cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@unw.ac.id
Phone
+62246925408
Journal Mail Official
lppm@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Ngablak, Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Informatika dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30470250     DOI : 10.35473
Core Subject : Health, Science,
IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan merupakan peer reviewed journal di bidang informatika dan Kesehatan. Jurnal ini oleh Universitas Ngudi Waluyo, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
Model Penelitian Basis Data untuk Sistem Informasi Skala Besar Ega Seladevi; Desi Ramadani Putri; Agung Wibowo
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v2i2.3804

Abstract

Database management is a crucial aspect of developing large-scale information systems that require high efficiency, scalability, and reliability. This article discusses a research model based on scientific methodology to design and optimize databases for large-scale information systems. The research approach includes exploring database schema design techniques, evaluating performance using large datasets, and implementing optimization strategies such as indexing, data partitioning, and replication. This study also highlights the comparison between relational (SQL) and non-relational (NoSQL) databases in the context of complex information system requirements. The research findings show that applying a systematic methodology can improve data processing efficiency by up to 30% and accelerate system response time. This article provides practical guidelines for developers and researchers in designing reliable database solutions to meet large-scale demands, as well as guidance for information system developers in selecting and implementing the appropriate database model. ABSTRAK Pengelolaan basis data merupakan aspek krusial dalam pengembangan sistem informasi skala besar yang memerlukan efisiensi, skalabilitas, dan keandalan tinggi. Artikel ini membahas model penelitian berbasis metodologi ilmiah untuk merancang dan mengoptimalkan basis data pada sistem informasi skala besar. Pendekatan penelitian mencakup eksplorasi teknik perancangan skema basis data, evaluasi performa menggunakan dataset besar, serta implementasi strategi optimasi seperti indexing, partisi data, dan replikasi. Studi ini juga menyoroti perbandingan antara basis data relasional (SQL) dan non-relasional (NoSQL) dalam konteks kebutuhan sistem informasi yang kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metodologi yang sistematis mampu meningkatkan efisiensi pengolahan data hingga 30% dan mempercepat waktu respons sistem. Artikel ini memberikan panduan praktis bagi pengembang dan peneliti dalam merancang solusi basis data yang handal untuk memenuhi tuntutan skala besar, serta memberikan panduan bagi para pengembang sistem informasi dalam memilih dan mengimplementasikan model basis data yang tepat.
Pengelolaan Ansietas dengan Dukungan Kelompok Lansia yang Terpisah dengan Keluarga di Panti Werdha Salib Putih Salatiga Christiawan Randhi Prakasa; Wulansari
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v2i2.4182

Abstract

A nursing home is one of the residences for the elderly. The elderly living in nursing homes usually do so because they do not have family members who can care for them at home or do not have a comfortable place to cope with anxiety. Every elderly individual living in a nursing home is vulnerable to anxiety. This anxiety needs to be properly addressed to prevent it from worsening. This study aims to describe the application of group support for elderly individuals separated from their families and its effect on anxiety levels. The research method used is descriptive qualitative with one elderly subject experiencing anxiety at the Salib Putih Nursing Home in Salatiga. The group support intervention was carried out for 10 days, with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results showed that before the intervention, the client appeared restless, worried about their health condition, and experienced sleep disturbances.   ABSTRAK Panti werdha merupakan salah satu tempat hunian bagi para lansia. Lansia yang tinggal di panti werdha dikarenakan tidak ada keluarga yang mampu merawat di rumah atau tidak memiliki tempat hunian untuk menangani kecemasan. Setiap lansia yang tinggal di panti werdha rentan terkena dengan kecemasan. Kecemasan itu sendiri perlu penanganan yang baik agar tidak terjadi kecemasan yang lebih berat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan dukungan kelompok terhadap lansia yang terpisah dari keluarga serta pengaruhnya terhadap tingkat ansietas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek satu orang lansia yang mengalami kecemasan di Panti Werdha Salib Putih Salatiga. Intervensi yang digunakan dukungan kelompok dilakukan selama 10 hari dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, klien tampak gelisah, khawatir tentang kondisi kesehatan, dan mengalami gangguan tidur. Setelah penerapan dukungan kelompok, terjadi penurunan tingkat kecemasan, tidak ditemukan kejadian yang tidak diinginkan, dan masalah psikologis dapat diatasi dengan baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan kelompok efektif dalam menurunkan ansietas pada lansia yang terpisah dari keluarga. Disarankan agar instansi pelayanan lansia menerapkan kegiatan dukungan kelompok secara rutin untuk membantu lansia merasa lebih diterima, tidak kesepian, dan meningkatkan kualitas hidup mereka di panti werdha.
Manajemen Kegawatdaruratan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif dengan Hisap Lendir pada Pasien Stroke di RSUD Pandan Arang Boyolali Yuniati; Tri Susilo
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v2i2.4224

