cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@unw.ac.id
Phone
+62246925408
Journal Mail Official
lppm@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Ngablak, Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Informatika dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30470250     DOI : 10.35473
Core Subject : Health, Science,
IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan merupakan peer reviewed journal di bidang informatika dan Kesehatan. Jurnal ini oleh Universitas Ngudi Waluyo, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Model Penelitian Basis Data untuk Sistem Informasi Skala Besar Ega Seladevi; Desi Ramadani Putri; Agung Wibowo
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v2i2.3804

Abstract

Database management is a crucial aspect of developing large-scale information systems that require high efficiency, scalability, and reliability. This article discusses a research model based on scientific methodology to design and optimize databases for large-scale information systems. The research approach includes exploring database schema design techniques, evaluating performance using large datasets, and implementing optimization strategies such as indexing, data partitioning, and replication. This study also highlights the comparison between relational (SQL) and non-relational (NoSQL) databases in the context of complex information system requirements. The research findings show that applying a systematic methodology can improve data processing efficiency by up to 30% and accelerate system response time. This article provides practical guidelines for developers and researchers in designing reliable database solutions to meet large-scale demands, as well as guidance for information system developers in selecting and implementing the appropriate database model. ABSTRAK Pengelolaan basis data merupakan aspek krusial dalam pengembangan sistem informasi skala besar yang memerlukan efisiensi, skalabilitas, dan keandalan tinggi. Artikel ini membahas model penelitian berbasis metodologi ilmiah untuk merancang dan mengoptimalkan basis data pada sistem informasi skala besar. Pendekatan penelitian mencakup eksplorasi teknik perancangan skema basis data, evaluasi performa menggunakan dataset besar, serta implementasi strategi optimasi seperti indexing, partisi data, dan replikasi. Studi ini juga menyoroti perbandingan antara basis data relasional (SQL) dan non-relasional (NoSQL) dalam konteks kebutuhan sistem informasi yang kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metodologi yang sistematis mampu meningkatkan efisiensi pengolahan data hingga 30% dan mempercepat waktu respons sistem. Artikel ini memberikan panduan praktis bagi pengembang dan peneliti dalam merancang solusi basis data yang handal untuk memenuhi tuntutan skala besar, serta memberikan panduan bagi para pengembang sistem informasi dalam memilih dan mengimplementasikan model basis data yang tepat.
Pengelolaan Ansietas dengan Dukungan Kelompok Lansia yang Terpisah dengan Keluarga di Panti Werdha Salib Putih Salatiga Christiawan Randhi Prakasa; Wulansari
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v2i2.4182

Abstract

A nursing home is one of the residences for the elderly. The elderly living in nursing homes usually do so because they do not have family members who can care for them at home or do not have a comfortable place to cope with anxiety. Every elderly individual living in a nursing home is vulnerable to anxiety. This anxiety needs to be properly addressed to prevent it from worsening. This study aims to describe the application of group support for elderly individuals separated from their families and its effect on anxiety levels. The research method used is descriptive qualitative with one elderly subject experiencing anxiety at the Salib Putih Nursing Home in Salatiga. The group support intervention was carried out for 10 days, with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results showed that before the intervention, the client appeared restless, worried about their health condition, and experienced sleep disturbances.   ABSTRAK Panti werdha merupakan salah satu tempat hunian bagi para lansia. Lansia yang tinggal di panti werdha dikarenakan tidak ada keluarga yang mampu merawat di rumah atau tidak memiliki tempat hunian untuk menangani kecemasan. Setiap lansia yang tinggal di panti werdha rentan terkena dengan kecemasan. Kecemasan itu sendiri perlu penanganan yang baik agar tidak terjadi kecemasan yang lebih berat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan dukungan kelompok terhadap lansia yang terpisah dari keluarga serta pengaruhnya terhadap tingkat ansietas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek satu orang lansia yang mengalami kecemasan di Panti Werdha Salib Putih Salatiga. Intervensi yang digunakan dukungan kelompok dilakukan selama 10 hari dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, klien tampak gelisah, khawatir tentang kondisi kesehatan, dan mengalami gangguan tidur. Setelah penerapan dukungan kelompok, terjadi penurunan tingkat kecemasan, tidak ditemukan kejadian yang tidak diinginkan, dan masalah psikologis dapat diatasi dengan baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan kelompok efektif dalam menurunkan ansietas pada lansia yang terpisah dari keluarga. Disarankan agar instansi pelayanan lansia menerapkan kegiatan dukungan kelompok secara rutin untuk membantu lansia merasa lebih diterima, tidak kesepian, dan meningkatkan kualitas hidup mereka di panti werdha.
Manajemen Kegawatdaruratan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif dengan Hisap Lendir pada Pasien Stroke di RSUD Pandan Arang Boyolali Yuniati; Tri Susilo
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v2i2.4224

