur’ani seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, empati sosial, dan keikhlasan. Ketiga, guru berperan sentral sebagai teladan moral dan fasilitator refleksi yang menerjemahkan tafsir menjadi praktik kehidupan sehari hari. Temuan ini menunjukkan bahwa tafsir dapat berfungsi tidak hanya sebagai sumber pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sistem pedagogis yang menghubungkan penafsiran, refleksi, dan transformasi perilaku. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model integrasi tiga dimensi untuk memperkuat pendidikan karakter di pesantren dan lembaga pendidikan berbasis agama lainnya.
Integrating Religious Moderation into the Merdeka Curriculum as a Behavioral Driver: A Correlational Analysis of Students’ Religious Discipline in Indonesian Madrasahs Mulyadi; Siti Marpuah
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study examines the relationship between the integration of religious moderation in the Merdeka Curriculum and students’ religious discipline in Madrasah Aliyah Negeri in Indragiri Hilir, Riau. Although previous research has highlighted the normative alignment between curriculum policy and moderation values, limited studies have explained the mechanisms through which these values are internalized and translated into students’ disciplined religious behavior. This study addresses this conceptual gap by analyzing how curriculum implementation, school culture, and assessment practices interact to shape students’ religious discipline. A quantitative correlational design was employed using cross-sectional survey data collected from 375 students selected through proportional stratified random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics and Pearson's correlation to examine the strength and direction of relationships between variables. The findings show that both the integration of religious moderation and students’ religious discipline are at high levels. Statistical analysis indicates a positive and significant relationship between the ABSTRAK Penelitian ini mengkaji hubungan antara integrasi moderasi beragama dalam Kurikulum Merdeka dan kedisiplinan beragama siswa pada Madrasah Aliyah Negeri di Indragiri Hilir, Riau. Meskipun penelitian sebelumnya menyoroti keselarasan normatif antara kebijakan kurikulum dan nilai moderasi, masih sedikit studi yang menjelaskan mekanisme internalisasi nilai yang mendorong terbentuknya perilaku religius yang disiplin. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis bagaimana implementasi kurikulum, budaya sekolah, dan praktik penilaian berinteraksi dalam membentuk kedisiplinan beragama siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan data survei potong lintang yang dikumpulkan dari 375 siswa melalui teknik proportional stratified random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta korelasi Pearson untuk menguji arah dan kekuatan hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi moderasi beragama dan kedisiplinan beragama siswa berada pada kategori tinggi. Analisis statistik mengungkapkan hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel dengan koefisien korelasi moderat. Temuan ini juga menunjukkan bahwa nilai moderasi yang tertanam dalam proses pembelajaran, budaya sekolah, dan sistem penilaian berkontribusi pada konsistensi praktik keagamaan siswa. Penelitian ini menjadi kontribusi empiris bahwa moderasi beragama berfungsi sebagai mekanisme pembentuk perilaku, bukan sekadar nilai normatif kurikulum. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan strategi kurikulum berbasis moderasi dapat meningkatkan capaian pendidikan karakter dan merekomendasikan agar pengelola madrasah memperkuat budaya sekolah serta praktik penilaian yang mendorong internalisasi nilai.  