Abstract

Stroke is a medical emergency that can lead to respiratory problems due to the accumulation of secretions, particularly in patients with decreased consciousness. One of the common nursing problems encountered is ineffective airway clearance. This study aims to describe the emergency management of ineffective airway clearance through mucus suction in stroke patients at the Emergency Department of Pandan Arang Hospital, Boyolali. This research used a descriptive case study approach. The subject was a stroke patient with decreased consciousness and signs of secretion accumulation in the airway. Data collection methods included observation, interviews, physical examination, and supporting investigations. Nursing interventions included airway assessment, semi-Fowler positioning, insertion of an oropharyngeal airway (OPA), suctioning for less than 15 seconds, oxygen administration at 3 L/min via nasal cannula, and collaboration in administering mucolytics. The intervention was implemented over a one-hour duration. The results showed a decrease in gurgling sounds, reduced sputum production, and improved breathing patterns. The nursing diagnosis of “ineffective airway clearance” was resolved. This study suggests that early detection and appropriate management of ineffective airway clearance through suction are essential to prevent further respiratory complications in stroke patients. Nurses are encouraged to enhance their skills and responsiveness in managing airway emergencies.   ABSTRAK Stroke merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan akibat akumulasi sekret, terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran. Salah satu masalah keperawatan yang sering muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan manajemen kegawatdaruratan bersihan jalan napas tidak efektif melalui tindakan hisap lendir pada pasien stroke di IGD RSUD Pandan Arang Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang pasien stroke dengan gangguan kesadaran dan tanda-tanda akumulasi sekret di jalan napas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pengkajian fisik, dan pemeriksaan penunjang. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: pengkajian jalan napas, pemberian posisi semi-Fowler, pemasangan oropharyngeal airway (OPA) , tindakan hisap lendir kurang dari 15 detik, pemberian oksigen 5 L/menit melalui nasal kanul, dan kolaborasi pemberian mukolitik. Implementasi dilakukan dalam durasi 1 jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya penurunan suara gurgling, sputum menjadi berkurang, dan pola napas membaik. Masalah keperawatan "bersihan jalan napas tidak efektif" dinyatakan teratasi. Saran dari penelitian ini adalah pentingnya deteksi dini dan penatalaksanaan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien stroke secara tepat melalui intervensi suction untuk mencegah komplikasi respirasi yang lebih berat. Diharapkan tenaga keperawatan dapat meningkatkan keterampilan dan kepekaan dalam manajemen airway pada kondisi kegawatdaruratan.
Pengelolaan Gangguan Integritas Kulit dengan Perawatan Luka Modern Moist Wound Healing pada Ny. S dengan Diabetes Melitus Tipe II di RSJ Prof Dr. Soerojo Magelang Nita Setiyana; Tri Susilo
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v2i2.4225

Abstract

Diabetes mellitus type 2 is a chronic metabolic disease characterized by high blood sugar levels, generally occurring in adults. This condition is caused by the body's resistance to insulin or insufficient insulin production. The study aims to describe the management of impaired skin integrity in patients with diabetes mellitus type 2 with modern moist wound healing wound care. The methode of research is a descriptive case study with a nursing care approach. Management for three days of management, two ulcer wounds were found in the patient, namely in the left gluteal and right leg. The wound on the left gluteal area measures 7 cm in length and 3 cm in width, while the wound on the right foot is 5 cm deep and 3 cm wide. Both wounds showed signs of infection characterized by pus, unpleasant odor, and redness at the edge of the wound. Based on these conditions, both wounds were categorized as grade 3 wounds. The nursing diagnosis that was established was impaired skin integrity related to changes in circulation (D.0129). Interventions in the form of wound care with the implementation of modern moist wound healing with the implementation of modern moist wound healing wound care with a duration of 30 minutes for 3 days. Evaluation showed an improvement in the condition of the ulcer wound. Major and minor signs of the wound decreased, such as decreased signs of infection, reduced necrotic tissue, and the disappearance of unpleasant odor from the wound. This indicates that the wound healing process is going well. Management analysis, namely the problem is partially resolved. It is necessary to add a combination of other interventions in the care of moist wound healing in patients with type 2 diabetes mellitus.   ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi, umumnya terjadi pada orang dewasa. Kondisi ini disebabkan oleh resistensi tubuh terhadap insulin atau produksi insulin yang tidak mencukupi. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan gangguan integritas kulit pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan perawatan luka modern moist wound healing. Jenis penelitian adalah deskriptif studi kasus dengan pendekatan  asuhan  keperawata.  Pengelolaan  selama  tiga  hari  pengelolaan, ditemukan dua luka ulkus pada pasien, yaitu di bagian gluteal kiri dan kaki kanan. Luka di gluteal kiri berukuran 7 cm dan lebar 3 cm, sedangkan luka di kaki kanan kedalaman 5 cmdan lebar 3 cm. Kedua luka menunjukkan tanda infeksi yang ditandai dengan adanya nanah, bau tidak sedap, dan kemerahan  di  tepi  luka.  Berdasarkan  kondisi  tersebut,  kedua  luka dikategorikan  sebagai  luka  derajat  3.  Diagnosa  keperawatan  yang  ditegakkan  gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi (D.0129). Intervensi berupa perawatan luka dengan implementasi modern moist wound healing dengan implementasi perawatan luka modern moist wound healing dengan durasi 30 menit selama 3 hari. Evaluasi menunjukkan adanya  perbaikan  kondisi  luka  ulkus.  Tanda-tanda mayor dan minor  luka  mengalami penurunan, seperti menurunnya tanda-tanda infeksi, berkurangnya jaringan nekrotik, serta hilangnya bau tidak sedap dari luka. Hal ini mengindikasikan bahwa proses penyembuhan luka berjalan dengan baik. Analisis pengelolaan yaitu masalah teratasi sebagian. Perlu penambahan kombinasi intervensi lain dalam perawatan luka moist wound healing pasien diabetes melitus tipe 2. 

Page 3 of 3 | Total Record : 24