Abstract

Stroke is a medical emergency that can lead to respiratory problems due to the accumulation of secretions, particularly in patients with decreased consciousness. One of the common nursing problems encountered is ineffective airway clearance. This study aims to describe the emergency management of ineffective airway clearance through mucus suction in stroke patients at the Emergency Department of Pandan Arang Hospital, Boyolali. This research used a descriptive case study approach. The subject was a stroke patient with decreased consciousness and signs of secretion accumulation in the airway. Data collection methods included observation, interviews, physical examination, and supporting investigations. Nursing interventions included airway assessment, semi-Fowler positioning, insertion of an oropharyngeal airway (OPA), suctioning for less than 15 seconds, oxygen administration at 3 L/min via nasal cannula, and collaboration in administering mucolytics. The intervention was implemented over a one-hour duration. The results showed a decrease in gurgling sounds, reduced sputum production, and improved breathing patterns. The nursing diagnosis of “ineffective airway clearance” was resolved. This study suggests that early detection and appropriate management of ineffective airway clearance through suction are essential to prevent further respiratory complications in stroke patients. Nurses are encouraged to enhance their skills and responsiveness in managing airway emergencies.   ABSTRAK Stroke merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan akibat akumulasi sekret, terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran. Salah satu masalah keperawatan yang sering muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan manajemen kegawatdaruratan bersihan jalan napas tidak efektif melalui tindakan hisap lendir pada pasien stroke di IGD RSUD Pandan Arang Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang pasien stroke dengan gangguan kesadaran dan tanda-tanda akumulasi sekret di jalan napas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pengkajian fisik, dan pemeriksaan penunjang. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: pengkajian jalan napas, pemberian posisi semi-Fowler, pemasangan oropharyngeal airway (OPA) , tindakan hisap lendir kurang dari 15 detik, pemberian oksigen 5 L/menit melalui nasal kanul, dan kolaborasi pemberian mukolitik. Implementasi dilakukan dalam durasi 1 jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya penurunan suara gurgling, sputum menjadi berkurang, dan pola napas membaik. Masalah keperawatan "bersihan jalan napas tidak efektif" dinyatakan teratasi. Saran dari penelitian ini adalah pentingnya deteksi dini dan penatalaksanaan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien stroke secara tepat melalui intervensi suction untuk mencegah komplikasi respirasi yang lebih berat. Diharapkan tenaga keperawatan dapat meningkatkan keterampilan dan kepekaan dalam manajemen airway pada kondisi kegawatdaruratan.
Pengelolaan Gangguan Integritas Kulit dengan Perawatan Luka Modern Moist Wound Healing pada Ny. S dengan Diabetes Melitus Tipe II di RSJ Prof Dr. Soerojo Magelang Nita Setiyana; Tri Susilo
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v2i2.4225