From Iqra’ to Motivation: Constructing and Testing a Qur’anic Learning Model Based on Surah Al-‘Alaq (1–5) and Quraish Shihab’s Exegesis Lukman Banfatin; Nola Fibriyanti Bte Salman
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines how Qur’anic learning concepts derived from Surah Al ‘Alaq verses 1–5 influence students’ learning motivation, addressing a gap in previous research that has focused on general religiosity rather than operationalizing a measurable Qur’anic construct based on a specific exegetical source. While earlier studies highlight the role of religious values in shaping motivation, none have quantitatively validated a construct grounded in Quraish Shihab’s interpretation of Surah Al ‘Alaq. A quantitative correlational design was employed using primary data collected through Likert scale questionnaires administered to all 90 students of SMA Integral Hidayatullah Batam. The instrument measured four dimensions of Qur’anic learning concepts (iqra’, ta‘lim, akram, qalam) and four indicators of learning motivation. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and simple linear regression. The findings show that students’ understanding of Qur’anic learning concepts is high and positively associated with their learning motivation (r = 0.63, p < 0.001). Regression analysis indicates that this understanding explains 40 percent of the variance in learning motivation, with spiritual value internalization emerging as the strongest contributing dimension. These results demonstrate that Qur’anic learning concepts, when operationalized as a structured construct, have measurable motivational significance. The study suggests that integrating Qur’anic values into instructional design can strengthen intrinsic motivation among Islamic senior high school students. It concludes by recommending further experimental research to test the causal effects of Qur’an-based learning interventions. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji bagaimana konsep pembelajaran Qur’ani yang bersumber dari Surah Al ‘Alaq ayat 1–5 memengaruhi motivasi belajar peserta didik, dengan mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya yang hanya menyoroti religiositas umum tanpa mengoperasionalkan konstruksi Qur’ani yang terukur berdasarkan sumber tafsir tertentu. Meskipun studi terdahulu menegaskan peran nilai keagamaan dalam membentuk motivasi, belum ada penelitian yang secara kuantitatif memvalidasi konstruksi yang berlandaskan tafsir Quraish Shihab atas Surah Al ‘Alaq. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang diberikan kepada seluruh 90 siswa SMA Integral Hidayatullah Batam. Instrumen mengukur empat dimensi konsep pembelajaran Qur’ani (iqra’, ta‘lim, akram, qalam) dan empat indikator motivasi belajar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep pembelajaran Qur’ani berada pada kategori tinggi dan berhubungan positif dengan motivasi belajar (r = 0.63; p < 0.001). Analisis regresi menunjukkan bahwa pemahaman tersebut menjelaskan 40 persen variasi motivasi belajar, dengan internalisasi nilai spiritual sebagai dimensi yang paling berpengaruh. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep pembelajaran Qur’ani, ketika dioperasionalkan sebagai konstruksi terstruktur, memiliki signifikansi motivasional yang terukur. Penelitian ini menyiratkan bahwa integrasi nilai Qur’ani dalam desain pembelajaran dapat memperkuat motivasi intrinsik siswa sekolah menengah Islam. Penelitian ini merekomendasikan studi eksperimental lanjutan untuk menguji efek kausal intervensi pembelajaran berbasis Al Qur’an.
How School Culture Shapes Religious Character: Unpacking the Hidden Mediating Power of Discipline in Indonesian Islamic Schools Adi Rosadi; Mahmud Mahmud; Bambang Samsul Arifin; Asep Nursobah; Ana Rohana Pataniah binti Salahuddin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study investigates how student discipline mediates the relationship between school culture and the development of religious character in Indonesian Islamic junior high schools. Although prior research has established correlations among these variables, the specific mechanism through which school culture shapes religious character remains insufficiently explained. This study addresses this gap by testing discipline as a behavioral pathway that translates cultural values into consistent moral actions. A quantitative cross-sectional design was employed using survey data from 268 students across three private Islamic junior high schools. The analysis used Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to assess both measurement and structural models, including mediation effects. The results show that school culture significantly predicts student discipline and religious character. Discipline also has a strong direct effect on religious character. Mediation analysis indicates that discipline ac   ABSTRAK Penelitian ini mengkaji bagaimana disiplin siswa memediasi hubungan antara budaya sekolah dan pengembangan karakter religius di sekolah menengah pertama Islam di Indonesia. Meskipun penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya korelasi di antara variabel-variabel tersebut, mekanisme spesifik yang menjelaskan bagaimana budaya sekolah membentuk karakter religius masih belum terjelaskan secara memadai. Studi ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menguji disiplin sebagai jalur perilaku yang menerjemahkan nilai-nilai budaya menjadi tindakan moral yang konsisten. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang digunakan dengan memanfaatkan data survei dari 268 siswa di tiga sekolah menengah pertama Islam swasta. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai model pengukuran dan struktural, termasuk efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah secara signifikan memprediksi disiplin siswa dan karakter religius. Disiplin juga memiliki pengaruh langsung yang kuat terhadap karakter religius. Analisis mediasi menunjukkan bahwa disiplin menyumbang lebih dari setengah pengaruh total budaya sekolah terhadap karakter religius, yang menunjukkan mediasi parsial. Temuan ini menegaskan bahwa budaya sekolah memengaruhi pembentukan karakter terutama melalui rutinitas disiplin dan regulasi perilaku. Studi ini memberikan penjelasan berbasis mekanisme bagi literatur pendidikan karakter, khususnya dalam konteks sekolah Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa disiplin merupakan jalur perilaku yang penting untuk mentransformasikan norma budaya menjadi karakter religius yang terinternalisasi dan merekomendasikan agar kebijakan memasukkan indikator disiplin edukatif ke dalam kerangka mutu sekolah.  