Abstract

Diabetes mellitus type 2 is a chronic metabolic disease characterized by high blood sugar levels, generally occurring in adults. This condition is caused by the body's resistance to insulin or insufficient insulin production. The study aims to describe the management of impaired skin integrity in patients with diabetes mellitus type 2 with modern moist wound healing wound care. The methode of research is a descriptive case study with a nursing care approach. Management for three days of management, two ulcer wounds were found in the patient, namely in the left gluteal and right leg. The wound on the left gluteal area measures 7 cm in length and 3 cm in width, while the wound on the right foot is 5 cm deep and 3 cm wide. Both wounds showed signs of infection characterized by pus, unpleasant odor, and redness at the edge of the wound. Based on these conditions, both wounds were categorized as grade 3 wounds. The nursing diagnosis that was established was impaired skin integrity related to changes in circulation (D.0129). Interventions in the form of wound care with the implementation of modern moist wound healing with the implementation of modern moist wound healing wound care with a duration of 30 minutes for 3 days. Evaluation showed an improvement in the condition of the ulcer wound. Major and minor signs of the wound decreased, such as decreased signs of infection, reduced necrotic tissue, and the disappearance of unpleasant odor from the wound. This indicates that the wound healing process is going well. Management analysis, namely the problem is partially resolved. It is necessary to add a combination of other interventions in the care of moist wound healing in patients with type 2 diabetes mellitus.   ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi, umumnya terjadi pada orang dewasa. Kondisi ini disebabkan oleh resistensi tubuh terhadap insulin atau produksi insulin yang tidak mencukupi. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan gangguan integritas kulit pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan perawatan luka modern moist wound healing. Jenis penelitian adalah deskriptif studi kasus dengan pendekatan  asuhan  keperawata.  Pengelolaan  selama  tiga  hari  pengelolaan, ditemukan dua luka ulkus pada pasien, yaitu di bagian gluteal kiri dan kaki kanan. Luka di gluteal kiri berukuran 7 cm dan lebar 3 cm, sedangkan luka di kaki kanan kedalaman 5 cmdan lebar 3 cm. Kedua luka menunjukkan tanda infeksi yang ditandai dengan adanya nanah, bau tidak sedap, dan kemerahan  di  tepi  luka.  Berdasarkan  kondisi  tersebut,  kedua  luka dikategorikan  sebagai  luka  derajat  3.  Diagnosa  keperawatan  yang  ditegakkan  gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi (D.0129). Intervensi berupa perawatan luka dengan implementasi modern moist wound healing dengan implementasi perawatan luka modern moist wound healing dengan durasi 30 menit selama 3 hari. Evaluasi menunjukkan adanya  perbaikan  kondisi  luka  ulkus.  Tanda-tanda mayor dan minor  luka  mengalami penurunan, seperti menurunnya tanda-tanda infeksi, berkurangnya jaringan nekrotik, serta hilangnya bau tidak sedap dari luka. Hal ini mengindikasikan bahwa proses penyembuhan luka berjalan dengan baik. Analisis pengelolaan yaitu masalah teratasi sebagian. Perlu penambahan kombinasi intervensi lain dalam perawatan luka moist wound healing pasien diabetes melitus tipe 2. 
Pengelolaan Hipertermia dengan Water Tepid Sponge pada Anak Prasekolah Dengan Demam Thypoid Wening Tiyasasrini; Siti Haryani
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v3i1.4253

Abstract

Typhoid  fever  falls  into  the  category  of  septic  fever,  where  the  body  temperature increases gradually, reaching a high peak at night, and then returning to above normal levels in the morning. In addition, sufferers often experience complaints such as shivering and sweating. When the high fever returns to normal, this condition is also known as hectic fever.Therefore, increasing awareness of sanitation and clean living behavior is very important to prevent the spread of this disease. This writing aims to identify the problems experienced, provide a problem-solving plan and take action to solve the problem, evaluate the problem. The writing method used is a descriptive method that aims to describe the management of nursing care for typhoid fever that experiences an increase in body temperature above the normal range as the main problem. The approach used includes a series of steps in nursing care, starting from assessment, data analysis, formulating nursing diagnoses, nursing actions or nursing planning, to implementation and evaluation of nursing. The report on the management of water tepid sponges was carried out for 3 days in typhoid fever patients with data collection techniques using interviews, physical examinations, observations, and case management. The results showed that providing water tepid sponge actions was able to lower body temperature, improve skin temperature. Based on the nursing actions taken, it can be concluded that the patient’s body temperature is under control. Advice for the patient’s family: an active role in the family is very necessary in supporting the psychology and motivation of the child. ABSTRAK Demam thypoid termasuk dalam kategori demam septik, di mana suhu tubuh meningkat secara bertahap, mencapai puncaknya yang tinggi di malam hari, dan kemudian kembali turun ke tingkat di atas normal pada pagi hari. Selain itu, penderita sering mengalami keluhan seperti menggigil dan berkeringat. Ketika demam tinggi tersebut kembali normal, kondisi ini juga dikenal sebagai demam hektik. Penulisan ini bertujuan mengidentifikasi masalah yang dialami, memberikan rencana penyelesaian masalah dan melakukan tindakan penyelesaian masalah, mengevaluasi masalah. Metode penulisan yang digunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan dengan asuhan keperawatan demam thypoid yang mengalami kenaikan suhu tubuh diatas rentang normal sebagai masalah utama. Adapun Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampel, dimana peneliti memilih subjek atau unit analisis berdasarkan tujuan penelitian dan kriteria tertentu yang relavan. Pendekatan yang digunakan mencakup serangkaian langkah dalam asuhan keperawatan, mulai dari pengkajian, analisa data, merumuskan diagnosis keperawatan,perencanaan keperawatan, hingga implementasi dan evaluasi keperawatan. Laporan pengelolaanwater tepied sponge dilakukan selama 3 hari pada pasien demam thypoid dengan teknik mengumpulkan data menggunakan wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan pengelolaan kasus. Hasil menunukkan bahwa water tepid sponge mampu menurunkan suhu tubuh membsik, suhu kulit membaik. Berdasarkan tindakan keperawatan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan termoregulasi pasien teratasi. Saran bagi keluarga pasien peran aktif dalam keluarga sangat diperlukan dalam mendukung psikologis serta motivasi pada anak.
Pengelolaan Manajemen Kesehatan Tidak Efektif dengan Edukasi Inhalasi Sederhana pada Tn. M dengan Asma di Puskesmas Wilayah Srumbung Rahma Widia Astiwi; Ummu Muntamah
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v3i1.4268

Abstract

Asthma is a chronic respiratory disease that requires long-term management and family involvement in its care. One of the commonly encountered nursing problems is ineffective health management, often caused by a lack of family knowledge in caring for members with asthma. Simple inhalation education is one form of non-pharmacological intervention aimed at improving the family's ability to manage asthma symptoms independently. This study aims to describe the management of ineffective health management through simple inhalation education in families of patients with asthma. The research method used is a descriptive case study with a nursing care approach, which includes assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The intervention was carried out over three days using simple inhalation education with warm water and eucalyptus oil, delivered directly to the client and their family. The results showed an increase in the family's knowledge and ability to independently perform simple inhalation techniques after receiving three days of education. This study suggests that simple inhalation education can serve as a non-pharmacological alternative to assist families in addressing ineffective health management in asthma patients within the home environment.   ABSTRAK Asma merupakan penyakit kronis saluran pernapasan yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan keterlibatan keluarga dalam pengelolaannya. Salah satu masalah keperawatan yang sering ditemui adalah manajemen kesehatan tidak efektif, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita asma. Edukasi inhalasi sederhana merupakan salah satu bentuk intervensi nonfarmakologi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam menangani gejala asma secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan manajemen kesehatan tidak efektif melalui edukasi inhalasi sederhana pada keluarga pasien dengan asma. Metode penelitian menggunakan studi kasus deskriptif melalui pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan pendekatan edukasi inhalasi menggunakan air hangat dan minyak kayu putih secara langsung kepada klien dan keluarga. Hasil pengelolaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan  keluarga dalam melaksanakan teknik inhalasi sederhana secara mandiri setelah diberikan edukasi selama tiga hari. Saran dari penelitian ini adalah edukasi inhalasi sederhana dapat di jadikan alternatif upaya nonfarmakologis untuk membantu keluarga dalam menangani manajemen kesehatan tidak efektif pada pasien asma di lingkungan rumah.
Implementasi Machine Learning untuk Prediksi Performa Lari Berdasarkan Data Strava Ardi Kurniawan; Didiet Hendrawan; Agung Wibowo
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v3i1.4870