Character and Islamic Values Integration in the Merdeka Curriculum:  Its Impact on Students’ Learning Discipline in Batam Misbah; Eliza Farahsiba Saleh
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the growing importance of strengthening character education and Islamic educational values in the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes a balance between academic achievement and students’ moral formation. This research aims to analyze the influence of character education integration and Islamic educational values on students’ learning discipline in senior high schools in Batam City. The study employed a quantitative approach using an associative survey design involving 330 students randomly selected from a population of 1,892 students across three schools: SMA Negeri 4 Batam, SMA Kartini, and SMA Integral Hidayatullah. Data were collected through a validated and reliable Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with SPSS 26. The results indicate that character education integration (β = 0.476; p < 0.001) and Islamic educational values (β = 0.316; p < 0.001) both have a positive and significant effect on students’ learning discipline, with a combined explanatory power of 47.5% (R² = 0.475). These findings demonstrate that learning discipline is more effectively shaped through the synergistic internalization of universal moral values and Islamic principles within school culture. This study contributes to Islamic education scholarship and national curriculum policy by providing empirical evidence that the effectiveness of the Merdeka Curriculum is significantly enhanced when character education and Islamic educational values are integrated as a unified framework for shaping students’ learning discipline. The study concludes that the success of the Merdeka Curriculum depends not only on academic content but also on the consistent integration of moral and spiritual values in everyday school practices.   ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai pendidikan Islam dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang menekankan keseimbangan antara pencapaian akademik dan pembentukan moral peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh integrasi pendidikan karakter dan nilai-nilai pendidikan Islam terhadap kedisiplinan belajar siswa SMA di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif melalui survei terhadap 330 siswa yang dipilih secara acak dari populasi 1.892 siswa di tiga sekolah, yaitu SMA Negeri 4 Batam, SMA Kartini, dan SMA Integral Hidayatullah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter (β = 0,476; p < 0,001) dan nilai-nilai pendidikan Islam (β = 0,316; p < 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan belajar siswa, dengan kontribusi bersama sebesar 47,5% (R² = 0,475). Temuan ini menegaskan bahwa kedisiplinan belajar lebih efektif dibentuk melalui internalisasi sinergis antara nilai-nilai moral universal dan prinsip-prinsip Islam dalam budaya sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi studi pendidikan agama dan kebijakan kurikulum nasional dengan menunjukkan secara empiris bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka semakin optimal ketika pendidikan karakter dan nilai-nilai Islam diintegrasikan secara terpadu sebagai kerangka pembentukan kedisiplinan belajar. Simpulan penelitian menyatakan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka tidak hanya ditentukan oleh aspek akademik, tetapi juga oleh integrasi nilai moral dan spiritual secara konsisten dalam kehidupan sekolah.  