Abstract

This study aims to develop a predictive model to estimate running performance represented by pace (min/km) using activity data from Strava. The motivation stems from the fact that runners’ daily activity logs are often used only for descriptive tracking rather than as an evidence-based foundation for personalized and predictive training planning. The dataset consists of 120 running activities, with predictors including distance (km), training duration (min), elevation gain (m), and heart rate (bpm). Data preprocessing involved invalid record removal, outlier handling, and format standardization. A multiple linear regression model was then constructed and evaluated using the coefficient of determination (R²) and error metrics, namely Mean Absolute Error (MAE) and Root Mean Square Error (RMSE) on the test set. The results indicate that training load and physiological variables jointly explain a meaningful proportion of pace variability, offering a quantitative basis for understanding factors associated with running performance. Overall, these findings suggest that Strava data can be leveraged to build practical performance prediction models to support data-driven training decisions.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediktif untuk memperkirakan performa lari yang direpresentasikan oleh pace (menit/km) menggunakan data aktivitas dari platform Strava. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pemanfaatan data aktivitas harian pelari yang masih dominan bersifat deskriptif (evaluasi masa lalu) dan belum banyak digunakan untuk mendukung perencanaan latihan yang lebih terukur dan personal. Dataset penelitian terdiri dari 120 aktivitas lari, dengan variabel prediktor meliputi jarak tempuh (km), durasi latihan (menit), perubahan elevasi (m), dan denyut jantung (bpm). Data dipraproses melalui pembersihan data tidak valid, penanganan nilai ekstrem, dan standarisasi format, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Evaluasi model dilakukan menggunakan koefisien determinasi (R²) serta metrik galat Mean Absolute Error (MAE) dan Root Mean Square Error (RMSE) pada data uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi variabel latihan dan fisiologis dapat menjelaskan variasi pace secara bermakna, serta memberikan dasar kuantitatif untuk memahami faktor-faktor yang berasosiasi dengan performa lari. Temuan ini mengindikasikan bahwa data Strava berpotensi dimanfaatkan untuk membangun model prediksi performa yang aplikatif sebagai dukungan pengambilan keputusan latihan berbasis data.
Klasifikasi Sentimen Publik Terhadap Makanan Bergizi Gratis Berbasis Algoritma Decision Tree Aisah Fitrianingsih; Shofa Sofiana
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v3i1.4885

Abstract

The Free Healthy Meal Provision Program is one of the government initiatives aimed at improving community nutrition and supporting social welfare, particularly for vulnerable groups. The implementation of this program has generated various public responses, which are widely expressed through social media platforms. Therefore, sentiment analysis is essential to systematically and quantitatively understand public perceptions. This study aims to classify public sentiment toward the Free Healthy Meal Provision Program using the Decision Tree algorithm. The data used in this study were obtained from public comments on social media related to the program. The research stages include data collection, text preprocessing consisting of case folding, data cleaning, tokenization, stopword removal, and stemming. Furthermore, feature extraction was performed using the Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF) method to transform textual data into numerical representations. The sentiment classification process was then carried out using the Decision Tree algorithm to categorize the data into three classes: positive, negative, and neutral. Model performance was evaluated using a confusion matrix with accuracy, precision, recall, and F1-score as evaluation metrics. The results indicate that the Decision Tree algorithm is capable of effectively classifying public sentiment toward the Free Healthy Meal Provision Program and demonstrates competitive performance. In addition, the resulting model offers strong interpretability, facilitating a clearer understanding of the decision-making process. This study is expected to provide an objective overview of public responses and serve as a consideration for policymakers in improving the effectiveness of the Free Healthy Meal Provision Program.   ABSTRAK Program Makanan Bergizi Gratis merupakan salah satu langkah dari pemerintah yang ditujukan untuk memperbaiki nutrisi masyarakat dan mendukung kesejahteraan sosial, terutama bagi kelompok yang paling rentan. Pelaksanaan program ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat yang banyak disampaikan lewat platform media sosial. Oleh karena itu, analisis sentimen sangat penting untuk memahami pandangan publik secara sistematis dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan sentimen masyarakat terhadap Program Makanan Bergizi Gratis dengan menggunakan algoritma Pohon Keputusan. Data yang digunakan untuk penelitian ini berasal dari komentar-komentar masyarakat di media sosial yang terkait dengan program tersebut. Tahapan penelitian mencakup pengumpulan data, pengolahan teks yang meliputi penyederhanaan huruf, pembersihan data, pemecahan kalimat menjadi kata-kata, penghapusan kata-kata umum, dan pengurangan kata ke bentuk dasarnya. Selanjutnya, fitur-fitur diekstrak dengan menggunakan metode Frekuensi Kata–Frekuensi Dokumen Terbalik (TF-IDF) untuk mengkonversi teks menjadi bentuk angka. Proses klasifikasi sentimen kemudian dilakukan menggunakan algoritma Pohon Keputusan untuk mengelompokkan data ke dalam tiga kategori: positif, negatif, dan netral. Penilaian kinerja model dilakukan menggunakan matriks kebingungan dengan parameter akurasi, presisi, recall, dan skor F1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Pohon Keputusan dapat mengklasifikasikan sentimen masyarakat terhadap Program Makanan Bergizi Gratis dengan baik dan menunjukkan performa yang kompetitif. Model yang dihasilkan juga memiliki kekuatan dalam hal interpretasi, sehingga mempermudah pemahaman tentang proses pengambilan keputusan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai reaksi masyarakat dan menjadi bahan pertimbangan bagi para pengambil kebijakan dalam meningkatkan efektivitas Program Makanan Bergizi Gratis.  Model menghasilkan akurasi sebesar 92%, precision 0.91, recall 0.90, dan F1-score 0.90.
Implementasi Decision Tree dalam Mengelompokkan Makanan Berdasarkan Kandungan Gizi Siti Rahayu; Rifka Dea Safitri; Eko Nur Hermansyah
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v3i1.4937

Abstract

Choosing foods that meet nutritional needs remains a challenge, especially when nutritional information is not analyzed systematically. This study implements a Decision Tree algorithm to classify foods based on key nutritional content, namely calories, protein, fat, and carbohydrates. The model is built using a quantitative approach with the CART algorithm, and the evaluation process uses metrics such as accuracy, precision, recall, and F1-score. The results of the study show that the Decision Tree can produce a transparent and easily traceable decision structure, with good accuracy in classifying food categories such as high protein, high fat, low calorie, and high carbohydrate. These findings confirm that the Decision Tree is an effective method to support nutritional analysis and provide a foundation for a more informative food recommendation system.   ABSTRAK Pemilihan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi masih menjadi tantangan, terutama ketika informasi gizi tidak dianalisis secara sistematis. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Decision Tree untuk mengelompokkan makanan berdasarkan kandungan gizi utama, yaitu kalori, protein, lemak, dan karbohidrat. Model dibangun menggunakan pendekatan kuantitatif dengan algoritma CART dan proses evaluasi menggunakan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Decision Tree mampu menghasilkan struktur keputusan yang transparan dan mudah ditelusuri, dengan tingkat akurasi yang baik dalam mengklasifikasikan kategori makanan seperti tinggi protein, tinggi lemak, rendah kalori, dan tinggi karbohidrat. Temuan ini menegaskan bahwa Decision Tree merupakan metode yang efektif untuk mendukung analisis nutrisi serta memberikan dasar bagi sistem rekomendasi makanan yang lebih informatif.
Implementasi dan Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan UMKM Berbasis Digital di Kabupaten Semarang Menggunakan Pendekatan Design Science Research Kustiyono; Agung Wibowo; Ajeng Ramadhanti Syafitri
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v3i1.4993

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Kabupaten Semarang play a strategic role in the regional economy; however, they still face challenges in transaction recording and financial statement preparation. Many MSMEs have not implemented a structured financial management information system, resulting in financial information that is neither accurate nor timely. This study aims to implement and evaluate a digital-based accounting management information system for MSMEs developed using the Design Science Research (DSR) approach. The DSR method was applied through the stages of problem identification, definition of solution objectives, design and development, demonstration, and evaluation. The results indicate that the implemented financial management information system improves the accuracy of financial record-keeping, enhances the efficiency of financial report preparation, and supports managerial decision-making within MSMEs. This study provides practical contributions for MSMEs in Kabupaten Semarang and academic contributions to the development of financial management information system research based on the DSR approach.   ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, namun masih menghadapi permasalahan dalam pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan. Banyak UMKM belum menerapkan sistem informasi manajemen keuangan yang terstruktur sehingga  informasi manajemen keuangan tidak tersedia secara akurat dan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi sistem informasi manajemen akuntansi UMKM berbasis digital yang telah dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR). Metode DSR diterapkan melalui tahapan identifikasi masalah, penentuan tujuan solusi, perancangan dan pengembangan, ujicoba, serta evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi manajemen keuangan yang diimplementasikan mampu meningkatkan akurasi pencatatan keuangan, efisiensi penyusunan laporan, serta mendukung pengambilan keputusan manajerial UMKM. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi UMKM di Kabupaten Semarang dan kontribusi akademik dalam pengembangan penelitian sistem informasi manajemen keuangan berbasis DSR.

Page 3 of 3 | Total Record : 30