Character and Life Skill Based Management of Pesantren Education in Shaping the Quality of Graduates Muhammad Lutfi; Nur Asnawi; Mulyono; Ilfan Tufail; Irwan Syah Erlangga
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes how pesantren nurture graduate quality through character-based and life skill-oriented management practices. The research addresses a key gap in previous studies, which have examined educational management, character education, and life skills separately, leaving a limited understanding of how these domains interact as an integrated system shaping graduate outcomes. Using a qualitative multisite design, data were collected from two large pesantren through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The data were analyzed using the Miles-Huberman interactive model to identify cross-site patterns. The findings show three major results. First, both pesantrens apply participatory planning that aligns spiritual values, character formation, and vocational learning, although with different managerial styles. Second, implementation integrates formal, nonformal, and informal education with experiential learning, enabling students to develop religious character, independence, and practical competencies. Third, supervision combines structural monitoring and moral guidance, ensuring consistent behavioral development and skill mastery. These findings contribute to an integrated Value Skill Synergy Framework that explains how management processes reinforce character and life skills as mutually supporting components of graduate quality. The study concludes that pesantren graduate excellence emerges from the coherent alignment of values, management functions, and daily educational practices. It recommends strengthening integrative planning, experiential learning, and documented supervision to enhance the sustainability and replicability of pesantren quality management. ABSTRAK  Penelitian ini menganalisis bagaimana pesantren membangun mutu lulusan melalui praktik manajemen berbasis karakter dan kecakapan hidup. Kajian ini mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya yang cenderung memisahkan manajemen pendidikan, pendidikan karakter dan kecakapan hidup, sehingga belum menjelaskan bagaimana ketiga domain tersebut bekerja sebagai satu sistem terpadu dalam membentuk mutu lulusan. Dengan menggunakan desain kualitatif multisitus, data dikumpulkan dari dua pesantren besar melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman untuk mengidentifikasi pola lintas situs. Temuan menunjukkan tiga hasil utama. Pertama, kedua pesantren menerapkan perencanaan partisipatif yang menyelaraskan nilai spiritual, pembentukan karakter, dan pembelajaran vokasional, meskipun dengan gaya manajerial yang berbeda. Kedua, implementasi pendidikan mengintegrasikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan pembelajaran berbasis pengalaman, sehingga santri mengembangkan karakter religius, kemandirian, dan kompetensi praktis. Ketiga, supervisi menggabungkan pemantauan struktural dan pembinaan moral untuk memastikan konsistensi perilaku dan penguasaan keterampilan. Temuan ini menghasilkan sebuah Value Skill Synergy Framework yang menjelaskan bagaimana proses manajemen memperkuat karakter dan kecakapan hidup sebagai komponen saling melengkapi dalam mutu lulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan lulusan pesantren muncul dari keselarasan nilai, fungsi manajemen, dan praktik pendidikan sehari-hari. Studi ini merekomendasikan penguatan perencanaan integratif, pembelajaran berbasis pengalaman, dan supervisi terdokumentasi ༀ meningkatkan keberlanjutan dan replikabilitas manajemen mutu pesantren.  

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 2 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 1 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 22 No. 3 (2024): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 22 No. 2 (2024): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 22 No. 1 (2024): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 21 No. 3 (2023): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 21 No. 2 (2023): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 21 No. 1 (2023): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 20 No. 3 (2022): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 20 No. 2 (2022): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 20 No. 1 (2022): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 19 No. 2 (2021): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 19 No. 1 (2021): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 18 No. 3 (2020): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 18 No. 2 (2020): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 17 No. 3 (2019): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 17 No. 2 (2019): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 17 No. 1 (2019): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 16 No. 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 16 No. 2 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 15 No. 3 (2017): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | Volume 15, Nomor 2, Agustus 2017 EDUKASI | Volume 15, Nomor 1, April 2017 EDUKASI | Volume 14, Nomor 3, Desember 2016 EDUKASI | Volume 14, Nomor 2, Agustus 2016 EDUKASI | Volume 14, Nomor 1, April 2016 Vol. 13 No. 3 (2015): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 13, NOMOR 2, AGUSTUS 2015 EDUKASI | VOLUME 13, NOMOR 1, APRIL 2015 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 3, DESEMBER 2014 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 2, AGUSTUS 2014 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 1, APRIL 2014 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 2, AGUSTUS 2013 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2013 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 3, DESEMBER 2012 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 2, AGUSTUS 2012 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 1, APRIL 2012 EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 3, DESEMBER 2011 Vol. 9 No. 2 (2011): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 1, APRIL 2011 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 3, DESEMBER 2010 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 2, AGUSTUS 2010 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 1, APRIL 2010 Vol. 7 No. 4 (2009): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 7 No. 3 (2009): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 7 No. 2 (2009): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 6 No. 4 (2008): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 6 No. 3 (2008): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 6 No. 2 (2008): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 4, DESEMBER 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 3, SEPTEMBER 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 2, JUNI 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 1, MARET 2007 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 4, DESEMBER 2006 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2006 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 2, JUNI 2006 Vol. 4 No. 1 (2006): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 3 No. 4 (2005): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2005): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2005): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2005): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2004): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 2 No. 3 (2004): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2004): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2004): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 1 No. 4 (2003): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2003): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2003 EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2003 More Issue